Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Teks untuk nomor 21 dan 22

Singa dan Lebah Pengganggu

Sore yang cerah itu, di hutan lebat seekor Singa dan Lebah yang sedang berdebat. “Pergilah dari sini serangga pengganggu!”, kata seekor Singa dengan marah pada seekor Lebah yang terbang berputar-putar di atas kepalanya. Tetapi Lebah tidak memperdulikan kemarahan Singa.

“Apakah kamu pikir saya takut kepada kamu yang disebut sebagai Raja Hutan?” kata lebah.

Lebah lalu terbang mendekati ke Singa, dan menyengat hidung Singa. Singa yang marah mencakar keras ke arah Lebah, tetapi karena Lebah kecil maka tidak dapat dilukai oleh Singa. Lebah menyengat berulang-ulang sehingga Singa mengaum keras dan marah. Kemudian Singa menghentikan perkelahian dan menyerah kalah.

Lebah senang dan terbang jauh untuk memberitahu kemenangan ke seluruh dunia. Tetapi, di tengah jalan, ada jaring laba-laba yang menghalanginya. Lebah berteriak minta tolong, saat itu datang burung Nuri menolong sambil menasihati Lebah agar tidak sombong. Lebah tidak mendengar nasihat Lebah agar tidak sombong.


Soal

21. Kesimpulan dari cerita tersebut adalah …

A. Lebah yang selalu gagal dalam menjadi Raja Hutan
B. Singa yang rakus bisa dikalahkan oleh Lebah yang kecil
C. Burung Nuri yang baik disayang semua hewan di hutan
D. Lebah mendapatkan balasan setimpal dari sifatnya yang sombong
Lihat Analisis & Jawaban Nomor 21

Jawaban: D

Analisis detail:

  • Alur berakhir dengan Lebah yang sombong (menantang singa dan menganggap dirinya hebat) lalu mendapat akibat buruk setelah mengabaikan nasihat burung Nuri, sehingga cocok dengan “mendapatkan balasan setimpal”.
  • A tidak tepat: cerita tidak menekankan “selalu gagal menjadi Raja Hutan”, melainkan akibat dari kesombongan Lebah.
  • B kurang tepat: teks tidak menonjolkan “Singa yang rakus”; fokusnya konflik singa–lebah dan sikap sombong Lebah.
  • C tidak menjadi inti kesimpulan; burung Nuri hanya muncul sebagai penolong dan pemberi nasihat, bukan pesan utama cerita.
  • Logika simpulan: sifat sombong \(S \gt\) sikap rendah hati \(R\) pada Lebah (lebih dominan sombong), maka akibatnya adalah “balasan” sesuai sifat tersebut.

22. Maksud pernyataan “Apakah kamu pikir saya takut kepada kamu yang disebut sebagai Raja Hutan?” pada cerita tersebut adalah …

A. Lebah merasa mempunyai kekuatan mengalahkan singa
B. Lebah merasa bangga membuat singa marah
C. Singa sebagai raja hutan menantang lebah
D. Singa merasa kuat sebagai raja hutan
Lihat Analisis & Jawaban Nomor 22

Jawaban: A

Analisis detail:

  • Kalimat itu diucapkan oleh Lebah untuk mengejek Singa: Lebah menyatakan ia tidak takut pada “Raja Hutan”, sehingga maknanya adalah Lebah merasa mampu menghadapi bahkan mengalahkan Singa.
  • B tidak tepat: meski Lebah membuat Singa marah, inti pernyataan bukan “bangga membuat marah”, melainkan “tidak takut” dan menantang.
  • C terbalik: yang menantang melalui kalimat itu adalah Lebah, bukan Singa.
  • D juga terbalik: pernyataan itu bukan pengakuan Singa tentang kekuatannya, melainkan sindiran Lebah terhadap gelar “Raja Hutan”.
  • Secara sederhana: Lebah menempatkan keberaniannya \(B \gt\) rasa takut \(T\) (ia menganggap keberanian lebih besar daripada takut), sehingga ia berani menantang Singa.

Soal

23. Prediksi yang terjadi jika burung Nuri tidak menolong lebah adalah …

A. Lebah tetap dengan kesombongannya
B. Lebah terjebak dalam jaring laba-laba
C. Lebah mati dimakan laba-laba
D. Lebah dapat terbang bebas
Lihat Analisis & Jawaban Nomor 23

Jawaban: C (Lebah mati dimakan laba-laba)

Analisis detail:

  • Di cerita, lebah terhalang jaring laba-laba dan sampai berteriak minta tolong. Artinya, lebah tidak mampu keluar sendiri dari bahaya itu.
  • Burung Nuri datang untuk menolong. Jika Nuri tidak menolong, lebah akan tetap terperangkap dan sangat mungkin menjadi mangsa laba-laba.
  • B benar sebagai kondisi awal (lebah terjebak), tetapi pertanyaan meminta “prediksi yang terjadi” (akibat lanjut). Akibat yang paling logis adalah lebah akhirnya dimakan.
  • A membahas sifat (kesombongan), bukan peristiwa akibat ketiadaan pertolongan.
  • D bertentangan dengan informasi “terhalang jaring” dan “minta tolong”.
  • Secara logika sederhana: peluang selamat tanpa bantuan \(P_s\) kecil, peluang celaka \(P_c\) besar, sehingga \(P_c \gt P_s\). Maka prediksi yang paling kuat: lebah mati dimakan laba-laba.