Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Puisi untuk Soal 31 dan 32

Bunda
Senyummu sinari langkahku
Kata-katamu sejukkan hatiku
Aku nyaman dalam dekapanmu

Soal 31

Pertanyaan: Parafrase yang tepat untuk puisi tersebut adalah ….

ABunda tersenyum ketika mengantar aku pergi. Kata-kata dan nasihat Bunda menyenangkan hatiku. Aku senang berada dalam pelukanmu.
BBunda tersenyum ketika mengantar aku pergi. Kata-kata Bunda menyejukkan hatiku. Aku merasa nyaman di dalam dekapan Bunda.
CBunda selalu tersenyum ketika mengantar. Kata-kata Bunda menyejukkan hatiku. Aku merasa nyaman di dalam dekapan Bunda.
DAku senang melihat Bunda tersenyum. Nasihat Bunda berharga sekali bagiku. Aku ingin selalu berada dalam dekapan Bunda.
Jawaban & Analisis

Kunci: B

Analisis ketepatan parafrase: Parafrase yang baik harus mempertahankan makna inti puisi: (1) senyum bunda memberi semangat (“sinari langkahku”), (2) kata-kata bunda menyejukkan hati, (3) merasa nyaman dalam dekapan bunda.

  • A kurang tepat karena menambah unsur “nasihat” dan “menyenangkan”, padahal puisi hanya menyebut “kata-katamu sejukkan hatiku”.
  • B paling tepat karena memuat tiga gagasan utama: senyum → kata-kata menyejukkan → nyaman dalam dekapan. Tambahan “mengantar” masih wajar sebagai konteks langkah/perjalanan.
  • C kurang tepat karena menambah kata “selalu” yang tidak ada di puisi (makna menjadi lebih berlebihan).
  • D kurang tepat karena menambah gagasan baru “nasihat berharga” dan “ingin selalu”, yang tidak tersurat dalam puisi.

Catatan LaTeX (wajib): Parafrase yang setia pada isi puisi lebih baik daripada yang menambah banyak ide baru: \( \text{setia} \gt \text{tambahan} \) dan \( \text{tambahan} \lt \text{setia} \).


Soal 32

Pertanyaan: Makna kata nyaman pada puisi tersebut ialah ….

Asejuk dan segar
Baman dan tenteram
Ctenang dan damai
Dsepi dan tenang
Jawaban & Analisis

Kunci: B

Analisis: Dalam konteks “nyaman dalam dekapanmu”, kata nyaman bermakna merasa aman, tenteram, dan terlindungi saat dipeluk bunda.

  • A kurang tepat karena lebih cocok untuk suasana udara/ruangan.
  • B tepat: “aman dan tenteram” sesuai makna nyaman dalam pelukan.
  • C mendekati, tetapi lebih umum; “aman dan tenteram” lebih pas untuk konteks dekapan.
  • D salah karena “sepi” tidak terkait dengan pelukan bunda.

Catatan LaTeX (wajib): Makna yang paling sesuai konteks lebih kuat daripada yang hanya mirip: \( \text{sesuai} \gt \text{mirip} \) dan \( \text{mirip} \lt \text{sesuai} \).


Soal 33

Perhatikan kalimat acak berikut!

(1) Biarkanlah telur yang sudah dibalur tersebut, selama dua belas hari.
(2) Pilihlah telur itik yang bagus kemudian cucilah sampai bersih.
(3) Ambil dan cucilah kembali kemudian kukus hingga matang.
(4) Balutlah telur pilihan itu dengan adonan garam dan serbuk batu bata.

Pertanyaan: Urutan petunjuk cara membuat telur asin yang tepat adalah ….

A(2) – (4) – (1) – (3)
B(2) – (1) – (4) – (3)
C(4) – (1) – (2) – (3)
D(4) – (2) – (1) – (3)
Jawaban & Analisis

Kunci: A

Analisis urutan logis:

  • Langkah awal harus memilih dan mencuci telur: (2).
  • Setelah itu telur dibalut adonan: (4).
  • Telur yang sudah dibalur perlu didiamkan 12 hari: (1).
  • Terakhir, telur diambil, dicuci kembali, lalu dikukus: (3).

Catatan LaTeX (wajib): Mendiamkan 12 hari harus terjadi sebelum mengukus: \( 1 \lt 3 \) dan \( 3 \gt 1 \).


Soal 34

Bacalah kalimat acak berikut!

(1) Setiap pukul 05.00 Arman sudah bangun tidur.
(2) Pagi-pagi ia meminum air untuk mengisi bak mandi.
(3) Arman anak yang rajin membantu orang tua.
(4) Ia merapikan sendiri tempat tidurnya.

Pertanyaan: Urutan kalimat yang tepat agar menjadi paragraf yang padu adalah ….

A(3) – (1) – (4) – (2)
B(1) – (3) – (2) – (4)
C(1) – (2) – (3) – (4)
D(4) – (1) – (3) – (2)
Jawaban & Analisis

Kunci: A

Analisis kepaduan paragraf: Kalimat (3) paling cocok sebagai pembuka karena berisi gagasan umum tentang Arman. Setelah itu baru diikuti kegiatan berurutan: bangun (1) → merapikan tempat tidur (4) → membantu mengisi bak mandi (2).

  • A tepat: umum → rincian kegiatan berurutan.
  • B kurang padu karena gagasan umum (3) muncul setelah rincian (1).
  • C kurang padu karena kalimat umum (3) diletakkan setelah beberapa rincian.
  • D kurang tepat karena (4) memakai “Ia” tanpa pengenalan tokoh terlebih dahulu.

Catatan LaTeX (wajib): Kalimat umum sebaiknya muncul lebih dulu daripada rincian: \( 3 \lt 1 \) dan \( 1 \gt 3 \).


Soal 35

Kalimat:

Bayu sakit demam berdarah … ia dirawat di rumah sakit.

Pertanyaan: Gabungan yang tepat kedua kalimat tersebut adalah ….

ABayu sakit demam berdarah karena dirawat di rumah sakit.
BBayu sakit demam berdarah setelah dirawat di rumah sakit.
CBayu sakit demam berdarah sehingga dirawat di rumah sakit.
DBayu sakit demam berdarah apabila dirawat di rumah sakit.
Jawaban & Analisis

Kunci: C

Analisis hubungan sebab-akibat: Bayu dirawat di rumah sakit karenasakit demam berdarah. Jadi penghubung yang tepat adalah “sehingga” (akibat dari sakit).

  • A terbalik: seolah Bayu sakit karena dirawat.
  • B salah makna: “setelah dirawat” membuat urutan waktu tidak tepat (seolah dirawat dulu baru sakit).
  • C tepat: sakit demam berdarah → akibatnya dirawat di rumah sakit.
  • D salah: “apabila” menyatakan syarat, bukan sebab-akibat.

Catatan LaTeX (wajib): Sebab terjadi lebih dulu daripada akibat: \( \text{sakit} \lt \text{dirawat} \) dan \( \text{dirawat} \gt \text{sakit} \).