Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

soal 46

Kalimat yang menggunakan keterangan cara adalah ….

  1. Dengan tekun, dia menghilangkan nodanya.
  2. Devi pergi ke dokter gigi bersama orang tua dan adiknya.
  3. Setiap minggu mereka berlatih sepak bola di sini.
  4. Pak Pardi merontokkan padinya dengan mesin produk.
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis: Keterangan cara menjelaskan bagaimana suatu tindakan dilakukan.

  • A — Benar. Frasa “Dengan tekun” menerangkan cara melakukan tindakan menghilangkan noda (dilakukan dengan tekun).
  • B — Salah.bersama orang tua dan adiknya” menerangkan keterangan penyerta (dengan siapa), bukan cara.
  • C — Salah.Setiap minggu” adalah keterangan waktu, sedangkan “di sini” adalah keterangan tempat.
  • D — Salah.dengan mesin” lebih tepat sebagai keterangan alat (instrumen), bukan keterangan cara pada pola soal ini.

soal 47

Kalimat yang menggunakan kata kajian adalah ….

  1. Suatu metode tertentu diperlukan untuk menganalisis data.
  2. Alam yang dirusak manusia mengakibatkan bencana dahsyat.
  3. Kebutuhan bahan pokok masyarakat meningkat menjelang hari raya.
  4. Kepolisian memiliki data pelaku pencurian kendaraan bermotor.
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis: Kata kajian adalah kosakata yang lazim dipakai dalam ranah ilmiah/akademik (misalnya istilah metode, analisis, data).

  • A — Benar. Memuat istilah akademik: “metode”, “menganalisis”, dan “data”. Ini jelas bernuansa kajian.
  • B — Salah. Diksi umum (tidak menonjol sebagai istilah kajian).
  • C — Salah. Diksi umum, lebih bersifat sosial-ekonomi sehari-hari.
  • D — Salah. Ada kata “data”, tetapi keseluruhan kalimat lebih bernuansa laporan hukum/kejadian, tidak sekuat (A) dalam menunjukkan istilah kajian.

soal 48

Bacalah paragraf berikut!

Marna, anak Pak Manan setiap hari kerjanya hanya membuat tetangga kanan-kirinya bosan mendengar celotehnya. Semua yang diceritakan ternyata tidak ada kenyataannya. Di kampungnya mendapat sebutan …

Peribahasa yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ….

  1. Habis manis sepah dibuang.
  2. Tong kosong nyaring bunyinya.
  3. Seperti air di daun talas.
  4. Anak ayam kehilangan induknya.
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Paragraf menekankan bahwa Marna banyak berbicara/celoteh, tetapi isinya tidak benar (kosong).

  • A — Salah. “Habis manis sepah dibuang” bermakna seseorang ditinggalkan setelah tak berguna lagi (sesudah dimanfaatkan), tidak sesuai konteks celoteh kosong.
  • B — Benar. “Tong kosong nyaring bunyinya” menggambarkan orang yang banyak bicara tetapi minim isi/kebenaran, tepat untuk Marna yang celotehnya tidak nyata.
  • C — Salah. “Seperti air di daun talas” bermakna tidak tetap pendirian/mudah berubah, bukan tentang omongan kosong.
  • D — Salah. “Anak ayam kehilangan induknya” bermakna kebingungan karena kehilangan pelindung/pemimpin, tidak relevan.

soal 49

Dia selalu berusaha menciptakan lagu dengan sebaik-baiknya.

Kalimat yang menggunakan kata ulang bermakna sama dengan kata ulang pada kalimat tersebut adalah ….

  1. Tangannya melambai-lambai ke arah penonton.
  2. Ketika Ismail berusia \( 17 \) tahun, lagu-lagu ciptaannya mulai muncul.
  3. Dia mendengarkan musik sambil tidur-tiduran.
  4. Pemusik terkenal itu berkata dengan sejujur-jujurnya.
Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis: Kata ulang “sebaik-baiknya” bermakna paling/semaksimal mungkin (tingkat paling tinggi/superlatif).

  • A — Salah. “melambai-lambai” menyatakan perbuatan berulang-ulang (gerakan berulang), bukan makna “paling”.
  • B — Salah. “lagu-lagu” menyatakan jamak (banyak lagu), bukan makna “paling”.
  • C — Salah. “tidur-tiduran” menunjukkan kegiatan santai/berulang tanpa makna superlatif.
  • D — Benar.sejujur-jujurnya” bermakna paling jujur/semaksimal mungkin dalam kejujuran, sepadan dengan “sebaik-baiknya”.

soal 50

Penulisan artikel pun yang benar terdapat pada kalimat ….

  1. Bukan hanya dia yang berprestasi, saya pun demikian.
  2. Dia bersekolah juga walau pun hujan turun dengan lebat.
  3. Bagaimanapun ia harus tetap kamu hormati.
  4. Meski pun teman-temannya bermain, dia tetap belajar.
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Partikel pun pada umumnya ditulis terpisah, tetapi pada bentuk tertentu ditulis serangkai (misalnya: bagaimanapun, walaupun, meskipun, kalaupun, dan sejenisnya). Pada opsi, yang paling jelas menguji kaidah ini dan benar penulisannya adalah (C).

  • A — Kurang tepat (untuk kunci tunggal). “saya pun” memang bentuk terpisah yang benar, tetapi soal ini biasanya menarget bentuk serangkai yang sering keliru (seperti bagaimanapun), sehingga (A) tidak menjadi jawaban yang diharapkan sebagai satu-satunya benar.
  • B — Salah. Seharusnya walaupun (serangkai), bukan “walau pun”.
  • C — Benar. Bagaimanapun harus ditulis serangkai.
  • D — Salah. Seharusnya meskipun (serangkai), bukan “meski pun”.

soal 51

Penulisan kalimat langsung yang benar adalah ….

  1. "Mungkin saja ia malu menceritakan kejahatannya," Kata Rio pada Andi.
  2. "Mungkin saja ia malu menceritakan kejahatannya," kata Rio pada Andi.
  3. "Kata Rio pada Andi," mungkin saja, ia malu menceritakan, kejahatan itu.
  4. Kata Rio pada Andi, "mungkin saja ia malu menceritakan kejahatannya itu."
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Jika kalimat langsung diikuti pengiring (kata-kata seperti kata Rio), maka pola yang benar umumnya: "…," kata Rio … (kata pengiring tidak diawali huruf kapital karena masih satu kesatuan kalimat).

  • A — Salah. Setelah tanda petik penutup, kata pengiring “kata Rio …” tidak seharusnya diawali huruf kapital (“Kata”).
  • B — Benar. Tanda koma sebelum petik penutup dan “kata Rio …” ditulis huruf kecil, sesuai kaidah kalimat langsung.
  • C — Salah. Susunan kacau: kata pengiring justru dimasukkan sebagai bagian kalimat langsung dan tanda baca tidak tepat.
  • D — Salah. Jika kata pengiring mendahului kalimat langsung, maka kata pertama dalam petikan seharusnya diawali huruf kapital: “Mungkin …”, bukan “mungkin …”.