Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 1. Perhatikan data hasil percobaan berikut ini:

No. Sifat Fisik Zat A Zat B
1. Wujud zat Padat Padat
2. Kelarutan dalam air Larut Tidak Larut
3. Daya hantar listrik larutan Konduktor Isolator
4. Titik leleh dan titik didih Tinggi Rendah

Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa jenis ikatan yang terdapat pada zat A dan zat B berturut-turut adalah ....

A. ionik dan kovalen non polar

B. kovalen polar dan ionik

C. kovalen non polar dan ionik

D. kovalen koordinasi dan logam

E. hidrogen dan kovalen

Jawaban dan Analisa

Jawaban: A

Analisa Zat A

Zat A: wujud padat, larut dalam air, larutannya menghantarkan listrik (konduktor), serta titik leleh dan titik didih tinggi. Ciri “larut dalam air” dan “larutan menghantarkan listrik” menunjukkan adanya ion bebas di dalam larutan, sehingga ikatan yang paling sesuai adalah ikatan ionik. Titik leleh/didih tinggi juga konsisten dengan gaya tarik elektrostatik kuat pada kisi ion.

Analisa Zat B

Zat B: wujud padat, tidak larut dalam air, larutannya bersifat isolator, serta titik leleh/didih rendah. “Tidak larut” dan “tidak menghantarkan listrik” menunjukkan tidak terbentuk ion dalam larutan. Titik leleh/didih rendah mengarah pada zat molekuler dengan gaya antarmolekul lemah, sehingga paling sesuai adalah kovalen non polar.

Evaluasi Opsi

A. Ionik (A) dan kovalen non polar (B) sesuai semua data: larut + konduktor + titik leleh/didih tinggi untuk ionik; tidak larut + isolator + titik leleh/didih rendah untuk kovalen non polar.

B. Kovalen polar cenderung larut, tetapi umumnya tidak sekuat elektrolit (kecuali terionisasi). Zat A jelas elektrolit (konduktor), lebih cocok ionik.

C. Kovalen non polar umumnya tidak larut dan tidak menghantarkan, bertentangan dengan data Zat A.

D. Ikatan logam biasanya menghantarkan sebagai padatan, tetapi yang diukur di tabel adalah “daya hantar listrik larutan”, sehingga tidak cocok untuk logam.

E. Ikatan hidrogen adalah gaya antarmolekul, bukan jenis ikatan utama pembentuk senyawa seperti ionik/kovalen pada konteks ini.


Wacana berikut diberikan untuk mengerjakan soal nomor 2 sampai dengan 4.

Dua buah unsur memiliki notasi: \(^{27}_{13}X\) dan \(^{35}_{17}Y\).

Soal 2. Diagram orbital yang paling tepat untuk elektron terakhir dari unsur X adalah ....

(Nomor atom \(Ar=18\), \(Kr=36\), \(Ne=10\))

A. [Kr] (diagram orbital seperti pada opsi A)

B. [Ar] (diagram orbital seperti pada opsi B)

C. [Ne] (diagram orbital seperti pada opsi C)

D. [Ne] (diagram orbital seperti pada opsi D)

E. [Ne] (diagram orbital seperti pada opsi E)

Jawaban dan Analisa

Jawaban: D

Langkah 1: Tentukan nomor atom X

Dari notasi \(^{27}_{13}X\), nomor atom X adalah \(13\). Artinya unsur X memiliki \(13\) elektron.

Langkah 2: Susun konfigurasi elektron

Konfigurasi elektron untuk \(Z=13\): \(1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^1\). Dengan inti gas mulia \([Ne]\) karena \(Ne=10\), sehingga: \([Ne]\,3s^2\,3p^1\).

Langkah 3: Tentukan letak elektron terakhir

Elektron terakhir berada pada subkulit \(3p\) dan jumlahnya \(1\) (yakni \(3p^1\)). Maka \(3s\) harus terisi pasangan \(↑↓\), sedangkan pada tiga orbital \(p\) hanya satu orbital yang terisi satu elektron \(↑\). Pola ini yang dimaksud oleh opsi D.


Soal 3. Unsur Y dalam sistem periodik terletak pada ....

A. golongan IV B, periode 5

B. golongan VIII B, periode 4

C. golongan IVA, periode 3

D. golongan VIIA, periode 3

E. golongan VIII A, periode 3

Jawaban dan Analisa

Jawaban: D

Dari notasi \(^{35}_{17}Y\), nomor atom Y adalah \(17\). Konfigurasi elektronnya \(1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^5\). Kulit terbesar \(n=3\) sehingga periode \(3\), dan elektron valensi \(7\) sehingga golongan \(VIIA\). Maka yang sesuai adalah opsi D.


Soal 4. Bila kedua unsur tersebut berikatan, maka rumus senyawa yang dihasilkan adalah ....

A. \(XY_2\)

B. \(XY_3\)

C. \(X_2Y\)

D. \(X_3Y\)

E. \(X_2Y_3\)

Jawaban dan Analisa

Jawaban: B

X memiliki \(Z=13\) sehingga cenderung menjadi \(X^{3+}\). Y memiliki \(Z=17\) sehingga cenderung menjadi \(Y^-\). Agar netral: \(X^{3+}\) dipasangkan dengan \(3\) ion \(Y^-\), sehingga rumusnya \(XY_3\) (opsi B).


Soal 5. Berikut ini beberapa fenomena sehari-hari yang menunjukkan sifat koloid dalam kehidupan:

1. proses cuci darah

2. kabut di pegunungan

3. pembentukan delta di muara sungai

4. pemutihan gula

5. proses kerja obat diare

Sifat koagulasi koloid dapat ditunjukkan dalam contoh kejadian nomor ....

A. \(1\)

B. \(2\)

C. \(3\)

D. \(4\)

E. \(5\)

Jawaban dan Analisa

Jawaban: C

Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid menjadi lebih besar dan mengendap karena muatannya ternetralkan, sering terjadi saat bertemu larutan kaya ion (elektrolit). Pada pembentukan delta di muara sungai (\(3\)), partikel koloid dari air sungai bertemu air laut yang kaya ion sehingga menggumpal dan mengendap membentuk delta. Maka jawabannya \(3\).