Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 58

Paragraf: PT. Krakatau Steel sempat menghadapi masalah. Hal ini terjadi pada pertengahan tahun 1992. Pada waktu itu pasar baja dunia sedang kelebihan pasok. Di pasar baja dunia terjadi perang harga. Baja Krakatau Steel terpaksa diturunkan harganya. Akan tetapi, kebutuhan dana negara-negara produsen seperti Brasil, Korea, dan Rusia sangat mendesak. Negara-negara tersebut menurunkan lagi harga bajanya sampai pada tingkat yang paling rendah. Krakatau Steel berterjepit kehabisan akal. Penjualan baja yang diolah oleh Krakatau Steel tidak dapat mengimbangi modal belanjanya lagi.

Pertanyaan: Gagasan pokok pada paragraf tersebut adalah .......

  1. Perang harga antar produsen baja
  2. Upaya yang dilakukan Krakatau Steel
  3. Masalah yang dihadapi oleh Krakatau Steel
  4. Krisis harga baja terjadi di pasar dunia
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

  • Gagasan pokok adalah ide utama yang menjadi inti paragraf. Kalimat pertama biasanya menjadi penanda topik.
  • Kalimat pembuka paragraf: “PT. Krakatau Steel sempat menghadapi masalah.” Ini menyatakan ide utama.
  • Kalimat-kalimat berikutnya hanya menjelaskan penyebab masalah itu: kelebihan pasok, perang harga, negara produsen menurunkan harga, hingga penjualan tidak menutup modal.
  • A dan Dadalah rincian latar/penyebab yang mendukung, bukan inti yang dibicarakan dari awal.
  • B salah karena paragraf tidak membahas upaya solusi, justru menyatakan “kehabisan akal”.

Soal 59

Kutipan novel: Pukul lima, selagi pagi masih buta, kentongan membangunkan para kuli dari tidurnya yang berat terlena. Mereka bangun sambil berkesah dan menguap, menggeliat, dan menggaruk diri. Nyamuk dan kutu busuk menggigit dan menyengat mereka sepanjang malam. Di sumur atau dengan sekaleng air di depan kamarnya, beberapa orang mencuci muka. Yang lain hanya berkumur dan mengganti sarung dengan celana pendek. Lalu kentongan berbunyi sekali-kali, dan sekali lagi kentongan yang lain bergema, mengirimkan gelombang suara yang meliputi tanah kosong. Mereka menyandang cangkul di pundaknya dan mereka pergi, berjalan santai, menuju pekerjaan, mengantuk, dan ogah-ogahan ....... (Novel Kuli, 1999: 97)

Pertanyaan: Pertanyaan yang jawabannya sesuai dengan kutipan novel tersebut adalah .......

  1. Bagaimana ciri-ciri fisik dari para kuli
  2. Ke mana matahari pagi buta terbit?
  3. Apa yang diinginkan para kuli bangunan?
  4. Untuk apa kuli diadakan?
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

  • Kutipan menjelaskan keadaan para kuli saat bangun: berkesah, menguap, menggeliat, menggaruk, digigit nyamuk/kutu busuk, mencuci muka, berkumur, mengganti sarung, lalu berangkat dengan cangkul.
  • Pertanyaan yang dapat dijawab dari informasi itu adalah yang menanyakan ciri/keadaan yang tampak pada para kuli.
  • A sesuai karena kutipan memuat gambaran tentang kondisi mereka (kebiasaan, keadaan tubuh/aktivitas saat bangun), sehingga jawaban bisa diambil dari teks.
  • B tidak dibahas (arah terbit matahari tidak disebut).
  • C tidak dibahas (keinginan/harapan para kuli tidak disebut).
  • D tidak dibahas (tujuan “diadakan kuli” tidak ada pada kutipan).

Soal 60

Kalimat: Kapten kesebelasan Persija berkata, "kesebelasan lawan memang tangguh."

Pertanyaan: Kalimat langsung tersebut dapat diubah menjadi kalimat tidak langsung .......

  1. Kapten kesebelasan Persija berkata, Kesebelasan lawan memang tangguh.
  2. Kapten kesebelasan Persija berkata : Kesebelasan lawan memang tangguh.
  3. Kapten kesebelasan Persija mengatakan; kesebelasan lawan memang tangguh.
  4. Kapten kesebelasan Persija mengatakan bahwa kesebelasan lawan memang tangguh.
Jawaban & Analisis

Jawaban: D

  • Kalimat tidak langsung umumnya memakai penghubung bahwa dan tidak memakai tanda petik.
  • D tepat: “Kapten kesebelasan Persija mengatakan bahwa kesebelasan lawan memang tangguh.”
  • A masih seperti kalimat langsung (tanpa petik tetapi bentuknya tidak tepat dan tanpa penghubung).
  • B memakai titik dua, bukan struktur kalimat tidak langsung yang benar.
  • C tanda titik koma tidak diperlukan, dan tetap belum membentuk pola baku tidak langsung.