Soal 18
Pertanyaan: Dalam kutipan wawancara di bawah ini kalimat yang menggunakan kata sifat adalah ....
- Setelah lulus ini Anda akan melanjutkan ke mana?
- Mengapa tidak melanjutkan?
- Mengapa ingin cepat kerja?
- Apakah Anda berkeberatan?
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
- Kata sifat (adjektiva) menyatakan keadaan/sifat, misalnya “cepat, lambat, baik, buruk”.
- Pilihan C memuat kata “cepat” yang merupakan kata sifat (menyatakan keadaan/kecepatan).
- A tidak memuat kata sifat; “lulus” adalah verba/keadaan hasil, bukan adjektiva dalam konteks soal ini.
- B tidak memuat kata sifat (hanya kata tanya “mengapa”).
- D memuat “berkeberatan” yang merupakan verba (menyatakan tindakan/sikap keberatan), bukan kata sifat tunggal.
Soal 19
Kalimat: Kraton Yogyakarta merupakan tempat kediaman Gubernur DIY (1). Kraton tersebut terletak di pusat kota (2). Secara filosofis letak bangunan satu garis lurus dengan gunung Yogyakarta (3). Bangunan ini menjadi pusat kebudayaan dan tradisi Jawa (4).
Pertanyaan: Kalimat yang memuat keterangan kalimat terdapat pada kalimat nomor ....
- (4)
- (2)
- (1)
- (3)
Jawaban & Analisis
Jawaban: D (3)
- Keterangan kalimat adalah keterangan yang menerangkan keseluruhan kalimat (misalnya: “secara ...”, “sebenarnya”, “mungkin”, “pada umumnya”).
- Kalimat (3) diawali “Secara filosofis” yang menerangkan cara/sudut pandang untuk keseluruhan isi kalimat, sehingga itulah keterangan kalimat.
- (2) “di pusat kota” adalah keterangan tempat, tetapi melekat pada predikat “terletak” (lebih sebagai keterangan bagian kalimat), bukan penanda keterangan kalimat yang berdiri di awal sebagai sikap/cara.
- (1) dan (4) tidak memakai penanda keterangan kalimat seperti “secara ...”.
Soal 20
Paragraf: Sesuai cita-cita aku ingin menjadi dokter gigi, tentu aku tertarik melihat pameran alat-alat kesehatan. Tetap selama ini hatiku cemas. Dapatkah seorang anak desa, miskin dan hina meraihnya? Harus bisa! Itu tekadku kata saya.
Pertanyaan: Paragraf di atas menggunakan majas ....
- litotes
- ironi
- hiperbola
- antitesis
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
- Litotes adalah majas merendahkan diri (mengungkapkan sesuatu secara diperkecil untuk merendah).
- Kalimat “seorang anak desa, miskin dan hina” menunjukkan perendahan diri/meremehkan keadaan diri.
- Ironi adalah sindiran halus dengan makna berlawanan; tidak tampak di paragraf ini.
- Hiperbola adalah berlebihan; paragraf lebih menonjolkan kerendahan hati, bukan pembesaran berlebih.
- Antitesis adalah pertentangan dua hal secara berpasangan; tidak dominan di sini.
Soal 21
Kalimat:
- Aduh anakku yang paling ganteng, baru pukul delapan kok sudah bangun!
- Dalam beberapa hari ini, saya merasa tak enak makan, tidur tak nyenyak.
- Teman akrab adakalanya merupakan musuh sejati.
- Bapak/ibu dipersilakan mencicipi hidangan ala kadarnya.
Pertanyaan: Di antara kalimat di atas yang bermajas litotes adalah nomor ....
- (1)
- (4)
- (3)
- (2)
Jawaban & Analisis
Jawaban: B (4)
- Majas litotes = merendahkan diri, misalnya “ala kadarnya”, “hanya sekadar”, “hidangan sederhana”.
- Kalimat (4) memakai “hidangan ala kadarnya” untuk merendah, padahal mungkin hidangannya layak—ini litotes.
- (1) lebih berupa ekspresi/seruan, bukan litotes.
- (2) pernyataan kondisi fisik.
- (3) paradoks/antitesis (“teman akrab” vs “musuh sejati”), bukan litotes.
Soal 22
Penggalan novel: Pada waktu matahari sudah jauh condong ke barat. Tiga orang musafir yang berjalan kaki sedang dalam perjalanannya. Mereka itu mempercepat langkah, agar dapat berbuka puasa di kampung orang. Menjelang akan sampai ke sebuah kampung kecil, yang masuk bagian Batang Toru. Mereka itu berhenti sebentar akan bermusyawarah ....
(Bertengkar, Berbisik, M. Kasim)
Pertanyaan: Latar belakang penggalan novel tersebut adalah ....
- menjelang berbuka puasa, sebuah kampung kecil
- menjelang sampai, sebuah kampung kecil
- menjelang petang hari, bagian Batang Toru
- menjelang perjalanan, bagian Batang Toru
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
- Latar belakang mencakup waktu dan tempat.
- Waktu: “matahari sudah jauh condong ke barat” = menjelang petang.
- Tempat: “masuk bagian Batang Toru”.
- Pilihan yang memuat keduanya paling pas adalah C.
- A menyebut “menjelang berbuka puasa” (ada di teks), tetapi tempatnya kurang tepat karena fokus lokasi di teks juga menegaskan “bagian Batang Toru”.
- B waktunya kurang spesifik (menjelang sampai), dan tidak memuat Batang Toru.
- D salah karena “menjelang perjalanan” tidak sesuai (mereka sudah sedang berjalan).
Soal 23
Paragraf: Ruangan jamban sebaiknya tertutup dan beratap, tetapi (1) mempunyai lubang angin. Usahakan cahaya yang masuk ke ruangan itu cukup. Dinding bawah bagian dalam harus diplester setinggi 40-50 (2) cm agar kedap air; tidakak (3) lembap; dan mudah (4) dibersihkan. Bagian dinding lainnya bisa dibuat dari papan kayu (5), bata (6), batako, anyaman bambu, dan sebagainya (7).
Pertanyaan: Penggunaan tanda baca yang salah pada paragraf tersebut adalah nomor ....
- (1) dan (2)
- (3) dan (4)
- (4) dan (5)
- (6) dan (7)
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
- Bagian yang jelas bermasalah ada pada rangkaian setelah “agar kedap air; ... lembap; dan mudah ...”.
- Seharusnya rincian sifat itu dipisah dengan koma, bukan titik koma berulang, misalnya: “agar kedap air, tidak lembap, dan mudah dibersihkan.”
- Nomor yang menandai bagian salah itu terkait segmen “tidak ... lembap; dan mudah ...” yaitu (3) dan (4).
- (1) “tetapi” yang dipisah dengan koma masih dapat diterima; (2) hanya angka satuan “40-50 cm” bukan persoalan tanda baca utama.
- (5) dan (6)/(7) berupa daftar bahan dengan koma yang wajar.
Soal 24
Paragraf: Seorang anggota pramuka harus berusaha dengan gigih agar tidak terbiasa menggantungkan diri kepada orang lain hal ini merupakan berkat bagi pramuka bila di kemudian hari mereka menjadi seorang usahawan dengan demikian semangat kemandirian sangat diperlukan untuk masyarakat bangsa dan negara.
Pertanyaan: Jika paragraf tersebut disalin sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, maka tanda titik yang tepat ditulis di belakang kata ....
- gigih, lain, negara
- ini, usahawan, negara
- lain, usahawan, negara
- hari, masyarakat, bangsa
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
- Paragraf itu adalah rangkaian beberapa kalimat yang seharusnya dipisah titik.
- Pemisahan yang paling logis:
- “Seorang anggota pramuka harus berusaha dengan gigih agar tidak terbiasa menggantungkan diri kepada orang lain.”
- “Hal ini merupakan berkat bagi pramuka bila di kemudian hari mereka menjadi seorang usahawan.”
- “Dengan demikian, semangat kemandirian sangat diperlukan untuk masyarakat, bangsa, dan negara.”
- Letak titik idealnya setelah “lain”, “usahawan”, dan “negara”.
- Itu sesuai pilihan C.
- Pilihan lain ada yang menaruh titik setelah “gigih” atau memutus kalimat di tempat yang tidak wajar.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 1
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 2
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 3
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 4
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 5
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 6
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 7
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 8
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 9
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 10