Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 26

Bacalah dengan saksama tajuk berikut!

Telah banyak kita dengar dan saksikan kiprah relawan dalam berbagai kesusahan dunia. Ada yang menolong korban gempa bumi dan bencana alam lainnya. Ada juga relawan yang menolong kaum terpinggir dan teraniaya. Terakhir kita menyaksikan pengorbanan relawan yang mencoba menembus blokade Israel terhadap Gaza. Dalam upaya itu sebagian dari mereka naik kapal Mavi Marmara-harus mengorbankan nyawa dan menderita setelah diserang oleh pasukan Israel.

Kita bersyukur, meski ada dua relawan Indonesia yang luka dan harus dirawat, sebanyak \( 10 \) relawan lainnya telah dibebaskan. Mereka bisa dikatakan lolos dari maut serangan pasukan Israel karena saat serangan terjadi, siapa pun bisa saja gugur menjadi korban. Kita sampaikan penghargaan yang tinggi kepada para relawan Palestina dan juga kepada relawan lain yang selama ini telah membaktikan diri bagi keluhuran manusia. Mereka telah memperlihatkan teladan dan bukti bahwa hidup barulah bermakna jika didedikasikan bagi kebaikan sesama. Dalam hal Palestina, tampak bahwa blokade Israel amat mengusik rasa perikemanusiaan para relawan.

Penulis tajuk tersebut berpihak kepada ….

  1. pemerintah
  2. relawan
  3. Palestina
  4. Israel
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Tajuk berisi penghargaan dan pembelaan terhadap relawan: menonjolkan “kiprah relawan”, “pengorbanan relawan”, “kita sampaikan penghargaan yang tinggi”, serta menilai blokade “mengusik rasa perikemanusiaan”. Fokus keberpihakan jelas kepada relawan (terutama relawan yang membantu Palestina).

  • A — Salah. Pemerintah tidak menjadi pihak yang dibela/diangkat dalam tajuk.
  • B — Benar. Relawan dipuji, dihargai, dan dibela.
  • C — Kurang tepat. Palestina dibahas sebagai konteks, tetapi yang dipuji dan dijadikan pusat simpati adalah relawan.
  • D — Salah. Israel justru dikaitkan dengan “blokade” dan “serangan”.

Soal 27

Cermatilah identifikasi masalah berikut!

Identifikasi masalah:

  1. Internet di kalangan para pelajar.
  2. Pemanfaatan internet dalam pembelajaran.

Paragraf latar belakang yang tepat sesuai identifikasi masalah tersebut adalah ….

  1. Internet saat ini dapat diakses dengan mudah dan murah. Mereka yang ingin informasi dapat mencarinya dari telepon genggam. Kemudahan ini sekaligus sebagai penambah pengetahuan. Dengan demikian pengetahuan siswa akan didapat dari mana saja.
  2. Pelajar banyak yang menggunakan internet. Pengetahuan yang diakses dari internet sangat bermanfaat untuk belajar di sekolah maupun di rumah. Pengetahuan tidak harus didapat dari guru di sekolah saja.
  3. Salah satu media massa yang populer saat ini adalah internet, termasuk di kalangan pelajar. Mereka bebas mengakses lagu, gambar, dan berbagai informasi. Jika tidak difasilitasi, berdampak buruk bagi pelajar. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang tepat kepada siswa dalam pemanfaatan internet.
  4. Internet bukan merupakan hal baru. Namun, jika penggunanya tidak benar, dikhawatirkan mereka akan mengakses hal-hal yang bersifat negatif. Internet juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran.
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Identifikasi masalah menuntut paragraf yang menyinggung (1) internet di kalangan pelajar dan (2) pemanfaatannya untuk pembelajaran. Opsi B menyebut pelajar banyak menggunakan internet dan menegaskan manfaat internet untuk belajar (di sekolah/rumah).

  • A — Kurang tepat. Menekankan akses mudah-murah, tetapi tidak tegas menyatakan konteks “di kalangan pelajar” dan pemanfaatannya dalam pembelajaran.
  • B — Benar. Tepat mencakup kedua poin identifikasi masalah.
  • C — Kurang tepat. Lebih fokus pada dampak buruk dan perlunya pendekatan; bagian pembelajaran tidak ditegaskan sebagai inti.
  • D — Kurang tepat. Terlalu umum (internet bukan hal baru, risiko negatif) dan pembelajaran hanya disebut sekilas.

Soal 28

Perhatikan data buku berikut dengan saksama!

\( 1 \) Buku berjudul Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Surat Dinas, dikarang oleh E. Zainal Arifin. Buku tersebut diterbitkan oleh PT Mediatama Sarana di Jakarta tahun \( 1987 \).

\( 2 \) Buku berjudul Penelitian Agama Masalah dan Pemikiran, ditulis oleh Mulyanto Sumardi pada tahun \( 1982 \). Buku tersebut diterbitkan oleh Pustaka Sinar Harapan di Jakarta.

Bentuk penulisan daftar pustaka yang tepat untuk kedua buku tersebut adalah ….

  1. Arifin E. Zainal Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Surat Dinas. \( 1987 \). Jakarta : PT Mediatama Sarana.
    Sumardi, Mulyanto. Penelitian Agama Masalah dan Pemikiran. \( 1982 \). Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.
  2. Arifin, E. Zainal, \( 1987 \), Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Surat Dinas. PT Mediatama Sarana : Jakarta.
    Sumardi, Mulyanto.\( 1982 \), Penelitian Agama Masalah dan Pemikiran. Pustaka Sinar Harapan : Jakarta.
  3. Arifin, E. Zainal. \( 1987 \). Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Surat Dinas. Jakarta : PT Mediatama Sarana.
    Sumardi, Mulyanto. \( 1982 \). Penelitian Agama Masalah dan Pemikiran. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.
  4. Arifin E. Zainal. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Surat Dinas. \( 1987 \). Jakarta : PT Mediatama Sarana.
    Sumardi; Mulyanto. Penelitian Agama Masalah dan Pemikiran. \( 1982 \). Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Format daftar pustaka yang baku: Nama belakang, nama depan. Tahun. Judul (miring). Kota : Penerbit. Opsi C memenuhi urutan dan tanda baca untuk kedua buku secara konsisten.

  • A — Salah. Penulisan penulis buku pertama tidak baku (seharusnya “Arifin, E. Zainal.”) dan urutan kota–penerbit pada buku kedua tidak konsisten.
  • B — Salah. Tanda baca dan urutan unsur tidak baku (titik-koma/koma tidak konsisten, urutan “penerbit : kota” tidak seragam).
  • C — Benar. Paling sesuai kaidah: penulis, tahun, judul, kota, penerbit.
  • D — Salah. Ada penggunaan tanda “;” pada penulis dan urutan unsur tidak serapi format baku.

Soal 29

Menurut berita di surat kabar, korban penyakit flu burung sudah mewabah banyak sekali. Berita tentang banyaknya korban flu burung dilansir oleh harian terkemuka di Jakarta.

Perbaikan kalimat pertama agar menjadi kalimat efektif adalah ….

  1. meletakkan kata mewabah setelah kata penyakit
  2. menghilangkan kata mewabah dan sekali
  3. memindahkan kata sudah sebelum kata sangat
  4. menempatkan kata sudah dan banyak sebelum kata korban
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Kalimat “korban … mewabah” tidak tepat karena yang “mewabah” adalah penyakit, bukan korban. Selain itu, frasa “banyak sekali” sudah cukup menyatakan kuantitas sehingga penguatan berlebihan membuat kalimat tidak efektif. Menghapus “mewabah” dan “sekali” membuat kalimat lebih ringkas dan tepat: makna utamanya “korban … sudah banyak”.

  • A — Salah. Perbaikan ini tidak otomatis membuat struktur kalimat efektif, dan tetap berpotensi rancu jika subjeknya “korban”.
  • B — Benar. Menghilangkan kata yang rancu/berlebih sehingga kalimat menjadi ringkas dan jelas.
  • C — Salah. Pada kalimat tidak ada kata “sangat”, sehingga opsi ini tidak relevan.
  • D — Salah. Tidak mengatasi kekeliruan makna “korban … mewabah”.

Soal 30

Bacalah paragraf berikut!

Gruop mahasiswa kedokteran akan melakukan ujicoba di posko-posko bencana banjir yang tersebar di beberapa RW. Mereka juga membawa obat-obatan yang disumbangkan oleh pemilik apotek yang peduli terhadap menderitanya rakyat yang terkena musibah.

Perbaikan pilihan kata bercetak miring yang tepat adalah ….

  1. tim, praktik, penderitaan
  2. tim, tugas, penderita
  3. kelompok, praktik, menderita
  4. kelompok, tugas, penderitaan
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis:

  • Gruop tidak baku (salah eja). Perbaikannya: tim (lebih lazim untuk satuan kerja mahasiswa).
  • ujicoba dalam konteks kegiatan mahasiswa kedokteran di posko bencana lebih tepat menjadi praktik (kegiatan praktik lapangan/pelayanan).
  • menderitanya tidak tepat sebagai bentuk nominal untuk objek “peduli terhadap … rakyat”. Bentuk yang tepat: penderitaan (nomina).

Jadi, pilihan yang tepat adalah tim, praktik, penderitaan.