Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 17

Cermati penggalan cerita berikut untuk menjawab soal nomor 17 dan 18!

Tak tahu aku membuntutinya, Srintil terus berjalan. Langkahnya berkelok ke kiri, langkah Srintil lurus menuju cungkup makam Ki Secamanggala. Kulihat Srintil jongkok, menaruh sesaji di depan pintu makam. Ketika bangkit dan berbalik, ronggeng itu terperanjat. Aku berdiri hanya dua langkah di depannya.

“He, kau, Rasus?”

“Aku mengikutimu.”

“Aku disuruh Nyai Kartareja menaruh sesaji itu.”

“Ya, aku tahu.” Habis berkata demikian, aku melangkah pergi. Tetapi, Srintil menarik bajuku.

“Rasus, hendak ke mana kau?”

“Pulang.”

(Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari)

Keterkaitan watak tokoh Srintil dengan kehidupan sehari-hari adalah ...

A. rasa takut karena merasa ada yang mengikuti.

B. seseorang yang patuh kepada perintah atasan/pemimpin.

C. meletakkan sesaji di makam orang yang disegani.

D. rasa takut dengan suasana di tempat pemakaman umum.

E. mengikuti orang yang gerak-geriknya mencurigakan.

Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Watak Srintil yang tampak jelas adalah patuh terhadap perintah. Ini dibuktikan oleh ucapannya, “Aku disuruh Nyai Kartareja menaruh sesaji itu.” Artinya, tindakannya (menaruh sesaji) bukan inisiatif pribadi, melainkan pelaksanaan instruksi dari pihak yang berwenang dalam kehidupannya.

A kurang tepat: “terperanjat” memang ada, tetapi inti wataknya bukan takut, melainkan menjalankan perintah.

B tepat: langsung didukung kalimat “Aku disuruh Nyai Kartareja ...”.

C keliru fokus: itu tindakan, bukan watak; dan alasan tindakan dijelaskan karena perintah.

D tidak didukung: tidak ada keterangan takut pada pemakaman umum.

E tidak sesuai: justru Rasus yang membuntuti Srintil, bukan Srintil yang mengikuti orang mencurigakan.

Contoh perintah LaTeX wajib: \( \gt \) dan \( \lt \).


Soal 18

Konflik yang dihadapi tokoh Rasus terdapat dalam cerita tersebut adalah ...

A. Ketahuan bahwa dia membuntuti Srintil.

B. Rasus mengikuti Srintil ke makam Ki Secamanggala.

C. Srintil menarik baju Rasus hingga robek setelah menaruh sesaji.

D. Sesaji yang diletakkan Srintil di atas kubur diketahui Nyai Kartareja.

E. Rasus pergi meninggalkan Srintil di kuburan Ki Secamanggala.

Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis: Konflik muncul saat tindakan Rasus membuntuti Srintil terbongkar: “Ketika bangkit dan berbalik, ronggeng itu terperanjat. Aku berdiri hanya dua langkah di depannya.” Lalu Srintil langsung menegur, “He, kau, Rasus?” Ini menandai ketegangan/konflik karena Rasus tertangkap basah mengikutinya.

A tepat: itulah momen “ketahuan” yang memicu ketegangan.

B hanya peristiwa latar (aksi mengikuti), belum konflik.

C tidak ada dalam teks: tidak disebut baju robek.

D tidak ada dalam teks: Nyai Kartareja justru disebut sebagai pemberi perintah, bukan “mengetahui lalu mempersoalkan”.

E itu tindakan akhir Rasus, bukan inti konflik yang tampak pada kutipan.

Contoh perintah LaTeX wajib: \( \gt \) dan \( \lt \).


Soal 19

Cermati kutipan novel berikut untuk soal 19 s.d. 21!

Muka Kasan Ngali pucat sedikit. Ia menatap buruh itu satu-satu. Dan mereka diam. Kata Kasan Ngali mengakhiri, “Tutup mulut kalian. Tutup!”

“Kami tak tahu apa-apa, Pak.”

“Kami datang sudah begini!”

“Kalau saja kami tahu!”

Kasan Ngali marah.

“Tutup, kataku!”

“Tidak ada yang membantah lagi,” Kasan Ngali memberi perintah.

“Tidak usah diurus siapa yang berbuat ini. Tugasmu ialah, usir semua orang dari pekarangan. Tutup pintu pagar. Jangan seorang dibolehkan lagi ke sini. Kerjakan, jangan bertanya. Aku benci pertanyaan!”

Buruh-buruh itu masih belum bergerak. Belum jelas bagi mereka, bahwa itu memang keputusan Kasan Ngali.

“Apalagi? Pergi! Kau kira aku tidak waras, ya!”

(Pasar, Kuntowijoyo)

Watak tokoh Kasan Ngali dalam kutipan tersebut adalah ....

A. bimbang

B. takut

C. lemah

D. berani

E. tegas

Jawaban & Analisis

Jawaban: E

Analisis: Kasan Ngali menunjukkan watak tegas melalui perintah langsung dan larangan keras: “Tutup mulut kalian. Tutup!”, “Tutup, kataku!”, “Kerjakan, jangan bertanya.” Ia mengendalikan situasi dengan instruksi jelas dan tidak memberi ruang bantahan.

A tidak sesuai: ia tidak ragu, justru memutuskan dan memerintah.

B tidak tampak: yang tampak adalah kemarahan dan kontrol, bukan ketakutan.

C berlawanan: ia dominan, bukan lemah.

D bisa terasa “berani”, tetapi yang paling dominan dan terbukti dari ujaran adalah “tegas” (cara memerintah).

E tepat: bukti berupa perintah keras berulang dan instruksi rinci.

Contoh perintah LaTeX wajib: \( \gt \) dan \( \lt \).


Soal 20

Pendeskripsian watak tokoh Kasan Ngali juga seorang yang kasar dalam kutipan tersebut diungkapkan melalui ....

A. dialog antartokoh

B. gambaran fisik tokoh

C. jalan pikiran tokoh

D. tanggapan tokoh lain

E. tuturan langsung pengarang

Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis: Kekasaran watak Kasan Ngali tampak terutama lewat dialog berupa bentakan dan larangan: “Tutup mulut kalian. Tutup!”, “Tutup, kataku!”, “Aku benci pertanyaan!” Semua itu adalah ujaran langsung dalam percakapan/komunikasi, sehingga pendeskripsiannya terjadi melalui dialog antartokoh.

B tidak tepat: deskripsi fisik hanya “pucat sedikit”, bukan indikator “kasar”.

C tidak ada: tidak disajikan monolog batin/jalan pikiran.

D tidak dominan: tokoh lain tidak memberi komentar menilai “kasar”, mereka hanya merespons.

E tidak tepat: pengarang tidak menyatakan secara langsung “ia kasar”, yang ditonjolkan adalah ucapannya.

Contoh perintah LaTeX wajib: \( \gt \) dan \( \lt \).


Soal 21

Pembuktian latar tempat dalam kutipan novel tersebut ditunjukkan dalam kalimat ...

A. Ia menatap buruh itu satu-satu.

B. Kami datang sudah begini.

C. Tugasmu ialah, usir semua orang dari pekarangan.

D. Buruh-buruh itu masih belum bergerak.

E. “Pergi! Kau kira aku tidak waras, ya!”

Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Latar tempat ditunjukkan oleh penanda lokasi yang konkret. Kalimat “Tugasmu ialah, usir semua orang dari pekarangan” secara langsung menyebut tempat terjadinya peristiwa (pekarangan), diperkuat juga oleh “Tutup pintu pagar”.

A hanya tindakan (menatap), tidak menyebut lokasi.

B hanya respons tokoh, tidak menyebut tempat.

C tepat karena menyebut tempat secara eksplisit: “pekarangan”.

D hanya keadaan buruh, tanpa lokasi.

E hanya ujaran emosi, tanpa penanda tempat.

Contoh perintah LaTeX wajib: \( \gt \) dan \( \lt \).