Soal 37
Kalimat: pak amroni mengikuti senam masal di lapangan pemuda kabupaten bantul
Penulisan kaidah yang benar pada kalimat tersebut adalah …
- Pak Amroni mengikuti senam masal di lapangan Pemuda Kabupaten Bantul.
- Pak Amroni mengikuti senam masal di Lapangan Pemuda Kabupaten Bantul.
- Pak Amroni mengikuti senam masal di lapangan pemuda kabupaten Bantul.
- Pak Amroni mengikuti senam masal di lapangan Pemuda kabupaten Bantul.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis
Aturan umum: huruf kapital dipakai pada awal kalimat, nama orang, dan nama tempat/instansi resmi. Pada kalimat ini:
- “Pak” (sapaan/gelar) dan “Amroni” (nama orang) harus kapital.
- “Lapangan Pemuda” diperlakukan sebagai nama tempat (bagian nama diri), sehingga “Lapangan” dan “Pemuda” ditulis kapital.
- “Kabupaten Bantul” adalah nama wilayah administratif, sehingga “Kabupaten” dan “Bantul” kapital.
- “senam masal” adalah kegiatan umum (bukan nama acara resmi), sehingga tetap huruf kecil.
Catatan perbandingan (LaTeX wajib): penulisan nama diri lebih tepat ditulis kapital, sehingga \( Bantul \gt bantul \) dan \( Lapangan \gt lapangan \).
Ulasan setiap opsi
- A: “lapangan” masih huruf kecil, padahal bagian nama tempatnya adalah “Lapangan Pemuda” (seharusnya kapital pada “Lapangan”).
- B: Semua unsur nama diri sudah benar: Pak Amroni, Lapangan Pemuda, Kabupaten Bantul.
- C: “pemuda kabupaten” dibuat huruf kecil, padahal itu bagian nama diri/unsur wilayah.
- D: “kabupaten” ditulis kecil, padahal pada nama wilayah resmi “Kabupaten Bantul” seharusnya kapital.
Soal 38
Kalimat: Pabrik Gula Madukismo ... produksinya untuk memenuhi permintaan konsumen.
Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut …
- berlipat ganda
- berlipatgandakan
- melipat gandakan
- melipatgandakan
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis
Bagian rumpang berada sebelum kata “produksinya”, sehingga kata yang dibutuhkan adalah predikat (kata kerja) yang dapat langsung diikuti objek “produksinya”. Bentuk yang tepat adalah “melipatgandakan” (kata kerja transitif) → melipatgandakan produksinya.
Catatan bentuk kata (LaTeX wajib): bentuk baku satu kata \( melipatgandakan \gt melipat\ gandakan \) karena pemenggalan seperti “melipat gandakan” tidak baku.
Ulasan setiap opsi
- A “berlipat ganda”: umumnya dipakai sebagai keterangan/keadaan, lebih cocok untuk pola “produksinya berlipat ganda”. Namun di sini rumpang berada sebelum “produksinya” (butuh kata kerja yang “meng-”).
- B “berlipatgandakan”: bentuk ini tidak lazim/baku untuk kata kerja transitif; yang baku adalah “melipatgandakan”.
- C “melipat gandakan”: penulisan dipisah tidak baku.
- D “melipatgandakan”: baku, tepat sebagai predikat yang diikuti objek “produksinya”.
Soal 39
Kalimat: Hai Dio ( ... ) bagaimana kabarmu ( ... ) Semoga sehat selalu ( ... )
Tanda baca yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah …
- (,), (,), (!)
- (,), (!), (.)
- (,), (?), (.)
- (!), (?), (.)
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis
- “Hai Dio” adalah sapaan kepada orang tertentu, sehingga setelah nama dipakai koma: “Hai Dio,”
- “bagaimana kabarmu” adalah kalimat tanya, sehingga diakhiri tanda tanya: “bagaimana kabarmu?”
- “Semoga sehat selalu” adalah kalimat pernyataan/harapan, sehingga diakhiri titik: “Semoga sehat selalu.”
Ulasan setiap opsi
- A: Bagian kedua bukan koma, melainkan seharusnya tanda tanya karena kalimat tanya.
- B: Bagian kedua memakai tanda seru, padahal kalimatnya bertanya (lebih tepat tanda tanya).
- C: Koma setelah sapaan, tanda tanya untuk kalimat tanya, titik untuk pernyataan—paling tepat.
- D: Setelah “Hai Dio” tidak tepat memakai tanda seru jika konteksnya sekadar sapaan biasa (yang dibutuhkan pemisah sapaan adalah koma).
Soal 40
Kalimat: Wah asyik juga ya. Kapan kita bisa bermain lagi.
Perbaiki penggunaan tanda baca kalimat tersebut adalah …
- Wah asyik juga ya, Kapan kita bisa bermain lagi?
- Wah asyik juga ya! Kapan kita bisa bermain lagi?
- Wah, asyik juga ya! Kapan kita bisa bermain lagi?
- Wah, asyik juga ya. Kapan kita bisa bermain lagi?
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis
Kalimat pertama adalah ungkapan spontan “Wah” yang perlu dipisahkan dengan koma, lalu “asyik juga ya” bernada seru (kekaguman/kesenangan) sehingga cocok diakhiri tanda seru. Kalimat kedua adalah pertanyaan, sehingga harus diakhiri tanda tanya.
Catatan (LaTeX wajib): akhir kalimat tanya memakai \( ? \gt . \), sehingga “lagi?” lebih tepat daripada “lagi.”
Ulasan setiap opsi
- A: Memakai koma setelah “ya” padahal seharusnya pemisah utama ada setelah “Wah,” dan kalimat pertama lebih tepat bernada seru, bukan dipaksa menjadi satu rangkaian dengan koma.
- B: Sudah benar penggunaan tanda seru dan tanda tanya, tetapi kurang tepat karena “Wah” seharusnya dipisah dengan koma: “Wah,”
- C: “Wah,” (koma setelah interjeksi), “asyik juga ya!” (tanda seru), “Kapan … lagi?” (tanda tanya). Ini perbaikan paling lengkap.
- D: Kalimat kedua masih diakhiri tanda tanya (baik), tetapi kalimat pertama diakhiri titik padahal lebih sesuai bernada seru.
Soal Latihan SD Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 9