soal 41
Seorang kepala sekolah SMU 200 menugasi pembina OSIS SMU 200 untuk mempersiapkan acara penyambutan walikota ke sekolah tersebut pada tanggal \(2\) Mei \(2003\).
Kalimat isi memo yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....
A. Sud kiranya Bapak mempersiapkan acara penyambutan walikota tanggal \(2\) Mei \(2003\).
B. Atur acara penyambutan walikota, jangan sampai memalukan sekolah kita tanggal \(2\) Mei \(2002\).
C. Segera persiapkan acara penyambutan walikota di sekolah ini, tanggal \(2\) Mei \(2003\).
D. Bapak persiapkanlah acara penyambutan walikota yang tidak lama lagi, yaitu tanggal \(2\) Mei \(2003\).
E. Saya mohon sungguh-sungguh agar Bapak persiapkan acara penyambutan walikota tanggal \(2\) Mei \(2003\).
Jawaban dan Analisa
Jawaban: C
Analisa: Isi memo harus singkat, jelas, langsung pada perintah/tugas, dan memuat informasi pokok: apa yang harus dilakukan, oleh siapa, dan kapan. Ilustrasi menyebut tugas “mempersiapkan acara penyambutan walikota” untuk tanggal \(2\) Mei \(2003\). Pilihan C paling memenuhi gaya memo: ringkas dan langsung.
A. Kalimatnya kurang baku/tepat karena frasa “Sud kiranya” tidak jelas dan terasa salah tulis; memo menuntut kejelasan.
B. Tanggal salah: tertulis \(2\) Mei \(2002\), padahal ilustrasi \(2\) Mei \(2003\). Karena \(2003 \gt 2002\), opsi ini pasti tidak sesuai.
C. Tepat: “Segera persiapkan ... tanggal \(2\) Mei \(2003\).” Ringkas, perintah jelas, tanggal benar.
D. Masih memuat informasi benar, tetapi kurang ringkas karena menambah frasa “yang tidak lama lagi” yang tidak diperlukan dalam memo.
E. Terlalu panjang dan emosional (“mohon sungguh-sungguh”), tidak sesuai karakter memo yang efektif dan singkat.
Catatan simbol wajib: tanggal acara \(2\) Mei \(2003\) dan bukan \(2\) Mei \(2002\), sehingga \(2003 \gt 2002\).
soal 42
Mari kita jaga kebersihan dan kita peduli akan lingkungan.
Menjaga kebersihan berarti memperhatikan kesehatan. Jika kita sehat, kita akan menjadi kuat.
Kalimat poster yang tepat berdasarkan ilustrasi di atas adalah ....
A. Hidupku adalah kesehatan, kurangi merokok.
B. Biasakanlah hidup bersih! Lingkungan bersih dan sehat, kita kuat.
C. Ayo cinta lingkungan. Kita galang kekuatan.
D. Kembalikanlah lingkungan, cintai kebersihan, kembangkan kekuatan.
E. Upayakan mencintai kesehatan dan menjaga kebersihan,
Jawaban dan Analisa
Jawaban: B
Analisa: Isi ilustrasi menghubungkan tiga gagasan: (1) menjaga kebersihan dan peduli lingkungan, (2) kebersihan berkaitan dengan kesehatan, (3) sehat membuat kuat. Poster yang tepat harus ringkas, ajakan jelas, dan selaras dengan rantai gagasan tersebut.
A. Fokus pada merokok, padahal ilustrasi menekankan kebersihan dan lingkungan. Tidak selaras.
B. Tepat: ada ajakan “hidup bersih”, ada “lingkungan bersih dan sehat”, dan simpulan “kita kuat”. Ini mengikuti alur ilustrasi.
C. Terlalu umum dan tidak menegaskan hubungan kebersihan–kesehatan–kuat.
D. Diksi tidak efektif (“kembalikanlah lingkungan”) dan pesan utama tidak setegas ilustrasi.
E. Kalimat tidak lengkap (berakhir dengan koma) sehingga tidak efektif sebagai poster.
Catatan simbol wajib: kesehatan \(\gt\) kekuatan (dalam ilustrasi), dan kebersihan \(\gt\) kesehatan (hubungan sebab menuju hasil).
soal 43
Ada dua macam sarana pendidikan, yaitu pendidikan formal dan pendidikan nonformal. Pendidikan formal memiliki standar kurikulum yang sudah ditentukan oleh pemerintah, seperti SD, SLTP, SMU/SMK dan lain sebagainya. Pendidikan nonformal yang lebih dikenal dengan pendidikan luar sekolah seperti kursus-kursus, biasanya menyusun kurikulum sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan lembaga yang bersangkutan.
Paragraf tersebut menggunakan pola pengembangan eksposisi berjenis ....
A. analisis
B. identifikasi
C. ilustrasi
D. definisi
E. klasifikasi
Jawaban dan Analisa
Jawaban: E
Analisa: Pola eksposisi “klasifikasi” membagi suatu konsep umum ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan jenisnya. Paragraf ini jelas membagi “sarana pendidikan” menjadi dua jenis: formal dan nonformal, lalu menjelaskan ciri masing-masing. Itu adalah ciri klasifikasi.
A. Analisis mengurai sebab/unsur dan hubungan mendalam; paragraf ini lebih membagi jenis daripada menganalisis sebab-akibat.
B. Identifikasi biasanya mengenali ciri suatu objek tanpa membagi ke jenis yang tegas. Di sini pembagian jenis sangat eksplisit.
C. Ilustrasi menekankan contoh cerita/perumpamaan untuk memperjelas. Paragraf ini menjelaskan jenis-jenis secara sistematis.
D. Definisi biasanya menjelaskan pengertian suatu istilah. Paragraf ini bukan sekadar definisi, melainkan pengelompokan.
E. Tepat: ada penggolongan “dua macam” lalu rincian ciri setiap golongan.
Catatan simbol wajib: jumlah jenis pendidikan di paragraf \(2 \gt 1\) karena disebut “dua macam”.
soal 44
Percabangan suatu bahasa pada mula-mula terjadi pada suatu bahasa baru itu, dapat bercabang pula dan seterusnya, dapat disamakan dengan percabangan sebatang pohon. Pada suatu waktu batang pohon tadi mengeluarkan cabang; tiap cabang kemudian bertunas dan bertumbuh menjadi cabang-cabang baru. Cabang-cabang yang baru ini kemudian mengeluarkan ranting-ranting yang baru. Demikian seterusnya. Begitu pula percabangan pada bahasa.
Paragraf di atas menggunakan pola pengembangan ....
A. sebab-akibat
B. akibat-sebab
C. generalisasi
D. analogi
E. proses
Jawaban dan Analisa
Jawaban: D
Analisa: Pola analogi menjelaskan suatu konsep dengan menyamakannya dengan konsep lain yang lebih mudah dibayangkan. Paragraf ini menyamakan “percabangan bahasa” dengan “percabangan pohon” (batang–cabang–ranting). Kalimat kunci “dapat disamakan dengan percabangan sebatang pohon” menegaskan analogi.
A. Sebab-akibat menekankan hubungan penyebab dan akibat. Paragraf ini lebih menekankan perbandingan/penyamaan, bukan sebab-akibat.
B. Akibat-sebab juga bukan; tidak ada urutan akibat lalu penyebab.
C. Generalisasi bergerak dari contoh ke simpulan umum. Paragraf ini tidak menutup dengan simpulan umum berbasis data contoh, melainkan menyamakan dua hal.
D. Tepat: menyamakan percabangan bahasa dengan percabangan pohon.
E. Ada unsur urutan (batang→cabang→ranting), tetapi fungsinya untuk menyokong penyamaan, bukan menjelaskan prosedur membuat sesuatu. Jadi pola utamanya analogi.
Catatan simbol wajib: pada analogi, “bahasa” disamakan dengan “pohon”; cabang \(\gt\) ranting (dalam tingkat struktur) dan ranting \(\lt\) cabang.
soal 45
PU : Semua siswa SMU yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri harus lulus SPMB.
PK : Anto siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri.
K : ....
Kesimpulan yang tepat dalam silogisme tersebut adalah ....
A. Anto ingin kuliah karena ia siswa SMU.
B. Siswa yang ingin kuliah harus mengikuti SPMB.
C. Anto harus lulus SPMB.
D. Anto tamat SMU.
E. Anto akan mengikuti SPMB.
Jawaban dan Analisa
Jawaban: C
Analisa: Premis umum (PU) menyatakan: semua siswa SMU yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri \(\rightarrow\) harus lulus SPMB. Premis khusus (PK) menyatakan: Anto adalah siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri. Maka Anto termasuk dalam kelompok yang dimaksud PU, sehingga kesimpulannya: Anto harus lulus SPMB.
A. Menambah alasan “karena ia siswa SMU” yang tidak terdapat dalam premis; tidak logis dari PU dan PK.
B. Mengubah cakupan: premis membahas “yang melanjutkan ke PTN”, bukan semua “yang ingin kuliah”. Jadi terlalu luas.
C. Tepat: langsung diturunkan dari PU dan PK.
D. Tidak dinyatakan bahwa Anto tamat SMU; yang diketahui hanya ia siswa dan melanjutkan ke PTN.
E. Premis menyebut “harus lulus SPMB”, bukan “akan mengikuti SPMB”. Mengikuti belum tentu dinyatakan; yang wajib adalah lulusnya.
Catatan simbol wajib: jika syarat “melanjutkan ke PTN” dipenuhi, maka kewajiban lulus SPMB berlaku; kewajiban \(\gt\) pilihan (secara makna), dan pilihan \(\lt\) kewajiban.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 11
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 12