Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 57

Bacalah kutipan novel berikut!

“Salahku juga!” Bergemalah lagi seolah-olah suara hatiku itu. “Mengapa aku sekarang begitu mudah naik darah?”
Ya, setiap kali aku habis bertengkar, mesilah aku ditimpa oleh perasaan sesal yang mendalam, mestilah aku mengakui bahwa aku terlalu lekas marah, terlalu lekas mengayun tangan atau menghamburkan kutuk.

Kutipan novel tersebut menggunakan jenis konflik ….

  1. fisik
  2. batin
  3. lahir
  4. ide
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis opsi A (fisik): Konflik fisik menekankan benturan tindakan tubuh secara langsung (perkelahian sebagai fokus utama). Pada kutipan ini, fokusnya bukan bentrokan fisik, melainkan pergolakan perasaan dan penyesalan setelah kejadian.

Analisis opsi B (batin): Tepat, karena tokoh mengalami pertentangan dalam diri: bertanya pada “suara hati”, menyesal, mengakui mudah marah. Ini ciri konflik internal (konflik batin).

Analisis opsi C (lahir): Konflik lahir biasanya tampak sebagai pertentangan dengan pihak luar (orang lain/lingkungan) yang terlihat jelas sebagai inti kutipan. Kutipan ini justru menonjolkan dialog dan penilaian diri, bukan pertentangan eksternal.

Analisis opsi D (ide): Konflik ide menekankan pertentangan gagasan/pendirian antarpihak (misalnya debat pandangan). Kutipan ini tidak memperlihatkan perdebatan ide, melainkan gejolak emosi dan penyesalan pribadi.

```

Soal 58

Bacalah kutipan drama berikut!

Arman Kondisi ayahku. (wajahnya makin murung)
Ishak Kenapa ayahmu?
Arman Sakit dan dirawat di rumah sakit.
Ishak Sakit apa ayahmu?
Arman Aku tidak tahu, tetapi kata dokter ayah akan dioperasi dan memerlukan darah.
Ishak Apa golongan darah ayahmu?
Arman Golongan darahnya A
Ishak Jangan bingung! Nanti kubicarakan dengan teman-teman.

Watak Ishak pada kutipan drama tersebut adalah ….

  1. pemurung, penakut
  2. peduli, penolong
  3. pembual, pemerhati
  4. penakut, penyabar
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis opsi A (pemurung, penakut): Sifat pemurung/penakut tidak terlihat. Ishak justru aktif bertanya dan menenangkan Arman, bukan menunjukkan ketakutan atau kemurungan.

Analisis opsi B (peduli, penolong): Tepat. Ishak menunjukkan kepedulian dengan menanyakan kondisi ayah Arman dan golongan darahnya, lalu menawarkan bantuan: “Jangan bingung! Nanti kubicarakan dengan teman-teman.”

Analisis opsi C (pembual, pemerhati): Tidak ada indikasi membual. Ishak tidak membesar-besarkan diri; ia hanya merespons masalah dan menawarkan bantuan nyata.

Analisis opsi D (penakut, penyabar): “Penyabar” tidak tampak sebagai sifat yang ditonjolkan, dan “penakut” bertentangan dengan tindakannya yang sigap dan menenangkan.


Soal 59

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Musik terdengar ditabuh. Serombongan penari putri dari dua arah berlawanan, dalam barisan yang panjang. Penari terdepan, yang membawa kotak yang dibungkus kain beludru bertatahkan hiasan sulaman benang emas, dalam sikap menyembah, berjalan ke beranda pendopo. Di beranda itu para tamu terhormat duduk menonton mereka. Kotak itu adalah acara berbentuk dulang berkaki empat, berisi bungkusan-bungkusan kecil dari daun sirih yang di dalamnya sekeping pinang, secuil kapur, dan sekerat gambir. Suguhan itu diperuntukkan bagi tamu-tamu terhormat yang hadir malam itu.

Latar penggalan cerpen tersebut adalah ….

  1. panggung
  2. mimbar
  3. gapura
  4. sanggar
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis opsi A (panggung): Tepat. Kutipan menampilkan suasana pertunjukan: musik ditabuh, penari masuk berbaris, dan tamu duduk menonton. Situasi ini sesuai dengan latar pertunjukan/panggung.

Analisis opsi B (mimbar): Mimbar berkaitan dengan tempat berpidato/khutbah, bukan pementasan tari dan suguhan tamu.

Analisis opsi C (gapura): Gapura adalah pintu gerbang/gerbang masuk. Kutipan berfokus pada pementasan dan tamu menonton di beranda pendopo, bukan suasana gerbang.

Analisis opsi D (sanggar): Sanggar adalah tempat latihan/berkegiatan seni. Kutipan menggambarkan pementasan di hadapan tamu, bukan latihan di sanggar.

```

Soal 60

Bacalah puisi berikut!

Meski kini
Mampu aku berdiri, berjalan sendiri
Tetapi aku anakmu
Butuh kasihmu
Ibu …

Pernyataan yang merupakan isi puisi tersebut adalah ….

  1. Sesukses apa pun seorang anak tetap membutuhkan kasih sayang ibu.
  2. Meskipun bisa berdiri dan berjalan, seorang anak tetap membutuhkan ibunya.
  3. Kasih sayang ibu mampu membuat anaknya berdiri dan berjalan.
  4. Seorang ibu tetap membutuhkan kasih sayang dari anaknya.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis opsi A: Terlalu melebar karena menambahkan gagasan “sesukses apa pun”, padahal puisi menekankan “mampu berdiri, berjalan sendiri”, bukan ukuran sukses.

Analisis opsi B: Paling tepat dan langsung sesuai isi: walau sudah bisa mandiri (“berdiri, berjalan sendiri”), penutur tetap anak yang membutuhkan kasih ibu (“Butuh kasihmu”).

Analisis opsi C: Mengubah sebab menjadi “kasih sayang ibu membuat anak berdiri dan berjalan”, padahal puisi tidak menyatakan ibu sebagai penyebab kemampuan berdiri/berjalan; yang ditekankan adalah kebutuhan kasih ibu meski sudah mampu.

Analisis opsi D: Kebalikan isi puisi. Puisi menyatakan anak membutuhkan kasih ibu, bukan ibu membutuhkan kasih anak.

```