Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 6.Cermati paragraf berikut!

(1) Era globalisasi tidak terbendung lagi. (2) Mobilitas penduduk, barang, dan hewan yang cukup tinggi memiliki dampak negatif terhadap kesehatan. (3) Kasus flu burung yang menghantui Indonesia menjadi peringatan bahwa manusia dan hewan dari luar negeri perlu pengawasan. (4) Busung lapar hanya puncak es dari kondisi gizi buruk yang terabaikan. (5) Sikap menyalahkan rakyat atau pemerintah dalam mengatasi flu burung tidaklah bijaksana.

Kalimat yang tidak padu dalam paragraf tersebut terdapat pada nomor ....

A. (1)

B. (2)

C. (3)

D. (4)

E. (5)

Jawaban dan Analisis

Jawaban: D

Analisis: Kepaduan paragraf menuntut semua kalimat membahas satu topik utama secara konsisten. Kalimat (1)–(3) membangun gagasan tentang globalisasi, mobilitas tinggi, dan dampak kesehatan yang dikaitkan dengan flu burung serta perlunya pengawasan. Kalimat (5) masih relevan karena membahas sikap dalam menangani flu burung.

Kalimat (4) membahas “busung lapar” dan “gizi buruk”, yaitu topik berbeda (masalah gizi), tidak berhubungan langsung dengan alur pembahasan flu burung. Karena itu, (4) paling tidak padu. Secara koherensi, keterkaitan (1)–(3) dan (5) \( \gt \) keterkaitan (4) yang menyimpang, sehingga (4) \( \lt \) padu dibanding yang lain.


Paragraf berikut untuk menjawab soal nomor \( 7 \) dan \( 8 \). Bacalah dengan cermat!

Upaya serius penanggulangan banjir terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beserta Kementerian Pekerjaan Umum. Namun, program tersebut belum sepenuhnya menjamin ibu kota negara dan daerah sekitarnya bebas banjir pada musim hujan mendatang. Proyek penanggulangan banjir Jakarta, seperti pengerukan Kali Pesanggrahan, Angke, dan Sunter, baru berjalan separuhnya. Kendala utamanya adalah pembebasan lahan. Dikhawatirkan pengerukan sungai ini akan melambat mengingat pengerukan sudah hampir masuk ke lahan yang harus dibebaskan. Jika pembebasan lahan bermasalah, banjir yang biasa melanda sebagian wilayah Jakarta akan berpotensi terulang kembali pada akhir \( 2013 \) sampai awal \( 2014 \).

Soal 7. Kalimat simpulan yang tepat untuk paragraf tersebut adalah ...

A. Jakarta belum bebas banjir pada tahun \( 2013 \)-\( 2014 \).

B. Pemprov DKI harus segera membebaskan lahan.

C. Pengerukan kali-kali di Jakarta harus segera diselesaikan.

D. Wilayah Jakarta berpotensi banjir besar.

E. Pemprov DKI dan Kementerian PU menanggulangi banjir.

Jawaban dan Analisis

Jawaban: D

Analisis: Isi paragraf menegaskan: upaya sudah dilakukan, tetapi belum menjamin bebas banjir; proyek baru separuh; kendala pembebasan lahan dapat memperlambat pengerukan; akibatnya banjir berpotensi terulang pada akhir \( 2013 \)–awal \( 2014 \). Jadi inti simpulannya adalah adanya potensi banjir karena program belum tuntas dan terkendala.

Opsi D merangkum gagasan utama (potensi banjir) paling tepat. Opsi E hanya menyebut kegiatan (upaya), tetapi tidak menangkap poin penting “belum menjamin” dan “berpotensi terulang”. Opsi B dan C bernada saran (apa yang harus), bukan simpulan ringkas dari isi. Opsi A terlalu sempit dan kurang mewakili alasan pokok (kendala proyek), sehingga daya rangkumnya \( \lt \) opsi D. Dengan demikian D \( \gt \) opsi lain sebagai simpulan.


Soal 8. Tujuan penulis dengan paragraf tersebut adalah ...

A. Menginformasikan bahwa beberapa wilayah di Jakarta tidak akan mengalami banjir pada tahun \( 2013 \)-\( 2014 \) ini.

B. Menjelaskan bahwa Pemprov DKI dan Kementerian PU bekerja sama mengeruk kali-kali di Jakarta.

C. Menginformasikan bahwa Pemprov DKI dan Kementerian PU masih terus berusaha menanggulangi banjir.

D. Menyampaikan kekhawatiran tidak bisa dilakukan pengerukan kali-kali di Jakarta.

E. Mengimbau para pemilik lahan agar tidak menghalang-halangi pembebasan lahan banjir.

Jawaban dan Analisis

Jawaban: C

Analisis: Paragraf bersifat informatif: menyampaikan upaya penanggulangan banjir, kondisi proyek yang belum tuntas, kendala pembebasan lahan, serta akibatnya (banjir berpotensi terulang). Tujuan utamanya bukan memberi imbauan langsung kepada pemilik lahan, melainkan menginformasikan situasi penanggulangan banjir yang masih berjalan dan risikonya.

Opsi C paling sesuai karena menangkap garis besar: pemerintah masih terus berusaha menanggulangi banjir. Opsi B terlalu sempit (hanya soal kerja sama mengeruk), padahal paragraf menekankan “belum menjamin” dan “kendala pembebasan lahan”. Opsi D hanya menyorot kekhawatiran, padahal paragraf juga memuat fakta program dan proyek. Opsi A bertentangan dengan isi (justru berpotensi terulang). Opsi E bersifat ajakan langsung yang tidak dinyatakan eksplisit, sehingga ketepatannya \( \lt \) C, sedangkan C \( \gt \) lainnya.


Cermatilah tajuk rencana berikut untuk menjawab soal nomor \( 9 \) dan \( 10 \)!

Data dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk anak-anak (UNICEF) menyebutkan, \( 36 \) persen anak usia di bawah lima tahun berarti satu dari tiga anak menderita kurang gizi kronis pada tahun \( 2012 \). Indonesia memiliki jumlah anak dengan pertumbuhan terhambat kelima terbanyak di dunia atau \( 7{,}8 \) juta anak. Kekurangan gizi tersebut berakibat permanen pada fisik dan kecerdasan.

Salah satu penyebab kurang gizi adalah ketiadaan akses. Saat harga makanan cenderung mahal, jumlah anak balita dan ibu hamil kekurangan gizi bertambah. Tidak hanya dari keluarga miskin, tetapi juga yang hampir miskin.

Asupan gizi buruk memengaruhi ekonomi. Produk domestik bruto berkurang \( 1 \)–\( 3 \) persen. Apabila kita bangga menyebut Indonesia memiliki bonus demografi yang akan membawa Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar ketujuh pada tahun \( 2030 \), itu mensyaratkan sumber daya manusia unggul.

Soal 9.Opini penulis tajuk tersebut adalah ...

A. Salah satu penyebab kurang gizi adalah ketiadaan akses untuk memperbaiki gizi anak.

B. Pemerintah harus memperhatikan gizi balita dan ibu hamil dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul.

C. Indonesia memiliki jumlah anak dengan pertumbuhan di dunia atau \( 7{,}8 \) juta anak.

D. Data PBB untuk anak-anak (UNICEF) menyebutkan, \( 36 \) persen anak balita menderita kurang gizi kronis tahun \( 2012 \).

E. Asupan gizi buruk memengaruhi ekonomi dan produk domestik bruto berkurang \( 2 \)-\( 3 \) persen.

Jawaban dan Analisis

Jawaban: B

Analisis: Opini biasanya ditandai oleh penilaian/anjuran seperti “harus”, “sebaiknya”, atau sikap normatif. Opsi B memuat anjuran “Pemerintah harus ...”, sehingga jelas merupakan opini/pendapat penulis.

Opsi A, C, dan D adalah informasi faktual yang dinyatakan sebagai data/penjelasan. Opsi E juga berupa klaim data (pengaruh pada ekonomi dan angka persentase). Karena itu, B \( \gt \) yang lain sebagai opini; sedangkan yang lain \( \lt \) karena lebih bersifat fakta/data.


Soal 10.Pihak yang dituju oleh redaksi dalam kutipan tajuk tersebut adalah ....

A. Perserikatan Bangsa-Bangsa

B. balita dan yang hamil

C. warga yang kurang gizi

D. Pemerintah Indonesia

E. warga negara Indonesia

Jawaban dan Analisis

Jawaban: D

Analisis: Tajuk rencana menyajikan data masalah gizi dan menutup dengan tuntutan adanya “sumber daya manusia unggul”, serta (pada opini yang tampak) menekankan tindakan yang seharusnya dilakukan. Sasaran utama pihak yang dapat membuat kebijakan dan intervensi luas adalah pemerintah. Karena itu, pihak yang dituju paling tepat adalah Pemerintah Indonesia.

A (PBB) hanya disebut sebagai sumber data. B dan C adalah kelompok terdampak, tetapi bukan pihak pengambil kebijakan utama. E terlalu umum; tajuk menyoroti kebijakan dan prasyarat nasional, sehingga D \( \gt \) E dalam ketepatan sasaran, sedangkan E \( \lt \) karena kurang spesifik.