Soal 6
Ilustrasi: Guru Bahasa Indonesia di sekolah menugasi aku untuk mewawancarai tokoh setempat. Wawancara itu dapat ditujukan kepada ketua RT, RW, Lurah, atau ketua organisasi yang ada di daerahku. Aku akan mewawancarai ketua RT karena kebetulan rumahnya bersebelahan dengan rumahku.
Pertanyaan: Daftar pertanyaan yang akan diajukan sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....
- (1) Kapan bapak akan mengundurkan diri dari ketua RT?
(2) Bagaimana warga RT kita dalam menyikapi kebersihan di lingkungan kita? - (1) Pada tahun berapa bapak dipilih menjadi ketua RT?
(2) Apakah program kerja Bapak yang diutamakan? - (1) Siapakah warga yang didolakan oleh Bapak?
(2) Berapa kali Bapak mengadakan rapat? - (1) Berapa jumlah uang dalam kas RT.
(2) Bagaimana hubungan warga dengan Bapak RT?
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
- Ilustrasi meminta daftar pertanyaan wawancara yang relevan, umum, dan sopan untuk seorang ketua RT.
- B sesuai: (1) riwayat terpilih (fakta umum), (2) program kerja prioritas (inti tugas ketua RT). Dua-duanya wajar ditanyakan.
- A kurang tepat karena (1) “mengundurkan diri” terlalu mengarah/bermuatan asumsi dan bisa menyinggung; tidak sesuai tujuan wawancara tokoh setempat yang netral.
- C salah karena (1) “didolakan” tidak jelas dan bernuansa negatif; tidak wajar sebagai pertanyaan wawancara ketua RT.
- D kurang tepat karena (1) kas RT termasuk informasi sensitif; tidak selalu pantas untuk wawancara umum, dan (2) terlalu subjektif tanpa fokus program/kegiatan.
Soal 7
Kalimat: Andaikan kalian berwawancara dengan kepala desa yang penduduknya padat dan lingkungannya terkesan kumuh.
Pertanyaan: Kalimat tanya yang tepat untuk jawaban kalimat yang terdapat di atas adalah ....
- Mengapa desa bapak terkesan kumuh?
- Benarkah Bapak selaku Kepala Desa di desa kumuh?
- Usaha apakah untuk meningkatkan kesenjangan sosial?
- Usaha apakah untuk meningkatkan kesehatan penduduk?
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
- Kalimat pemicu menonjolkan kondisi “lingkungan terkesan kumuh”. Pertanyaan yang paling tepat adalah menanyakan penyebab atau latar belakang kesan kumuh itu.
- A langsung dan relevan: “Mengapa ... terkesan kumuh?”
- B tidak logis/kurang santun: seolah menyatakan “Bapak di desa kumuh” (struktur rancu dan bernada menuduh).
- C tidak padu: “meningkatkan kesenjangan sosial” justru memperburuk; maksudnya biasanya “mengurangi kesenjangan sosial”.
- D masih mungkin ditanyakan, tetapi tidak langsung menanggapi kata kunci “kumuh” (lebih sempit ke aspek kesehatan saja).
Soal 8
Paragraf: Pulau Bali terkenal dengan sebutan Pulau Dewata. Banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di sana. Selain itu, penduduk Bali amat kreatif. Adatnya indah, kesenian tradisionalnya menawan, adat-istiadat hingga kegiatan keagamaan yang ada di Bali menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.
Pertanyaan: Pertanyaan yang tepat untuk jawaban yang ada dalam paragraf adalah ....
- Apa saja yang menjadi daya tarik Pulau Bali?
- Di mana letak Pulau Bali itu?
- Apa saja yang dapat dikunjungi di Bali?
- Turis dari mana saja yang datang ke Pulau Bali?
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
- Paragraf memaparkan daya tarik Bali: tempat wisata, kreativitas penduduk, adat indah, kesenian menawan, kegiatan keagamaan.
- A tepat karena paragraf berisi jawaban rinci untuk “apa saja daya tariknya”.
- B tidak dijawab (letak geografis tidak disebut).
- C hanya menyorot tempat yang dikunjungi, padahal paragraf juga menekankan adat, kesenian, dan agama; A lebih mencakup semuanya.
- D tidak dijawab (asal turis tidak disebut).
Soal 9
Paragraf:
(1) Kelas Ali setiap saat selalu gaduh. (2) Dapat dipastikan tiap hari ada saja yang kehilangan. (3) Mungkin di kelas Ali ada yang panjang tangan. (4) Namun teka-teki itu belum bisa terpecahkan.
Pertanyaan: Kalimat yang menggunakan ungkapan dalam paragraf di atas adalah nomor ....
- (1)
- (2)
- (3)
- (4)
Jawaban & Analisis
Jawaban: C (3)
- Ungkapan adalah gabungan kata bermakna kias/idiomatik.
- Kalimat (3) memuat ungkapan “panjang tangan” yang bermakna “suka mencuri”, bukan tangan yang benar-benar panjang.
- Kalimat (1), (2), (4) bersifat denotatif (makna lugas).
- Jadi (3) \( \gt \) lainnya sebagai kalimat berungkapan.
Soal 10
Peribahasa: Berlayar sampai ke pulau, berjalan sampai ke batas.
Pertanyaan: Arti peribahasa di atas yang tepat adalah ....
- Naik perahu sampai ke pulau lain.
- Melakukan pekerjaan bersama-sama.
- Naik perahu dan berjalan semua bisa sampai.
- Mengerjakan pekerjaan hendaknya sampai selesai.
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
- Peribahasa ini bermakna ketekunan/ketuntasan: kalau mulai pekerjaan, lakukan sampai tuntas.
- D menangkap makna kias tersebut: pekerjaan hendaknya diselesaikan.
- A dan C hanya memaknai secara harfiah (denotatif), bukan makna peribahasa.
- B tidak terkait dengan pesan “sampai tuntas”.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 1
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 2
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 3
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 4
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 5
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 6
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 7
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 8
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 9
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 10