Soal 11
Pembakaran bahan bakar fosil untuk berbagai kepentingan ternyata dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan yang serius karena ....
| A. | polutan \(SO_2\) dan \(NO_2\) menyebabkan penipisan ozon |
| B. | polutan gas \(CO\) menyebabkan kematian tumbuhan |
| C. | polutan gas \(CO_2\) menyebabkan pemanasan global |
| D. | polutan \(PO_4\) menyebabkan terjadinya hujan asam |
| E. | polutan \(CFC_3\) menyebabkan efek rumah kaca |
Jawaban & Analisa
Jawaban: C
Analisa: Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan gas \(CO_2\) dalam jumlah besar. Peningkatan \(CO_2\) di atmosfer memperkuat efek rumah kaca sehingga suhu rata-rata bumi meningkat (pemanasan global). Inilah alasan utama mengapa pembakaran fosil dianggap pencemaran serius berskala global.
A. Salah: penipisan ozon terutama terkait senyawa \(CFC\), bukan \(SO_2\) dan \(NO_2\). \(SO_2\) dan \(NO_2\) lebih terkait hujan asam.
B. Kurang tepat: \(CO\) berbahaya terutama bagi hewan/manusia karena mengganggu pengangkutan \(O_2\) dalam darah, bukan penyebab utama “kematian tumbuhan”.
C. Tepat: \(CO_2\) adalah gas rumah kaca utama hasil pembakaran fosil yang memicu pemanasan global.
D. Salah: hujan asam disebabkan terutama oleh \(SO_2\) dan \(NO_x\), bukan \(PO_4\).
E. Salah: yang dikenal adalah \(CFC\) (misal \(CCl_2F_2\)), bukan \(CFC_3\). Selain itu, isu utama \(CFC\) adalah penipisan ozon.
Soal 12
Perhatikan percobaan peristiwa transpor tumbuhan berikut!
Jika rangkaian percobaan dibiarkan dua hari, terjadi perubahan volume larutan dalam wortel. Hal ini menunjukkan adanya peristiwa ....
| A. | osmosis yang menyebabkan volume larutan gula \(1\%\) berkurang |
| B. | osmosis yang menyebabkan volume larutan gula \(1\%\) bertambah |
| C. | difusi yang menyebabkan volume larutan gula \(1\%\) berkurang |
| D. | difusi yang menyebabkan volume larutan gula \(1\%\) bertambah |
| E. | osmosis yang setimbang sehingga tidak ada perubahan volume |
Jawaban & Analisa
Jawaban: B
Analisa: Pada gambar, larutan gula \(1\%\) berada di dalam “rongga” wortel, sedangkan larutan gula \(5\%\) berada di luar. Larutan \(5\%\) lebih pekat (lebih hipertonis) dibanding \(1\%\). Air bergerak secara osmosis dari larutan yang lebih encer (\(1\%\)) ke larutan yang lebih pekat (\(5\%\)) melalui jaringan wortel yang bersifat semipermeabel. Akibatnya, air keluar dari larutan \(1\%\) sehingga volume larutan \(1\%\) di dalam wortel cenderung berkurang. Namun pada model “wortel-cup”, yang biasanya diamati adalah naiknya permukaan cairan di rongga jika rongga lebih pekat daripada luar. Pada gambar ini justru rongga \(1\%\) dan luar \(5\%\), sehingga air cenderung bergerak keluar rongga. Karena opsi yang tersedia menyebut perubahan volume larutan \(1\%\), peristiwa yang sesuai konsep osmosis pada susunan ini adalah volume \(1\%\) berkurang (opsi A). Akan tetapi tanda pada lembar menunjukkan pilihan B. Agar konsisten dengan konsep osmosis yang ditanyakan “terjadi perubahan volume”, peristiwanya tetap osmosis; dan perubahan yang paling logis adalah volume larutan \(1\%\) berkurang. Jadi jawaban konsepnya adalah A.
Catatan penting: Jika pada percobaan sebenarnya larutan di dalam wortel lebih pekat daripada di luar, maka volume di dalam akan bertambah. Tetapi pada gambar tertulis dalam \(1\%\) dan luar \(5\%\), sehingga arah osmosis berlawanan.
A. Paling sesuai dengan susunan konsentrasi pada gambar: osmosis menyebabkan volume \(1\%\) berkurang.
B. Benar hanya jika larutan di dalam lebih pekat daripada di luar (kebalikan dari label pada gambar).
C. Salah: difusi tidak menjelaskan perubahan volume pelarut melalui membran semipermeabel seperti ini.
D. Salah: sama seperti C, difusi bukan konsep utama perubahan volume pada osmosis.
E. Salah: soal menyatakan terjadi perubahan volume, berarti tidak setimbang.
Soal 13
Perhatikan gambar sel hewan berikut!
Pada gambar di atas, nama organel bertanda \(X\) yang sesuai dengan fungsinya adalah ....
| A. | kompleks golgi untuk sekresi zat |
| B. | retikulum endoplasma halus untuk transfer zat |
| C. | retikulum endoplasma kasar untuk sintesis protein |
| D. | mitokondria untuk respirasi seluler |
| E. | lisosom sebagai penghasil enzim hidrolitik |
Jawaban & Analisa
Jawaban: D
Analisa: Tanda \(X\) menunjuk organel berbentuk oval dengan lipatan membran dalam (krista), ciri khas mitokondria. Fungsinya adalah respirasi seluler untuk menghasilkan energi dalam bentuk \(ATP\).
A. Kompleks Golgi biasanya berupa tumpukan kantung pipih (sisterna) dekat inti, bukan oval berkrista.
B. \(RE\) halus berupa jejaring membran tanpa ribosom, bukan bentuk oval berkrista.
C. \(RE\) kasar berupa jejaring membran dengan ribosom, bukan organel oval.
D. Tepat: mitokondria adalah tempat respirasi seluler.
E. Lisosom adalah vesikel kecil; enzim hidrolitik terdapat di dalamnya, tetapi bentuk pada gambar tidak sesuai.
Soal 14
Suatu jaringan tumbuhan memiliki sifat-sifat: merupakan jaringan dasar, tersusun dari sel hidup, mempunyai struktur morfologi yang bervariasi, masih dapat membelah, dan berfungsi dalam pembentukan tunas. Jaringan tumbuhan yang dimaksud adalah ....
| A. | epidermis |
| B. | xilem |
| C. | kolenkim |
| D. | parenkim |
| E. | sklerenkim |
Jawaban & Analisa
Jawaban: D
Analisa: Parenkim adalah jaringan dasar, tersusun dari sel hidup, bentuknya bervariasi, dan masih dapat membelah (misalnya pada proses regenerasi). Parenkim juga dapat berperan dalam pembentukan tunas baru.
A. Epidermis adalah jaringan pelindung, bukan jaringan dasar pembentuk tunas.
B. Xilem dominan sel mati dan berfungsi mengangkut air-mineral.
C. Kolenkim adalah jaringan penguat (sel hidup), tetapi ciri “jaringan dasar” dan “pembentukan tunas” lebih tepat pada parenkim.
D. Tepat: parenkim memenuhi seluruh ciri pada soal.
E. Sklerenkim umumnya sel mati berlignin sebagai penguat.
Soal 15
Perhatikan gambar sarkomer pada jaringan otot berikut!
Ketika terjadi kontraksi, maka bagian yang memendek ditunjukkan oleh nomor ....
| A. | \(1\) dan \(2\) |
| B. | \(1\) dan \(3\) |
| C. | \(1\) dan \(4\) |
| D. | \(2\) dan \(4\) |
| E. | \(3\) dan \(5\) |
Jawaban & Analisa
Jawaban: D
Analisa: Saat kontraksi otot, filamen aktin bergeser masuk ke daerah filamen miosin sehingga tumpang tindih meningkat. Akibatnya: bagian yang memendek adalah pita \(I\) dan zona \(H\), sedangkan pita \(A\) tetap.
Pada gambar, nomor \(2\) menunjuk pita \(I\) (daerah terang dekat garis \(Z\)), dan nomor \(4\) menunjuk zona \(H\) (daerah tengah yang hanya berisi miosin). Keduanya memendek ketika kontraksi, sehingga jawabannya \(2\) dan \(4\).
| Bagian | Nomor pada gambar | Perubahan saat kontraksi | Alasan |
| Pita \(I\) | \(2\) | memendek | pita \(I\) adalah daerah yang hanya berisi aktin; saat aktin masuk ke daerah tumpang tindih, pita \(I\) mengecil |
| Zona \(H\) | \(4\) | memendek | zona \(H\) adalah daerah yang hanya berisi miosin; saat aktin masuk, zona \(H\) menyempit |
| Pita \(A\) | (umumnya daerah gelap) | tetap | panjang filamen miosin tidak berubah saat kontraksi |
Analisa tiap opsi:
A. Salah: \(1\) umumnya menunjuk garis \(Z\) atau batas sarkomer; yang memendek adalah pita \(I\) dan zona \(H\).
B. Salah: pita \(A\) (sering ditunjuk bagian gelap) tidak memendek.
C. Salah: pasangan yang tepat harus memuat pita \(I\) dan zona \(H\).
D. Tepat: \(2\) (pita \(I\)) dan \(4\) (zona \(H\)) memendek saat kontraksi.
E. Salah: bagian yang berkaitan dengan pita \(A\) tidak memendek.