Soal 21
Kalimat yang menggunakan majas litotes adalah ….
Jawaban dan Analisis
Jawaban: A
Konsep litotes: majas yang merendahkan diri/mengecilkan kenyataan untuk tujuan kesantunan atau kerendahan hati, misalnya menyebut sesuatu “sederhana” padahal hasilnya besar/berharga.
Mengapa A litotes: Ungkapan “gubuk sederhana” dipakai untuk menyebut hasil karya “selama bertahun-tahun”. Frasa itu bernuansa merendahkan hasil sendiri (mengecilkan) sehingga sesuai ciri litotes.
Evaluasi opsi lain:
B bukan litotes; itu pernyataan umum tentang teman, tidak ada unsur merendahkan diri.
C mempersonifikasikan hujan seolah-olah “memandikan” (majas personifikasi), bukan litotes.
D lebih dekat ke pernyataan sebab-akibat/penekanan, bukan merendahkan diri.
E hanya penegasan (“dengan tangan saya sendiri”), bukan litotes.
Soal 22
Pasangan kalimat yang menggunakan kata berpolisemi dengan tepat terdapat pada ….
Karena kelelahan bekerja, setiap di rumah Jatuh di halaman.
“Berapa pak dia membeli rokok?” tanya pedagang itu kepada orang suruhannya.
Cerita yang sedang dibaca Tomy adalah cerita Jaka Tingkir seri kedua.
Istri yang pandai mengurus rumah tangga akan membahagiakan suaminya.
Ibu mengukur kelapa untuk membuat kolak makanan kesenangan ayah.
Jawaban dan Analisis
Jawaban: D
Konsep polisemi: satu kata memiliki beberapa makna yang masih berhubungan (makna dasar → makna turunan), dan pemakaian makna itu tepat sesuai konteks.
Mengapa D paling tepat: Kata “mengurus” dipakai dalam dua makna yang berbeda tetapi masih berhubungan dan sama-sama lazim.
1) “badannya terlihat mengurus” = menjadi kurus/menyusut (kondisi fisik).
2) “mengurus rumah tangga” = mengelola/menangani (mengatur pekerjaan rumah).
Keduanya memakai kata yang sama “mengurus” dengan makna berbeda sesuai konteks, sehingga tepat sebagai contoh polisemi.
Evaluasi opsi lain:
A: “jatuh” pertama bermakna “bertepatan”, sedangkan kalimat kedua “Jatuh di halaman” terasa janggal karena subjeknya tidak jelas; secara struktur kalimatnya tidak efektif.
B: “Pak” pertama sapaan, “pak” kedua juga sapaan tetapi konteksnya salah ketik/struktur (“Berapa pak dia membeli rokok?”) sehingga tidak tepat.
C: Memang “seri” bisa bermakna hasil imbang dan “seri” sebagai bagian/urutan cerita. Ini juga contoh polisemi, tetapi penulisan “Swedia berakhir seri …” tidak rapi, dan format “\(1\) - \(1\)” seharusnya “\(1\)–\(1\)” atau “\(1\)–\(1\)” (intinya: kalimat pertama kurang efektif). D paling bersih dan tepat.
E: “mengukur jalan” benar, tetapi “mengukur kelapa” kurang tepat (yang lazim: “memarut/mengupas/memotong” kelapa; “mengukur kelapa” tidak sesuai konteks memasak), sehingga tidak tepat.
Soal 23
Pasangan kalimat yang menggunakan kata berhomograf adalah ….
Pengendara yang mengalami kecelakaan mental dari sepeda motornya.
Buku bacaan untuk anak-anak sebaiknya mempunyai unsur didik.
Kopi kiriman ibu dari medan sudah dibagikan kepada tetangga.
Andi mengerjakannya di kertas buram.
Gerakan massa dapat dikendalikan oleh aparat.
Jawaban dan Analisis
Jawaban: D
Konsep homograf: kata yang ejaannya sama, tetapi makna (dan sering kali pelafalan) berbeda sesuai konteks.
Mengapa D tepat: Kata “buram” dipakai dalam dua makna yang berbeda:
1) “kaca jendela … sudah buram” = tidak jernih/keruh (ciri permukaan kaca).
2) “kertas buram” = kertas draf/konsep (kertas untuk coretan awal), bukan makna “tidak jernih”.
Makna berbeda, ejaan sama, dan keduanya lazim. Ini memenuhi ciri homograf.
Evaluasi opsi lain:
A: “mental” pertama (kejiwaan), kedua seharusnya “terpental”, bukan “mental”. Jadi tidak tepat.
B: “buku jari” dan “buku bacaan” memakai “buku” berbeda makna, tetapi ini lebih dikenal sebagai polisemi yang sangat umum; soal ini menekankan homograf yang jelas perbedaan maknanya dan penggunaan bakunya. D paling tegas dan tidak rancu.
C: “kopi surat” (salinan) benar, tetapi “kopi kiriman ibu” janggal karena “kopi” sebagai minuman harusnya diberi konteks minum/menyeduh; kalimatnya tidak efektif.
E: Tidak memuat pasangan kata yang sama ejaannya; jadi bukan homograf.
Soal 24
Kata yang mengalami penyempitan makna terdapat dalam kalimat ….
Jawaban dan Analisis
Jawaban: E
Konsep penyempitan makna: kata yang dahulu bermakna lebih luas, lalu dalam pemakaian sekarang maknanya menjadi lebih khusus.
Mengapa E tepat: Kata “sarjana” pada awalnya bermakna luas sebagai “orang pandai/cendekia/terpelajar”, tetapi dalam pemakaian modern Indonesia menjadi lebih khusus: gelar pendidikan strata \(1\) (S\(1\)). Itu contoh penyempitan makna (dari “orang terpelajar” → “lulusan S\(1\)”).
Evaluasi opsi lain:
A, C, dan D tidak menampilkan kata yang jelas mengalami penyempitan makna dalam contoh tersebut.
B “puri” bisa bermakna istana/rumah besar; pada beberapa konteks modern bisa jadi nama perumahan, tetapi pada kalimat ini tidak cukup kuat menunjukkan proses penyempitan makna sebagai konsep kebahasaan yang diuji. E paling jelas dan baku.
Soal 25
Frase bermakna ganda terdapat dalam kalimat ….
Jawaban dan Analisis
Jawaban: A
Makna ganda (ambigu): sebuah frase/kalimat dapat ditafsirkan lebih dari satu makna karena susunan unsur kalimatnya.
Ambiguitas pada A: “Mobil baru paman dipongkel …” bisa ditafsirkan menjadi dua:
1) “mobil baru” = mobil yang baru (kondisi mobilnya baru), milik paman.
2) “paman baru” = paman yang baru (misalnya paman tiri/baru menjadi paman) memiliki mobil, lalu mobil itu dipongkel.
Karena penempatan kata “baru” bisa melekat ke “mobil” atau ke “paman”, maka kalimat menjadi bermakna ganda.
Evaluasi opsi lain:
B, C, dan D relatif tunggal makna; struktur keterangannya jelas.
E juga jelas: SPP untuk siswa baru dinaikkan, tidak memunculkan dua tafsir yang kuat.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 11
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 12