Bacaan untuk Soal 1–4
| Memilih Peralatan Makan Melamin yang Aman |
|
Biasanya orang tua menyediakan peralatan makan dari plastik atau melamin untuk anaknya. Alasannya agar peralatan makan tak mudah pecah saat terjatuh. Namun peralatan makan yang terbuat dari plastik atau melamin pun tak selamanya aman digunakan. Dokter Dicky Pribadi, Sp.A, MKes, dokter anak RS Mitra Keluarga Depok mengatakan melamin yang aman digunakan untuk anak memiliki syarat dan batas ketentuan tertentu. Peralatan makan dari plastik atau melamin yang tidak disarankan diracik oleh Kementerian Kesehatan biasanya mengandung bahan kimia berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat menimbulkan penyakit, langsung maupun tak langsung. Menggunakan bahan melamin atau plastik yang tidak disarankan dapat mengakibatkan penumpukan penyakit dalam tubuh anak. Selain itu dalam jangka panjang akan mengakibatkan terjadinya penyakit pada ginjal. Ketika memilih produk melamin, jangan hanya tertarik pada bentuk dan warnanya saja, tetapi kita harus memeriksa kode-kode benda produk tersebut. Biasanya kode benda terdapat di bagian bawah peralatan makan melamin. Melamin atau plastik yang disarankan adalah yang memiliki kode PP. PP atau polypropylene merupakan bahan untuk membuat plastik atau melamin yang aman digunakan. Kode aman yang lain adalah angka 5, BPA free, atau non-BPA. (Dikutip dengan perubahan dari Kompas.com, 26 Februari 2012) |
Soal 1
Pertanyaan: Mengapa biasanya orang tua menyediakan peralatan makan dari plastik atau melamin untuk anaknya?
| A | Peralatan makan dari plastik atau melamin belum tentu aman digunakan. |
| B | Peralatan makan dari plastik atau melamin tidak mudah pecah saat terjatuh. |
| C | Peralatan makan dari plastik atau melamin telah memiliki syarat keamanan. |
| D | Peralatan makan selain plastik atau melamin tak selamanya aman digunakan. |
Jawaban & Analisis
Kunci: B
Analisis opsi:
- A tidak menjawab alasan “biasanya orang tua menyediakan…”. Ini justru peringatan bahwa tidak selalu aman.
- B tepat, karena pada paragraf pertama disebut alasan utamanya: “agar peralatan makan tak mudah pecah saat terjatuh”.
- C tidak tepat; teks justru menekankan ada syarat tertentu dan tidak selalu aman, jadi bukan alasan utama orang tua memilihnya.
- D bukan alasan “biasanya orang tua menyediakan…”, melainkan penjelasan bahwa selain plastik/melamin pun belum tentu aman.
Catatan LaTeX (wajib): Alasan yang langsung disebut di teks nilainya lebih kuat, misal \( 2 \gt 1 \) dan \( 1 \lt 2 \).
Soal 2
Pertanyaan: Kalimat tanya yang sesuai dengan isi paragraf ketiga adalah ….
| A | Apa bentuk produk melamin yang aman digunakan? |
| B | Mengapa kode produk dicantumkan di bawah peralatan makan? |
| C | Siapakah yang menentukan kode-kode benda pada produk melamin? |
| D | Bagaimanakah cara memilih produk melamin yang aman digunakan? |
Jawaban & Analisis
Kunci: D
Analisis opsi:
- A tidak sesuai, karena paragraf ketiga tidak membahas bentuk produk, malah menekankan jangan hanya tertarik bentuk/warna.
- B kurang sesuai. Paragraf ketiga menyebut lokasi kode (di bagian bawah), tetapi tidak menjelaskan alasan “mengapa dicantumkan”.
- C tidak sesuai; paragraf tidak membahas pihak penentu kode.
- D tepat, karena paragraf ketiga menjelaskan langkah memilih melamin aman: memeriksa kode (PP, angka 5, BPA free, non-BPA), bukan sekadar bentuk/warna.
Catatan LaTeX (wajib): Pertanyaan yang mencakup isi paragraf secara utuh lebih tepat, misal \( 4 \gt 2 \) dan \( 2 \lt 4 \).
Soal 3
Pertanyaan: Ide pokok paragraf kedua bacaan di atas adalah ….
| A | Peralatan makan dari plastik atau melamin yang tidak disarankan dipakai. |
| B | Bahan kimia berbahaya pada peralatan makan dari plastik atau melamin. |
| C | Penyakit yang diakibatkan oleh peralatan makan dari plastik dan melamin. |
| D | Beberapa jenis penyakit yang diakibatkan oleh bahan kimia berbahaya. |
Jawaban & Analisis
Kunci: B
Analisis opsi:
- A terlalu umum; paragraf kedua bukan sekadar “tidak disarankan”, tetapi menjelaskan sebab utamanya.
- B tepat. Paragraf kedua menekankan bahwa peralatan makan tertentu “mengandung bahan kimia berbahaya” yang dapat menimbulkan penyakit.
- C kurang tepat sebagai ide pokok, karena “penyakit” adalah akibat. Ide pokoknya adalah penyebab (bahan kimia berbahaya) pada peralatan makan.
- D kurang tepat; paragraf tidak memaparkan “beberapa jenis” secara rinci, hanya menyebut penumpukan penyakit dan ginjal.
Catatan LaTeX (wajib): Penyebab utama lebih dominan daripada akibat, misal \( 5 \gt 3 \) dan \( 3 \lt 5 \).
Soal 4
Pertanyaan: Kalimat yang sesuai dengan paragraf ketiga adalah ….
| A | Memilih produk melamin yang aman dapat ditentukan dari bentuk dan warnanya. |
| B | Produk melamin yang aman digunakan harus mencantumkan kode PP, angka 5, BPA free, atau non-BPA. |
| C | Apabila akan membeli produk melamin, kita perlu meminta saran kepada orang lain. |
| D | Setiap produk melamin dicantumkan kode benda sebagai tanda aman digunakan. |
Jawaban & Analisis
Kunci: B
Analisis opsi:
- A bertentangan dengan paragraf ketiga, karena paragraf ketiga justru mengatakan jangan hanya tertarik pada bentuk dan warna.
- B tepat. Paragraf ketiga menyebut kode aman: “PP”, “angka 5”, “BPA free”, atau “non-BPA”.
- C tidak sesuai, karena paragraf ketiga tidak membahas meminta saran orang lain, melainkan memeriksa kode pada produk.
- D kurang tepat. Paragraf ketiga mengatakan “biasanya” kode berada di bagian bawah, dan contoh kode amannya tertentu—tidak menyatakan semua kode berarti aman.
Catatan LaTeX (wajib): Pernyataan yang sesuai rincian kode lebih kuat, misal \( 4 \gt 1 \) dan \( 1 \lt 4 \).
Soal 5
Perhatikan gambar dan pernyataan berikut!
(Gambar tidak digambar ulang.)
|
Dosis: 0–5 th : 2 kali/hari @ \( \frac{1}{2} \) kaplet 6–12 th : 3–4 kali/hari @ \( \frac{1}{2} \) kaplet Di atas 12 th : 3–4 kali/hari @ 1 kaplet |
Danu sakit kepala. Ia berumur 8 tahun. Penerapan aturan minum obat bagi Danu yang benar adalah ….
| A | Sehari minum tiga kali, sekali minum satu kaplet. |
| B | Sehari minum empat kali, sekali minum setengah sampai satu kaplet. |
| C | Sehari minum tiga sampai empat kali, sekali minum setengah kaplet. |
| D | Sehari minum tiga sampai empat kali, sekali minum satu kaplet. |
Jawaban & Analisis
Kunci: C
Langkah logika: Umur Danu 8 tahun berarti masuk kelompok 6–12 tahun. Aturannya: 3–4 kali/hari dengan dosis \( \frac{1}{2} \) kaplet setiap kali minum.
Analisis opsi:
- A salah, karena dosisnya 1 kaplet (terlalu besar untuk usia 6–12 tahun).
- B salah, karena ada “sampai satu kaplet” (tidak sesuai tabel untuk usia 6–12 tahun yang tetap \( \frac{1}{2} \) kaplet).
- C tepat, sesuai tabel: 3–4 kali/hari @ \( \frac{1}{2} \) kaplet.
- D salah, karena dosis 1 kaplet itu untuk usia di atas 12 tahun.
Catatan LaTeX (wajib): Dosis 1 kaplet lebih besar daripada setengah kaplet: \( 1 \gt \frac{1}{2} \) dan \( \frac{1}{2} \lt 1 \).
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SD Bahasa Indonesia Tahun 2012
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia Tahun 2012 – Paket 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia Tahun 2012 – Paket 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia Tahun 2012 – Paket 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia Tahun 2012 – Paket 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia Tahun 2012 – Paket 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia Tahun 2012 – Paket 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia Tahun 2012 – Paket 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia Tahun 2012 – Paket 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia Tahun 2012 – Paket 9
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia Tahun 2012 – Paket 10