Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 1

Bacalah paragraf berikut untuk menjawab soal nomor \( 1 \) dan \( 2 \)!

\( (1) \) Banyak situs bersejarah di wilayah Kalimantan Timur tidak terawat. \( (2) \) Bahkan, terdapat sejumlah situs purbakala telah hancur akibat penggalian tambang batu bara, emas, minyak, dan ulah sebagian masyarakat yang tidak bertanggung jawab. \( (3) \) Padahal, benda purbakala tersebut memiliki nilai historis yang sangat tinggi. \( (4) \) Situs-situs ini memiliki berbagai bentuk, nilai, dan jenis. \( (5) \) Hal itu menandai adanya masyarakat zaman batu.

Soal: Kalimat utama paragraf tersebut adalah nomor ….

A. \( (1) \)

B. \( (2) \)

C. \( (3) \)

D. \( (4) \)

E. \( (5) \)

Jawaban dan Analisis

Jawaban: A

Analisis: Kalimat utama adalah gagasan pokok yang menjadi payung bagi kalimat-kalimat penjelas. Kalimat \( (1) \) menyatakan ide umum: “banyak situs bersejarah … tidak terawat.” Kalimat \( (2) \) memberikan rincian sebab/kejadian (situs hancur akibat tambang dan ulah manusia), sehingga berfungsi sebagai penjelas. Kalimat \( (3) \) memperkuat alasan pentingnya situs (nilai historis sangat tinggi). Kalimat \( (4) \) memberi tambahan keterangan tentang keragaman situs. Kalimat \( (5) \) adalah simpulan khusus tentang “masyarakat zaman batu” yang merupakan akibat/implikasi, bukan ide umum pembuka. Jadi \( (1) \) paling tepat sebagai kalimat utama, karena posisinya umum dan kalimat lain mendukungnya, sehingga \( (1) \gt (2) \) sebagai gagasan pokok.


Soal 2

Makna purbakala dalam paragraf tersebut adalah ….

A. berhubungan dengan zaman purba

B. barang-barang antik

C. peninggalan orang dahulu kala

D. sesuatu yang kuno

E. jenis dan bentuk kuno

Jawaban dan Analisis

Jawaban: A

Analisis: Kata purbakala pada konteks “situs purbakala” dan “benda purbakala” merujuk pada sesuatu yang berasal dari masa sangat lampau (masa purba). Opsi A tepat karena langsung menyatakan keterkaitan dengan “zaman purba”. Opsi B (barang antik) terlalu sempit karena antik bisa hanya “lama” tetapi tidak harus terkait masa purba. Opsi C (peninggalan orang dahulu kala) mendekati, tetapi konteks paragraf menekankan masa purba dan “zaman batu”, sehingga makna yang paling tepat adalah yang secara langsung mengarah ke zaman purba. Opsi D terlalu umum (kuno bisa apa saja). Opsi E tidak tepat karena “jenis dan bentuk” bukan makna kata. Jadi ketepatan A adalah \( A \gt C \) dan \( D \lt A \).


Soal 3

Bacalah paragraf berikut untuk menjawab soal nomor \( 3 \) dan \( 4 \)!

\( (1) \) Mencari jaringan untuk mencari pekerjaan penting dilakukan. \( (2) \) Selain memiliki keahlian dalam pengalaman kerja, berkenalan dengan orang penting akan membantu sekali. \( (3) \) Anda bisa datang ke job fair untuk mendapatkan kenalan baru yang akan melancarkan usaha Anda mencari lowongan kerja. \( (4) \) Kevin Roach, ahli rekrutmen di Texas A&M University, dan Lisa Burton, koordinator karier memberikan tips untuk pencari kerja; dalam membangun networking. \( (5) \) Kegagalan mencari pekerjaan bukan karena IPK rendah, melainkan karena kurangnya mencari kerja.

Soal: Kalimat yang tidak padu dalam paragraf tersebut adalah nomor ….

A. \( (1) \)

B. \( (2) \)

C. \( (3) \)

D. \( (4) \)

E. \( (5) \)

Jawaban dan Analisis

Jawaban: D

Analisis: Kepaduan paragraf terlihat dari hubungan logis antarkalimat. Kalimat \( (1) \), \( (2) \), dan \( (3) \) padu karena sama-sama membahas pentingnya membangun jaringan dan cara mendapatkannya (berkenalan, job fair). Kalimat \( (5) \) masih bisa dianggap sebagai penegasan alasan kegagalan yang terkait usaha mencari kerja, meskipun agak bergeser, tetapi masih berada pada topik “mencari kerja”.

Kalimat \( (4) \) tidak padu karena bentuknya rancu dan terputus: ada tanda titik koma, frasa “memberikan tips untuk pencari kerja; dalam membangun networking” tidak tersusun efektif, sehingga hubungan dengan kalimat sebelum dan sesudahnya tidak mengalir. Secara isi, menyebut tokoh bisa relevan, tetapi struktur kalimatnya mengganggu kepaduan dan kejelasan. Karena itu kalimat yang paling tidak padu adalah \( (4) \), sehingga \( (4) \gt (5) \) sebagai “paling bermasalah” dalam koherensi.


Soal 4

Mengapa keahlian dan pengalaman kerja seseorang belum menjamin mendapatkan pekerjaan?

A. Karena memiliki keahlian yang belum bisa digunakan.

B. Karena tidak mempunyai kenalan orang penting yang dapat memberikan pekerjaan.

C. Sebab tidak membangun networking sehingga kehilangan peluang memperolehnya.

D. Karena IPK rendah, malas mencari pekerjaan sehingga hanya menunggu.

E. Karena tidak mempunyai pengalaman kerja dan kenalan orang penting.

Jawaban dan Analisis

Jawaban: C

Analisis: Paragraf menekankan bahwa selain keahlian dan pengalaman, seseorang perlu “mencari jaringan” dan “berkenalan dengan orang penting” agar peluang kerja lancar, bahkan disarankan datang ke job fair. Artinya, keahlian dan pengalaman saja belum cukup jika tidak ada usaha membangun relasi yang membuka akses informasi lowongan.

Opsi C merangkum sebab itu secara tepat: tidak membangun networking sehingga peluang berkurang. Opsi B hanya menyebut “kenalan orang penting”, tetapi tidak menegaskan proses/strategi membangun jaringan sebagaimana ide utama paragraf. Opsi D bertentangan karena paragraf menyatakan bukan IPK rendah. Opsi E keliru karena yang dipersoalkan justru “walau punya pengalaman” tetap perlu jaringan. Maka ketepatan C adalah \( C \gt B \) dan \( D \lt C \).


Soal 5

Bacalah paragraf berikut!

\( (1) \) Rencana penyelamatan lingkungan sudah dilakukan di Stockholm pada tahun \( 1972 \) dan dalam konferensi PBB di Bali akhir \( 2007 \) mengenai perubahan iklim. \( (2) \) Agar semua itu tidak hanya menjadi rencana kosong, perayaan Hari Bumi seharusnya bukan hanya melestarikan tradisi, melainkan juga pembaharuan komitmen. \( (3) \) Hal tersebut akan menjadi pembuktian komitmen yang dicanangkan. \( (4) \) Jika ingin merespons perubahan iklim, gaya hidup harus berubah. \( (5) \) Siapkah kita mengubah gaya hidup?

Kalimat yang berisi fakta adalah nomor ….

A. \( (1) \)

B. \( (2) \)

C. \( (3) \)

D. \( (4) \)

E. \( (5) \)

Jawaban dan Analisis

Jawaban: A

Analisis: Fakta adalah pernyataan yang dapat diverifikasi kebenarannya (misalnya waktu, tempat, kejadian). Kalimat \( (1) \) menyebut peristiwa dan waktu spesifik: dilakukan di Stockholm tahun \( 1972 \) dan konferensi PBB di Bali akhir \( 2007 \). Ini bersifat dapat dicek, sehingga termasuk fakta.

Kalimat \( (2) \), \( (3) \), dan \( (4) \) berisi saran/harapan/akibat yang bersifat opini atau ajakan. Kalimat \( (5) \) berupa pertanyaan retoris, bukan fakta. Jadi kalimat fakta adalah \( (1) \), sehingga \( (1) \gt (2) \) dalam kategori “faktual”.