Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 41

Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

  1. Peristiwa ledakan di hotel itu sangat mengejutkan beberapa karyawan yang sedang beristirahat.
  2. Banyak korban yang mati akibat peristiwa itu.
  3. Baik laki-laki ataupun perempuan.
  4. Regu penyelamat datang menolong para buruh yang terkena ledakan bom.

Kalimat yang menggunakan kata berameliorasi terdapat pada nomor....

  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Analisa & Jawaban

Konsep: Ameliorasi adalah pemilihan kata yang terasa lebih halus/lebih tinggi nilainya (lebih “baik”) dibanding padanan yang dianggap lebih kasar atau lebih rendah.

Analisis opsi berdasarkan kalimat:

  • (1) Memakai kata karyawan (lebih halus/lebih “bernilai” sebagai sebutan pekerja) dibanding padanan yang sering dianggap lebih rendah seperti buruh. Ini contoh kecenderungan amelioratif.
  • (2) Kata mati cenderung lugas/keras; bukan ameliorasi.
  • (3) Tidak memuat kata yang menunjukkan ameliorasi; hanya penyebutan jenis kelamin.
  • (4) Memakai kata buruh yang justru tidak lebih halus dibanding “karyawan”; bukan ameliorasi.

Jawaban: A (1)


Soal 42

Kalimat yang menggunakan kata bersinestesia adalah....

  1. Setelah makan sambal pedas itu, perutku mulas.
  2. Istrinya yang beli sudah mendapat pekerjaan lagi.
  3. Kata-katanya halus karena tidak ingin menyakiti lawan bicaranya.
  4. Ia terpaksa mengikuti sumitnya ke wilayah kekuasaan Republik.
Analisa & Jawaban

Konsep: Sinestesia adalah pemindahan tanggapan indera (misalnya sifat indera peraba dipakai untuk hal yang seharusnya ditangkap indera lain).

Analisis opsi:

  • A Hubungan sebab-akibat biasa (makan pedas → mulas), bukan sinestesia.
  • B Kalimat berita biasa, tidak ada pemindahan indera.
  • C Sinestesia: kata halus (rasa/tekstur peraba) dipakai untuk kata-kata (ujaran/bahasa), sehingga terjadi pergeseran tanggapan indera.
  • D Kalimat berita biasa, tidak ada pemindahan indera.

Jawaban: C


Soal 43

Kalimat yang menggunakan kata tidak baku adalah....

  1. Sarana komunikasi yang menggunakan bahasa lisan berkembang menjadi sarana telepon, video, dan sebagainya.
  2. Makin banyak industri berproduk, kian banyak emisi gas yang dihasilkan.
  3. Di masa pertumbuhan, untuk menunjang segala aktivitas diperlukan gizi yang cukup.
  4. Tidak heran kalau sekarang kamu ingin bergabung lagi dalam hobi baru yang mengasyikkan, terjun payung.
Analisa & Jawaban

Konsep: Kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai bentuk standar (KBBI/kaidah umum) untuk konteks formal.

Analisis opsi:

  • A Diksi umum dan lazim untuk ragam baku.
  • B Memuat kata berproduk yang tidak lazim sebagai bentuk baku dalam konteks ini; yang lebih tepat biasanya berproduksi atau memproduksi.
  • C Diksi baku dan efektif.
  • D Diksi masih wajar dan tidak memuat kata yang jelas-jelas tidak baku.

Jawaban: B


Soal 44

Perhatikan silogisme berikut!

  1. Menurut tata tertib yang berlaku di SMP Harapan Bangsa, semua siswa tidak boleh mengendarai sepeda motor ke sekolah.
  2. Ramli adalah siswa kelas tiga SMP tersebut.

Kesimpulan kedua kalimat tersebut adalah....

  1. Ramli mengendarai sepeda motor ke sekolah jadi dilarang.
  2. Ramli tidak boleh mengendarai sepeda motor ke sekolah.
  3. Ramli siswa kelas III SMP Harapan Bangsa diberikan dispensasi.
  4. Siswa yang naik sepeda motor tidak harus dikenakan hukuman.
Analisa & Jawaban

Struktur silogisme:

  • Premis umum: Semua siswa SMP Harapan Bangsa tidak boleh mengendarai sepeda motor ke sekolah.
  • Premis khusus: Ramli adalah siswa SMP Harapan Bangsa.
  • Kesimpulan logis: Ramli tidak boleh mengendarai sepeda motor ke sekolah.

Analisis opsi:

  • A Redaksi janggal dan tidak tepat sebagai kesimpulan formal (seolah Ramli sudah mengendarai, lalu “jadi dilarang”).
  • B Paling tepat: langsung menurunkan larangan umum kepada kasus Ramli.
  • C Tidak didukung premis (dispensasi tidak disebut).
  • D Bertentangan/keluar dari premis (premis tidak membahas hukuman, hanya larangan).

Jawaban: B


Soal 45

Bacalah paragraf berikut!

  1. Dahulu kebun-kebun itu merupakan penghasil sayur terbesar di daerah ini.
  2. Lahan itu tidak dapat ditanami lagi sejak terkena limbah industri.
  3. Bertahun-tahun pemerintah daerah dan perguruan tinggi meneliti tingkat pencemaran daerah itu.
  4. Syukurlah, sekarang lahan kritis itu sudah mulai dapat ditanami sayur lagi oleh para petani.

Kalimat majemuk bertingkat dalam paragraf tersebut ditandai nomor....

  1. (1)
  2. (2)
  3. (3)
  4. (4)
Analisa & Jawaban

Konsep: Kalimat majemuk bertingkat memiliki anak kalimat (klausa yang bergantung) yang biasanya ditandai konjungsi seperti “sejak”, “karena”, “jika”, “walaupun”, dan sebagainya.

Analisis kalimat:

  • (1) Kalimat tunggal (informasi waktu “dahulu” hanya keterangan, bukan anak kalimat).
  • (2) Majemuk bertingkat: ada bagian bertingkat yang ditandai sejak pada frasa klausal “sejak terkena limbah industri” (menjelaskan waktu/sebab terjadinya kondisi lahan).
  • (3) Kalimat tunggal (S-P-O/K tanpa anak kalimat).
  • (4) Kalimat tunggal (keterangan “sekarang” bukan anak kalimat).

Jawaban: B (2)