soal 25
Soal: Paragraf yang di dalamnya terdapat hubungan pengandaian adalah....
- Buah dentingan lembut bambu beradu tertiup angin memberikan suasana sejuk di rumah. Saat udara panas, ia membuat kita merasa sedikit sejuk karena mendengar suara yang menenangkan dari bunyi-bunyian itu.
- Walau dibuat di Bali, tidak ada yang tahu asal-usul atau awal mula musik angin itu. Tetapi kata Made Suwardika, perajin musik angin ini murni, sebagai kreativitas para perajin Bali.
- Musik angin dibuat hanya sekedar untuk kesenangan dan pajangan saja, tetapi kemudian direspons dan diminati oleh banyak wisatawan sehingga diproduksi dalam jumlah besar.
- Bila ingin membuat musik angin dari pipa-pipa logam, kegiatan yang dilakukan adalah menetapkan frekuensi yang diinginkan. Kemudian memotong pipa yang panjangnya sesuai dengan frekuensi yang diinginkan itu.
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis per opsi:
- A Berisi hubungan sebab/akibat dan kondisi waktu (“saat udara panas”), bukan pengandaian. Tidak ada penanda hipotesis seperti “jika/bila/seandainya”.
- B Berisi hubungan pertentangan (“walau ... tetapi ...”), bukan pengandaian.
- C Berisi hubungan perkembangan sebab/akibat (“sehingga diproduksi ...”), bukan pengandaian.
- D Jelas mengandung hubungan pengandaian karena memakai penanda “bila” yang menyatakan syarat/andaian, lalu diikuti langkah yang dilakukan jika syarat itu terpenuhi.
soal 26
Soal: Bacalah paragraf berikut!
Tungkai elang bondol tidak berbulu. Jari kakinya pendek dan kokoh. Dengan jari kakinya ia dapat mencengkeram dan melumpuhkan ular yang gesit dan berbisa. Oleh karena itu, ia sangat berhati-hati terhadap patukan ular.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah....
- Elang bondol burung berbisa.
- Ia bisa membunuh ular berbisa.
- Ia tidak kebal terhadap bisa ular.
- Bisa ular, membuat bondol menjadi kuat.
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis per opsi:
- A Salah makna. Paragraf membahas elang bondol menghadapi ular berbisa, bukan elang bondol yang berbisa.
- B Informasi ini masih mungkin, tetapi tidak menjadi alasan langsung untuk kalimat terakhir “oleh karena itu, ia sangat berhati-hati terhadap patukan ular”. Jika ia bisa membunuh ular, alasan kehati-hatian justru kurang kuat tanpa penjelasan tambahan.
- C Paling tepat. Jika elang bondol tidak kebal terhadap bisa ular, wajar kesimpulannya ia sangat berhati-hati terhadap patukan ular. Ini membuat hubungan logis paragraf menjadi utuh: mampu melumpuhkan, tetapi tetap berisiko bila terkena patukan.
- D Tidak logis dan bertentangan dengan “sangat berhati-hati”. Jika bisa ular membuat kuat, tidak ada alasan kuat untuk berhati-hati.
soal 27
Soal: Perhatikan ilustrasi berikut!
Hari Senin yang akan datang Kepala Sekolah akan melantik pengurus OSIS yang baru. Namun dalam waktu yang sama beliau harus menghadiri rapat di kantor dinas. Beliau mewakilkan tugas kepada Pembina OSIS.
Memo di bawah ini yang tepat untuk kepentingan tersebut adalah....
- Mohon Bapak melantik pengurus OSIS pada hari Senin, karena saya ada tugas.
- Sehubungan dengan ada keperluan untuk ke kantor dinas, saya mohon bantuan bapak untuk dapat melantik pengurus OSIS besok pada hari Senin.
- Saya akan mohon bantuan pada bapak untuk bisa melantik pengurus OSIS pada hari Senin karena saya ada keperluan dinas di kantor dinas.
- Sekiranya Bapak bersedia mewakili saya untuk melantik pengurus OSIS pada hari Senin.
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis per opsi:
- A Kurang tepat karena alasannya terlalu kabur (“ada tugas”) dan tidak menunjukkan konteks resmi “rapat di kantor dinas”. Nada juga kurang formal untuk memo kedinasan.
- B Terlalu panjang dan bertele-tele, ada pengulangan “besok pada hari Senin”. Memo yang baik biasanya ringkas, langsung pada inti.
- C Struktur kalimat kurang efektif (“akan mohon bantuan pada bapak untuk bisa ...”), dan ada pengulangan “dinas di kantor dinas” yang tidak hemat.
- D Paling tepat: ringkas, sopan, dan langsung menyatakan inti kepentingan memo, yaitu permintaan mewakili melantik pengurus OSIS pada hari Senin.
soal 28
Soal: Dengan kasih sayang ia diasuh oleh ibunya. Setelah besar, atas izin dan doa restu ibunya ia pergi merantau.
Sudut pandang kutipan cerita tersebut adalah....
- Orang ketiga dalam cerita
- Orang ketiga di luar cerita
- Orang pertama pelaku utama
- Orang pertama pelaku sampingan
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis per opsi:
- A Tepat karena menggunakan kata ganti “ia” yang menunjukkan penceritaan orang ketiga.
- B Tidak tepat untuk kutipan ini, karena yang terlihat hanya ciri orang ketiga (“ia”). Tidak ada penanda khusus yang menegaskan “di luar cerita” sebagai pengamat serba tahu secara eksplisit; yang jelas adalah orang ketiga.
- C Salah karena orang pertama biasanya memakai “aku/saya”.
- D Salah karena orang pertama pelaku sampingan juga tetap memakai “aku/saya” sebagai pencerita.
soal 29
Soal: Pohon ulang bambing diterpa angin kencang.
Kata ulang dalam kalimat tersebut sama jenis dan maknanya dengan kata ulang pada kalimat....
- Orang tuanya menjadi pedagang sayur-mayur.
- Anak-anak itu sedang bermain mobil-mobilan.
- Tanah itu pecah-pecah akibat kemarau panjang.
- Rumput-rumput itu tumbuh di halaman rumah.
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis inti: “bambing-bambing” adalah kata ulang penuh yang bermakna jamak/banyak (banyak pohon bambing).
Analisis per opsi:
- A “sayur-mayur” bukan pengulangan bermakna jamak biasa; ini lebih berupa bentuk leksikal yang menunjuk ragam jenis sayuran (makna kolektif/bermacam-macam).
- B “mobil-mobilan” adalah kata ulang yang membentuk makna tiruan/mainan, bukan jamak mobil.
- C “pecah-pecah” bermakna keadaan (retak di banyak bagian) dan termasuk pengulangan yang memberi makna intensitas/berulang-ulang pada keadaan, bukan nomina jamak.
- D “rumput-rumput” adalah kata ulang penuh yang bermakna jamak (banyak rumput), sejenis dan semakna dengan “bambing-bambing”.
Catatan: Pada teks soal terlihat ada bentuk “bambing”. Saya mengikuti persis tulisan pada gambar, dan fokus penentuan tetap pada jenis ulangannya (ulang penuh) dan maknanya (jamak).
Daftar Soal TKA Bahasa Indonesia SMP
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 1
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 2
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 3
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 4
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 5
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 6
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 7
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 8
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 9
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 10
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 11
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 12