Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 41

(1) Tidak sampai hati aku melihat daerah itu. (2) Mereka terpaksa harus memperbaiki rumah yang rusak karena gempa. (3) Banyak para dermawan datang untuk memberi bantuan. (4) Walaupun begitu mereka menerima semua cobaan hidup ini dengan hati yang tabah.

Kalimat dalam paragraf tersebut yang mempunyai hubungan sebab akibat terdapat dalam kalimat nomor ....

  1. (1)
  2. (2)
  3. (3)
  4. (4)
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Hubungan sebab-akibat ditandai oleh kata yang menyatakan penyebab, seperti “karena”. Pada kalimat (2) ada frasa “rusak karena gempa”: gempa sebagai sebab, rumah rusak sebagai akibat.

  • A hanya menyatakan perasaan (“tidak sampai hati”), tidak ada sebab-akibat eksplisit.
  • B (benar) ada penanda sebab-akibat “karena”: gempa (sebab) → rumah rusak (akibat).
  • C menyatakan adanya bantuan, bukan relasi sebab-akibat dalam satu kalimat.
  • D memakai “walaupun begitu” (konsesi/pertentangan halus), bukan sebab-akibat.
Kalimat Penanda Jenis hubungan
(1)-Pernyataan sikap/perasaan
(2)karenaSebab-akibat
(3)-Pernyataan kejadian
(4)walaupun begituKonsesi

Karena hanya (2) yang memuat “karena”, maka ketepatannya \( (2) \gt (1) \).


Soal 42

Kalimat berikut yang menggunakan kata yang mengalami penyempitan makna adalah ....

  1. Saya bercita-cita menjadi sarjana teknik.
  2. Apakah Adik mengetahui alamat Pak Subardi?
  3. Sebaiknya Saudara segera memenuhi undangan Bu Salamah.
  4. Kapal pesiar itu berlayar menuju Surabaya.
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis: Penyempitan makna terjadi ketika sebuah kata yang dulu bermakna lebih luas, kemudian dipakai dalam makna yang lebih khusus. Kata “sarjana” pada konteks modern lazim dipakai khusus untuk gelar/tingkatan lulusan perguruan tinggi, bukan sekadar “orang pandai/terpelajar” secara umum.

  • A (benar) “sarjana” dipakai dalam makna khusus (gelar akademik) → contoh penyempitan makna.
  • B kata-katanya bermakna denotatif biasa, tidak menunjukkan perubahan penyempitan.
  • C “undangan” bermakna biasa (surat/ajakan hadir), tidak menunjukkan penyempitan.
  • D “kapal pesiar” adalah jenis kapal, tetapi tidak sejelas “sarjana” sebagai contoh penyempitan yang umum diuji.
Opsi Kata kunci Indikasi penyempitan makna
AsarjanaYa (makna jadi lebih khusus)
BalamatTidak
CundanganTidak
DpesiarKurang kuat

Contoh pada A paling jelas, sehingga A \( \gt \) D dalam ketepatan konsep.


Soal 43

Screenshot_14-1-2026_114647__20260114_114701.jpeg

Kata yang tidak baku dalam kalimat tersebut adalah ....

  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Kata tidak baku pada kalimat tersebut adalah “atlit”. Bentuk bakunya adalah “atlet”.

  • A “para” baku dan benar sebagai penanda jamak untuk orang.
  • B (benar) “atlit” tidak baku; bentuk baku: “atlet”.
  • C “pusat” adalah kata baku.
  • D “pelatihan” adalah kata baku.
Nomor Kata Status Bentuk baku (jika ada)
1paraBaku-
2atlitTidak bakuatlet
3pusatBaku-
4pelatihanBaku-

Karena “atlit” perlu dibakukan menjadi “atlet”, maka (2) \( \gt \) (1) sebagai jawaban.


Soal 44

Penggunaan kata berimbuhan asing yang benar terdapat dalam kalimat ....

  1. Kaderisasi dalam organisasi itu berjalan dengan baik.
  2. Nasionalisme selalu mendahulukan kepentingan rakyat.
  3. Era global merupakan era liberalisme perdagangan.
  4. Kapitalisme itu akan menanamkan modalnya di sini.
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis: “Kaderisasi” menggunakan imbuhan serapan -isasi (bermakna proses), dan pemakaiannya tepat: kaderisasi = proses pembentukan kader.

  • A (benar) “kaderisasi” tepat sebagai kata proses dalam konteks organisasi.
  • B “nasionalisme” lebih merupakan nomina paham/ideologi (akhiran -isme), bukan imbuhan proses; bukan target “berimbuhan asing” yang dimaksud soal ini.
  • C “liberalisme” juga nomina paham; kalimatnya terasa janggal karena “liberalisme perdagangan” tidak jelas relasinya.
  • D “kapitalisme” adalah paham/sistem; subjek “kapitalisme” diberi tindakan “menanamkan modalnya” (seolah pelaku konkret), sehingga kurang tepat secara makna.
Opsi Kata kunci Jenis imbuhan serapan Ketepatan pemakaian
Akaderisasi-isasi (proses)Tepat
Bnasionalisme-isme (paham)Kurang sesuai target
Cliberalisme-isme (paham)Kurang jelas
Dkapitalisme-isme (paham)Kurang tepat konteks

Karena A paling tepat dan jelas, maka A \( \gt \) B.


Soal 45

Imbuhan asing yang bermakna orang yang, terdapat pada kalimat ....

  1. Pementasan drama di gedung itu akan didukung oleh beberapa dramator dari ibu kota.
  2. Dramawan yang menjadi pembicara dalam saresehan itu pernah belajar di perguruan tinggi ini.
  3. Orang yang menjadi notulis rapat temu alumni di sekolah ini adalah Ratna Puspita Dewi.
  4. Novelis desa ini sekarang menjadi orang terkenal dalam bidang sastra Indonesia.
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Imbuhan asing bermakna “orang/pelaku” yang paling jelas pada opsi ini adalah -wan pada kata “dramawan” (orang yang berkecimpung dalam drama).

  • A “dramator” memang menunjuk pelaku, tetapi bentuk ini tidak sejelas pola imbuhan -wan yang umum diuji (orang pelaku/pegiat).
  • B (benar) “drama” + -wan = dramawan (orang yang bergerak di bidang drama).
  • C “notulis” lebih berupa istilah jabatan/serapan, bukan bentuk imbuhan asing “orang yang” yang ditonjolkan.
  • D “novelis” juga menunjuk orang, tetapi imbuhan -wan pada B lebih tegas sebagai bentuk imbuhan “orang yang” dalam pola serapan yang sering dijadikan contoh.
Opsi Kata kunci Bagian imbuhan Makna
Adramator-torPelaku/pekerja
Bdramawan-wanOrang yang bergiat
Cnotulis-is (serapan)Pelaku/pekerja
Dnovelis-isOrang (penulis novel)

Imbuhan “orang yang” paling eksplisit pada “dramawan”, sehingga B \( \gt \) D untuk target soal.