soal 16
Cermati kutipan berikut!
\((1)\) Mae masuk apartemennya yang tenang. \((2)\) Lelah usai bekerja dan tak ada yang menyapanya ketika pulang. \((3)\) Tiba-tiba saja Mae dilanda rasa kesepian. \((4)\) Dia ingin menggunakan laptop, dia teringat barang itu belum disentuhnya sejak kematian Kakek Yoshinaga. \((5)\) Perhatiannya tercurah pada tugas-tugas kuliah, kedai ramen Nenek Osano, dan Miu.
Kalimat yang menyatakan latar tempat terdapat pada nomor ....
A. \((1)\)
B. \((2)\)
C. \((3)\)
D. \((4)\)
E. \((5)\)
Jawaban dan Analisa
Jawaban: A
Analisa: Latar tempat adalah keterangan yang menunjukkan lokasi terjadinya peristiwa. Kalimat \((1)\) menyebut “apartemennya”, yaitu tempat Mae berada/masuk. Kalimat lain lebih banyak menyatakan keadaan (lelah, kesepian), kegiatan, atau ingatan, bukan lokasi.
A \((1)\). Tepat karena memuat tempat “apartemen”.
B \((2)\). Menjelaskan kondisi (lelah) dan situasi sosial, bukan tempat.
C \((3)\). Menjelaskan perasaan (kesepian), bukan tempat.
D \((4)\). Menjelaskan tindakan dan ingatan tentang laptop, bukan tempat.
E \((5)\). Menjelaskan fokus perhatian pada tugas dan beberapa hal, bukan keterangan tempat kejadian utama.
Catatan simbol wajib: kalimat yang menyebut tempat \((1)\) \(\gt\) kalimat yang tidak menyebut tempat, dan kalimat tidak menyebut tempat \(\lt\) kalimat menyebut tempat.
soal 17
Cermati kutipan berikut!
“Segeralah menikah, Nak! Syukurilah nikmat Tuhan yang diberikan kepadamu!”
Lanjut Bu Nafis dengan kedua mata tetap menikmati rembulan yang bersinar terang di balik pepohonan. Rembulan itu bagai cahaya bidadari yang mengintip malu-malu. Sinar rembulan menerpa wajah perempuan setengah baya itu.
Azzam juga ingin segera menikah Bu. Tapi, sudah dua kali ada gadis yang diajukan ke Azzam dan Azzam cocok, tapi ibu yang tidak berkenan. Azzam harus bagaimana?
Konflik pada kutipan tersebut adalah ....
A. Peminangan yang ditolak oleh orang tua perempuan.
B. Ketidakberdayaan seorang anak dalam menemukan jodohnya.
C. Seorang anak yang sudah cukup umur belum menikah.
D. Kegelisahan hati seorang ibu yang memiliki anak.
E. Kegelisahan seorang anak melihat ibunya merana.
Jawaban dan Analisa
Jawaban: B
Analisa: Konflik muncul ketika Azzam ingin segera menikah dan sudah merasa cocok dengan gadis yang diajukan, tetapi ibunya “tidak berkenan”. Artinya, Azzam berada dalam dilema: keinginannya berbenturan dengan restu ibu. Ini menggambarkan “ketidakberdayaan”/kesulitan anak menentukan jodoh karena keputusan akhir dipengaruhi penolakan ibu.
A. Tidak tepat karena yang menolak bukan “orang tua perempuan” (keluarga pihak gadis), melainkan ibu Azzam.
B. Tepat: Azzam sulit mewujudkan pilihan jodohnya karena ibu tidak menyetujui, sehingga ia “harus bagaimana”.
C. Terlalu umum; konflik bukan sekadar cukup umur belum menikah, melainkan penolakan ibu terhadap calon yang sudah cocok.
D. Ibu memang resah ingin anak menikah, tetapi konflik utama yang ditonjolkan adalah kebuntuan Azzam karena ibu menolak calon.
E. Tidak ada informasi bahwa ibu “merana”. Yang ada adalah ibu tidak berkenan pada calon.
Catatan simbol wajib: keinginan Azzam menikah \(\gt\) keadaan bimbang, dan keadaan bimbang \(\lt\) keinginan yang sudah jelas.
soal 18
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Sebenarnya Anis juga tidak selalu berada dalam kondisi sedih seperti itu. Sesekali saja ia agak terhanyut oleh perasaannya, biasanya karena ada faktor penyulutnya yang mengingatkan ia akan mimpinya yang belum terwujud itu. Selebihnya Anis bahagia saja, bahkan banyak aktivitas atau prestasi yang diraihnya. Buatnya tidak ada waktu yang disia-siakan. Selagi sempat, semua peluang dan kegiatan positif dilakukannya. Kadang-kadang beberapa teman menyatakan kecemburuannya terhadap Anis yang bisa melakukan banyak hal tanpa harus disibuki hal-hal lain.
Makna lambang mimpinya pada kutipan tersebut adalah ....
A. keputusannya
B. kegiatannya
C. kesenangannya
D. keinginannya
E. kesempatannya
Jawaban dan Analisa
Jawaban: D
Analisa: Kata “mimpinya” pada kutipan disertai keterangan “yang belum terwujud”. Ini menunjukkan “cita-cita/harapan/keinginan” yang belum tercapai, bukan kegiatan, keputusan, atau kesempatan. Karena itu, makna lambang “mimpinya” paling tepat adalah “keinginannya”.
A. “Keputusan” adalah hasil memilih, bukan sesuatu yang “belum terwujud” sebagai harapan.
B. “Kegiatan” adalah aktivitas yang dilakukan, sedangkan “mimpi” di sini adalah tujuan yang belum tercapai.
C. “Kesenangan” lebih dekat pada hal yang membuat senang, bukan target yang belum terwujud.
D. Tepat: “mimpi yang belum terwujud” \(\rightarrow\) keinginan/cita-cita yang belum tercapai.
E. “Kesempatan” adalah peluang, berbeda dari “mimpi” sebagai tujuan/aspirasi.
Catatan simbol wajib: keinginan yang belum terwujud \(\gt\) sekadar kegiatan harian, dan kegiatan harian \(\lt\) keinginan yang menjadi tujuan.
soal 19
Cermati kutipan novel berikut untuk menjawab soal nomor \(19\) dan \(20\)!
\((1)\) Sabari senang mengajak ayahnya jalan-jalan. \((2)\) Dia senang mendorong kursi roda ayahnya keliling kampung. \((3)\) Sepanjang jalan, ayahnya berkisah ini-itu, sesekali berpuisi. \((4)\) Bagi Sabari, itulah bagian istimewa dari ayahnya, yakni bagian puitisnya. \((5)\) Banyak orang yang makin tua makin cerewet, makin temperamental, makin genit, makin kenakalan.
Majas pada teks tersebut terdapat pada kalimat bernomor ....
A. \((1)\)
B. \((2)\)
C. \((3)\)
D. \((4)\)
E. \((5)\)
Jawaban dan Analisa
Jawaban: E
Analisa: Majas (gaya bahasa) pada kutipan paling jelas tampak pada kalimat \((5)\) melalui pengulangan pola “makin ... makin ...” yang membentuk repetisi/paralelisme untuk menegaskan perubahan sifat pada orang yang makin tua. Kalimat \((1)\) sampai \((4)\) lebih berupa pernyataan deskriptif langsung tanpa penegasan gaya bahasa yang kuat seperti pola repetitif pada \((5)\).
A \((1)\). Pernyataan biasa tentang kebiasaan Sabari.
B \((2)\). Pernyataan biasa tentang tindakan Sabari.
C \((3)\). Deskripsi kegiatan ayah (berkisah, berpuisi), belum berupa majas dominan.
D \((4)\). Penilaian Sabari, tetapi bukan pola majas yang menonjol.
E \((5)\). Tepat: repetisi “makin” beruntun sebagai gaya penegasan (paralelisme/repetisi).
Catatan simbol wajib: jumlah penegasan pada \((5)\) \(\gt\) penegasan pada \((1)\), dan penegasan pada \((1)\) \(\lt\) penegasan pada \((5)\).
soal 20
Pendeskripsian watak Sabari yang penyayang terhadap ayahnya diketahui melalui ....
A. jalan pikiran tokoh
B. tanggapan tokoh lain
C. tindakan tokoh
D. lingkungan tokoh
E. ucapan tokoh
Jawaban dan Analisa
Jawaban: C
Analisa: Watak “penyayang” Sabari ditunjukkan melalui perbuatannya: ia senang mengajak ayahnya jalan-jalan dan mendorong kursi roda ayahnya keliling kampung (terlihat pada kalimat \((1)\) dan \((2)\)). Itu adalah bukti watak yang tampak lewat tindakan, bukan lewat ucapan langsung, komentar orang lain, atau gambaran lingkungan.
A. Tidak ditunjukkan melalui monolog/jalan pikiran; yang dominan justru tindakan nyata.
B. Tidak ada tanggapan tokoh lain yang menyatakan Sabari penyayang pada kutipan itu.
C. Tepat: tindakan Sabari merawat dan menemani ayahnya menunjukkan kasih sayang.
D. Lingkungan tidak menjadi penentu watak penyayang pada kutipan tersebut.
E. Tidak ada ucapan Sabari yang menjadi dasar penilaian watak pada kutipan itu.
Catatan simbol wajib: bukti melalui tindakan \(\gt\) dugaan tanpa bukti, dan dugaan tanpa bukti \(\lt\) bukti melalui tindakan.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10