Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 26

Cermati kalimat pendapat berikut!

Kalimat Pendapat: Temulawak adalah tumbuhan herbal yang mempunyai berbagai manfaat bagi tubuh.

Kalimat argumentasi yang mendukung pendapat tersebut adalah ...

A. Ramuan temulawak rasanya pahit.

B. Temulawak dapat mencegah kanker.

C. Jamu temulawak mudah ditemukan.

D. Banyak orang tidak suka temulawak.

E. Temulawak mudah dikembangbiakkan.

Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Kalimat pendapat menyatakan “temulawak mempunyai berbagai manfaat bagi tubuh”. Argumen pendukung harus berupa bukti/manfaat yang konkret. Opsi B memberikan contoh manfaat kesehatan secara langsung, sehingga mendukung pendapat.

Kekuatan dukungan B \( \gt \) opsi lain karena menyebutkan manfaat (fungsi bagi tubuh). Opsi lain \( \lt \) B sebab hanya membahas rasa, ketersediaan, kesukaan orang, atau kemudahan budidaya, bukan manfaat kesehatan.

Analisis tiap opsi:

A. Membahas rasa, tidak membuktikan manfaat bagi tubuh.

B. Tepat: menyebut manfaat (pencegahan penyakit) yang mendukung pendapat.

C. Membahas “mudah ditemukan”, bukan manfaat bagi tubuh.

D. Membahas sikap orang, bukan manfaat.

E. Membahas budidaya, bukan manfaat kesehatan.


Soal 27

Cermati kutipan berikut!

(1) Bisa juga dilakukan dengan menyibukkan diri Anda dengan hal-hal positif.
(2) Lakukan minimal tiga kali seminggu!
(3) Selain itu, konsumsi permen saat hasrat ingin merokok tak terbendung!
(4) Konsultasi dengan dokter!
(5) Bantu dengan berolahraga!

Urutan kalimat agar menjadi paragraf prosedur yang tepat cara efektif berhenti-merokok adalah ....

A. (5), (4), (2), (1), dan (3)

B. (4), (5), (2), (3), dan (1)

C. (1), (3), (4), (2), dan (5)

D. (1), (2), (3), (5), dan (4)

E. (1), (2), (3), (4), dan (5)

Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Paragraf prosedur yang baik biasanya tersusun dari langkah awal yang “paling dasar/utama”, lalu tindakan inti, lalu penjelasan rincian, dan diakhiri dengan langkah tambahan. Pada kutipan ini, langkah yang paling awal dan aman dilakukan adalah “konsultasi dengan dokter” (4). Setelah itu langkah tindakan inti adalah “berolahraga” (5), lalu rincian frekuensinya “minimal tiga kali seminggu” (2) harus mengikuti kegiatan olahraga. Berikutnya dapat ditambah strategi saat dorongan merokok muncul, yaitu “konsumsi permen” (3), dan dilengkapi langkah umum “menyibukkan diri dengan hal positif” (1).

Urutan (4) \(\rightarrow\) (5) \(\rightarrow\) (2) \(\rightarrow\) (3) \(\rightarrow\) (1) membentuk alur prosedural yang paling runtut. Karena keruntutan B \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) B (misalnya memisahkan (2) dari (5) atau menempatkan (2) tanpa rujukan yang jelas), maka jawabannya B.

Analisis singkat opsi:

A. (2) dipisahkan dari (5) oleh (4), sehingga “tiga kali seminggu” kurang melekat pada kegiatan olahraga.

B. Paling runtut: konsultasi \(\rightarrow\) olahraga \(\rightarrow\) frekuensi \(\rightarrow\) strategi saat dorongan \(\rightarrow\) pengalihan aktivitas.

C. (2) muncul sebelum (5) sehingga “tiga kali seminggu” tidak jelas untuk kegiatan apa.

D. Sama masalahnya: (2) muncul sebelum (5).

E. (2) muncul sebelum (5) sehingga kurang padu.


Soal 28

Cermati kutipan berikut!

Tubuh wanita tua itu gemetar begitu mendengar penjelasan sopir angkot itu. Ia masih tidak percaya bahwa dirinya baru saja kena tipu. Mbah Surti masih berharap bahwa apa yang dikatakan sopir angkot itu tidak benar. Ia ingin membangun keyakinannya kalau calon pembeli yang dikatakan sopir angkot sebagai penipu itu akan kembali sesuai dengan janjinya. Tapi perkataan sopir angkot yang tampak begitu tulus dan jauh dari pretensi tersebut membuyarkan niatnya. Dunia mendadak gelap gulita. Kaki-kaki tuanya tak mampu lagi menopang tubuh rentanya. Tubuhnya lemas, lunglai laksana onggokan karung goni kosong. Ia terduduk lesu di bawah pohon angsana. Disekanya keringat yang mengucuri wajah dan leher dengan ujung selendang lurik yang telah pudar warnanya.

Ringkasan kutipan cerpen tersebut adalah ...

A. Wanita tua itu tetap bersemangat dan berharap calon pembeli yang dibicarakan sopir angkot itu tidak menipunya.

B. Sopir angkot mengharapkan wanita tua tetap membangun keyakinan bahwa dirinya tidak tertipu.

C. Tubuh wanita tua gemetar dan lemas setelah diberi tahu oleh sopir angkot bahwa calon pembeli itu penipu.

D. Wanita tua itu duduk lesu di bawah pohon angsana sambil menunggu calon pembeli datang.

E. Sopir angkot merasa kasihan melihat wanita tua tertipu oleh calon pembeli yang ada di mobilnya.

Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Ringkasan harus memuat inti peristiwa paling penting: wanita tua menerima penjelasan sopir bahwa calon pembeli adalah penipu, lalu reaksinya gemetar, lemas, dan jatuh lesu. Itulah pusat kejadian pada kutipan.

Opsi C merangkum sebab (diberi tahu calon pembeli penipu) dan akibat utama (gemetar dan lemas) secara tepat. Opsi lain terlalu menonjolkan harapan (A), memasukkan isi yang tidak ada (B dan E), atau hanya mengambil satu detail tempat tanpa inti sebab-akibat (D). Jadi ketepatan C \( \gt \) opsi lain, sedangkan opsi lain \( \lt \) C.

Analisis tiap opsi:

A. Tidak tepat karena kutipan berakhir pada keyakinan buyar dan tubuh lemas.

B. Tidak ada informasi “sopir mengharapkan” seperti itu.

C. Tepat: sebab-akibat utama sesuai isi kutipan.

D. Hanya detail posisi (duduk di bawah pohon), tetapi tidak memuat inti peristiwa penipuan dan reaksi utama.

E. Tidak ada pernyataan sopir “merasa kasihan” pada kutipan.


Soal 29

Cermati kutipan cerpen berikut!

Angin pergantian musim semakin kencang berembus, mengantar hawa dingin yang menembus ketebalan jaket yang kukenakan. Aku merasa suasana malam ini tidak biasanya. Aku merasa ada yang aneh. Bulu kudukku berdiri. Sesekali lolongan angin di kejauhan menambah suasana malam semakin mencekam. Kulekatkan AL-Quran kecil di pangkuanku ke tempatnya. Aku bangkit menuju kamar di samping surau. Langkahku tiba-tiba terhenti. Sekelebatan aku melihat bayangan hitam di bawah pohon nangka di samping rumah. Aku menajamkan penglihatan.

Kalimat komentar yang menyatakan keunggulan sesuai dengan kutipan tersebut adalah ...

A. Cerpen tersebut menarik karena menggambarkan suasana malam yang menakutkan dan diperkuat dengan lolongan angin.

B. Bahasanya mudah dipahami, tetapi sayang pesan yang ingin disampaikan pengarang kurang tergambar secara jelas.

C. Pengarang berhasil menghadirkan latar suasana pada malam hari yang menakutkan melalui dialog dan perilaku tokoh.

D. Pengarang menggunakan kata-kata yang biasa dijumpai sehari-hari sehingga dapat menghidupkan suasana cerita.

E. Latar suasana dan latar waktu saling mendukung untuk menghadirkan cerita yang lebih menarik.

Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Keunggulan yang paling jelas pada kutipan adalah keberhasilan membangun suasana mencekam: “hawa dingin”, “bulu kuduk berdiri”, “lolongan angin”, hingga “bayangan hitam”. Opsi A menyebutkan tepat dua penopang utama suasana itu: suasana malam menakutkan dan lolongan angin sebagai penguat.

Opsi C menyebut “dialog”, padahal kutipan tidak menampilkan dialog. Opsi B berisi kelemahan (bukan keunggulan). Opsi D dan E terlalu umum, sedangkan A paling spesifik sesuai bukti. Karena A \( \gt \) opsi lain dalam kesesuaian dengan bukti kutipan, maka A benar; opsi lain \( \lt \) A.

Analisis tiap opsi:

A. Tepat: sesuai isi kutipan yang menekankan suasana mencekam dan lolongan angin.

B. Mengomentari kelemahan, bukan menyatakan keunggulan.

C. Tidak tepat karena tidak ada dialog dalam kutipan.

D. Terlalu umum dan tidak menunjuk bukti spesifik dari kutipan.

E. Umum; benar sebagai teori, tetapi tidak setepat A yang langsung merujuk bukti “lolongan angin” dan suasana malam.


Soal 30

Bacalah gurindam berikut!

Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang

Amanat yang terkandung dalam gurindam tersebut adalah ...

A. Hendaklah bersembahyang tepat waktu dilakukan oleh siapa pun pemeluknya!

B. Sembahyang itu adalah ibadah wajib dan tidak boleh ditinggalkan!

C. Sembahyang seperti rumah bertiang yang tidak mudah digoyahkan!

D. Sembahyang adalah pekerjaan yang berat, tetapi harus dilaksanakan!

E. Meninggalkan sembahyang akan menghilangkan pegangan hidup seseorang!

Jawaban & Analisis

Jawaban: E

Gurindam menggunakan perbandingan: orang yang meninggalkan sembahyang “seperti rumah tiada bertiang”. Rumah tanpa tiang tidak punya penopang/fondasi sehingga mudah roboh. Makna amanatnya: jika meninggalkan sembahyang, hidup kehilangan penopang/pegangan yang membuatnya kokoh.

Opsi E menyampaikan inti perbandingan itu secara langsung: meninggalkan sembahyang menghilangkan pegangan hidup. Opsi B benar secara umum, tetapi tidak menangkap perumpamaan “tiada bertiang” sekuat E. Karena E \( \gt \) opsi lain dalam kesesuaian dengan makna kiasan, maka E benar; opsi lain \( \lt \) E.

Analisis tiap opsi:

A. Menambah “tepat waktu” dan “siapa pun pemeluknya” yang tidak menjadi fokus gurindam.

B. Sejalan, tetapi masih umum; tidak menonjolkan makna kiasan “rumah tiada bertiang”.

C. Kalimatnya tidak tepat: gurindam justru membandingkan meninggalkan sembahyang dengan rumah tanpa tiang, bukan “sembahyang seperti rumah bertiang”.

D. Tidak disebut “berat”; fokusnya pada akibat kehilangan penopang.

E. Tepat: menangkap amanat kiasan tentang hilangnya penopang/pegangan hidup.