Teks untuk soal nomor 16 dan 17
Makanan yang kita makan sehari-hari sangat diperlukan bagi pertumbuhan. Untuk melakukan kegiatan seperti: berolahraga, dan bermain, kita perlu energi.
Makanan yang kita makan memiliki kandungan zat yang berbeda manfaatnya bagi tubuh. Misalnya, zat hidrat arang atau disebut karbohidrat merupakan zat makanan yang berfungsi sebagai sumber energi utama tubuh. Sebaliknya jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung banyak karbohidrat, makanan tersebut akan disimpan menjadi lemak.
Zat hidrat arang terdapat dalam gula, tepung, butiran, dan akar-akaran. Jenis-jenis makanan yang mengandung hidrat arang adalah roti, beras merah, jagung, kentang, dan umbi-umbian.
Soal
16. Bagaimana jika di dalam tubuh kita kelebihan zat hidrat?
Jika kelebihan zat hidrat, maka zat tersebut akan …
| A. Disimpan menjadi lemak |
| B. Diubah menjadi tepung |
| C. Disimpan menjadi gula |
| D. Diubah menjadi energi |
Lihat Analisis & Jawaban Nomor 16
Jawaban: A (Disimpan menjadi lemak)
Analisis detail:
- Teks menyatakan secara langsung: jika mengonsumsi makanan yang mengandung banyak karbohidrat, maka “akan disimpan menjadi lemak”. Ini tepat menggambarkan kondisi kelebihan zat hidrat.
- B salah karena “tepung” adalah contoh bentuk/jenis bahan makanan, bukan hasil perubahan di dalam tubuh menurut teks.
- C tidak didukung teks; teks tidak menyebut “disimpan menjadi gula”.
- D hanya benar jika karbohidrat digunakan sebagai sumber energi, tetapi soal menekankan kondisi kelebihan; teks justru menegaskan penyimpanan sebagai lemak saat berlebih.
- Secara logika sederhana: jika asupan karbohidrat \(K \gt\) kebutuhan energi \(E\), maka kelebihan cenderung disimpan (pada teks: menjadi lemak), bukan langsung dipakai.
17. Mengapa kita memerlukan sumber energi?
Kita memerlukan sumber energi karena …
| A. Memiliki kandungan yang bermanfaat bagi tubuh |
| B. Sangat diperlukan bagi pertumbuhan |
| C. Berguna untuk melakukan kegiatan |
| D. Untuk memenuhi zat hidrat dalam tubuh |
Lihat Analisis & Jawaban Nomor 17
Jawaban: C (Berguna untuk melakukan kegiatan)
Analisis detail:
- Kalimat kunci pada teks: “Untuk melakukan kegiatan seperti: berolahraga, dan bermain, kita perlu energi.” Ini langsung menegaskan alasan utama perlunya energi.
- A terlalu umum; teks membahas manfaat zat makanan, tetapi pertanyaan “mengapa perlu energi” dijawab spesifik: agar bisa beraktivitas.
- B benar sebagai fungsi makanan bagi pertumbuhan, tetapi bukan jawaban paling tepat untuk alasan “memerlukan energi” menurut kalimat penjelas pada teks.
- D keliru karena “zat hidrat” adalah salah satu sumber energi, bukan tujuan utama energi itu sendiri; teks menempatkan energi untuk kegiatan, bukan untuk “memenuhi zat hidrat”.
- Ringkasnya: energi diperlukan agar aktivitas berjalan; tanpa energi, aktivitas \(A\) akan menurun (\(A \lt\) normal).
Teks untuk nomor 18 dan 19
Sudah beberapa hari ini, Belalang melihat Ular akrab dengan Padi. Ia tidak senang dan merasa tersaingi.
Ketika Ular sedang sendiri, Belalang mendekat.
“Tuanku, akhir-akhir ini Tuan sering terlihat bersama Padi. Hamba takut kalau Tuan tertular kebodohannya.”
“Terimakasih, Lang. Kalau begitu aku akan berusaha menjauhinya,” jawab Ular.
Belalang merasa senang karena hasutannya berhasil. Ia pun pergi meninggalkan Ular.
“Apa benar yang dikatakan Belalang? Ah, aku tidak mau langsung percaya begitu saja! Aku harus menguji kepintaran Belalang dan Padi. Aku harus mengajukan pertanyaan yang sangat sulit untuk mereka berdua,” pikir Ular.
Ular pun akhirnya menemukan pertanyaan yang sulit. Ia lalu mengajukan pertanyaan itu pada Belalang dan Padi.
“Belalang, Padi, coba kalian lihat ke atas! Berapa ya jumlah bintang-bintang itu?” tanya Ular.
Belalang dan Padi terus mengamati langit. Belalang beberapa kali menghitung jumlah bintang, tetapi tidak pernah cocok jumlahnya. Setiap dia mengulang, jumlahnya berbeda terus.
“Padi, bagaimana menurutmu?” Ular bertanya kepada Padi.
Padi menjawab dengan tenang.
“Jumlah bintang di langit sama dengan jumlah siku yang Tuan Miliki.”
“Kamu jangan asal jawab saja, Padi!” ujar Ular agak marah.
“Kalau Tuan tidak percaya, silakan saja Tuan hitung sendiri!” kata Padi.
Ular terdiam. Ia berpikir dalam hatinya. Benar kata Padi. Aku juga tidak tahu, berapa jumlah siku dan jumlah bintang di langit.
“Kamu ternyata pintar, Padi,” ujar Ular.
Padi tersenyum bangga. Belalang lalu pergi karena malu.
Soal
18. Tokoh utama cerita tersebut adalah …
| A. Padi |
| B. Ular |
| C. Bintang |
| D. Belalang |
Lihat Analisis & Jawaban Nomor 18
Jawaban: B (Ular)
Analisis detail:
- Alur cerita digerakkan oleh tindakan Ular: ia menerima hasutan Belalang, lalu berpikir “harus menguji”, kemudian menyusun dan mengajukan pertanyaan sulit.
- Ular juga menjadi pusat konflik dan penyelesaian: ia sempat “agak marah”, lalu menyadari keterbatasannya, dan akhirnya mengakui kepintaran Padi.
- Padi memberi jawaban bijak, namun perannya lebih sebagai pihak yang diuji, bukan pengendali arah cerita.
- Belalang memulai konflik dengan hasutan, tetapi setelah itu perannya menurun dan berakhir “pergi karena malu”.
- Bintang hanyalah objek pembicaraan, bukan tokoh.
19. “Belalang, Padi, coba kalian lihat ke atas! Berapa ya, jumlah bintang-bintang itu?” tanya Ular.
Penggalan kalimat di atas menggunakan latar …
| A. tempat |
| B. sosial |
| C. waktu |
| D. suasana |
Lihat Analisis & Jawaban Nomor 19
Jawaban: A (tempat)
Analisis detail:
- Frasa “lihat ke atas” dan pembahasan “bintang-bintang” mengarahkan pembaca pada lokasi kejadian/objek yang diamati, yaitu langit. Itu adalah penanda latar tempat.
- Waktu (misalnya malam/siang) tidak disebutkan pada penggalan kalimat tersebut, sehingga bukan latar waktu.
- Suasana (tegang, sedih, gembira) tidak menjadi penanda utama dalam kalimat itu; yang dominan adalah arah dan lokasi pengamatan.
- Sosial berkaitan dengan status/lingkungan kemasyarakatan; kalimat ini tidak memuat informasi semacam itu.
- Secara sederhana: pengamatan terjadi pada “atas/langit”; sehingga latar tempat \(T\) mengarah ke langit, bukan waktu \(W\). Artinya \(T \gt W\) dalam penanda yang muncul pada kalimat tersebut.
Soal
20. Watak ular dalam cerita di atas adalah …
| A. Keras kepala |
| B. Teguh pendirian |
| C. Rendah hati |
| D. Keras hati |
Lihat Analisis & Jawaban Nomor 20
Jawaban: B (Teguh pendirian)
Analisis detail:
- Ular memang sempat dipengaruhi Belalang (“akan berusaha menjauhinya”), tetapi setelah itu Ular tidak langsung percaya dan memilih menguji: “aku tidak mau langsung percaya begitu saja! Aku harus menguji…”. Ini menunjukkan ia tidak mudah menerima informasi mentah dan berpegang pada keputusan untuk mencari bukti.
- Saat Padi menjawab, Ular sempat “agak marah”, namun akhirnya ia berhenti dan berpikir: ia menyadari bahwa ia sendiri tidak tahu jumlah siku dan bintang. Lalu ia mengakui, “Kamu ternyata pintar, Padi.” Sikap ini menunjukkan ketegasan untuk kembali pada penilaian yang menurutnya benar setelah mempertimbangkan.
- A (Keras kepala) kurang tepat karena Ular justru mau mengubah sikapnya setelah berpikir dan menerima kebenaran; orang keras kepala biasanya tetap menolak meski jelas salah.
- C (Rendah hati) ada sedikit unsur (mengakui kepintaran Padi), tetapi watak dominan Ular di cerita adalah menguji dan memastikan (berpegang pada pembuktian), bukan menonjolkan kerendahan hati sejak awal.
- D (Keras hati) tidak sesuai karena Ular tidak bertahan pada sikap marah; ia akhirnya menerima logika Padi.
- Secara sederhana: Ular menolak percaya tanpa bukti (anggap “percaya” = \(P\), “bukti” = \(B\)). Ular memilih \(B \gt P\) (bukti lebih utama daripada percaya begitu saja), sehingga wataknya lebih dekat ke “teguh pendirian” dalam mencari kepastian.
Soal Latihan SD Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - bagian 9