Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 21. Contoh koloid yang medium pendispersinya padat dan fase terdispersinya cair adalah ....

A asap
B awan
C agar-agar
D mutiara
E batu apung
Jawaban dan Analisa

Jawaban: C (agar-agar)

Catatan notasi: bila ada perbandingan, simbolnya ditulis \( \gt \) dan \( \lt \).

Ide kunci: Medium pendispersi padat dan fase terdispersi cair adalah jenis koloid gel (cair dalam padat).

A. asap → aerosol padat: padat dalam gas, bukan cair dalam padat.

B. awan → aerosol cair: cair dalam gas, bukan cair dalam padat.

C. agar-agar → gel: cair terperangkap/tersebar dalam kerangka padat, sesuai “cair dalam padat”.

D. mutiara → sol padat/paduan padat: padat dalam padat, bukan cair dalam padat.

E. batu apung → buih padat: gas dalam padat, bukan cair dalam padat.


Soal 22. Peristiwa berikut L:

1. Pembentukan delta pada muara sungai
2. Pemurnian air sungai (kotor)
3. Penyembuhan sakit perut oleh norit
4. Penjernihan air

Yang merupakan contoh peristiwa koagulasi koloid, kecuali ....

A 1 dan 2
B 1 dan 3
C 1 dan 4
D 2 dan 3
E 2 dan 4
Jawaban dan Analisa

Jawaban: D (2 dan 3)

Ide kunci: Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid sehingga mengendap. “Norit” (arang aktif) bekerja terutama dengan adsorpsi, bukan penggumpalan.

1. Pembentukan delta pada muara sungai → air sungai membawa koloid tanah liat. Saat bertemu air laut yang kaya elektrolit, muatan partikel ternetralisir sehingga terjadi koagulasi dan mengendap membentuk delta. Jadi ini koagulasi.

2. Pemurnian air sungai (kotor) → peristiwa “pemurnian” bisa terjadi karena penyerapan (adsorpsi) kotoran/warna oleh partikel (misalnya permukaan tanah/partikel halus), tidak selalu berupa penggumpalan koloid yang disengaja. Karena soal meminta yang bukan koagulasi, butir ini dipasangkan sebagai pengecualian.

3. Penyembuhan sakit perut oleh norit → norit (arang aktif) memiliki luas permukaan besar yang mengadsorpsi racun/penyebab diare di saluran cerna. Ini bukan koagulasi.

4. Penjernihan air → lazimnya dilakukan dengan penambahan koagulan (misalnya tawas) yang menyebabkan partikel koloid menggumpal lalu mengendap. Jadi ini koagulasi.

Kesimpulan: Pengecualian (bukan koagulasi) yang paling tepat adalah pasangan yang memuat peristiwa adsorpsi, yaitu (2) dan (3).


Soal 23. Pembuatan sol \( \text{Fe(OH)}_3 \) dapat dilakukan dengan cara ....

A mekanik
B peptisasi
C reaksi redoks
D hidrolisis
E dekomposisi rangkap
Jawaban dan Analisa

Jawaban: D (hidrolisis)

Ide kunci: Sol \( \text{Fe(OH)}_3 \) sering dibuat dengan hidrolisis garam besi(III), misalnya \( \text{FeCl}_3 \), di air panas sehingga terbentuk partikel koloid \( \text{Fe(OH)}_3 \).

A. mekanik → metode mekanik (penggilingan) umumnya untuk memecah zat padat menjadi ukuran koloid, tetapi \( \text{Fe(OH)}_3 \) lebih lazim dibuat lewat reaksi kimia (hidrolisis).

B. peptisasi → mengubah endapan menjadi sol dengan bantuan elektrolit tertentu. Bisa terjadi pada beberapa sistem, tetapi bukan cara baku yang paling dikenal untuk membuat sol \( \text{Fe(OH)}_3 \) dari awal.

C. reaksi redoks → umumnya untuk membuat sol logam (misalnya emas/perak) melalui reduksi, bukan sol hidroksida besi(III).

D. hidrolisis → tepat, karena ion \( \text{Fe}^{3+} \) mengalami hidrolisis menghasilkan spesies hidroksida yang membentuk sol \( \text{Fe(OH)}_3 \).

E. dekomposisi rangkap → cenderung menghasilkan endapan kasar (bukan stabil sebagai sol) kecuali kondisi tertentu; untuk \( \text{Fe(OH)}_3 \) yang ditanya, jawaban standar adalah hidrolisis.


Soal 24. Lima tabung reaksi masing-masing berisi air yang mengandung:

1. \( \text{MgSO}_4 \)
2. \( \text{Na}_2\text{SO}_4 \)
3. \( \text{Ca(HCO}_3)_2 \)
4. \( \text{KCl} \)
5. \( \text{CaCl}_2 \)

Air sadah tetap terdapat pada pasangan tabung nomor ....

A 1 dan 2
B 1 dan 5
C 2 dan 4
D 3 dan 4
E 3 dan 5
Jawaban dan Analisa

Jawaban: B (1 dan 5)

Ide kunci: Air sadah disebabkan terutama oleh ion \( \text{Ca}^{2+} \) dan/atau \( \text{Mg}^{2+} \).

- Air sadah sementara: biasanya dari bikarbonat \( \text{Ca(HCO}_3)_2 \) atau \( \text{Mg(HCO}_3)_2 \), dapat hilang dengan pemanasan.
- Air sadah tetap (permanen): dari sulfat/klorida \( \text{Ca}^{2+} \) atau \( \text{Mg}^{2+} \), tidak hilang hanya dengan pemanasan.

1. \( \text{MgSO}_4 \) → mengandung \( \text{Mg}^{2+} \) dan sulfat → sadah tetap.

2. \( \text{Na}_2\text{SO}_4 \) → tidak ada \( \text{Ca}^{2+} \) atau \( \text{Mg}^{2+} \) → tidak menyebabkan kesadahan.

3. \( \text{Ca(HCO}_3)_2 \) → bikarbonat kalsium → sadah sementara (bisa berkurang saat dipanaskan).

4. \( \text{KCl} \) → tidak ada \( \text{Ca}^{2+} \) atau \( \text{Mg}^{2+} \) → tidak menyebabkan kesadahan.

5. \( \text{CaCl}_2 \) → mengandung \( \text{Ca}^{2+} \) dan klorida → sadah tetap.

Kesimpulan: Air sadah yang tetap (permanen) ada pada tabung 1 dan 5.


Soal 25. Salah satu kegunaan BHA (Butil Hidroksi Anisol) adalah ....

A mencegah agar minyak tidak menjadi tengik
B mencegah agar makanan tidak membusuk
C mencegah adanya kapang pada roti kering
D memberi warna yang menarik pada makanan
E memberi aroma yang menarik pada makanan
Jawaban dan Analisa

Jawaban: A (mencegah agar minyak tidak menjadi tengik)

Ide kunci: BHA adalah antioksidan pada bahan pangan, terutama untuk lemak/minyak. Fungsinya menghambat oksidasi lemak yang menyebabkan bau/rasa tengik.

A tepat: mencegah oksidasi lemak/minyak sehingga tidak cepat tengik.

B kurang tepat: “tidak membusuk” lebih terkait pengawet antimikroba (menghambat bakteri/jamur), bukan fungsi utama BHA.

C kurang tepat: pencegahan kapang biasanya memakai pengawet antijamur (misalnya propionat), bukan antioksidan BHA.

D tidak tepat: pewarna makanan adalah aditif jenis lain.

E tidak tepat: pemberi aroma adalah flavoring, bukan peran BHA.