Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 37

Kalimat: pak amroni mengikuti senam masal di lapangan pemuda kabupaten bantul

Penulisan kaidah yang benar pada kalimat tersebut adalah …

  1. Pak Amroni mengikuti senam masal di lapangan Pemuda Kabupaten Bantul.
  2. Pak Amroni mengikuti senam masal di Lapangan Pemuda Kabupaten Bantul.
  3. Pak Amroni mengikuti senam masal di lapangan pemuda kabupaten Bantul.
  4. Pak Amroni mengikuti senam masal di lapangan Pemuda kabupaten Bantul.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis

Aturan umum: huruf kapital dipakai pada awal kalimat, nama orang, dan nama tempat/instansi resmi. Pada kalimat ini:

  • “Pak” (sapaan/gelar) dan “Amroni” (nama orang) harus kapital.
  • “Lapangan Pemuda” diperlakukan sebagai nama tempat (bagian nama diri), sehingga “Lapangan” dan “Pemuda” ditulis kapital.
  • “Kabupaten Bantul” adalah nama wilayah administratif, sehingga “Kabupaten” dan “Bantul” kapital.
  • “senam masal” adalah kegiatan umum (bukan nama acara resmi), sehingga tetap huruf kecil.

Catatan perbandingan (LaTeX wajib): penulisan nama diri lebih tepat ditulis kapital, sehingga \( Bantul \gt bantul \) dan \( Lapangan \gt lapangan \).

Ulasan setiap opsi

  • A: “lapangan” masih huruf kecil, padahal bagian nama tempatnya adalah “Lapangan Pemuda” (seharusnya kapital pada “Lapangan”).
  • B: Semua unsur nama diri sudah benar: Pak Amroni, Lapangan Pemuda, Kabupaten Bantul.
  • C: “pemuda kabupaten” dibuat huruf kecil, padahal itu bagian nama diri/unsur wilayah.
  • D: “kabupaten” ditulis kecil, padahal pada nama wilayah resmi “Kabupaten Bantul” seharusnya kapital.

Soal 38

Kalimat: Pabrik Gula Madukismo ... produksinya untuk memenuhi permintaan konsumen.

Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut …

  1. berlipat ganda
  2. berlipatgandakan
  3. melipat gandakan
  4. melipatgandakan
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis

Bagian rumpang berada sebelum kata “produksinya”, sehingga kata yang dibutuhkan adalah predikat (kata kerja) yang dapat langsung diikuti objek “produksinya”. Bentuk yang tepat adalah “melipatgandakan” (kata kerja transitif) → melipatgandakan produksinya.

Catatan bentuk kata (LaTeX wajib): bentuk baku satu kata \( melipatgandakan \gt melipat\ gandakan \) karena pemenggalan seperti “melipat gandakan” tidak baku.

Ulasan setiap opsi

  • A “berlipat ganda”: umumnya dipakai sebagai keterangan/keadaan, lebih cocok untuk pola “produksinya berlipat ganda”. Namun di sini rumpang berada sebelum “produksinya” (butuh kata kerja yang “meng-”).
  • B “berlipatgandakan”: bentuk ini tidak lazim/baku untuk kata kerja transitif; yang baku adalah “melipatgandakan”.
  • C “melipat gandakan”: penulisan dipisah tidak baku.
  • D “melipatgandakan”: baku, tepat sebagai predikat yang diikuti objek “produksinya”.

Soal 39

Kalimat: Hai Dio ( ... ) bagaimana kabarmu ( ... ) Semoga sehat selalu ( ... )

Tanda baca yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah …

  1. (,), (,), (!)
  2. (,), (!), (.)
  3. (,), (?), (.)
  4. (!), (?), (.)
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis

  • “Hai Dio” adalah sapaan kepada orang tertentu, sehingga setelah nama dipakai koma: “Hai Dio,”
  • “bagaimana kabarmu” adalah kalimat tanya, sehingga diakhiri tanda tanya: “bagaimana kabarmu?”
  • “Semoga sehat selalu” adalah kalimat pernyataan/harapan, sehingga diakhiri titik: “Semoga sehat selalu.”

Ulasan setiap opsi

  • A: Bagian kedua bukan koma, melainkan seharusnya tanda tanya karena kalimat tanya.
  • B: Bagian kedua memakai tanda seru, padahal kalimatnya bertanya (lebih tepat tanda tanya).
  • C: Koma setelah sapaan, tanda tanya untuk kalimat tanya, titik untuk pernyataan—paling tepat.
  • D: Setelah “Hai Dio” tidak tepat memakai tanda seru jika konteksnya sekadar sapaan biasa (yang dibutuhkan pemisah sapaan adalah koma).

Soal 40

Kalimat: Wah asyik juga ya. Kapan kita bisa bermain lagi.

Perbaiki penggunaan tanda baca kalimat tersebut adalah …

  1. Wah asyik juga ya, Kapan kita bisa bermain lagi?
  2. Wah asyik juga ya! Kapan kita bisa bermain lagi?
  3. Wah, asyik juga ya! Kapan kita bisa bermain lagi?
  4. Wah, asyik juga ya. Kapan kita bisa bermain lagi?
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis

Kalimat pertama adalah ungkapan spontan “Wah” yang perlu dipisahkan dengan koma, lalu “asyik juga ya” bernada seru (kekaguman/kesenangan) sehingga cocok diakhiri tanda seru. Kalimat kedua adalah pertanyaan, sehingga harus diakhiri tanda tanya.

Catatan (LaTeX wajib): akhir kalimat tanya memakai \( ? \gt . \), sehingga “lagi?” lebih tepat daripada “lagi.”

Ulasan setiap opsi

  • A: Memakai koma setelah “ya” padahal seharusnya pemisah utama ada setelah “Wah,” dan kalimat pertama lebih tepat bernada seru, bukan dipaksa menjadi satu rangkaian dengan koma.
  • B: Sudah benar penggunaan tanda seru dan tanda tanya, tetapi kurang tepat karena “Wah” seharusnya dipisah dengan koma: “Wah,”
  • C: “Wah,” (koma setelah interjeksi), “asyik juga ya!” (tanda seru), “Kapan … lagi?” (tanda tanya). Ini perbaikan paling lengkap.
  • D: Kalimat kedua masih diakhiri tanda tanya (baik), tetapi kalimat pertama diakhiri titik padahal lebih sesuai bernada seru.