Soal 11. Bacalah kutipan novel berikut!
Kutipan Novel I
Bu Mus mendekati setiap orang tua murid di bangku panjang tadi, berdialog sebentar dengan ramah, dan mengabsen kami. Semua telah masuk ke dalam kelas, telah mendapatkan teman sebangkunya masing-masing, kecuali aku dan anak laki-laki kecil kotor berambut keriting merah yang tak terkenal itu. Ia tak bisa tenang. Anak itu berbau hangus seperti karet terbakar.
“Anak Pak Cik akan sebangku dengan Lintang”, kata Bu Mus pada ayahku.
Kutipan Novel II
“Allah adalah Maha Adil. Jika sempit dunia ini bagimu berdua, maka alam akhirat adalah lebih luas dan lapang, di sanalah kelak makhluk menerima balasan dari kejujuran dan kesabarannya, bukan mimpi dan bukan torio. Kami pun dalam menunggu tidak pula, sebab ada masanya datang dan ada masanya pergi.”
Perbedaan tema kedua kutipan novel tersebut adalah ....
| Pilihan | Kutipan Novel I | Kutipan Novel II |
|---|---|---|
| A | kemiskinan | pendidikan |
| B | pendidikan | kebudayaan |
| C | pendidikan | keimanan |
| D | kemiskinan | ketuhanan |
Analisis & Jawaban
Kutipan Novel I jelas bertema pendidikan karena latarnya di kelas, ada guru (Bu Mus), murid, dan pembagian teman sebangku.
Kutipan Novel II bertema keimanan karena membahas Allah, keadilan, akhirat, serta balasan untuk kejujuran dan kesabaran.
Jadi perbedaan tema yang tepat: pendidikan vs keimanan.
Jawaban: C.
Soal 12. Bacalah kedua kutipan novel berikut!
| Kutipan I | Kutipan II |
|---|---|
|
Ada berpuluh-puluh motor malam ini, berbagai jenis, berkumpul di Kuburan Cina. Mereka masih berkelompok,
merencanakan taktik yang tepat untuk memenangkan balapan motor ini. Rutan Seratu-Ayner, sejauh 45 km.
Malam ini tampaknya aspal jalan akan panas bergesekan dengan roda-roda gila. Membara oleh deru mesin dan
teriakan anak muda. “Roy!” teriak Dulah. “Malam ini riwayatmu habis!” katanya ketus dan sombong. |
Guru-guru sedang beristirahat di kantor, menunggu lonceng masuk kembali. Seorang muridku terengah-engah datang, langsung berseru: “Bu Suci! Waskito kambuh, Bu! Dia mengamuk! Dia mau membakar!” Dengan sekali gerak, guru-guru lelaki dan aku berlarian menuju kelasku. Aku ketinggalan, dengan tersengal kehabisan nafas aku sempat bertanya kepada murid si pembawa berita: “Mengapa begitu? Apa yang menyebabkan dia marah? Kalian bertengkar?” |
Perbedaan sudut pandang kedua kutipan novel tersebut adalah ....
| Pilihan | Kutipan I | Kutipan II |
|---|---|---|
| A | orang pertama pelaku utama | orang ketiga pengamat |
| B | orang ketiga pengamat | orang pertama pelaku sampingan |
| C | orang ketiga serba tahu | orang pertama pelaku utama |
| D | orang pertama pelaku sampingan | orang ketiga serba tahu |
Analisis & Jawaban
Kutipan II memakai kata ganti “aku” dan tokoh “aku” terlibat langsung dalam peristiwa (berlari menuju kelas, bertanya kepada murid). Ini menunjukkan orang pertama pelaku utama.
Kutipan I tidak memakai “aku”, melainkan menceritakan keadaan dari luar (mereka, Rutan Seratu-Ayner, Dulah) dan menggambarkan situasi secara umum. Ini termasuk orang ketiga.
Pilihan yang memasangkan Kutipan II sebagai orang pertama pelaku utama adalah opsi C, sehingga Kutipan I adalah orang ketiga serba tahu (narator di luar tokoh, memaparkan situasi umum).
Jawaban: C.
Soal 13. Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama!
|
Seorang bapak menyiapkan dagangannya. Seorang gadis berseragam SMP masuk sambil cemberut. Ayah : Bukan begitu, As. Asri : Pokoknya aku tidak mau, pilih aku berhenti sekolah atau ayah cari pekerjaan lain. Ayah : Kamu tahu, ayah tidak punya keahlian apa-apa. Sejak ibumu masih hidup, ayah sudah menjalani pekerjaan ini. Dua puluh tahun, As. Asri : Hasilnya ... hanya begini-begini saja. Ayah : Bagi ayah, kamu dapat sekolah dan jadi anak sekolah itu sudah cukup. Asri : Pokoknya aku tidak mau! (sambil menangis) |
Latar tempat pada kutipan drama tersebut adalah ....
| Pilihan | Jawaban |
|---|---|
| A | rumah |
| B | sekolah |
| C | pasar |
| D | kelas |
Analisis & Jawaban
Petunjuk latar tempat ada pada kalimat pembuka: “Seorang bapak menyiapkan dagangannya.” Ini menunjukkan suasana berjualan (lapak/warung), paling sesuai dengan pasar.
Jawaban: C (pasar).
Soal 14. Bacalah kutipan drama berikut!
|
Rangga : Hai Rumi, kau kelihatan sibuk sekali? (saat istirahat) Rumi : Ah, tidak. Rangga : Bagaimana kalau saya bantu ? Rumi : Tidak usah. Rangga : Bukankah kalau saya bantu akan cepat selesai? Rumi : Sendiri saja. |
Amanat kutipan drama tersebut adalah ....
| Pilihan | Pernyataan |
|---|---|
| A | Hendaknya kita menghargai bantuan orang lain. |
| B | Kita seharusnya percaya kepada orang lain. |
| C | Jangan mudah putus asa karena suatu hal. |
| D | Jangan menerima bantuan orang lain. |
Analisis & Jawaban
Konflik kecilnya: Rangga menawarkan bantuan, tetapi Rumi menolak berkali-kali (“Tidak usah”, “Sendiri saja”).
Amanat yang paling tepat dari situasi ini adalah pentingnya menghargai/bersikap baik terhadap bantuan orang lain, bukan menolak tanpa alasan jelas.
Jawaban: A.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 1
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 2
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 3
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 4
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 5
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 6
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 7
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 8
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 9
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 10