Latihan Soal
Soal 36. Cermati paragraf berikut!
| Hidup di dunia ini penuh dengan cobaan. Namun, kita harus pandai ... cobaan tersebut. Jangan sampai kita tumbang dan hancur karenanya. Badai yang ... kita harus ditangkis dengan kekuatan iman kita. Apabila kita berhasil kita akan lulus dari cobaan dan tidak akan gamang dalam ... cobaan di masa mendatang. |
Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....
A. mensikapi, terpukul, menghadapi
B. disikapi, memukul, terhadapi
C. penyikapan, pemukulan, menghadapi
D. pensikapan, dipukulkan, dihadapi
E. menyikapi, memukul, menghadapi
Jawaban dan Analisis
Jawaban: E
Analisis: Setiap rumpang menuntut bentuk kata yang sesuai fungsi dalam kalimat.
(1) Pola “kita harus pandai ... cobaan” memerlukan verba aktif yang menyatakan tindakan “kita”, sehingga yang tepat adalah menyikapi.
(2) Pola “Badai yang ... kita” membutuhkan verba aktif yang menjelaskan tindakan “badai” terhadap “kita”. Bentuk yang paling tepat dan lazim adalah memukul (“badai yang memukul kita”).
(3) Pola “gamang dalam ... cobaan” membutuhkan verba yang menyatakan tindakan menghadapi, sehingga yang tepat adalah menghadapi.
Ulasan opsi:
A salah: “mensikapi” tidak baku (baku: “menyikapi”); “terpukul” mengubah struktur menjadi tidak sepadan dengan “badai yang ... kita”.
B salah: “disikapi” pasif (tidak cocok setelah “kita harus pandai”); “terhadapi” tidak lazim/bukan bentuk baku untuk konteks ini.
C salah: “penyikapan” dan “pemukulan” adalah nomina, padahal kalimat memerlukan verba.
D salah: “pensikapan” (nomina) dan “dipukulkan/ dihadapi” (pasif) tidak sesuai dengan struktur yang menuntut verba aktif.
E benar: ketiganya verba aktif dan cocok dengan struktur serta makna paragraf.
Soal 37. Bacalah paragraf berikut ini!
| Bila kita mendekati tebing itu, tampak jelas bahwa itu tebing bukit kapur. Pada tebing kapur setinggi puluhan meter itu tampak ... “mural” sederhana. Coretan ... merah yang membentuk berbagai motif yang masih ... merupakan misteri. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kaimana memastikan bahwa ... yang menghiasi Teluk Triton di wilayah Kampung Mai-Mai tersebut adalah peninggalan zaman mesolitikum. |
Kata ulang yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....
A. lukis-melukis, garis-bergaris, misteri-misteri
B. lukis-lukis, bergaris-garis, bermisteri-misteri
C. lukis-lukisan, garis-garisan, misteri-misteri
D. lukisan-lukisan, garis-garis, misteri-misteri
E. melukis-lukis, bergaris-garis, bermisteri-misteri
Jawaban dan Analisis
Jawaban: D
Analisis: Rumpang-rumpang pada paragraf menuntut bentuk kata ulang yang sesuai kelas kata dan padu dengan konteks.
(1) Sebelum frasa “mural sederhana” dibutuhkan nomina untuk menyebut wujudnya, sehingga paling tepat lukisan-lukisan (“tampak lukisan-lukisan ‘mural’ sederhana”).
(2) Setelah kata “Coretan” dibutuhkan nomina yang menerangkan bentuk coretannya, sehingga paling tepat garis-garis (“Coretan garis-garis merah ...”).
(3) Pada bagian “yang masih ... merupakan misteri” dibutuhkan kata ulang yang menyatakan banyak hal yang belum terpecahkan, sehingga paling tepat misteri-misteri (makna jamak: banyak misteri).
Ulasan opsi:
A salah: “lukis-melukis” cenderung bermakna kegiatan, bukan benda (nomina) yang “tampak” di tebing.
B salah: “bermisteri-misteri” tidak lazim; bentuk “ber-” juga tidak cocok untuk menyebut “misteri” sebagai nomina jamak.
C salah: “garis-garisan” lazimnya bermakna menyerupai/hasil tiruan, kurang tepat untuk coretan nyata pada tebing.
D benar: tiga bentuk nomina jamak paling padu dengan struktur kalimat dan konteks deskripsi.
E salah: “melukis-lukis” bermakna kegiatan, bukan wujud gambar yang “tampak”; “bermisteri-misteri” juga tidak lazim.
Soal 38. Bacalah teks berikut!
|
Saudara-saudara yang berbahagia! Menurut seorang filsuf, yaitu Imam Ghazali, bahwa anak merupakan suatu amanat dari Tuhan yang dibebankan kepada orang tua atau walinya. Hatinya masih suci bagaikan mutiara yang indah dan mahal harganya. Bilamana anak sejak kecil telah dididik dan dibiasakan kepada kebaikan, sudah pasti dia akan tumbuh dengan baik. |
Isi teks tersebut bermakna sama dengan peribahasa ....
A. Air tempayan jatuh ke pelimbahan juga.
B. Apa yang ditanam, itu yang akan dituai.
C. Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui.
D. Sambil menyelam minum air.
E. Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.
Jawaban dan Analisis
Jawaban: B
Analisis: Teks menegaskan hubungan sebab-akibat: jika anak “dididik dan dibiasakan kepada kebaikan”, maka “dia akan tumbuh dengan baik”. Makna ini sejalan dengan peribahasa “Apa yang ditanam, itu yang akan dituai”, yakni hasil akan mengikuti usaha/pembiasaan yang dilakukan.
Ulasan opsi:
A salah: bermakna tabiat anak cenderung mengikuti asal/lingkungan keluarga, bukan fokus pada proses pembiasaan yang menghasilkan akibat.
B benar: tepat menggambarkan akibat pendidikan/pembiasaan sejak kecil.
C salah: bermakna satu tindakan menghasilkan banyak manfaat sekaligus.
D salah: bermakna melakukan dua hal sekaligus dalam satu kesempatan.
E salah: bermakna perbuatan buruk berbalik mengenai pelakunya.
Soal 39. Bacalah paragraf berikut!
| Lalu lintas sangat padat pagi itu. Di atas sepeda motorku, aku melaju dengan tenang. Tiba-tiba seorang anak muda lewat di depanku dengan motornya yang melaju kencang. Aku terkejut. Hampir saja aku hilang keseimbangan. Aku pun .... Kumaki dia. Tapi percuma, anak muda itu sudah melesat jauh di depanku. |
Ungkapan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....
A. naik marak
B. naik daun
C. gelap mata
D. naik darah
E. turun tangan
Jawaban dan Analisis
Jawaban: D
Analisis: Setelah hampir jatuh akibat pengendara ugal-ugalan, tokoh “aku” langsung memaki. Reaksi ini menunjukkan marah mendadak. Ungkapan yang tepat untuk marah tiba-tiba adalah naik darah.
Ulasan opsi:
A salah: bukan ungkapan baku yang lazim dipakai untuk marah.
B salah: berarti sedang populer/menanjak pamor.
C kurang tepat: berarti hilang kendali/nekad; konteks di sini lebih tepat marah spontan.
D benar: berarti sangat marah.
E salah: berarti ikut campur/ambil tindakan membantu.
Soal 40. Cermati kalimat-kalimat berikut!
| 1) Bagi siswa-siswi peserta lomba debat diminta berkumpul di aula. |
| 2) Bagi siswa-siswi peserta pelatihan perpustakaan diharap segera daftar ulang. |
Alasan kedua kalimat tersebut salah karena menggunakan ....
A. kata pelatihan dan perpustakaan
B. kata depan bagi pada awal kalimat
C. kata siswa-siswi untuk menunjukkan jamak
D. kalimat pasif untuk mengumumkan
E. kata peserta setelah subjek
Jawaban dan Analisis
Jawaban: B
Analisis: Kedua kalimat menjadi tidak efektif karena diawali kata depan bagi. Dalam struktur pengumuman/perintah, subjek seharusnya langsung disebut tanpa didahului preposisi.
Perbaikan yang tepat, misalnya:
1) “Siswa-siswi peserta lomba debat diminta berkumpul di aula.”
2) “Siswa-siswi peserta pelatihan perpustakaan diharapkan segera daftar ulang.”
Ulasan opsi:
A salah: pilihan kata tersebut tidak menyebabkan ketidakefektifan kalimat.
B benar: preposisi bagi di awal membuat struktur kalimat pengumuman menjadi tidak tepat.
C salah: “siswa-siswi” memang menyatakan jamak, tetapi bukan sumber kesalahan.
D salah: kalimat pasif masih dapat dipakai untuk pengumuman; masalah utamanya bukan itu.
E salah: “peserta” setelah subjek berfungsi sebagai pewatas dan masih wajar.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10