Soal 6
Bacalah kutipan teks berikut, kemudian kerjakan soal nomor \( 6 \) s.d. \( 8 \)!
Senam otak atau Brain Gym adalah serangkaian latihan berbasis gerakan tubuh sederhana. Gerakan ini dibuat untuk merangsang otak kiri dan otak kanan. Selain itu, untuk meringankan atau merelaksasi bagian belakang dan bagian depan otak, serta merangsang sistem yang terkait dengan perasaan atau emosional, yakni otak tengah dan otak besar.
Paul E. Denison, PhD adalah orang yang pertama kali mengenalkan metode Brain Gym pada \( 1900 \)-an. Meskipun sederhana, brain gym mampu memudahkan kegiatan belajar dan melakukan penyesuaian terhadap ketegangan, tantangan, dan tuntutan hidup sehari-hari.
(1) Pada mulanya, senam otak dimanfaatkan untuk anak yang mengalami gangguan, seperti hiperaktif, kerusakan otak, sulit konsentrasi, dan depresi. (2) Namun dalam perkembangannya, setiap orang memanfaatkan brain gym untuk beragam kegunaan, terutama membuat gelombang otak menjadi alfa. (3) Saat ini, hampir di sekolah-sekolah terbaik di seluruh dunia, brain gym sedang digemari. (4) Brain gym dimanfaatkan di sekolah-sekolah karena banyak siswa dan guru yang merasa terbantu melepaskan stres, menjernihkan pikiran, dan meningkatkan daya ingat.
Simpulan dari paragraf ketiga teks tersebut adalah ....
- Brain gym merangsang otak kiri dan otak kanan.
- Brain gym sangat bermanfaat untuk dunia pendidikan.
- Senam otak adalah serangkaian latihan berbasis gerakan.
- Hampir di sekolah-sekolah terbaik mengajarkan brain gym.
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis inti: Paragraf ketiga membahas perkembangan pemanfaatan brain gym hingga populer di sekolah, serta alasan dipakai di sekolah (membantu stres, menjernihkan pikiran, meningkatkan daya ingat). Maka simpulan paling merangkum isi paragraf adalah manfaat besar bagi dunia pendidikan.
- A Benar sebagai informasi pada paragraf sebelumnya, tetapi bukan simpulan paragraf ketiga (tidak merangkum poin (1)–(4)).
- B (benar) Merangkum ide utama: brain gym banyak dimanfaatkan di sekolah dan memberi dampak baik, sehingga B \( \gt \) D sebagai simpulan yang lebih umum dan menyimpulkan alasan pemanfaatannya.
- C Hanya definisi umum di awal teks, bukan rangkuman paragraf ketiga.
- D Masih berupa pernyataan khusus (poin (3)) dan belum merangkum alasan (poin (4)), sehingga kurang menyimpulkan.
| Kalimat kunci paragraf 3 | Isi pokok | Arah simpulan |
|---|---|---|
| (3) dan (4) | Digemari di sekolah + alasan manfaatnya | Manfaat bagi pendidikan |
Soal 7
Pernyataan yang menunjukkan persetujuan pada paragraf ketiga teks tersebut ditandai dengan nomor ....
- \( (4) \)
- \( (3) \)
- \( (2) \)
- \( (1) \)
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis inti: “Persetujuan” dapat dipahami sebagai penerimaan/dukungan terhadap pemanfaatan brain gym. Kalimat (3) menyatakan bahwa saat ini brain gym “sedang digemari” di sekolah-sekolah terbaik, yang menunjukkan adanya penerimaan luas.
- A (4) menjelaskan alasan pemanfaatan (sebab), bukan penanda persetujuan/dukungan.
- B (benar) (3) menunjukkan penerimaan luas (“sedang digemari”), sehingga paling dekat dengan persetujuan.
- C (2) berisi perkembangan pemanfaatan dan tujuan (gelombang alfa), bukan persetujuan.
- D (1) berisi fungsi awal untuk anak dengan gangguan, bukan persetujuan.
Kalimat (3) lebih “menyatakan diterima” dibanding (2), sehingga (3) \( \gt \) (2).
Soal 8
Kalimat yang menyatakan hubungan sebab akibat pada paragraf ketiga ditandai dengan nomor ....
- \( (1) \)
- \( (2) \)
- \( (3) \)
- \( (4) \)
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis inti: Kalimat (4) memakai penanda sebab-akibat “karena”: Brain gym dimanfaatkan di sekolah-sekolah karena banyak siswa dan guru merasa terbantu (sebab) sehingga dipakai (akibat).
- A (1) hanya menjelaskan pemanfaatan awal.
- B (2) hanya menjelaskan perkembangan pemanfaatan.
- C (3) menyatakan kondisi populer, tanpa penanda sebab-akibat.
- D (benar) (4) jelas sebab-akibat karena ada “karena”.
| Penanda | Sebab | Akibat |
|---|---|---|
| “karena” | siswa dan guru terbantu (stres, pikiran, ingat) | brain gym dimanfaatkan di sekolah |
Soal 9
Bacalah teks berikut, kemudian kerjakan soal nomor \( 9 \) s.d. \( 11 \)!
(1) Aku hanya diam. Aku yakin dia sudah tahu apa alasannya. Kemarin aku sudah luapkan semua cerita dan kesedihanku sama dia, bahkan tangisku. (2) “Udahlah ga usah terlalu dipikirin. Kita udah mau ujian lho La, semangat! Kamu pasti bisa La, kamu kuat,” ucap Minda menyemangatiku, saat keluar dari kelas. (3) Aku diam dan hanya membalasnya dengan senyuman. (4) “Iya La, nanti ga bisa masuk SMADA, mati kak!” canda Azza yang juga sahabatku. Ini sangat menggelikan. Aku dan semua sahabatku, sontak tertawa. Dia memang sahabat yang paling berbeda dari yang lain. Dialah pencair suasana kita. “Yuk balik, udah bel tuh. Denger nggak?” ajak Azza kepadaku dan yang lainnya, dengan nada semangat. (5) “Yuk,” jawab kita serempak dan disertai dengan anggukan dari yang lain. (6) “Ma-te-ma-ti-ka,” begitulah aku mengeja kata yang tertempel di sampul buku tulis berwarna cokelat ini.
Bukti watak Azza seorang yang humoris ditandai dengan nomor ....
- \( (2) \)
- \( (3) \)
- \( (4) \)
- \( (5) \)
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis inti: Watak humoris tampak saat Azza melontarkan candaan yang membuat semua tertawa. Hal itu jelas ada pada (4): “... mati kak!” lalu “sontak tertawa” dan disebut “pencair suasana”.
- A (2) berisi nasihat/penyemangat dari Minda, bukan humor.
- B (3) hanya respons tokoh “aku”.
- C (benar) (4) memuat candaan + dampaknya (orang tertawa) + penegasan “pencair suasana”.
- D (5) hanya jawaban serempak, bukan humor.
Karena (4) memuat candaan dan reaksi tertawa, (4) \( \gt \) (2).
Soal 10
Konflik pada kutipan teks tersebut adalah ....
- Azza memang sahabat paling berbeda dari yang lain.
- Tokoh aku hanya diam, meski yakin dia sudah tahu apa alasannya.
- “Ma-te-ma-ti-ka,” begitu aku mengeja kata yang tertempel di buku.
- Tokoh aku mempunyai masalah yang membuat kehilangan semangat.
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis inti: Konflik adalah masalah/pertentangan yang dialami tokoh. Di awal kutipan, tokoh “aku” memendam sedih dan sempat menangis, lalu teman-temannya berusaha menyemangati. Itu menunjukkan konflik batin: kehilangan semangat karena masalah tertentu.
- A Hanya deskripsi karakter Azza, bukan konflik.
- B Sikap “diam” adalah gejala, tetapi konflik utamanya adalah masalah yang membuat semangat turun.
- C Hanya tindakan mengeja, bukan konflik.
- D (benar) Merangkum keadaan bermasalah yang membuat tokoh “aku” kehilangan semangat.
| Gejala pada teks | Makna | Jenis konflik |
|---|---|---|
| sedih, menangis, diam, disemangati | semangat turun karena masalah | konflik batin |
Soal 11
Amanat yang tepat pada cerita tersebut adalah ....
- Berkata jujur dan terus teranglah kepada teman!
- Bersungguh-sungguhlah dalam mengerjakan sesuatu!
- Jauhi sikap sombong dan angkuh dalam pergaulan!
- Jangan mudah menyerah dalam menghadapi masalah!
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis inti: Isi kutipan menonjolkan upaya teman-teman memberi semangat saat tokoh “aku” sedih/terpuruk menjelang ujian. Arah pesan yang paling sesuai adalah tetap kuat dan tidak menyerah.
- A Tidak ada penekanan ajakan “jujur dan terus terang” sebagai pesan utama.
- B Ada konteks ujian, tetapi pesan dominan di kutipan adalah menguatkan semangat, bukan kerja keras teknis.
- C Tidak ada konflik tentang sombong/angkuh.
- D (benar) Paling sesuai dengan situasi tokoh yang kehilangan semangat lalu dibangkitkan.
Karena inti kutipan adalah penyemangat, maka D \( \gt \) B.
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 1Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 2
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 3
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 4
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 5
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 6
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 7
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 8
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 9
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 10