Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

soal \(21\)

Cermati kutipan berikut untuk menjawab soal nomor \(21\) dan \(22\)!

Kutipan 1

Aku tersenyum, mengusap lembut pusara berlumut di hadapanku.

Sebenarnya, tidak pernah mudah mengunjungi kembali kota ini. Bukan karena jaraknya amat jauh dengan tempatku menetap sekarang, Nak. Tapi dengan kembali itu, sama saja seperti melihat seluruh kenangan itu diputar di pelupuk mata, tanpa kurang satu adegan mana pun.

Walaupun hanya mampir sebentar, hanya sesore, sekelebat berjalan di jalanan kota yang tidak ada lagi warga yang masih mengingat Ayah, semua kenangan itu masih terpahat jelas. Aku seperti masih bisa mendengar tangismu, ingin menyusu pada ibumu. Aku seperti masih bisa melihat tubuhmu yang biru. Maafkan Ayah, Nak. Ayah sudah berjanji tidak akan pernah menangis. Tapi untuk ke sekian kalinya tetap saja Ayah menangis di pusaramu.

(Sepotong Hati yang Baru, Tere Liye)

Kutipan 2

Andien harus berusaha payah menghindari kejaran wartawan. Dia berhenti praktik. Untuk sementara mengurung dirinya di ICU. Menunggu Avila. Tetapi Avila belum siuman juga. Kondisinya masih status quanta. Artinya, sama saja. Sama kondisinya dengan sebelumnya, dia masih berada dalam keadaan koma. Tidak membaik. Tidak juga memburuk.

“Kondisi Avi stabil, Dien,” hibur Dokter Aisyah. “Kita tetap menjaga pernapasan dan metabolismenya sebaik mungkin. Kita berdoa saja Avi bisa mengatasinya.”

Ya, Avi anak yang kuat. Andien menghibur dirinya sendiri. Anak yang hebat! Dia pasti bisa mengatasi penyakitnya.

(Sisi Gelap Cinta, Mira W.)

Persamaan dari kedua kutipan tersebut adalah ....

A. mendeskripsikan latar belakang tokoh

B. mendeskripsikan tokoh yang penyabar

C. menceritakan tokoh yang menyayangi anak-anaknya

D. menceritakan orang tua yang sangat peduli pada lingkungan

E. menceritakan perilaku tokoh bersama anak-anaknya

Jawaban dan Analisa

Jawaban: C

Analisa: Kedua kutipan sama-sama menonjolkan hubungan emosional orang tua dengan anak.

Kutipan 1: tokoh “Ayah” mengenang anaknya, merasa bersalah, dan menangis di pusara anaknya. Ini menunjukkan kasih sayang yang sangat kuat kepada anak.

Kutipan 2: Andien menunggu Avila di ICU, terus berharap Avila kuat dan sembuh. Ini juga menunjukkan kasih sayang dan kepedulian orang tua pada anak.

A. Latar belakang tokoh bukan fokus utama; yang dominan adalah emosi dan kepedulian terhadap anak.

B. “Penyabar” bisa tersirat, tetapi bukan persamaan paling utama yang tampak jelas dari dua kutipan.

C. Tepat: inti keduanya adalah orang tua yang menyayangi anak.

D. Tidak ada pembahasan kepedulian lingkungan.

E. Kutipan 1 tidak menampilkan aktivitas bersama anak (anak sudah wafat), jadi tidak sepadan.

Catatan simbol wajib: fokus “kasih sayang orang tua” \(\gt\) fokus “latar tempat” dalam kedua kutipan, dan “latar tempat” \(\lt\) “kasih sayang”.


soal \(22\)

Hal dalam kutipan \(2\) yang dapat ditemukan dalam kehidupan saat ini adalah ....

A. Orang tua yang berjuang demi kesembuhan anaknya.

B. Seorang ibu yang bekerja dan membesarkan anak-anaknya.

C. Anak yang tidak berjuang dalam melawan penyakitnya.

D. Seorang ibu yang selalu berada di samping anak-anaknya.

E. Orang tua yang selalu dapat memberi ketenangan pada anak-anaknya.

Jawaban dan Analisa

Jawaban: A

Analisa: Kutipan \(2\) menggambarkan orang tua (Andien) yang menunggu anaknya di ICU, menghentikan aktivitasnya, dan terus berharap anaknya sembuh. Ini sangat realistis dan sering terjadi di kehidupan nyata: orang tua berjuang mendampingi proses penyembuhan anak.

A. Tepat: inti kutipan \(2\) adalah perjuangan orang tua menanti dan menguatkan diri demi kesembuhan anak.

B. Tidak menjadi fokus; Andien justru “berhenti praktik”.

C. Bertentangan: justru ditekankan “Avi anak yang kuat” dan “pasti bisa mengatasi penyakitnya”.

D. Terlalu mutlak (“selalu”); kutipan hanya menunjukkan Andien mendampingi saat kritis di ICU.

E. Dalam kutipan, Andien yang butuh ditenangkan (oleh dokter) dan ia menenangkan dirinya sendiri; bukan “selalu dapat memberi ketenangan”.

Catatan simbol wajib: pilihan yang paling sesuai \(\gt\) pilihan yang sekadar mungkin, dan “sekadar mungkin” \(\lt\) “paling sesuai”.


soal \(23\)

Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor \(23\) s.d. \(25\)!

\(1\) Dia kelihatan lebih tenang. \(2\) Cuma matanya saja yang terus memandangku dengan ganjil. \(3\) Seakan aku ini bukan istrinya. \(4\) Sebentar-sebentar dia melongok ke jendela. \(5\) “Sudah potong kuku, sudah mandi, dan sudah sarapan, kita tinggal tunggu dokter akan datang,” bujukku. \(6\) Saya pamit mau membuang sampah, menyiram tanaman di beranda, mencuci piring, dan merapikan ruang tamu. \(7\) Di beranda aku merawat taman kami yang mungil, sekitar setengah kali dua meter. \(8\) Di situ kutanam ros, juga dua pohon pisang agar Indonesia tidak terlalu jauh dari kami.

Pembuktian watak tokoh aku yang sabar terdapat pada kalimat nomor ....

A. \(1\)

B. \(2\)

C. \(3\)

D. \(4\)

E. \(5\)

Jawaban dan Analisa

Jawaban: E

Analisa: Watak “sabar” tampak ketika tokoh “aku” menghadapi situasi tidak nyaman (suami memandang ganjil, seolah bukan istrinya) tetapi ia tetap menenangkan, membujuk, dan mengarahkan dengan lembut. Itu tampak paling jelas pada kalimat \(5\): tokoh “aku” membujuk dengan rinci dan menenangkan, “kita tinggal tunggu dokter akan datang.”

A. Hanya menyatakan kondisi “dia” lebih tenang, belum menunjukkan kesabaran “aku”.

B. Fokus pada tatapan “dia”, bukan tindakan sabar dari “aku”.

C. Menyatakan perasaan/penafsiran, belum menunjukkan tindakan sabar.

D. Perilaku “dia” melongok jendela, bukan bukti sabar “aku”.

E. Tepat: tindakan membujuk dan menenangkan adalah bukti kesabaran.

Catatan simbol wajib: membujuk dengan tenang \(\gt\) membalas dengan emosi, dan emosi \(\lt\) tenang.


soal \(24\)

Nilai moral yang terkandung dalam teks tersebut adalah ....

A. Menjaga orang sakit.

B. Merawat tanaman di pekarangan.

C. Berbakti kepada suami.

D. Melakukan pekerjaan rumah tangga.

E. Memberikan sesuatu yang terbaik kepada orang lain.

Jawaban dan Analisa

Jawaban: C

Analisa: Teks menampilkan tokoh “aku” yang mendampingi suami dalam kondisi tidak biasa (tatapan ganjil, suasana menunggu dokter) serta tetap mengurus kebutuhan dan menenangkan. Ini menunjukkan kesetiaan dan pengabdian kepada suami sebagai pasangan hidup.

A. Ada unsur merawat kondisi (menunggu dokter), tetapi fokus moral yang lebih kuat adalah pendampingan pasangan (istri kepada suami).

B. Merawat tanaman hanya bagian kecil, bukan inti moral.

C. Tepat: kesetiaan dan pengabdian istri tampak melalui bujukan, pendampingan, dan perhatian.

D. Pekerjaan rumah tangga disebut, tetapi itu sarana; bukan nilai moral utama.

E. Terlalu umum dan kurang spesifik dibanding konteks hubungan suami-istri.

Catatan simbol wajib: kesetiaan \(\gt\) keacuhan, dan keacuhan \(\lt\) kesetiaan.


soal \(25\)

Amanat yang terkandung dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....

A. Perempuan harus dapat melakukan pekerjaan rumah tangga!

B. Seseorang harus tetap ingat kampung halamannya!

C. Seorang istri hendaknya tetap mendampingi suami dalam keadaan apa pun!

D. Perempuan tidak hanya pandai memasak, tetapi juga harus pandai bercocok tanam!

E. Seseorang harus pandai memanfaatkan lahannya yang sempit menjadi sesuatu yang berarti!

Jawaban dan Analisa

Jawaban: C

Analisa: Amanat adalah pesan yang dapat diambil dari tindakan tokoh. Dalam kutipan, tokoh “aku” tetap setia, sabar, dan mendampingi suaminya ketika situasi tidak mudah (menunggu dokter, suami berperilaku ganjil). Ini paling tepat dirumuskan sebagai ajakan untuk tetap mendampingi pasangan dalam keadaan apa pun.

A. Terlalu sempit dan bernuansa perintah; teks tidak menghakimi peran perempuan, hanya menceritakan tindakan tokoh.

B. Ada simbol “Indonesia tidak terlalu jauh dari kami”, tetapi bukan pesan utama dibanding pendampingan suami.

C. Tepat: paling sesuai dengan rangkaian tindakan tokoh “aku”.

D. Tidak menjadi pesan utama; menanam ros dan pisang hanya detail latar.

E. Tentang lahan sempit, tetapi bukan inti amanat cerita pada kutipan ini.