Soal 46
Anak ayam berpuluh-puluh
Buat barisan di tepi jalan
[ … ]
[ … ]
Isian yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
- Sebagai alat penerang jalan
Malam hari pancarkan suluh - Tuntut ilmu bersungguh-sungguh
Sebagai bekal hari kemudian - Pakai baju jangan lusuh
Pakai celana jangan kesopanan - Obat ini sangat ampuh
Dijual di pinggir trotoar
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis opsi:
- A: Rima akhirnya menjadi “puluh-puluh” (uh) – “jalan” (an) – “jalan” (an) – “suluh” (uh) sehingga polanya abba, bukan pola pantun yang umum abab.
- B: Rima selaras abab: “puluh-puluh” (uh) berpasangan dengan “bersungguh-sungguh” (uh), dan “jalan” (an) berpasangan dengan “kemudian” (an). Selain itu, isi pantun (larik 3–4) menjadi nasihat yang padu: belajar sungguh-sungguh sebagai bekal.
- C: Rima memang bisa terbaca selaras, tetapi isi pantun menjadi kurang kuat sebagai pesan (hanya soal berpakaian) dan frasa “jangan kesopanan” terasa janggal secara makna.
- D: Rima tidak sesuai karena “trotoar” berakhir bunyi (ar) yang tidak berpadu dengan “jalan” (an).
Soal 47
Senja yang kelabu …
Mentari sembunyi di balik awan
Pepohonan enggan bergerak
[ … ]
Larik bermajas untuk melengkapi bait puisi tersebut adalah …
- Satwa digiring ke kandang
- Burung diam membisu
- Dahan mulai mengering
- Camar beterbangan
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis opsi:
- A: Lebih berupa peristiwa biasa; tidak memperkuat suasana “senja kelabu” dan “enggan bergerak”.
- B: Mengandung majas personifikasi: “burung diam membisu” (burung seolah-olah bisa “membisu”). Selaras dengan suasana hening dan muram pada larik sebelumnya.
- C: Lebih mengarah ke kondisi fisik dahan, bukan penguatan suasana senja/hening; majasnya juga tidak sekuat opsi B.
- D: “Camar beterbangan” justru memberi kesan ramai/bergerak, bertentangan dengan “pepohonan enggan bergerak”.
Soal 48
Kembang melati, putih [ … ]
Sembah harummu
Ingin rasa hati tuk memetikmu
Kau kuselipkan di [ … ]
Kata yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah …
- merah, rambutku
- hatimu, telingaku
- warnamu, rambutku
- daunmu, telinga
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis opsi:
- A: Tidak tepat karena melati identik dengan warna putih; “putih merah” juga rancu.
- B: “putih hatimu” tidak logis (melati tidak memiliki “hati”); “telingaku” juga kurang wajar untuk tempat menyelipkan bunga.
- C: Paling padu: “putih warnamu” jelas dan wajar, lalu “kuselipkan di rambutku” sesuai kebiasaan menyelipkan bunga.
- D: “putih daunmu” tidak tepat (yang putih adalah bunga), dan “di telinga” kurang lengkap/kurang wajar dibanding “di rambutku”.
Soal 49
Puisi yang temanya sesuai dengan gambar tersebut adalah …
-
Danau teduh nan biru
Di tengah kedamaian
Pucuk-pucuk pinus
Takjubku pada-Mu selalu -
Tenggelam malam
Lusuh anak jalanan
Kaki buatan nasi
Sejimpit tiada iri -
Setia jalankan tugas-Mu
Pancarkan sinar bertebar mekar
Aku iri denganmu
Sampai kapan aku menemu -
Jalan sendiri
Terangi bumi pertiwi sehari
Aku ingin berdiri
Kelak akan mati
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis opsi:
- A: Selaras dengan gambar pemandangan alam (danau/pegunungan/pohon) dan nuansa hening–damai (“kedamaian”, “pucuk-pucuk pinus”).
- B: Temanya sosial (anak jalanan), tidak sesuai dengan gambar pemandangan alam.
- C: Lebih berupa motivasi/tugas dan rasa iri, tidak mengarah pada deskripsi suasana alam pada gambar.
- D: Lebih bernuansa refleksi eksistensial (“kelak akan mati”), tidak spesifik menggambarkan tema pemandangan alam.
Soal 50
Dialog drama:
(1) Suami : Dompet itu telah kau bawa?
(2) Istri : Ya.
(3) Suami : Tak seorang pun mengikutimu?
(4) Istri : Tidak. Aku sendiri pun tak bisa lari cepat.
(5) Suami : [ … ]
(6) Istri : Tidak ada yang mendorong. Wanita tua itu menaruh dompet di dekat jariku. Ketika aku mengambilnya dia tidak memperhatikanku.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi dialog drama tersebut adalah …
- Apakah kamu tidak takut kepada orang itu?
- Apa yang mendorongmu melakukan semua itu?
- Siapa yang hendak melakukan semua itu?
- Tidak ada yang melihatmu waktu itu kan?
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis opsi:
- A: Jika pertanyaannya “takut”, jawaban yang wajar adalah “tidak takut/aku takut”, bukan “Tidak ada yang mendorong.”
- B: Paling tepat karena jawaban istri langsung menanggapi sebab/dorongan: “Tidak ada yang mendorong …” lalu ia menjelaskan situasi yang membuatnya mengambil dompet.
- C: Pertanyaannya tentang “siapa”, sedangkan jawaban istri bukan menyebut orang, tetapi menjelaskan kesempatan/keadaan.
- D: Sebagian bisa nyambung, tetapi pembuka jawaban “Tidak ada yang mendorong” lebih tepat sebagai respons terhadap “apa yang mendorong”, bukan “ada yang melihat atau tidak”.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 1
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 2
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 3
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 4
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 5
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 6
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 7
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 8
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 9
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 10