Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 46

Kalimat: Sektor pariwisata sangat berpengaruh dalam perolehan ......... negara.

Pertanyaan: Istilah yang tepat melengkapi kalimat tersebut adalah .......

  1. valuta
  2. kredit
  3. devisa
  4. kurs
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

  • Pariwisata mendatangkan uang dari luar negeri (wisatawan asing membelanjakan uang), sehingga berpengaruh pada perolehan devisa negara.
  • Devisa adalah pemasukan negara dalam bentuk valuta asing yang digunakan untuk transaksi internasional.
  • Valuta hanya berarti mata uang (umum), bukan istilah “perolehan negara” yang lazimnya “devisa”.
  • Kredit adalah pinjaman, tidak tepat untuk kalimat “perolehan negara”.
  • Kurs adalah nilai tukar mata uang, bukan sesuatu yang “diperoleh”.

Soal 47

Kalimat: (1) Anak itu sebenarnya tidak bodoh. (2) Anak itu malas membaca buku.

Pertanyaan: Kalimat majemuk setara hasil penggabungan kedua kalimat tersebut yang tepat adalah .......

  1. Anak itu sebenarnya bukan bodoh, tetapi malas membaca buku.
  2. Anak itu sebenarnya tidak bodoh, tetapi malas membaca buku.
  3. Anak itu sebenarnya tidak bodoh, malahan malas membaca buku.
  4. Anak itu sebenarnya tidak bodoh namun hanya malas membaca buku.
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

  • Kalimat majemuk setara menggabungkan dua klausa yang setara, biasanya memakai konjungsi seperti dan, tetapi, namun.
  • Hubungan makna dua kalimat adalah pertentangan ringan: “tidak bodoh” berlawanan dengan kesan negatif dari “malas membaca”. Konjungsi yang tepat: tetapi.
  • B tepat: kedua klausa dipertahankan utuh dan dihubungkan oleh “tetapi”.
  • A salah pilihan kata: “bukan bodoh” tidak sebaik “tidak bodoh” karena kalimat asal memakai “tidak bodoh”.
  • C janggal karena “malahan” menimbulkan penekanan yang tidak perlu dan terasa tidak baku untuk konteks ini.
  • D memakai “namun” (masih bisa), tetapi ada kata “hanya” yang tidak ada pada kalimat asal sehingga makna berubah (seolah-olah cuma itu saja masalahnya).

Soal 48

Kalimat: 1. Tulisan Mas Sumpno tidak rapi. 2. Saya masih dapat membacanya dengan jelas.

Pertanyaan: Kalimat majemuk bertingkat yang tepat hasil gabungan dari dua kalimat tersebut adalah ....

  1. Tulisan Mas Sumpno tidak rapi karena saya masih dapat membacanya dengan jelas.
  2. Meskipun tulisan Mas Sumpno tidak rapi, saya masih dapat membacanya dengan jelas.
  3. Jika tulisan Mas Sumpno tidak rapi, saya tidak masih membacanya dengan jelas.
  4. Tulisan Mas Sumpno tidak rapi, saya tidak masih dapat membacanya dengan jelas.
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

  • Hubungan makna dua kalimat adalah pertentangan/konse­si: walau tulisan tidak rapi, tetap bisa dibaca jelas.
  • Konjungsi bertingkat yang tepat untuk konsesi adalah meskipun/walaupun.
  • B tepat: “Meskipun ... , ...” membentuk kalimat majemuk bertingkat dengan hubungan konsesi.
  • A salah karena “karena” menyatakan sebab, padahal “tidak rapi” bukan penyebab “masih dapat membacanya jelas” (justru berlawanan).
  • C salah secara struktur dan makna (ada “tidak masih” yang tidak baku).
  • D salah karena tidak memakai penghubung bertingkat yang benar dan juga mengandung “tidak masih”.

Soal 49

Kalimat: Berkat usahanya yang gigih, orang tua usuh itu mampu mengantarkan kedua putranya menjadi cendekiawan dalam bidang bahasa.

Pertanyaan: Kata yang mengalami perluasan makna pada kalimat tersebut adalah .......

  1. berkat
  2. usahanya
  3. putranya
  4. cendekiawan
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

  • Perluasan makna terjadi ketika sebuah kata yang semula bermakna sempit menjadi dipakai lebih luas.
  • Kata berkat pada asalnya berkaitan dengan “pemberian/doa kebaikan” (sering bernuansa religius), tetapi dalam pemakaian modern sering meluas menjadi “karena/disebabkan oleh” (misalnya: berkat usaha, berkat latihan).
  • Pada kalimat, berkat dipakai sebagai penghubung sebab: “karena usahanya yang gigih”. Ini menunjukkan perluasan pemakaian.
  • usahanya, putranya, dan cendekiawan tetap bermakna lugas sesuai rujukannya.

Soal 50

Pertanyaan: Kalimat berikut yang menggunakan kata bernuansa kasar adalah .......

  1. Wanita cantik itu bisa menarik perhatian penonton.
  2. Lelaki tua meninggalkan bininya yang sedang hamil.
  3. Kapan ibu meninggalkan ibumu Indonesia lagi?
  4. Bapak berharap kamu harus belajar dengan tekun.
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

  • Kata bernuansa kasar adalah kata yang terasa kurang sopan/kurang halus dalam konteks tertentu.
  • Pada B, kata bini berkonotasi lebih kasar dibanding padanan yang lebih halus seperti istri.
  • A, C, dan D tidak memuat kata yang bernuansa kasar (meskipun C janggal secara makna, bukan karena kata kasarnya).