Soal 11. pH larutan yang mengandung 6 gram CH3COOH (Mr = \(60\)) dan \(0{,}1\) mol CH3COONa (Ka = \(1{,}0 \times 10^{-5}\)) adalah ....
A. \(1\)
B. \(5\)
C. \(7\)
D. \(9\)
E. \(12\)
Jawaban & Analisa
Kunci: B
Mol CH3COOH: \(n = \dfrac{6}{60} = 0{,}1\) mol. Mol CH3COONa = \(0{,}1\) mol.
Larutan buffer: \(pH = pK_a + \log \dfrac{[\text{garam}]}{[\text{asam}]}\). Karena perbandingan = \(1\), maka \(\log(1)=0\). \(pH = pK_a\).
\(K_a = 1{,}0 \times 10^{-5}\) sehingga \(pK_a = 5\). Jadi \(pH = 5\).
Soal 12. Berdasarkan pengujian sampel air limbah diperoleh data sebagai berikut :
| Sampel |
Metil Merah (trayek pH \(4{,}2 - 6{,}3\)) |
Bromtimol Biru (trayek pH \(6{,}0 - 7{,}6\)) |
Phenolftalein (trayek pH \(8{,}3 - 10\)) |
| A | Merah – Kuning | biru | merah |
| B | kuning | biru | tidak berwarna |
Harga pH untuk sampel A dan B berturut-turut adalah ....
A. \(pH \le 6{,}3\) dan \(7{,}6 \le pH \le 8{,}3\)
B. \(7{,}6 \le pH \le 8{,}3\) dan \(pH \ge 10\)
C. \(7{,}6 \le pH \le 8{,}3\) dan \(pH \le 10\)
D. \(pH \ge 10\) dan \(7{,}6 \le pH \le 8{,}3\)
E. \(pH \le 10\) dan \(7{,}6 \le pH \le 8{,}3\)
Jawaban & Analisa
Kunci: E
Sampel B: Metil merah kuning → \(pH \gt 6{,}3\). Bromtimol biru biru → \(pH \gt 7{,}6\). Fenolftalein tidak berwarna → \(pH \lt 8{,}3\). Maka \(7{,}6 \lt pH \lt 8{,}3\).
Sampel A: Bromtimol biru biru → \(pH \gt 7{,}6\). Fenolftalein merah → berada pada sisi basa indikator, sehingga tidak melebihi batas atasnya yaitu \(pH \le 10\).
Soal 13. Amonia dibuat melalui reaksi N2(g) + \(3\) H2(g) \(\rightarrow\) \(2\) NH3(g).
Jika \(60\) liter N2 direaksikan dengan \(240\) liter H2 pada suhu dan tekanan sama, volume NH3 yang dihasilkan adalah ....
A. \(60\) L
B. \(80\) L
C. \(120\) L
D. \(180\) L
E. \(240\) L
Jawaban & Analisa
Kunci: C
Perbandingan volume mengikuti koefisien: \(1 : 3 : 2\). Untuk \(60\) L N2 diperlukan \(180\) L H2. Tersedia \(240\) L, berarti N2 pembatas.
Volume NH3: \(2 \times 60 = 120\) L.
Soal 14. Reaksi pembakaran gas asetilena ternyata menghasilkan energi panas yang sangat besar, sehingga dapat melelehkan logam. Reaksi ini banyak dimanfaatkan dalam proses pengelasan dan pemotongan logam. Reaksi pembakaran gas astilena yang dihasilkan adalah ....
A. \(2\) CO2 (g)+ H2O (g)\(\rightarrow\) C2H2(g) + \(2\) O2 (g)
B. C2H2(g) + \(2\) O2(g) \(\rightarrow\) \(2\) CO2(g) + H2O(g)
C. \(4\) CO2 (g)+ \(2\) H2O (g)\(\rightarrow\) \(2\) C2H2(g) + \(5\) O2(g)
D. \(2\) C2H2(g) + \(5\) O2(g) \(\rightarrow\) \(4\) CO2 (g)+ \(2\) H2O(g)
E. CO2(g) + H2O(g) \(\rightarrow\) C2H2(g) + O2(g)
Jawaban & Analisa
Kunci: D
Seimbangkan unsur C, H, dan O. Hasil setara: \(2\) C2H2 + \(5\) O2 \(\rightarrow\) \(4\) CO2 + \(2\) H2O.
Soal 15. Sebanyak \(10\) gram KClO3 dipanaskan dalam wadah tertutup sesuai reaksi: \(2\) KClO3(s) \(\rightarrow\) \(2\) KCl(s) + \(3\) O2(g).
Massa zat yang dihasilkan adalah ....
A. lebih besar dari \(25\) gram
B. lebih besar dari \(10\) gram
C. sama dengan \(10\) gram
D. lebih kecil dari \(25\) gram
E. lebih kecil dari \(10\) gram
Jawaban & Analisa
Kunci: C
Karena wadah tertutup, berlaku hukum kekekalan massa. Massa total produk = massa pereaksi = \(10\) gram.