Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Cermati teks berikut untuk mengerjakan soal nomor \(11\) dan \(12\)!

(\(1\)) Sektor industri kreatif memang menjanjikan.

(\(2\)) Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual menuturkan bahwa sumbangan ekonomi kreatif terhadap pendapatan domestik bruto Indonesia telah mencapai sekitar \(100\) triliun.

(\(3\)) Program Studi Desain Komunikasi Visual sudah berupaya mencetak lulusan yang unggul.

(\(4\)) Untuk itu, secara periodik mahasiswa bisa mengikuti berbagai program pengembangan kreativitas.

(\(5\)) Dengan demikian, lulusan unggul akan mempunyai peluang yang banyak untuk bekerja di dalam industri kreatif.


Soal 11

Opini penulis dalam teks editorial tersebut adalah ....

A. Sektor industri kreatif sangat menjanjikan masyarakat Indonesia.

B. Sumbangan ekonomi kreatif telah meningkat drastis.

C. Pemerintah berusaha mencetak lulusan yang baik dalam bidang kreatif.

D. Mahasiswa dapat mengikuti program kreativitas demi mendapatkan pekerjaan.

E. Lulusan unggul akan berpeluang banyak untuk bekerja dalam industri kreatif.

Jawaban & Analisis Soal 11

Jawaban: A

Konsep kunci: Opini adalah pernyataan penilaian (subjektif), biasanya memakai kata bernuansa evaluatif seperti “menjanjikan”, “baik”, “unggul”, bukan data angka atau fakta yang bisa diverifikasi.

Rujukan teks: Kalimat (\(1\)) berbunyi “Sektor industri kreatif memang menjanjikan.” Ini adalah penilaian penulis, bukan angka atau laporan peristiwa. Maka inti opini penulis ada pada gagasan “industri kreatif menjanjikan”.

A paling tepat. Opsi A menyatakan kembali isi kalimat (\(1\)) dengan makna yang sama (industri kreatif “menjanjikan”). Ini paling sesuai \( \gt \) opsi lain.

Mengapa opsi lain \( \lt \) A:

B tidak ada dalam teks: teks hanya menyebut angka kontribusi (\(2\)), bukan “meningkat drastis”.

C tidak didukung: yang dibahas adalah program studi, bukan pemerintah.

D berisi simpulan tujuan “demi mendapatkan pekerjaan” yang tidak dinyatakan langsung sebagai opini penulis; teks hanya menyebut mahasiswa mengikuti program (\(4\)) dan peluang kerja (\(5\)).

E lebih dekat ke simpulan/logika dari kalimat (\(5\)), tetapi soal menanyakan “opini penulis” yang paling jelas tampak sebagai penilaian eksplisit ada pada kalimat (\(1\)).


Soal 12

Pihak yang dituju dalam teks editorial tersebut adalah ....

A. sektor industri kreatif

B. mahasiswa lulusan yang unggul

C. karyawan industri kreatif

D. pemerintah Indonesia

E. calon mahasiswa

Jawaban & Analisis Soal 12

Jawaban: E

Konsep kunci: “Pihak yang dituju” adalah sasaran pembaca yang paling mungkin “diajak” atau “diarahkan” oleh teks (siapa yang perlu diyakinkan/ditarik perhatiannya).

Petunjuk dari isi: Teks menonjolkan (a) industri kreatif menjanjikan (\(1\)), (b) kontribusinya besar (\(2\)), (c) program studi mencetak lulusan unggul (\(3\)), (d) mahasiswa dapat mengikuti program kreativitas (\(4\)), (e) lulusan unggul punya peluang kerja (\(5\)). Rangkaian ini membentuk “promosi/peneguhan” tentang nilai sebuah program studi dan prospek bidangnya, sehingga wajar diarahkan untuk menarik minat orang yang akan memilih kuliah.

E paling tepat. Sasaran yang paling cocok adalah calon mahasiswa, karena merekalah yang sedang mempertimbangkan program studi dan prospek kariernya. Jadi E \( \gt \) pilihan lain.

Mengapa opsi lain \( \lt \) E:

A (sektor industri kreatif) bukan “pembaca target”, melainkan objek yang dibahas.

B (mahasiswa lulusan unggul) tidak logis: “mahasiswa” dan “lulusan” berbeda tahap; teks justru mengarahkan agar menjadi lulusan unggul.

C dan D tidak menjadi fokus ajakan; tidak ada seruan untuk karyawan industri atau pemerintah.


Cermati paragraf berikut untuk menjawab soal nomor \(13\) s.d. \(15\)!

(\(1\)) Ketidakteraturan jaringan utilitas yang ada di bawah jalan-jalan ibu kota semakin memprihatinkan.

(\(2\)) Untuk merapihkan jaringan kabel bawah tanah itu, diperlukan waktu lama.

(\(3\)) Kendalanya ialah sulitnya para pemilik jaringan kabel untuk diajak berkoordinasi.

(\(4\)) Operator utilitas biasanya hanya memikirkan permintaan klien.

(\(5\)) Setiap ada permintaan dari klien, langsung mereka buat dan kedalaman penggalian jaringan pun tidak konsisten.


Soal 13

Ide pokok paragraf tersebut adalah ....

A. ketidakteraturan jaringan utilitas

B. jaringan utilitas memprihatinkan

C. sulitnya merapikan jaringan utilitas

D. sulitnya operator diajak berkoordinasi

E. konsistensi penggalian jaringan utilitas

Jawaban & Analisis Soal 13

Jawaban: A

Konsep kunci: Ide pokok adalah inti pembahasan. Biasanya terdapat pada kalimat utama, sedangkan kalimat lain menjadi penjelas (sebab, contoh, rincian).

Kalimat utama: Kalimat (\(1\)) menyatakan masalah umum: “Ketidakteraturan jaringan utilitas ... semakin memprihatinkan.” Kalimat (\(2\))–(\(5\)) menjelaskan mengapa sulit dirapikan dan apa penyebab ketidakteraturan (lama waktu, koordinasi sulit, orientasi klien, kedalaman galian tidak konsisten).

A tepat. “ketidakteraturan jaringan utilitas” merangkum inti (\(1\)) dan menaungi rincian (\(2\))–(\(5\)). Maka A \( \gt \) opsi lain.

B–E \( \lt \) A: B hanya penguatan sifat “memprihatinkan”; C–E adalah rincian sebab/akibat yang menjelaskan ide pokok, bukan ide pokoknya.


Soal 14

Tujuan penulis sesuai isi paragraf tersebut adalah ....

A. Mengimbau pemerintah untuk membenahi jaringan utilitas yang ada di bawah jalan.

B. Menggambarkan kondisi jaringan utilitas di bawah jalan-jalan ibu kota.

C. Membuktikan bahwa jaringan utilitas ada di bawah jalan-jalan ibu kota.

D. Menginformasikan tentang sulitnya merapikan jaringan utilitas di jalan-jalan ibu kota.

E. Menjelaskan tahap-tahap untuk merapikan jaringan utilitas di jalan-jalan ibu kota.

Jawaban & Analisis Soal 14

Jawaban: B

Konsep kunci: Tujuan penulis dilihat dari fungsi paragraf: apakah mengajak (imbauan), membuktikan, menggambarkan kondisi, memberi informasi sebab, atau memaparkan langkah-langkah.

Isi paragraf bersifat pemaparan kondisi. Paragraf memotret keadaan jaringan utilitas: tidak teratur (\(1\)), sulit dirapikan (\(2\)), koordinasi sulit (\(3\)), orientasi klien (\(4\)), dan akibatnya galian tidak konsisten (\(5\)). Ini adalah gambaran situasi beserta problemnya.

B paling tepat. “Menggambarkan kondisi jaringan utilitas di bawah jalan-jalan ibu kota” mencakup seluruh isi (\(1\))–(\(5\)). Opsi B \( \gt \) opsi lain.

A \( \lt \) B: Tidak ada kalimat ajakan/imbauan kepada pemerintah.

C \( \lt \) B: Paragraf tidak sedang “membuktikan keberadaan”, melainkan mengulas keteraturan/kondisinya.

D mendekati, tetapi lebih sempit. D hanya menekankan “sulitnya merapikan”, padahal paragraf juga menggambarkan ketidakteraturan dan perilaku pihak terkait; jadi D \( \lt \) B.

E \( \lt \) B: Tidak ada urutan langkah/tahap-tahap perapian, hanya memaparkan masalah.


Soal 15

Kata tidak baku dalam paragraf tersebut terdapat pada kalimat bernomor ....

A. (\(1\))

B. (\(2\))

C. (\(3\))

D. (\(4\))

E. (\(5\))

Jawaban & Analisis Soal 15

Jawaban: B

Konsep kunci: Kata tidak baku adalah kata yang penulisannya tidak sesuai ejaan/kaidah baku. Dalam soal seperti ini, biasanya terdapat bentuk yang “sering dipakai”, tetapi menurut kaidah harus disederhanakan.

Temuan kata tidak baku: Pada kalimat (\(2\)) terdapat kata “merapihkan”. Bentuk bakunya adalah “merapikan” (bukan “merapihkan”). Karena kesalahan ada pada kalimat (\(2\)), pilihan yang benar adalah (\(2\)).

Mengapa kalimat lain \( \lt \) (\(2\)): Pada (\(1\)), (\(3\)), (\(4\)), dan (\(5\)) tidak ada kata yang menyimpang secara jelas dari ejaan baku pada konteks soal ini (misalnya “ketidakteraturan”, “berkoordinasi”, “operator”, “konsisten” masih dapat diterima sebagai bentuk baku).