Soal 31
Bioteknologi yang dapat digunakan untuk melestarikan tanaman langka maupun tanaman lain yang mempunyai nilai ekonomi tinggi adalah ....
A. DNA rekombinan
B. fusi protoplasma
C. kloning
D. kultur jaringan
E. fertilisasi in vitro
Jawaban & Analisis
Kunci: D
Pelestarian tanaman langka membutuhkan teknik perbanyakan cepat dengan sifat genetik tetap. Kultur jaringan memungkinkan perbanyakan dari satu jaringan kecil menjadi banyak individu identik dalam waktu singkat.
DNA rekombinan dan fusi protoplasma bertujuan mengubah atau menggabungkan sifat genetik. Kloning lebih umum pada hewan. Fertilisasi in vitro digunakan pada hewan/manusia.
Kultur jaringan efektif karena tingkat multiplikasi tanaman \( \gt \) metode konvensional dan menjaga kemurnian sifat.
Soal 32
Beberapa peran bioteknologi dalam kehidupan:
1. menghasilkan antibiotik dengan bakteri Streptomyces griseus
2. mengolah barang tambang dengan bakteri Thiobacillus ferrooxidans
3. mengolah penguraian plastik dengan bakteri Cladosporium resinae
4. menghasilkan hormon insulin dengan bakteri Escherichia coli
5. mengatasi tumpahan minyak di laut dengan bakteri Pseudomonas sp.
Bioteknologi yang berperan dalam perbaikan kualitas lingkungan adalah ....
A. 1 dan 3
B. 2 dan 5
C. 3 dan 4
D. 3 dan 5
E. 4 dan 5
Jawaban & Analisis
Kunci: D
Perbaikan kualitas lingkungan berkaitan dengan penguraian limbah atau pencemaran.
Nomor 3 berkaitan dengan penguraian plastik oleh mikroorganisme. Nomor 5 berkaitan dengan bioremediasi tumpahan minyak.
Nomor 1 dan 4 berkaitan dengan kesehatan. Nomor 2 lebih pada industri pertambangan.
Bioremediasi bekerja karena mikroorganisme mampu menurunkan kadar polutan sehingga konsentrasinya \( \lt \) ambang batas bahaya.
Soal 33
Produksi pertanian tidak maksimal karena kurangnya bibit unggul dalam jumlah besar. Jenis bioteknologi yang dapat diterapkan untuk mengatasi hal tersebut adalah ....
A. rekayasa genetika
B. cangkok gen
C. fusi protoplasma
D. kultur in vitro
E. kultur jaringan
Jawaban & Analisis
Kunci: E
Untuk menghasilkan bibit unggul dalam jumlah besar dan waktu singkat digunakan teknik kultur jaringan.
Teknik ini memperbanyak tanaman dari bagian kecil jaringan sehingga dihasilkan individu identik dalam jumlah banyak.
Efektivitas produksi meningkat karena laju perbanyakan \( \gt \) metode vegetatif biasa.
Soal 34
Bioteknologi tidak selalu aman bagi lingkungan. Tanaman hasil rekayasa genetik (transgenik) dikhawatirkan menimbulkan ancaman terhadap lingkungan karena ....
A. membutuhkan banyak pestisida untuk membunuh hama
B. tanah menjadi tandus akibat pemakaian pupuk kimia
C. menyebabkan pencemaran gen bila menyerbuki tanaman sejenis
D. meningkatkan jumlah bakteri dan jamur pembusuk
E. menimbulkan wabah penyakit baru yang sulit diobati
Jawaban & Analisis
Kunci: C
Tanaman transgenik berpotensi menyerbuki tanaman sejenis sehingga gen hasil rekayasa menyebar ke populasi liar.
Hal ini disebut pencemaran gen (gene flow). Jika gen menyebar tanpa kontrol, keseimbangan ekosistem dapat terganggu.
Risiko meningkat bila peluang penyerbukan silang \( \gt \) nol dan jarak tanam tidak terkontrol.
Soal 35
Disilangkan galur murni kacang kapri bulat warna kuning \( (BBKK) \) dengan biji keriput warna hijau \( (bbkk) \). Apabila F1 disilangkan sesamanya dan dihasilkan 320 keturunan, jumlah keturunan berbiji keriput warna kuning dan keriput warna hijau secara berurutan adalah ....
A. 20 dan 60
B. 20 dan 120
C. 20 dan 180
D. 60 dan 20
E. 180 dan 20
Jawaban & Analisis
Langkah 1: Persilangan awal \( BBKK \times bbkk \) menghasilkan F1 seluruhnya \( BbKk \).
Langkah 2: Persilangan F1 sesamanya menghasilkan rasio fenotipe \( 9 : 3 : 3 : 1 \).
Fenotipe keriput kuning = \( \frac{3}{16} \times 320 = 60 \)
Fenotipe keriput hijau = \( \frac{1}{16} \times 320 = 20 \)
Kunci: D
Rasio 3 : 1 menunjukkan bahwa sifat dominan muncul jika alel dominan \( \gt \) alel resesif dalam kombinasi genotipe.