31. Cermatilah paragraf berikut!
| Manusia yang tidak memiliki wawasan dan pengetahuan cenderung banyak bicara. Biasanya orang tersebut tidak bisa membuktikan apa yang telah diucapkan. Berbeda dengan orang yang berwawasan luas. Mereka tidak mau bercap membanggakan diri. Seperti halnya tong kosong yang tidak berisi jika ditabuh akan mengeluarkan bunyi yang keras. Berbeda dengan tong yang berisi penuh bila ditabuh tidak mengeluarkan bunyi. Begitu juga halnya dengan manusia .... |
Simpulan yang tepat untuk melengkapi paragraf analogi tersebut adalah ....
| A. | Jadi, orang yang banyak bicara dan tidak bisa membuktikan ucapannya sama halnya dengan tong kosong nyaring bunyinya. |
| B. | Jadi, tong kosong nyaring bunyinya akan seperti manusia yang berbicara terus menerus dengan suara keras. |
| C. | Jadi, tong kosong nyaring bunyinya akan sama dengan orang yang banyak bicara dan nyaring suaranya. |
| D. | Dapat dikatakan, tong kosong banyak bunyinya, akan sama dengan orang yang banyak bicara. |
| E. | Oleh sebab itu, orang banyak yang bicara sama halnya dengan manusia yang memukul tong kosong. |
Jawaban dan Analisa
Jawaban: A
Paragraf membangun analogi: tong kosong jika ditabuh nyaring, sedangkan tong berisi tidak nyaring. Analogi itu diparalelkan dengan manusia: orang yang minim wawasan cenderung banyak bicara tetapi tidak mampu membuktikan, sedangkan orang berwawasan luas tidak suka membanggakan diri. Maka simpulan yang tepat adalah menyamakan “orang banyak bicara tanpa bukti” dengan “tong kosong nyaring bunyinya”, tepat seperti opsi A.
Uji opsi:
A tepat karena langsung merangkum analogi inti (banyak bicara tanpa bukti ↔ tong kosong nyaring).
B dan C menggeser fokus ke “suara keras/nyaring” saja, padahal inti paragraf juga menekankan “tidak berwawasan” dan “tidak bisa membuktikan”.
D masih mendekati, tetapi kurang lengkap karena tidak membawa unsur “tidak bisa membuktikan ucapannya” yang menjadi penekanan awal paragraf.
E keliru karena membandingkan orang yang bicara dengan “manusia yang memukul tong kosong”, padahal tong kosong itu simbol, bukan tindakan memukulnya.
32.Cermati paragraf berikut!
| Kita wajib menjaga lingkungan kita masing-masing. Masalah lingkungan akhir-akhir ini ... permasalahan dunia. Hampir semua negara di dunia memasukkan masalah lingkungan ke dalam perencanaan pembangunan termasuk negara Indonesia. Masalah lingkungan ... dan tidak sekadar masalah pencemaran. Pembahasan mengenai masalah ini tidak dapat dipisahkan dari orang-orang yang terlibat di dalamnya, termasuk ... sebagai salah satu unsurnya. |
Frasa untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....
| A. | bukan menjadi, kurang sekali, banyak remaja |
| B. | belum menjadi, besar sekali, remaja sekalian |
| C. | telah menjadi, sangat luas, para remaja |
| D. | akan menjadi, sangat kecil, semua remaja |
| E. | tidak menjadi, kurang luas, sebagian remaja |
Jawaban dan Analisa
Jawaban: C
Isian harus membuat kalimat padu dan logis: “Masalah lingkungan akhir-akhir ini telah menjadi permasalahan dunia” cocok dengan konteks global. Lalu “Masalah lingkungan sangat luas dan tidak sekadar masalah pencemaran” sesuai penegasan cakupan. Terakhir, unsur pelaku yang terlibat “termasuk para remaja sebagai salah satu unsurnya” juga wajar dan gramatikal. Semua itu tepat pada opsi C.
Uji opsi:
A, B, E melemahkan makna (seolah bukan/ belum/ tidak menjadi masalah dunia) sehingga bertentangan dengan kalimat-kalimat sesudahnya.
D “sangat kecil” bertentangan dengan penjelasan bahwa isu lingkungan masuk perencanaan pembangunan berbagai negara.
C paling padu secara makna dan struktur kalimat.
33. Cermatilah paragraf berikut!
| Kesuksesan orang tidak datang begitu saja. ... seseorang akan maju bila dirinya mau bekerja keras. Hal ini akan terlihat dari ... yang dilakukannya. Di samping itu, dia berani melakukan .... |
Kata baku yang tepat melengkapi paragraf tersebut adalah ....
| A. | karir, aktifitas, inopasi-inopasi |
| B. | karir, aktifitas, inovasi-inovasi |
| C. | karier, aktipitas, inovasi-inovasi |
| D. | karier, aktifitas, inopasi-inopasi |
| E. | karier, aktivitas, inovasi-inovasi |
Jawaban dan Analisa
Jawaban: E
Bentuk baku: karier (bukan “karir”), aktivitas (bukan “aktifitas/aktipitas”), dan inovasi (bukan “inopasi”). Karena isian diminta “kata baku”, hanya opsi E yang seluruh katanya baku.
Uji opsi:
A salah (karir, aktifitas, inopasi).
B salah (karir, aktifitas).
C salah (aktipitas).
D salah (aktifitas, inopasi).
E benar (karier, aktivitas, inovasi-inovasi).
34. Bacalah paragraf berikut!
| Dari proses pembakaran batu bara menghasilkan sisa pembakaran berupa fly ash dan bottom ash yang termasuk kategori limbah berbahaya dan beracun. Kebanyakan dari perusahaan yang menggunakan bahan bakar batu bara ini belum begitu paham kalau sisa membakar dari batu bara ini termasuk limbah B3 (beracun, berbahaya, dan beresiko). Karena sifatnya yang berbahaya itu, limbah B3 yang dihasilkan dari kegiatan industri harus terkelola dengan baik. |
Perbaikan kata berimbuhan yang bercetak miring pada paragraf tersebut adalah ....
| A. | dihasilkan, pembakar, mengelola |
| B. | berhasilkan, pembakaran, dikelola |
| C. | penghasil, kebakaran, dikelola |
| D. | dihasilkan, pembakaran, dikelola |
| E. | penghasilan, membakar, mengelola |
Jawaban dan Analisa
Jawaban: D
Perbaikan bentuk kalimat yang baku: “Dari proses pembakaran batu bara dihasilkan sisa pembakaran ...” (lebih tepat pasif, karena “proses” bukan pelaku sadar yang “menghasilkan”). Kata pembakaran sudah tepat sebagai nomina (proses). Frasa “harus dikelola dengan baik” lebih baku daripada “harus terkelola”. Jadi, pilihan yang benar adalah “dihasilkan, pembakaran, dikelola” (opsi D).
Uji opsi:
A salah karena “pembakar” dan “mengelola” tidak sesuai posisi kata yang dibenahi pada kalimat.
B salah karena “berhasilkan” tidak baku.
C salah karena “kebakaran” mengubah makna (bukan proses pembakaran batubara).
D tepat dan mempertahankan makna ilmiah paragraf.
E salah karena mengubah kelas kata dan makna (“penghasilan” tidak relevan).
35. Cermati paragraf berikut!
| Kehidupan modern tampaknya lebih mengedepankan individu daripada gotong-royong. Orang-orang kapital jangan sampai mendobrak kehidupan kita. Oleh karena itu, kita harus melakukan formasi secara besar-besaran untuk membangun kembali budaya kita yang terkenal dengan gotong-royongnya. |
Istilah yang tepat untuk memperbaiki kata bercetak miring pada paragraf tersebut adalah ....
| A. | individualis, kapitalis, reformasi |
| B. | individualisme, kapitalis, reformasi |
| C. | individual, kapitalis, reformis |
| D. | individualistis, kapitalisme, reformis |
| E. | individualisme, kapitalisasi, reformis |
Jawaban dan Analisa
Jawaban: B
Perbaikan istilah harus sesuai konteks: “lebih mengedepankan ... daripada gotong-royong” menunjuk paham/arus, sehingga tepat individualisme, bukan “individu” (yang hanya orang per orang). “orang-orang kapital” lebih tepat kapitalis (pelaku/kelompok yang menganut/berkaitan dengan kapital). “melakukan formasi secara besar-besaran untuk membangun kembali” lebih tepat reformasi (perubahan/perbaikan besar). Maka jawabannya opsi B.
Uji opsi:
A “individualis” menunjuk orangnya, bukan paham yang dibandingkan dengan gotong-royong.
B tepat untuk ketiga istilah dan paling padu secara makna.
C “reformis” menunjuk pelaku/penganut, bukan tindakan “melakukan reformasi”.
D dan E mengubah makna (kapitalisme/kapitalisasi) dan “reformis” tetap tidak tepat untuk konteks tindakan.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10