Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 51

Kalimat yang menggunakan kata bersinestesia adalah ........

  1. Saya tidak suka minuman yang manis-manis.
  2. Bunga mawar itu harum sekali baunya.
  3. Lagu-lagu nostalgia sangat merdu didengar.
  4. Pemandangan di pantai sedap sekali dipandang.
Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis: Sinestesia adalah pemakaian kata indera tertentu untuk menggambarkan pengalaman indera lain (pertukaran tanggapan). Kata “sedap” biasanya untuk indera pengecap (rasa), tetapi pada opsi D dipakai untuk indera penglihatan (“dipandang”). Itu ciri sinestesia.

  • A “manis” sesuai indera pengecap (rasa) dan objeknya minuman; bukan sinestesia.
  • B “harum” sesuai indera penciuman; pemakaian normal.
  • C “merdu” sesuai indera pendengaran; pemakaian normal.
  • D (benar) “sedap” (rasa/pengecap) dipakai untuk “dipandang” (penglihatan) → sinestesia.
Opsi Kata indera Indera asal Dipakai untuk Sinestesia?
Amanispengecapminuman (rasa)Tidak
BharumpenciumanbauTidak
CmerdupendengarandidengarTidak
Dsedappengecapdipandang (penglihatan)Ya

Karena terjadi pertukaran indera pada D, maka D \( \gt \) A.


Soal 52

(1) Satu kejadian yang saya alami pada hari Senin membuat saya merasa sedikit kagum.

(2) Pada hari itu dompet saya tertinggal di dalam taksi, tetapi Selasa pagi dompet beserta isinya sudah kembali lagi.

(3) Begitulah yang saya alami. (4) Terima kasih Pak Sopir Taksi.

Kalimat yang menyatakan hubungan pertentangan terdapat pada nomor ......

  1. (1)
  2. (2)
  3. (3)
  4. (4)
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Hubungan pertentangan biasanya ditandai konjungsi seperti “tetapi”, “namun”, “akan tetapi”. Pada kalimat (2) terdapat kata “tetapi” yang menghubungkan dua keadaan yang berlawanan: dompet tertinggal vs dompet kembali.

  • A (1) hanya pengantar kejadian, tidak ada penanda pertentangan.
  • B (benar) (2) memakai “tetapi” → penanda pertentangan.
  • C (3) kalimat penutup ringkas, tanpa pertentangan.
  • D (4) ungkapan terima kasih, bukan pertentangan.
Nomor Penanda Jenis hubungan
(1)-Pernyataan umum
(2)tetapiPertentangan
(3)-Penegasan/penutup
(4)-Ungkapan

Karena hanya (2) yang memuat “tetapi”, maka (2) \( \gt \) (1).


Soal 53

Adikku, Dita, ingin melengkapi sarana belajar yaitu akan membeli meja belajar. Sementara itu ibu menginginkan kursi tamu. Lemari yang diletakkan di sudut ruang pamer merupakan pilihan ayah. Itulah keinginan kami saat kami melihat pameran mebel.

Pasangan kata yang berhipernim-hiponim terdapat dalam kalimat ......

  1. pertama
  2. kedua
  3. ketiga
  4. keempat
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis: Hipernim adalah kata yang maknanya lebih umum, sedangkan hiponim lebih khusus. Pada kalimat pertama ada “sarana belajar” (umum) dan “meja belajar” (jenis khusus dari sarana/fasilitas belajar). Ini membentuk pasangan hipernim-hiponim yang paling jelas.

  • A (benar) “sarana belajar” (hipernim) → “meja belajar” (hiponim).
  • B “kursi tamu” tidak dipasangkan dengan kata umum yang menaunginya dalam kalimat itu.
  • C “lemari” juga tidak dipasangkan eksplisit dengan kata umum (mis. mebel/perabot) pada kalimat yang sama.
  • D kalimat keempat hanya penutup situasi, tidak memuat pasangan umum-khusus.
Kalimat Kata umum (hipernim) Kata khusus (hiponim) Ada pasangan?
1sarana belajarmeja belajarYa
2-kursi tamuTidak jelas
3-lemariTidak jelas
4--Tidak

Karena pasangan paling eksplisit ada pada kalimat pertama, maka A \( \gt \) B.


Soal 54

Kata berhomonim terdapat dalam kalimat ......

  1. Kepala Sekolah pulang karena kepalanya pening.
  2. Dua kali saya menyeberangi kali Ciliwung.
  3. Bang Virdi menabung di Bank Mandiri.
  4. Sebelum apel pagi Rosi makan apel.
Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis: Homonim adalah kata yang lafal dan ejaannya sama, tetapi maknanya berbeda. Pada opsi D, kata “apel” muncul dua kali dengan makna berbeda: “apel pagi” (upacara/berkumpul) dan “makan apel” (buah).

  • A “kepala sekolah” dan “kepalanya” memang berbeda rujukan (jabatan vs bagian tubuh), tetapi “kepala sekolah” lebih berupa frasa jabatan; contoh homonim yang paling kuat dan umum adalah “apel” (buah vs upacara).
  • B “kali” (dua kali) dan “kali” (sungai) juga homonim, namun contoh pada D lebih tegas karena dua makna muncul berdampingan dalam konteks yang sangat berbeda.
  • C “bank” pada kalimat ini hanya bermakna lembaga keuangan; tidak ada pasangan makna lain dalam kalimat.
  • D (benar) “apel” = upacara dan “apel” = buah → homonim jelas.
Opsi Kata sama Makna 1 Makna 2 Homonim?
Akepalajabatan (kepala sekolah)bagian tubuhKurang tegas
BkalifrekuensisungaiYa
Cbanklembaga keuangan-Tidak
DapelupacarabuahYa (paling jelas)

Karena perbedaan makna “apel” sangat kontras, D \( \gt \) B sebagai jawaban paling kuat.


Soal 55

Gito : "Ini pasti ulah si Rika. Ia balas dendam kepada kita."

(Sambil malah membersihkan kelas).

Nadia : "Rasanya hal itu tak mungkin. Rika bukan tipe anak pendendam. Setahuku selama ini ia baik."

Gito : "Mungkin juga. Buktinya kelas kita sekarang kotor. Mungkin sepulang sekolah ia kemarin ia sengaja membuang sampah-sampah ini."

Isi dialog tersebut adalah ....

  1. memperdebatkan kelas yang kotor
  2. prasangka buruk terhadap Rika
  3. Rika termasuk anak pendendam
  4. kekecewaan Gito kepada Rika
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Dialog berpusat pada dugaan Gito bahwa Rika sengaja mengotori kelas sebagai balas dendam, sedangkan Nadia meragukan dan membela Rika. Inti pembicaraan adalah prasangka/dugaan buruk terhadap Rika.

  • A memang ada konteks “kelas kotor”, tetapi itu hanya latar masalah; fokusnya siapa pelakunya dan dugaan balas dendam.
  • B (benar) Gito menuduh/berprasangka: “Ini pasti ulah si Rika”, “sengaja membuang sampah-sampah ini”.
  • C dialog tidak memastikan Rika pendendam; Nadia justru menyangkal. Jadi ini bukan isi yang disepakati, hanya tuduhan.
  • D Gito lebih banyak berprasangka daripada menyatakan kecewa secara eksplisit; emosi utama yang tampak adalah kecurigaan.
Opsi Apakah sesuai dengan inti dialog? Alasan
ASebagianKelas kotor hanya pemicu, bukan inti isi.
BYaGito menuduh Rika tanpa bukti pasti.
CTidakNadia menolak; tidak ada kepastian.
DKurangYang dominan adalah kecurigaan/prasangka.

Karena “prasangka buruk” paling mewakili keseluruhan dialog, maka B \( \gt \) A.