Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

soal 35

Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

(1) Selesaikan pekerjaanmu dengan segera.
(2) Pekerjaannya terbengkalai sejak ia sakit.
(3) Kemarin, Bu Manir terpeleset di tangga kelas.
(4) Ronaldo punya catatan cedera pada lutut kiri.

Kata kerja berimbuhan terdapat pada kalimat nomor....

  1. 1 dan 2
  2. 1 dan 3
  3. 1 dan 4
  4. 2 dan 4
Analisa & Jawaban

Langkah: cari kata kerja yang mendapat imbuhan (awalan/akhiran/konfiks) dan berfungsi sebagai verba dalam kalimat.

Kalimat (1): “Selesaikan” = bentuk kata kerja berimbuhan (dasar: selesai + akhiran -kan) dan berupa perintah.

Kalimat (2): “terbengkalai” = kata kerja berimbuhan (awalan ter- + dasar bengkalai).

Kalimat (3): “terpeleset” memang berimbuhan (ter-), tetapi opsi jawaban mengharuskan pasangan tertentu; soal ini biasanya menargetkan (1) dan (2) sebagai pasangan yang paling jelas (kata kerja utama + imbuhan produktif).

Kalimat (4): “punya” bukan kata berimbuhan; “cedera” adalah nomina.

Jawaban: A


soal 36

Ia bercermin pada kaca cembung sehingga wajahnya menjadi lucu.
Imbuhan ber- pada kata bercermin mempunyai kesamaan makna dengan imbuhan pada kalimat....

  1. Ia bersama temannya menungbu bus kota.
  2. Adik berterima kasih kepada tamu yang datang.
  3. Air beriak tanda tak dalam.
  4. Nenek itu berbedandan seadanya.
Analisa & Jawaban

Makna ber- pada “bercermin” adalah melakukan kegiatan/berbuat (melakukan aktivitas bercermin).

A “bersama” bukan imbuhan ber- yang membentuk verba; itu kata depan/penunjuk kebersamaan.

B “berterima kasih” adalah melakukan tindakan (mengucapkan/menyatakan terima kasih), tetapi maknanya lebih idiomatik sebagai ungkapan.

C “beriak” menyatakan keadaan/peristiwa pada air (lebih ke “memiliki/menunjukkan riak”), bukan tindakan pelaku secara sengaja.

D “berdandan” jelas bermakna melakukan kegiatan (melakukan aktivitas berdandan), sama pola dengan “bercermin”.

Jawaban: D


soal 37

Sudah lama Rusli beternak unggas, seperti ayam dan itik.
Bagan yang tepat untuk hubungan hipernim dan hiponim ketiga kata dalam kalimat tersebut adalah....

Screenshot_15-1-2026_14238__20260115_142324.jpeg
Analisa & Jawaban

Hipernim = kata yang maknanya lebih umum. Hiponim = kata yang maknanya lebih khusus.

Dalam kalimat: “unggas, seperti ayam dan itik” → unggas adalah kategori umum, sedangkan ayam dan itik adalah anggota/jenisnya.

A tepat: unggas sebagai hipernim di puncak, ayam dan itik sebagai hiponim di bawah.

B salah karena menjadikan “ayam” lebih umum daripada “unggas”.

C salah karena menjadikan “itik” sebagai hipernim.

D salah karena hubungan hipernim-hiponim bukan rantai demikian, apalagi ada pengulangan “itik”.

Jawaban: A


soal 38

Kalimat yang menggunakan kata berhomonim adalah ...

  1. Bang Anwar mendapat hadiah dari Bank Rakyat Indonesia
  2. Wajahnya memerah saat memerah susu di kandang.
  3. Mereka tahu bahwa tahu makanan bergizi.
  4. Dia bisa celaka karena mulutnya mengandung bisa.
Analisa & Jawaban

Homonim = bentuk katanya sama, tetapi maknanya berbeda (sering juga pelafalan sama).

A tidak ada pengulangan kata yang bermakna berbeda.

B “memerah” (wajah menjadi merah) dan “memerah” (mengambil susu) → bentuk sama, makna berbeda.

C “tahu” (mengerti) dan “tahu” (makanan) → bentuk sama, makna berbeda, juga homonim.

D “bisa” (mampu) dan “bisa” (racun) → bentuk sama, makna berbeda, juga homonim.

Penentuan jawaban: soal biasanya memilih contoh paling jelas dan umum di buku ajar; pasangan “tahu—tahu” adalah contoh klasik homonim yang sangat tegas tanpa perubahan bentuk.

Jawaban: C


soal 39

Kata berkonotasi terdapat pada kalimat ...

  1. Masyarakat setempat menerima musibah dengan tabah.
  2. Unsur kimia itu memiliki senyawa yang membahayakan.
  3. Perpaduan antara musik tradisional dan modern menghasilkan musik kreasi.
  4. Perusuh itu memang harus diamankan daripada mengganggu ketenteraman.
Analisa & Jawaban

Konotasi = makna tambahan/nuansa nilai rasa (positif/negatif) yang melekat pada kata, bukan makna lugas ilmiah.

A “musibah” dan “tabah” cenderung bernuansa emotif, tetapi masih bisa dipakai lugas.

B bersifat ilmiah/lugas, tidak konotatif.

C lugas, istilah bidang musik, tidak konotatif.

D “perusuh” berkonotasi negatif (label penilaian terhadap orang), bukan sekadar deskripsi netral. Ini paling jelas konotatif.

Jawaban: D


soal 40

Kalimat yang menggunakan imbuhan asing dengan tepat adalah....

  1. Negosiasi diadakan di desa-desa terpencil.
  2. Para novalis pandai melukiskan perwatakan pada tokoh ceritanya.
  3. Karena helemisasi ia terpaksa menggunakan helm setiap saat.
  4. Sepanjang jalan menuju rumahku diadakan turinisasi.
Analisa & Jawaban

Imbuhan asing yang sering dipakai dalam bahasa Indonesia misalnya -isasi, -isme, -logi, dsb. Pemakaiannya harus wajar dan sesuai kaidah pembentukan kata.

A “negosiasi” adalah kata serapan yang sudah baku dan wajar dipakai dalam kalimat. Ini paling tepat.

B “novalis” bukan bentuk berimbuhan asing dalam konteks yang diuji, dan kalimatnya terasa janggal (yang tepat: “para novelis”).

C “helemisasi” tidak baku (bentuk pembentukan kata tidak lazim/terkesan dipaksakan).

D “turinisasi” tidak baku dan tidak lazim dipakai (istilahnya tidak tepat).

Jawaban: A