Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

12. Bacalah teks berikut!

(1) Berkebun adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan. (2) Berkebun dapat menyalurkan kegemaran dalam berekreasi berbagai tanaman yang disukai. (3) Berkebun juga dapat menyalurkan rasa tidak suka terhadap lingkungan sekitar. (4) Dengan berkebun, kita dapat menciptakan lingkungan yang hijau, indah, dan asri. (5) Kebutuhan ini dapat dipenuhi apabila yang ditanam adalah berbagai macam tanaman sayur dan buah.

Kalimat yang tidak logis pada teks tersebut ditunjukkan kalimat ....

  1. (2)
  2. (3)
  3. (4)
  4. (5)
Jawaban & Analisis

Jawaban: B (3)

Analisis opsi:

  • A (2) Logis: berkebun bisa menjadi sarana menyalurkan hobi/rekreasi melalui tanaman yang disukai.
  • B (3) Tidak logis: “menyalurkan rasa tidak suka terhadap lingkungan sekitar” bertentangan dengan ide berkebun yang justru memperindah lingkungan (selaras dengan kalimat (4)).
  • C (4) Logis: berkebun dapat membuat lingkungan menjadi hijau, indah, dan asri.
  • D (5) Masih logis sebagai penutup manfaat: kebutuhan (misalnya kebutuhan hijau/asri/hasil kebun) dapat dipenuhi dengan menanam sayur dan buah.

Inti alasan: Kalimat (3) berlawanan arah dengan keseluruhan gagasan teks (berkebun → memperbaiki/menyenangkan lingkungan), sehingga menjadi kalimat yang tidak logis.


13. Bacalah teks berikut!

Sebanyak \( 175 \) ton ikan mati di Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Maninjau, Sumbar. Ikan-ikan dibiarkan teronggok di tepi danau. Bau amis yang menyengat pun menyebar ke sekitar danau hingga radius \( 100 \) meter. Untuk menguburkan ikan-ikan itu membutuhkan tenaga dan uang.

Peristiwa yang tergambar pada teks tersebut adalah ....

  1. pencemaran air di Danau Maninjau
  2. matinya \( 175 \) ton ikan di Danau Maninjau
  3. penguburan \( 175 \) ton ikan di Danau Maninjau
  4. keresahan masyarakat di sekitar Danau Maninjau
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis opsi:

  • A Tidak menjadi fokus utama: teks tidak menyatakan “pencemaran air” sebagai peristiwa inti, melainkan memusat pada kematian ikan dan dampaknya (bau, penanganan).
  • B Paling tepat: kalimat pertama secara langsung menyatakan peristiwa utama, yaitu matinya \( 175 \) ton ikan.
  • C Kurang tepat: penguburan baru disebut sebagai rencana/keperluan (“untuk menguburkan... membutuhkan tenaga dan uang”), bukan peristiwa utama yang sudah terjadi.
  • D Tidak disebut eksplisit: teks tidak memaparkan reaksi masyarakat, hanya dampak bau dan kebutuhan tenaga/uang.

Inti alasan: Peristiwa yang “tergambar” (inti informasi) adalah matinya ikan, bukan turunan dampaknya.


14. Perhatikan tabel berikut!

Cabe Hari biasa \( H - 2 \) Lebaran
Merah \( Rp20.000{,}00 \) \( Rp40.000{,}00 \)
Merah sedang \( Rp15.000{,}00 \) \( Rp35.000{,}00 \)
Merah keriting \( Rp20.000{,}00 \) \( Rp60.000{,}00 \)
Rawit \( Rp25.000{,}00 \) \( Rp60.000{,}00 \)

Laporan yang sesuai dengan data tabel tersebut adalah ....

  1. Menjelang lebaran ternyata harga cabe meroket dibandingkan hari biasa. Harga cabe keriting harga yang paling melambung dibandingkan dengan harga cabe jenis lain.
  2. Cabe rawit menjelang lebaran harganya lebih tinggi dibandingkan cabe merah keriting. Cabe merah keriting banyak permintaan sehingga harganya bisa meroket.
  3. Sebelum lebaran harga cabe di pasaran masih normal di bawah \( Rp30.000{,}00 \). Ternyata menjelang lebaran semua jenis cabe harganya melambung tinggi. Harga cabe termurah \( Rp35.000{,}00 \) dan yang tertinggi mencapai \( Rp60.000{,}00 \).
  4. Berdasarkan data yang diperoleh harga cabe sebelum lebaran dan menjelang lebaran (\( H - 2 \) lebaran) sangat tinggi selisihnya. Harga cabe yang termurah \( H - 2 \) lebaran bisa mencapai \( Rp35.000{,}00 \).
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis opsi:

  • A Kurang tepat: benar ada kenaikan, tetapi “paling melambung” tidak tunggal pada cabe keriting karena rawit juga naik ke \( Rp60.000{,}00 \). Jadi klaim “paling” hanya untuk keriting tidak tepat.
  • B Salah: pada \( H - 2 \) lebaran, rawit \( Rp60.000{,}00 \) dan merah keriting \( Rp60.000{,}00 \) (bukan lebih tinggi). Jadi perbandingan “lebih tinggi” tidak sesuai data.
  • C Tepat seluruhnya:
    • Hari biasa semuanya di bawah \( Rp30.000{,}00 \) (tertinggi \( Rp25.000{,}00 \)).
    • \( H - 2 \) lebaran semua naik: termurah \( Rp35.000{,}00 \) dan tertinggi \( Rp60.000{,}00 \).
    • Contoh perbandingan: \( Rp60.000{,}00 \gt Rp40.000{,}00 \) dan \( Rp20.000{,}00 \lt Rp35.000{,}00 \) sesuai perubahan pada tabel.
  • D Kurang kuat: menyebut “sangat tinggi selisihnya” bersifat penilaian, dan hanya menegaskan harga termurah \( H - 2 \) lebaran \( Rp35.000{,}00 \) tanpa merangkum pola utama sejelas opsi C.

Inti alasan: Opsi C paling lengkap dan seluruh klaimnya cocok persis dengan angka pada tabel.


15. Bacalah kalimat-kalimat berikut!

(1) Dengan luas \( 399 \) km\( ^2 \), pulau tersebut dihuni lebih dari \( 13.000 \) ekor komodo.
(2) Hal itu karena Pulau Komodo dihuni oleh hewan langka.
(3) Pulau Komodo menjadi salah satu dari keajaiban dunia.
(4) Keberadaan hewan langka itu menjadi pemicu wisatawan lokal/asing berkunjung.
(5) Sampai kini Pulau Komodo tetap menarik untuk dijadikan tempat tujuan wisata.

Urutan kalimat-kalimat tersebut yang logis adalah ....

  1. (2), (3), (1), (5), (4)
  2. (2), (5), (4), (1), (3)
  3. (3), (2), (4), (1), (5)
  4. (3), (4), (2), (5), (1)
Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis opsi:

  • A Tidak rapi: data rinci (1) muncul setelah (3) tanpa jembatan yang jelas, dan (4) (sebab wisata) justru diletakkan paling akhir padahal logisnya menjelaskan mengapa menjadi tujuan wisata.
  • B Tidak logis: (1) data faktual diletakkan setelah pembahasan wisata (5)(4), sehingga informasi dasar muncul terlambat.
  • C Kurang tepat: (1) data rinci disisipkan setelah (4), padahal (4) mengacu pada “hewan langka itu” sehingga rincian pendukung lebih cocok dipakai sebagai penguat setelah alasan (2) atau di akhir sebagai penegasan, bukan setelah dampak wisata.
  • D Paling logis:
    • (3) pernyataan umum/pembuka: status Pulau Komodo.
    • (4) dampak/akibat: menarik wisatawan karena hewan langka.
    • (2) penjelas “mengapa” (4) masuk akal: karena dihuni hewan langka.
    • (5) simpulan/penegasan: tetap menarik sebagai tujuan wisata.
    • (1) data rinci sebagai penguat penutup: luas \( 399 \) km\( ^2 \) dan \( 13.000 \) komodo mempertegas kelangkaan/kekuatan daya tarik.

Inti alasan: Urutan D membentuk alur: pernyataan umum → dampak → sebab → penegasan → data penguat.