Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

soal 6. Sekelompok siswa sedang mengamati cumi-cumi, kerang, dan bekicot. Hewan-hewan tersebut mempunyai persamaan, yaitu bertubuh lunak sehingga hewan tersebut dimasukkan dalam kelompok ....

A.Mollusca
B.Cephalopoda
C.Gastropoda
D.Bivalvia
E.Pelecypoda
Jawaban dan Analisa

Jawaban: A

Analisa: Kunci informasi pada soal adalah “cumi-cumi, kerang, dan bekicot” serta “bertubuh lunak”. Persamaan utama ketiga hewan tersebut adalah termasuk filum hewan bertubuh lunak, yaitu Mollusca.

Jika dilihat lebih rinci, ketiganya memang berasal dari kelas yang berbeda, tetapi tetap satu filum yang sama:

cumi-cumi termasuk Cephalopoda, kerang termasuk Bivalvia (juga dikenal sebagai Pelecypoda), dan bekicot termasuk Gastropoda. Karena soal menanyakan kelompok berdasarkan persamaan “bertubuh lunak”, jawabannya adalah filumnya, yaitu Mollusca.

Analisa tiap opsi:

A benar karena mencakup cumi-cumi, kerang, dan bekicot dalam satu filum.

B salah karena hanya mencakup cumi-cumi, tidak mencakup kerang dan bekicot.

C salah karena hanya mencakup bekicot.

D salah karena hanya mencakup kerang.

E salah karena sama seperti D, hanya istilah lain untuk kelompok kerang.


soal 7. Cacing pita termasuk dalam kelompok Cestoda. Cacing ini bersifat endoparasit dalam saluran pencernaan vertebrata. Urutan dari fase-fase yang dialami cacing tersebut setelah dari telur adalah ....

A.onkosfer – sistiserkus – cacing pita dewasa
B.sistiserkus – onkosfer – cacing pita dewasa
C.cacing pita muda – onkosfer – sistiserkus – cacing pita dewasa
D.sistiserkus – onkosfer – cacing pita muda – cacing pita dewasa
E.onkosfer – cacing pita muda – sistiserkus – cacing pita dewasa
Jawaban dan Analisa

Jawaban: A

Analisa: Setelah telur menetas, larva pertama cacing pita adalah onkosfer. Tahap berikutnya (di inang perantara) berkembang menjadi larva kista, yaitu sistiserkus. Jika termakan inang definitif, sistiserkus berkembang menjadi cacing pita dewasa di usus.

Urutan logisnya: telur → onkosfer → sistiserkus → cacing pita dewasa. Maka pilihan yang cocok adalah A.

Analisa tiap opsi:

A benar: sesuai urutan perkembangan standar setelah telur.

B salah: menukar urutan onkosfer dan sistiserkus.

C salah: “cacing pita muda” tidak muncul sebelum tahap larva kista (sistiserkus) pada urutan setelah telur.

D salah: diawali sistiserkus padahal tahap pertama setelah telur adalah onkosfer.

E salah: menempatkan “cacing pita muda” sebelum sistiserkus.


soal 8. Berikut ini adalah kelompok tumbuhan dari divisi yang sama.

Screenshot_20-2-2026_1128__20260220_110226.jpeg

Pada soal asli terdapat gambar tumbuhan.

Sekelompok siswa sedang mengidentifikasi tumbuhan berikut:

\(1\). Solanum tuberosum (kentang)

\(2\). Cycas rumphii (pakis haji)

\(3\). Agathis alba (damar)

\(4\). Zea mays (jagung)

Tumbuhan yang termasuk ke dalam kelompok yang sama dengan tumbuhan pada gambar adalah ....

A.\(1\) dan \(2\)
B.\(1\) dan \(4\)
C.\(2\) dan \(3\)
D.\(2\) dan \(4\)
E.\(3\) dan \(4\)
Jawaban dan Analisa

Jawaban: C

Analisa: Dari opsi yang tersedia, pasangan yang jelas berada pada divisi yang sama adalah \(2\) dan \(3\) karena keduanya termasuk Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka).

\(2\) (Cycas) adalah Gymnospermae kelompok sikas, sedangkan \(3\) (Agathis) adalah Gymnospermae kelompok konifer. Sementara itu \(1\) (kentang) dan \(4\) (jagung) adalah Angiospermae (berbiji tertutup).

Kenapa opsi lain tidak tepat:

A salah karena mencampur Angiospermae (\(1\)) dengan Gymnospermae (\(2\)).

B salah karena \(1\) dan \(4\) memang sama-sama Angiospermae, tetapi kelompok pada gambar (divisi yang sama pada gambar) pada soal ini mengarah pada kelompok Gymnospermae sehingga pasangan yang cocok adalah \(2\) dan \(3\).

D salah karena mencampur Gymnospermae (\(2\)) dan Angiospermae (\(4\)).

E salah karena mencampur Gymnospermae (\(3\)) dan Angiospermae (\(4\)).


soal 9. Eceng gondok merupakan tanaman air yang berperan sebagai produsen pada ekosistem air tawar. Pada kondisi tertentu pertumbuhan tanaman ini menjadi sangat pesat karena adanya limbah dari pupuk tanaman yang terbawa aliran air ke sungai sehingga dapat menyebabkan ....

A.tanaman air yang lain dapat tumbuh dengan pesat pula
B.menumpuknya logam-logam berat di dasar sungai
C.berkurangnya \(O_2\) di bawah permukaan air
D.berkurangnya \(CO_2\) di bawah permukaan air
E.proses pembusukan berjalan sangat lambat karena tidak ada \(CO_2\)
Jawaban dan Analisa

Jawaban: C

Analisa: Limbah pupuk meningkatkan nutrien (eutrofikasi) sehingga eceng gondok tumbuh sangat cepat. Saat biomassa tanaman mati dan menumpuk, penguraian oleh mikroorganisme menggunakan banyak oksigen terlarut, sehingga kadar \(O_2\) di air menurun.

Akibat utama yang sering terjadi adalah kondisi kekurangan oksigen (hipoksia) terutama di bawah permukaan air, sehingga \(O_2 \lt\) kondisi normal dan organisme air dapat mati.

Analisa tiap opsi:

A salah karena justru eceng gondok yang dominan dapat menutup permukaan dan menghambat organisme lain.

B tidak langsung terkait dengan limpasan pupuk (yang utama adalah nutrien, bukan logam berat).

C benar karena eutrofikasi menyebabkan penurunan \(O_2\) terlarut.

D salah karena masalah utama pada eutrofikasi adalah \(O_2\) menurun, bukan \(CO_2\) menurun.

E salah karena pembusukan justru dapat meningkat dan tidak bergantung pada “tidak ada \(CO_2\)”.


soal 10. Perhatikan diagram daur hidrologi berikut ini. Bila \(X\) terbakar habis, dampak yang terjadi adalah ....

Pada soal asli terdapat diagramdengan penanda \(X\).

Screenshot_20-2-2026_11215__20260220_110231.jpeg

A.aliran air berkurang
B.tidak mempengaruhi persediaan air di hutan
C.bertambah besarnya aliran air dari gunung
D.bertambah besar proses evapotranspirasi
E.bertambah besar daya serap humus
Jawaban dan Analisa

Jawaban: C

Analisa: Bagian \(X\) pada diagram menunjukkan daerah bervegetasi (hutan) yang membantu menahan air hujan melalui tajuk, akar, dan humus, sehingga air lebih banyak meresap ke tanah dan aliran permukaan (runoff) lebih kecil.

Jika \(X\) terbakar habis, vegetasi hilang, daya resap tanah menurun, dan air hujan lebih cepat menjadi aliran permukaan. Akibatnya aliran air dari lereng/gunung meningkat, sehingga runoff \( \gt \) sebelum terjadi kebakaran.

Analisa tiap opsi:

A salah karena kebakaran justru cenderung meningkatkan aliran permukaan, bukan mengurangi.

B salah karena vegetasi sangat mempengaruhi simpanan air dan resapan.

C benar karena hilangnya vegetasi meningkatkan aliran air permukaan dari gunung.

D salah karena tanpa vegetasi, evapotranspirasi cenderung menurun, bukan bertambah.

E salah karena kebakaran merusak humus/serasah, sehingga daya serap tidak bertambah.