Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Latihan Soal

Catatan: Jika ada tanda perbandingan, gunakan \( \gt \) dan \( \lt \). Setiap ekspresi matematika wajib dibungkus \( \).


Bacalah kutipan tajuk rencana berikut untuk menjawab soal nomor 11 dan 12!

Kendali dan pengawasan laut di perairan Indonesia masih sangat lemah karena minimnya anggaran operasional kapal pengawas laut. Yang lebih menyedihkan, anggaran operasional untuk pengawasan laut, dari tahun ke tahun, terus menurun. Jika sebelumnya masih bisa \(200\) hari dari \(365\) hari operasional dalam setahun, sekarang hanya \(120\) hari saja. Menteri Kelautan dan Perikanan, mengungkapkan di Malang, Jawa Timur, Minggu (\(8/6\)), bahwa untuk sekitar \(5{,}58\) juta kilometer persegi wilayah laut Indonesia, hanya terdapat \(27\) kapal untuk operasional pengawasan. Bahkan, yang lebih memprihatinkan, untuk mengawasi kawasan Zona Eksklusif Ekonomi hanya ada tujuh kapal. Pemerintah seharusnya dapat mengucurkan anggaran yang lebih realistis untuk pengawasan laut di perairan Indonesia.

Soal 11. Opini penulis dalam kutipan tajuk rencana tersebut adalah ...

A. Minimnya anggaran operasional kapal menjadi masalah dalam pengawasan laut.

B. Pengawasan laut di perairan Indonesia sangat memprihatinkan karena kinerja menteri yang buruk.

C. Anggaran operasional untuk pengawasan laut terus menerus setiap tahun.

D. Pemerintah seharusnya dapat mengucurkan anggaran yang lebih realistis.

E. Pengawasan laut di perairan Indonesia sangat lemah karena pengawas tidak menjalankan tugas dengan baik.

Jawaban dan Analisis

Jawaban: A

Analisis: “Opini penulis” adalah pendapat/penilaian penulis yang menjadi inti gagasan, bukan sekadar data. Sejak kalimat awal, penulis menegaskan sebab utama lemahnya pengawasan: “masih sangat lemah karena minimnya anggaran operasional...”. Setelah itu, penulis memperkuatnya dengan data \(200\) hari dari \(365\) hari turun menjadi \(120\) hari, jumlah kapal \(27\), dan untuk ZEE hanya tujuh kapal. Jadi opini inti yang disorot penulis adalah bahwa minimnya anggaran operasional menjadi masalah utama pengawasan laut, sesuai opsi A.

Ulasan opsi:

A tepat karena merangkum penilaian utama penulis: lemahnya pengawasan disebabkan minim anggaran operasional.

B tidak didukung teks; kutipan tidak menilai “kinerja menteri yang buruk”. Menteri hanya disebut sebagai pihak yang mengungkapkan informasi.

C kurang tepat; ini lebih berupa informasi tren (“terus menurun”), bukan opini inti yang dirumuskan sebagai penilaian penyebab masalah.

D merupakan saran penulis (“seharusnya...”), tetapi pertanyaan meminta opini inti; saran lahir karena opini inti pada opsi A.

E keliru; kutipan tidak menyalahkan petugas/pengawas, melainkan menekankan keterbatasan anggaran dan sarana.


Soal 12. Pihak yang dituju oleh penulis dalam kutipan tajuk rencana tersebut adalah ....

A. Departemen Kelautan dan Perikanan

B. Menteri Kelautan dan Perikanan

C. petugas Pengawasan laut di perairan Indonesia

D. pencinta lingkungan

E. Pemerintah Indonesia

Jawaban dan Analisis

Jawaban: E

Analisis: “Pihak yang dituju” berarti sasaran anjuran/kritik penulis. Pada akhir kutipan, penulis menegaskan: “Pemerintah seharusnya dapat mengucurkan anggaran yang lebih realistis...”. Karena yang diminta melakukan tindakan adalah “Pemerintah”, maka pihak yang dituju adalah Pemerintah Indonesia (opsi E).

Ulasan opsi:

A kurang tepat karena teks menyebut langsung “Pemerintah” sebagai pihak yang seharusnya mengucurkan anggaran.

B tidak tepat; menteri menjadi sumber data, bukan sasaran tuntutan utama.

C tidak tepat; masalahnya bukan pada petugas, melainkan dukungan anggaran dan jumlah kapal.

D tidak relevan; tidak ada ajakan khusus pada pencinta lingkungan.

E tepat; sasaran kritik/anjuran penulis adalah Pemerintah Indonesia.


Soal 13. Cermatilah teks berikut!

Teks 1
Kehadiran Komet Ikeya-Seki yang dapat dilihat secara mata telanjang dan penampakannya berlangsung berhari-hari membuat beredar isu kala itu bahwa akan terjadi mala petaka besar. Isu itu kian membuat ngeri ketika orang-orang dapat menyaksikan secara jelas ekor Komet Ikeya-Seki yang tampak begitu besar dan seolah-olah akan membelah angkasa.
Teks 2
Gerhana bulan muncul apabila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar \(5^\circ\), tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan \(2\) titik potong yang disebut node, yaitu titik tempat bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu \(29{,}53\) hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Seharusnya, jika terjadi gerhana bulan akan diikuti dengan gerhana matahari dan kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dengan bumi.

Persamaan kedua teks tersebut adalah ....

A. membahas peristiwa malapetaka di bumi akibat komet

B. menjelaskan gejala alam yang muncul di malam hari

C. menguraikan perpindahan bintang atau planet di alam

D. memperkirakan timbulnya bencana akibat perubahan alam

E. membicarakan gejala alam yang terjadi di ruang angkasa

Jawaban dan Analisis

Jawaban: E

Analisis: Teks 1 membahas komet (benda langit) dan fenomena penampakannya. Teks 2 membahas gerhana bulan (fenomena astronomi) beserta syarat terjadinya (orbit, ekliptika, node). Persamaan keduanya terletak pada objek pembahasan: sama-sama tentang gejala alam yang berkaitan dengan ruang angkasa/astronomi. Karena itu, opsi yang paling tepat adalah E.

Ulasan opsi:

A salah; Teks 2 tidak membahas malapetaka akibat komet.

B kurang tepat; fokus kesamaan bukan “malam hari”, melainkan fenomena astronomi.

C salah; Teks 1 tidak menguraikan perpindahan planet/bintang sebagai inti bahasan.

D salah; Teks 2 tidak memperkirakan bencana, melainkan menjelaskan sebab ilmiah.

E benar; keduanya membicarakan gejala alam di ruang angkasa.


Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 14 s.d. 16!

(1) Air mataku mengalir deras membaca surat Nurul. Aku tak tahu harus berbuat apalagi. Hatiku ikut pilu. (2) “Sayang, apa isinya sampai kau menangis?” Tanya Aisya sambil mengusap air mata di pipiku dengan ujung jilbabnya. Kutatap wajah istriku. (3) Haruskah aku berterus terang padanya? Aku tak ingin membuat dirinya kacau dan cemburu. Aku harus melindungi ketenangan jiwanya. Yang jelas aku sama sekali tidak mau mengkhianatinya. (4) Bisa jadi jika aku berterus terang, dia bisa menerima usulan Nurul, tapi aku telah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan memadu istriku. (5) Aisya adalah perempuanku yang pertama dan terakhir.
(Ayat-ayat Cinta, Habiburrahman El Shirazy)

Soal 14. Penggambaran watak aku yang setia kepada istrinya diungkapkan melalui ....

A. uraian langsung

B. lingkungan tokoh

C. tanggapan tokoh lain

D. perilaku tokoh

E. pikiran tokoh

Jawaban dan Analisis

Jawaban: E

Analisis: Watak setia “aku” ditunjukkan terutama melalui isi batin/pikirannya: “Haruskah aku berterus terang...”, “Aku harus melindungi ketenangan jiwanya”, “tidak akan memadu istriku”, serta “Aisya ... pertama dan terakhir”. Semua penanda itu adalah monolog batin yang menegaskan kesetiaan. Karena itu penggambaran watak terjadi melalui pikiran tokoh (opsi E).

Ulasan opsi:

A salah; tidak ada uraian langsung “aku setia”.

B salah; lingkungan tidak digunakan untuk menggambarkan setia.

C salah; tidak ada tokoh lain yang menilai kesetiaan “aku”.

D kurang tepat; tindakan ada, tetapi bukti setia paling kuat pada pikiran/tekad batin.

E benar; penggambaran setia muncul dari pikiran tokoh.


Soal 15. Pernyataan yang membuktikan latar suasana haru terdapat dalam kalimat ....

A. (1) dan (2)

B. (1) dan (3)

C. (2) dan (5)

D. (3) dan (4)

E. (4) dan (5)

Jawaban dan Analisis

Jawaban: D

Analisis: Suasana haru paling kuat muncul ketika tokoh mengalami pergolakan batin dan mengambil keputusan yang menyentuh. Kalimat (3) berisi dilema dan upaya melindungi perasaan istri (“tak ingin membuat dirinya kacau dan cemburu”, “melindungi ketenangan jiwanya”). Kalimat (4) berisi keteguhan janji (“tidak akan memadu istriku”) yang memperdalam nuansa emosional. Jadi pasangan yang paling membuktikan latar suasana haru adalah (3) dan (4) (opsi D).

Ulasan opsi:

A kurang tepat; (1) sedih dan (2) dialog, tetapi haru paling kuat pada dilema dan tekad (3)-(4).

B kurang tepat; (1) sedih, (3) haru, namun bukti haru lebih utuh ketika disambung janji pada (4).

C kurang tepat; (2) dialog tidak sekuat (3)-(4) sebagai penanda suasana haru.

D benar; (3) dan (4) paling jelas membangun suasana haru.

E kurang tepat; (5) penegasan, tetapi suasana haru lebih kuat pada proses batin (3) dan keputusan (4).


Soal 16. Konflik pada tokoh “aku” dalam kutipan tersebut adalah ....

A. tidak mampu berterus terang

B. lebih menyayangi istrinya

C. lebih mempercayai Nurul

D. tidak mampu berbuat apa-apa

E. tidak mampu menenangkan jiwa istrinya

Jawaban dan Analisis

Jawaban: A

Analisis: Konflik tokoh “aku” adalah konflik batin saat ia bimbang untuk jujur kepada istrinya. Hal itu tampak jelas pada kalimat (3): “Haruskah aku berterus terang padanya?” Ia menahan diri karena takut istrinya “kacau dan cemburu” dan ingin “melindungi ketenangan jiwanya”. Jadi inti konflik adalah kebimbangan untuk berterus terang, sesuai opsi A.

Ulasan opsi:

A benar; konflik pusatnya adalah kebimbangan untuk berterus terang.

B bukan konflik, melainkan sikap/emosi.

C tidak didukung teks.

D tidak tepat; tokoh masih mempertimbangkan tindakan.

E kurang tepat sebagai inti konflik; yang dominan adalah dilema berterus terang.