Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 1

"Rayonisasi dulu dan sekarang itu berbeda. Kalau dulu rayonisasi mengelompokkan anak untuk melanjutkan sekolah pada daerah tertentu, sekarang hanya membantu orang tua murid mendaftarkan sekolah. Jadi lebih bersifat pelayanan.

"Sekarang, murid bebas memilih sekolah", kata Abdul Rochim, Kepala Subdinas Pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLIP) Dinas Pendidikan Dasar Provinsi DKI Jakarta, saat ditemui Kompas sebelum acara Sosialisasi PSB 2002/2003 di Jakarta, Jumat (10/5).

(Sumber: Kompas, Sabtu, 11 Mei 2002)

Gagasan utama paragraf di atas adalah....

A. perbedaan pengertian rayonisasi dulu dengan sekarang

B. rayonisasi adalah mengelompokkan anak untuk melanjutkan

C. rayonisasi adalah wujud yang bersifat pelayanan

D. kebebasan murid untuk memilih sekolah

E. pernyataan Kepala Subdinas pendidikan SLIP

Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Gagasan utama adalah inti pembahasan yang menaungi seluruh kalimat. Paragraf ini sejak awal menegaskan “rayonisasi dulu dan sekarang itu berbeda”, lalu menjelaskan perbedaan tersebut: dahulu mengelompokkan siswa berdasarkan daerah, sekarang lebih bersifat membantu pendaftaran dan memberi kebebasan memilih sekolah. Jadi fokus utamanya adalah perbedaan makna/penerapan rayonisasi dulu dan sekarang.

Analisis tiap pilihan:

A. Tepat, karena mencakup keseluruhan isi (perbandingan dulu vs sekarang) sebagai ide payung.

B. Hanya menjelaskan bagian “dulu”, sehingga terlalu sempit.

C. Hanya menyoroti salah satu ciri “sekarang” (pelayanan), bukan keseluruhan perbandingan.

D. Itu detail penjelas di akhir, bukan ide utama.

E. “Pernyataan tokoh” bukan gagasan utama; gagasan utama adalah isi pernyataannya, yaitu perbedaan rayonisasi. Ketepatan A lebih tinggi daripada D, seperti \(3 \gt 2\) dan \(2 \lt 3\).


Soal 2

LUAS KEKERINGAN PADA TANAMAN PADI DI PANTURA - JAWA PER JUNI 2002

No. KABUPATEN/KECAMATAN LUAS KEADAAN (Ha) TERANCAM
R S B P J
1 Bekasi
- Cikarang Selatan
- Cikarang Barat
30
135
-
-
-
-
-
-
30
135
-
-
2 Karawang
- Cilamaya
920 - - - 920 -
3 Subang 1.600 875 121 - 2.596 -
4 Indramayu
- Lososong
- Juntiyuat
- Arahan
- Haurgeulis
- Cikedung
- Gabus Wetan
- Sliyeg
- Cantigi
- Kroya
- Loh Bener
- Bongas
- Kandanghaur
- Krangkeng
-
575
350
299
-
860
124
176
257
-
-
834
-
-
-
-
-
165
350
-
-
847
-
-
-
-
125
-
-
-
-
240
-
-
620
-
-
-
-
142
-
-
-
-
-
-
-
341
-
-
-
-
267
575
350
299
165
1.420
124
176
2.065
-
-
834
-
-
1.160
1.000
1.000
385
2.300
2.575
579
-
843
250
-
397
5 Cirebon
- Kapetakan
- Astamegapura
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
248
256
6 Jepara 206 - - 206 206 -
7 Blora 215 - 18 239 239 -
Jumlah 6.571 2.237 1.124 489 10.431 10.993

Sumber: Deptan

Keterangan: R => Ringan, S = Sedang, B = Berat, P = Puso, J = Jumlah

Kalimat yang berisi penjelasan isi tabel di atas yang tepat adalah....

A. Tanaman padi yang mengalami kekeringan berat di Subang dan Blora berjumlah 249 ha.

B. Tanaman padi di Jepara dan Blora mengalami kekeringan secara keseluruhan berjumlah 565 ha.

C. Tanaman padi yang mengalami kekeringan ringan di Bekasi dan Karawang berjumlah 1175 ha.

D. Tanaman padi di daerah Pantura dan Jawa yang mengalami kekeringan sedang berjumlah 2347 ha.

E. Tanaman padi yang terancam kekeringan di daerah Indramayu berjumlah 10489 ha.

Jawaban & Analisis

Jawaban: E

Untuk memeriksa kebenaran pernyataan, kita harus mencocokkan kalimat pilihan dengan angka yang benar pada tabel. Opsi E menyebut “terancam kekeringan di Indramayu” berjumlah 10489 ha. Angka tersebut harus dicek pada kolom TERANCAM untuk wilayah Indramayu.

Pada Indramayu, angka TERANCAM yang tercantum (per kecamatan) adalah: Juntiyuat 1.160, Arahan 1.000, Haurgeulis 1.000, Cikedung 385, Gabus Wetan 2.300, Sliyeg 2.575, Cantigi 579, Loh Bener 843, Bongas 250, dan Krangkeng 397. Jika dijumlahkan, hasilnya: \(1{.}160 + 1{.}000 + 1{.}000 + 385 + 2{.}300 + 2{.}575 + 579 + 843 + 250 + 397 = 10{.}489\). Karena hasil penjumlahan sama persis, maka E benar. Kesesuaian E terhadap data jelas \( \gt \) pilihan lain, sedangkan pilihan lain \( \lt \) E pada ketepatan.

Analisis tiap opsi:

A. Salah. Kekeringan berat (B) Subang adalah 121 dan Blora adalah 18, sehingga totalnya \(121 + 18 = 139\), bukan \(249\).

B. Salah. Total (J) Jepara 206 dan Blora 239, sehingga \(206 + 239 = 445\), bukan \(565\).

C. Salah. Kekeringan ringan (R) Bekasi adalah \(30 + 135 = 165\), Karawang 920, sehingga \(165 + 920 = 1{.}085\), bukan \(1{.}175\).

D. Salah. Jumlah total kekeringan sedang (S) pada baris “Jumlah” adalah 2.237, bukan 2.347. Jadi pernyataan D tidak sesuai tabel.

E. Benar. Hasil penjumlahan kolom TERANCAM untuk Indramayu adalah \(10{.}489\). Maka E paling tepat, dan ketepatannya \( \gt \) opsi lain.


Soal 3

A.A. Navis, nama lengkapnya Ali Akbar Navis. Lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, tanggal 17 November 1924. Ia tamat perguruan INS di Kayutanam tahun 1943.

Pada masa Jepang Navis bekerja pada pabrik porselen di Padang Panjang, kemudian jadi guru, tahun 1952 jadi Kepala Urusan Kesenian Perwakilan Jawatan Kebudayaan Sumatera Tengah.

Pada tahun 1950 ia mulai mengikuti perkembangan kesusastraan secara aktif, mengarang cerita pendek dan sandiwara radio. Cerita-ceritanya dalam Mimbar Indonesia, Siasat, Kisah, Sastra, dan lain-lain. Ia sebagai pemenang hadiah majalah Kisah pada tahun 1955.

Karya-karyanya ialah: Robohnya Surau Kami (1965), Bianglala (1965), Hujan Panas (1963), Kemarau (1967), semuanya diterbitkan oleh N.V Nusantara.

Kalimat tanya yang sesuai dengan isi bacaan biografi di atas adalah....

A. Kapan A.A. Navis mulai mengikuti perkembangan kesusastraan secara aktif?

B. Bagaimana pandangan A.A. Navis terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia?

C. Mengapa A.A. Navis mendapatkan hadiah majalah Kisah pada tahun 1955?

D. Mengapa A.A. Navis tidak pernah menciptakan karya sastra berbentuk puisi?

E. Bagaimana cara A.A. Navis dalam menciptakan karya sastra berbentuk cerpen?

Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Pertanyaan yang “sesuai” berarti jawabannya tersedia langsung dalam teks biografi. Teks menyebutkan secara eksplisit: “Pada tahun 1950 ia mulai mengikuti perkembangan kesusastraan secara aktif...”. Jadi pertanyaan yang tepat adalah “kapan” ia mulai aktif, yaitu opsi A.

Analisis tiap pilihan:

A. Benar, karena jawabannya ada jelas di teks: tahun \(1950\).

B. Tidak ada penjelasan pandangan/pendapat A.A. Navis dalam teks.

C. Teks menyebut ia menang hadiah, tetapi tidak menjelaskan alasan “mengapa”.

D. Teks tidak membahas puisi atau alasan tidak menulis puisi.

E. Teks tidak memaparkan cara/teknik menulis cerpen. Maka kecocokan A \( \gt \) opsi lain, dan opsi lain \( \lt \) A.


Soal 4

Paragraf 1

Hakikat hidup adalah bekerja. Dapat dikatakan bahwa salah satu ciri manusia hidup adalah bekerja. Oleh karena itu, bekerja tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia, baik secara fisik maupun psikis.

Paragraf 2

Antara bekerja dan kesehatan manusia saling berhubungan bahkan saling berpengaruh. Hal ini terbukti misalnya dari kenyataan bahwa seseorang menjadi lebih sehat bila bekerja daripada tidak bekerja. Atau kenyataan yang lain sebaliknya, yaitu seseorang yang bekerja malah menjadi sakit karena kondisi pekerjaannya tidak sesuai dengan karakteristik orang itu.

Titik pandang kedua paragraf di atas adalah....

A. Paragraf 1 menyoroti hakikat bekerja dan paragraf 2 menyoroti hubungan bekerja dengan kehidupan.

B. Paragraf 1 menyoroti hakikat hidup dan paragraf 2 menyoroti hubungan bekerja dengan kesehatan.

C. Paragraf 1 menyoroti ciri manusia bekerja dan paragraf 2 menyoroti manfaat bekerja.

D. Paragraf 1 menyoroti masalah bekerja dalam kehidupan manusia dan paragraf 2 menyoroti kesehatan manusia ditentukan pekerjaannya.

E. Paragraf 1 menyoroti faktor fisik dan psikis dan paragraf 2 menyoroti karakteristik seseorang.

Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Paragraf 1 menyatakan gagasan umum bahwa hakikat hidup adalah bekerja dan kerja tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia (fisik maupun psikis). Paragraf 2 secara khusus membahas relasi kerja dengan kesehatan: kerja dapat membuat lebih sehat, tetapi juga dapat membuat sakit jika kondisi kerja tidak sesuai karakteristik orang. Jadi sudut pandang paragraf 1 adalah “hakikat hidup (dikaitkan dengan bekerja)”, sedangkan paragraf 2 adalah “hubungan bekerja dengan kesehatan”.

Analisis tiap pilihan:

A. Kurang tepat karena paragraf 2 tidak membahas “kehidupan” secara umum, melainkan kesehatan.

B. Tepat: paragraf 1 memandang hidup melalui konsep bekerja, paragraf 2 fokus pada dampak kerja terhadap kesehatan.

C. Kurang tepat karena paragraf 2 tidak hanya manfaat, tetapi juga dampak negatif (bisa sakit).

D. Terlalu mutlak: “kesehatan manusia ditentukan” tidak seimbang dengan paragraf 2 yang menyatakan “saling berpengaruh”.

E. Salah fokus: paragraf 1 tidak “menyoroti faktor fisik dan psikis” sebagai ide utama, itu hanya penegasan ruang lingkup; paragraf 2 juga tidak membahas karakteristik secara umum, melainkan kecocokan kerja. Maka ketepatan B \( \gt \) D, dan D \( \lt \) B.


Soal 5

(1) Peserta Perusahaan Inti Rakyat (PIR) kelapa sawit, di desa Suka Makmur bukan hanya memerlukan rumah yang layak huni.

(2) Mereka tahu betul arti rumah yang sehat dan indah.

(3) Untuk bisa memiliki rumah, mereka sebaiknya melakukan arisan di antara kelompok tani.

(4) Sekarang di desa yang ditempati tahun 1986 itu telah berdiri 200 rumah permanen dengan ukuran rata-rata \(12 \times 14\) meter.

(5) Dua puluh anggota kelompok tani Bunga Kantil memiliki rumah baru dan permanen.

Kalimat yang berisi fakta terdapat pada nomor....

A. 1 dan 2

B. 1 dan 3

C. 3 dan 4

D. 3 dan 5

E. 4 dan 5

Jawaban & Analisis

Jawaban: E

Fakta adalah informasi yang dapat diverifikasi (data, jumlah, ukuran, kejadian nyata). Kalimat (4) memuat data konkret: tahun \(1986\), jumlah \(200\) rumah, serta ukuran rata-rata 12 x 14 meter. Kalimat (5) juga memuat data konkret: “dua puluh anggota” memiliki rumah baru dan permanen. Keduanya bersifat terukur dan dapat dibuktikan, sehingga termasuk fakta.

Analisis singkat kalimat lain:

Kalimat (1) bersifat umum dan bernuansa penilaian kebutuhan, bukan data terukur.

Kalimat (2) menyatakan penilaian (“tahu betul”), tidak menyajikan data yang dapat diukur.

Kalimat (3) berupa saran (“sebaiknya”), jelas bukan fakta.

Karena (4) dan (5) paling dapat diverifikasi, maka E benar. Kekuatan bukti pada (4)–(5) \( \gt \) kalimat lain, dan kalimat lain \( \lt \) (4)–(5) dalam sifat faktual.