Teks berikut untuk soal nomor \(11\) sampai dengan \(13\)!
Bacalah penggalan cerpen berikut dengan saksama!
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berceloteh dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lengkok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
soal 11
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ....
A. orang pertama pelaku utama
B. orang ketiga pelaku sampingan
C. orang ketiga pelaku utama
D. orang pertama dan ketiga
E. orang ketiga serbatahu
Jawaban dan Analisa
Jawaban: A
Analisa: Sudut pandang orang pertama ditandai penggunaan kata ganti “aku”. Dalam penggalan, tokoh “aku” menceritakan pengalamannya sendiri: “Tatkala aku masuk sekolah ...”, “Aku pun bertambah ...”. Karena “aku” bukan hanya hadir, tetapi menjadi pusat pengalaman (pelaku utama yang mengalami kejadian), sudut pandangnya adalah orang pertama pelaku utama.
A. Tepat: menggunakan “aku” dan tokoh “aku” menjadi pusat cerita.
B. Salah: bukan “dia/ia” dan bukan orang ketiga.
C. Salah: tidak memakai orang ketiga.
D. Salah: tidak bercampur; konsisten memakai “aku”.
E. Salah: tidak ada narator serbatahu; yang tampak adalah pengalaman “aku”.
Catatan simbol wajib: sudut pandang orang pertama \(\gt\) orang ketiga (untuk teks ini), dan orang ketiga \(\lt\) orang pertama.
soal 12
Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah ....
A. percaya diri
B. mudah menyesuaikan diri
C. sombong
D. rajin berusaha
E. mudah dipengaruhi
Jawaban dan Analisa
Jawaban: E
Analisa: Tokoh “aku” menyatakan “bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda”. Keyakinan itu muncul bukan karena fakta, melainkan karena orang lain salah sangka dan orang tuanya berupaya “menyesuaikan diri” dengan gaya Belanda. Ini menunjukkan tokoh “aku” mudah terbawa persepsi lingkungan dan pengaruh perlakuan orang sekitar, sehingga wataknya paling tepat “mudah dipengaruhi”.
A. Tidak didukung kuat; yang menonjol justru keyakinan yang terbentuk karena pengaruh lingkungan.
B. Yang berusaha menyesuaikan diri adalah orang tua, bukan “aku” sebagai pelaku utama dalam kutipan.
C. Tidak ada sikap merendahkan pihak lain; yang muncul adalah salah sangka identitas.
D. Tidak ada gambaran usaha keras atau kerajinan.
E. Tepat: “aku” menjadi percaya dirinya anak Belanda karena pengaruh kondisi dan tindakan orang tua.
Catatan simbol wajib: pengaruh lingkungan \(\gt\) pendirian pribadi (pada kutipan ini), dan pendirian pribadi \(\lt\) pengaruh lingkungan.
soal 13
Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ....
A. Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.
B. Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.
C. Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.
D. Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang.
E. Sebaiknya mudah dipengaruhi oleh orang lain.
Jawaban dan Analisa
Jawaban: D
Analisa: Penggalan menampilkan “aku” yang fasih berbahasa Belanda hingga disangka anak Belanda, lalu ia sendiri ikut percaya. Ini menunjukkan bahaya “lupa identitas” karena kemampuan bahasa dan gaya hidup yang ditiru. Amanat yang sesuai adalah agar tidak “lupa diri” ketika menguasai bahasa orang lain.
A. Tidak terkait dengan tema identitas atau penyesuaian budaya pada kutipan.
B. Tidak ada pembahasan tentang waktu atau kesempatan.
C. Kutipan menampilkan penyesuaian orang tua, tetapi bukan amanat utama; dampaknya justru “aku” salah mengira identitas diri.
D. Tepat: selaras dengan inti peristiwa “aku” sampai percaya dirinya anak Belanda.
E. Berlawanan dengan pesan; mudah dipengaruhi justru tampak sebagai masalah, bukan saran.
Catatan simbol wajib: menjaga jati diri \(\gt\) lupa diri, dan lupa diri \(\lt\) menjaga jati diri.
Teks berikut untuk soal nomor 14 sampai dengan 16.
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!
“Jadi, kita akan kuburkan dia di Sirnagara?” katanya pelan-pelan, seengah ditujukan kepada dirinya sendiri. Soleha tidak bisa menjawab. Ia mau berpikir panjang. Ia mau mengatakannya, tapi ia segera ingat pada yang lain. Tapi, kita sudah kawinkan dia. Dan sekarang dia sudah jadi istri Sumarto. Apa yang akan dikatakan oleh Sumarto?” Pikiran yang tidak enak kalau mengingat soal itu. Ia memang sudah kebeberapa ketikanya suami Soleha dipanggil orang dari kampung, sewaktu itu membabi buta. Soleha sedih sekali. Tapi Murmi, anak Soleha dan Sumarto, masih mengaduk semak karena suaminya meninggal dunia. Suami Soleha saling mencintai dengan Murmi ketika masih bujang dan gadis. Mereka tak dapat melaksanakan niat hatinya sebab Murmi dipaksa kawin.
soal 14
Konflik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ....
A. Soleha perengut batin sewaktu mau bicara dengan Sumarto.
B. Pak Sumarto kebingungan sewaktu mau dengan Soleha.
C. Soleha tidak rela menguburkan jenazah anaknya di Sirnagara.
D. Pak Sumarto perengut batin sewaktu akan menguburkan jenazah istrinya.
E. Suami Soleha dan Soleha perengut mulut mengenai penguburan jenazah anaknya.
Jawaban dan Analisa
Jawaban: C
Analisa: Konflik yang tampak jelas adalah pergulatan/ketidakmampuan mengambil keputusan terkait rencana penguburan: “Jadi, kita akan kuburkan dia di Sirnagara?” lalu “Soleha tidak bisa menjawab” dan ia mempertimbangkan konsekuensi (terutama terkait status pernikahan Murmi sebagai istri Sumarto). Situasi itu menunjukkan adanya keberatan/ketidakterimaan untuk menguburkan jenazah di Sirnagara. Dari pilihan yang tersedia, C paling mewakili konflik tersebut.
A. Tidak didukung; yang muncul bukan “bicara dengan Sumarto” melainkan kebimbangan tentang penguburan.
B. Subjeknya “Pak Sumarto” tidak tampak kebingungan pada kutipan ini.
C. Tepat: sesuai inti masalah pada awal kutipan tentang rencana penguburan di Sirnagara dan kebimbangan Soleha.
D. Tidak sesuai: yang dibahas jenazah “dia” (anak) dan tokoh yang bimbang adalah Soleha.
E. Tidak ada pertengkaran mulut yang jelas; yang ditunjukkan adalah konflik batin/kebimbangan.
Catatan simbol wajib: konflik batin \(\gt\) konflik lisan (pada kutipan ini), dan konflik lisan \(\lt\) konflik batin.
soal 15
Penyebab terjadinya konflik dalam kutipan tersebut adalah ....
A. Karena suaminya mantri kesehatan.
B. Karena suaminya diminta pertolongan.
C. Karena cemburu terhadap Murmi.
D. Karena suami Soleha pernah mencintai Murmi.
E. Karena suaminya mengobati Pak Murad ayah Murmi.
Jawaban dan Analisa
Jawaban: D
Analisa: Kutipan menyatakan bahwa suami Soleha dan Murmi “saling mencintai ... ketika masih bujang dan gadis” tetapi “tak dapat melaksanakan niat hatinya sebab Murmi dipaksa kawin” dan kemudian Murmi menjadi istri Sumarto. Latar cinta lama ini memicu ketegangan batin dan kebimbangan terkait keputusan-keputusan keluarga (termasuk penguburan). Jadi penyebab konflik yang disebut jelas di kutipan adalah cinta lama suami Soleha kepada Murmi.
A. Tidak disebut sebagai penyebab konflik.
B. Tidak menjadi akar masalah konflik dalam kutipan.
C. Tidak disebut “cemburu” dalam kutipan.
D. Tepat: disebut eksplisit bahwa suami Soleha dan Murmi saling mencintai dahulu.
E. Tidak disebut sebagai sebab konflik.
Catatan simbol wajib: sebab yang disebut teks \(\gt\) sebab yang tidak disebut, dan tidak disebut \(\lt\) disebut.
soal 16
Peristiwa yang terjadi akibat konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
A. Suaminya mengobati Pak Murad yang sakit.
B. Suaminya sering diminta pertolongan karena tidak ada dokter.
C. Soleha tidak dapat menentukan tempat penguburan anaknya.
D. Suaminya akan bertemu dengan Murmi anak Pak Murad.
E. Murmi yang pernah dicintai suaminya sudah menjadi ....
Jawaban dan Analisa
Jawaban: C
Analisa: Akibat konflik tampak pada ketidakmampuan Soleha menentukan keputusan terkait penguburan: “Soleha tidak bisa menjawab” saat ditanya tempat penguburan. Pilihan C menyatakan langsung akibat konflik itu (kebimbangan/ketidakpastian tempat penguburan). Pilihan lain tidak ditunjukkan sebagai akibat langsung pada kutipan.
A. Tidak menjadi akibat konflik pada kutipan.
B. Tidak muncul pada kutipan.
C. Tepat: ini yang terjadi dalam kutipan akibat konflik batin.
D. Tidak dinyatakan sebagai akibat konflik pada kutipan.
E. Opsi tidak lengkap dan tidak menyatakan peristiwa secara utuh.
Catatan simbol wajib: akibat langsung \(\gt\) akibat tidak langsung, dan akibat tidak langsung \(\lt\) akibat langsung.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10