Soal 16
Proses kerja tubuh yang terganggu karena adanya penyempitan pada pembuluh arteri coronaria adalah ....
| A. | berkurangnya aliran darah yang mengandung \(O_2\) dari jantung ke seluruh tubuh |
| B. | menurunnya proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida di paru-paru |
| C. | meningkatnya kadar karbon dioksida dalam tubuh karena aliran darah ke paru-paru terganggu |
| D. | meningkatnya aliran darah ke seluruh tubuh sehingga dapat menimbulkan pecahnya pembuluh darah di jantung |
| E. | organ hati membengkak sehingga proses penghancuran sel-sel darah merah terganggu |
Jawaban & Analisa
Jawaban: A
Analisa: Penyempitan pembuluh arteri koronaria mengganggu suplai darah (dan \(O_2\)) pada otot jantung. Jika otot jantung kekurangan \(O_2\), kemampuan memompa darah menurun sehingga aliran darah beroksigen dari jantung ke seluruh tubuh ikut berkurang. Dampak sistemik yang paling sesuai dengan pilihan adalah penurunan aliran darah ber-\(O_2\) dari jantung ke jaringan tubuh.
A. Paling logis karena gangguan pada pembuluh yang berhubungan dengan jantung akan berujung pada turunnya kemampuan jantung menyuplai darah beroksigen ke seluruh tubuh.
B. Pertukaran gas di paru-paru terutama dipengaruhi fungsi alveolus dan ventilasi-paru, bukan langsung oleh penyempitan arteri koronaria.
C. Kenaikan karbon dioksida karena aliran darah ke paru-paru terganggu lebih terkait gangguan pembuluh paru/peredaran kecil, bukan penyempitan arteri koronaria.
D. Penyempitan arteri tidak menyebabkan aliran darah meningkat; justru cenderung menurun.
E. Pembengkakan hati dan penghancuran sel darah merah bukan akibat utama langsung dari penyempitan arteri koronaria.
Soal 17
Daging, ikan, dan telur adalah makanan yang kaya protein. Agar dapat diserap oleh darah, protein dicerna secara kimiawi menjadi asam-asam amino. Tempat dan enzim yang berperan dalam proses tersebut adalah ....
| A. | mulut, ptialin |
| B. | lambung, steapsin |
| C. | usus besar, renin |
| D. | usus halus, tripsin |
| E. | pankreas, pepsin |
Jawaban & Analisa
Jawaban: D
Analisa: Pemecahan protein hingga bentuk yang siap diserap (menuju asam amino) berlangsung terutama di usus halus dengan bantuan enzim protease, salah satunya tripsin (yang bekerja di usus halus). Karena yang ditanya “tempat dan enzim”, pasangan yang paling tepat adalah usus halus dan tripsin.
A. Ptialin berperan mencerna karbohidrat (amilum) di mulut, bukan protein.
B. Steapsin (lipase) berperan pada lemak, bukan protein; selain itu tempat utamanya bukan “lambung”.
C. Usus besar bukan tempat utama pencernaan protein menjadi asam amino; renin pun bukan enzim utama di usus besar.
D. Tepat: proses pencernaan protein berlanjut kuat di usus halus dengan enzim protease seperti tripsin.
E. Pepsin bekerja di lambung, bukan di pankreas.
Soal 18
Karbon monoksida dan asam sianida yang dihasilkan dari mesin-mesin kendaraan bermotor dapat menyebabkan terjadinya asfiksi, yaitu ....
| A. | infeksi pada dinding-dinding alveolus |
| B. | gangguan pengangkutan oksigen ke jaringan |
| C. | terganggunya proses pertukaran \(O_2\) dan \(CO_2\) di alveolus |
| D. | paru-paru kehilangan elastisitasnya |
| E. | terjadinya penyempitan pada saluran pernapasan |
Jawaban & Analisa
Jawaban: B
Analisa: Asfiksi adalah kondisi kekurangan oksigen pada jaringan. Karbon monoksida mengganggu kemampuan darah membawa oksigen (berikatan kuat dengan hemoglobin), sedangkan sianida mengganggu pemanfaatan oksigen di tingkat sel. Akibat akhirnya sama: oksigen tidak efektif sampai dan dimanfaatkan oleh jaringan.
A. Infeksi alveolus bukan inti asfiksi akibat CO dan sianida.
B. Tepat: yang terganggu adalah pengangkutan (dan efektivitas pemanfaatan) oksigen ke jaringan sehingga jaringan kekurangan oksigen.
C. Pertukaran \(O_2\) dan \(CO_2\) di alveolus bisa tetap terjadi, tetapi oksigen tidak efektif diangkut/dimanfaatkan karena toksin.
D. Hilangnya elastisitas paru terkait penyakit paru tertentu, bukan mekanisme utama keracunan CO/sianida.
E. Penyempitan saluran napas lebih terkait asma/bronkokonstriksi, bukan mekanisme utama CO/sianida.
Soal 19
Berikut ini adalah gambar anatomi nefron!

Proses yang terjadi pada bagian X adalah ....
| A. | penyaringan darah untuk menghasilkan urin primer |
| B. | penyaringan darah untuk menghasilkan urin sekunder |
| C. | penyerapan kembali zat-zat yang dibutuhkan tubuh |
| D. | penyerapan kelebihan air dalam urin primer |
| E. | penambahan zat-zat yang tidak digunakan dalam darah |
Jawaban & Analisa
Jawaban: A
Analisa: Bagian X pada gambar menunjuk daerah badan Malpighi (glomerulus/kapsula Bowman), tempat terjadinya filtrasi darah. Filtrasi ini menghasilkan filtrat glomerulus yang dikenal sebagai urin primer.
A. Tepat: filtrasi di glomerulus menghasilkan urin primer.
B. “Urin sekunder” terbentuk setelah proses lanjutan (reabsorpsi/sekresi) di tubulus, bukan dari filtrasi awal.
C. Reabsorpsi utama terjadi di tubulus (terutama tubulus kontortus proksimal), bukan di glomerulus.
D. Penyerapan air terutama terjadi di lengkung Henle, tubulus distal, dan duktus kolektivus, bukan pada filtrasi glomerulus.
E. Sekresi/penambahan zat sisa terjadi di tubulus (misalnya tubulus distal), bukan di glomerulus.
Soal 20
Perhatikan gambar sistem saraf pusat berikut!

X menunjukkan lobus temporalis, Kerusakan sistem saraf pusat pada bagian tersebut akan menyebabkan ....
| A. | gerakan otot tidak terkendali |
| B. | kebutaan meskipun struktur matanya normal |
| C. | terganggunya kemampuan pendengaran |
| D. | tubuh tidak peka terhadap perubahan suhu |
| E. | hilang ingatan |
Jawaban & Analisa
Jawaban: C
Analisa: Lobus temporalis berperan penting dalam pemrosesan rangsang suara (korteks auditorius). Kerusakan pada area ini paling langsung menyebabkan gangguan pendengaran/pemrosesan bunyi.
A. Gerak otot tidak terkendali lebih terkait gangguan area motorik (lobus frontal) atau serebelum.
B. Kebutaan dengan mata normal lebih terkait kerusakan lobus oksipital (korteks visual).
C. Tepat: lobus temporalis berkaitan dengan pusat pendengaran.
D. Kepekaan suhu lebih terkait area somatosensorik (lobus parietal) dan jalur sensorik.
E. Memori memang berkaitan dengan struktur di area temporal, tetapi pada konteks soal dasar “lobus temporalis” umumnya dipasangkan dengan fungsi pendengaran sebagai jawaban paling tepat.