Soal 16
Hati sebagai organ ekskresi dalam tubuh manusia berperan dalam proses ....
A. membongkar glikogen menjadi amilum
B. pembongkaran sel darah merah
C. pembentukan sel darah putih
D. pengubahan amilum menjadi glikogen
E. menyimpan lemak
Jawaban & Analisis
Kunci: B
Analisis: Peran hati sebagai organ ekskresi berkaitan dengan pengeluaran sisa metabolisme, misalnya pembentukan empedu dan pigmen empedu (bilirubin/biliverdin) yang berasal dari perombakan hemoglobin pada sel darah merah tua.
Karena itu, proses yang paling tepat dikaitkan dengan fungsi ekskresi hati adalah pembongkaran sel darah merah.
Pilihan A salah karena amilum (pati) bukan hasil pemecahan glikogen pada manusia. Pilihan D adalah fungsi metabolisme karbohidrat, bukan ekskresi. Pilihan C terjadi di sumsum tulang. Pilihan E adalah fungsi penyimpanan/metabolik, bukan ekskresi.
Kesimpulan: Jawaban yang sesuai fungsi ekskresi hati adalah B.
Soal 17
Penglihatan malam bukanlah sesuatu yang manusia bisa miliki, seperti kucing, anjing, dan beberapa hewan lain. Di permukaan mata hewan tersebut terdapat membran yang disebut tapetum lucidum. Kemampuan melihat kita terbatas pada ketersediaan cahaya.
Peneliti menemukan tetes mata ajaib yang membuat kita bisa melihat dalam gelap. Mereka menggunakan senyawa \( Ce6 \) yang berasal dari ikan laut digabung dengan saline, insulin, dan dimetilsulfoksida \( (DMSO) \), lalu ditargetkan ke retina. Saat diuji, efeknya cukup sukses karena bisa melihat objek tangan sejauh \( 10 \) meter dan mendeteksi posisi seseorang di area rimbun sejauh \( 50 \) meter pada suasana gelap.
Dari artikel ini, tetes mata ajaib yang mengandung senyawa \( Ce6 \) memengaruhi mata dengan cara ....
A. mengaktifkan sel kerucut pada kondisi gelap
B. meningkatkan fotosensitivitas sel batang pada retina
C. membentuk membran seperti pada mata kucing
D. menambahkan kemampuan retina menangkap warna
E. meningkatkan intensitas cahaya untuk fotoreseptor
Jawaban & Analisis
Kunci: B
Analisis: Penglihatan pada kondisi gelap terutama menggunakan sel batang (rod) karena sel batang lebih peka terhadap cahaya lemah dibanding sel kerucut (cone).
Tetes mata yang membuat manusia mampu melihat pada cahaya sangat rendah paling logis bekerja dengan meningkatkan kepekaan (fotosensitivitas) sel batang pada retina, sehingga rangsang cahaya kecil tetap dapat memicu impuls saraf penglihatan.
Pilihan A dan D terkait sel kerucut (warna/terang). Pilihan C tidak mungkin terbentuk hanya dengan tetes mata. Pilihan E keliru karena yang berubah adalah sensitivitas reseptor, bukan intensitas cahaya lingkungan.
Kesimpulan: Jawaban paling tepat adalah B.
Soal 18
Perhatikan diagram hormon pada siklus menstruasi berikut!

Keterkaitan perubahan hormon pada fase \( 2 \) dan \( 3 \) yang tepat adalah ....
A. \( LH \) meningkat menyebabkan \( FSH \) memicu perkembangan folikel
B. meningkatnya estrogen menyebabkan folikel matang dan \( FSH \) turun
C. meningkatnya \( LH \) menyebabkan folikel matang dan \( FSH \) turun
D. meningkatnya \( FSH \) mengakibatkan estrogen meningkat dan folikel matang
E. estrogen meningkat menyebabkan \( LH \) meningkat dan terbentuk korpus luteum
Jawaban & Analisis
Kunci: D
Analisis: Pada fase awal siklus (fase folikular), \( FSH \) merangsang pertumbuhan dan pematangan folikel. Folikel yang berkembang menghasilkan estrogen, sehingga kadar estrogen meningkat seiring pematangan folikel.
Jadi hubungan yang tepat adalah: meningkatnya \( FSH \) \(\rightarrow\) estrogen meningkat \(\rightarrow\) folikel matang.
Pilihan E keliru karena korpus luteum terbentuk setelah ovulasi (fase berikutnya). Pilihan A membalik arah peran \( FSH \). Pilihan B dan C tidak menjadi hubungan utama pada fase pematangan folikel seperti yang diminta.
Kesimpulan: Jawaban yang paling sesuai adalah D.
Soal 19
Tabel berikut merupakan hasil percobaan pertumbuhan tanaman jagung.
| Hari ke | Pot A (terang) | Pot B (remang-remang) | Pot C (gelap) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| \( 1 \) | \( 2 \) | \( 3 \) | \( 1 \) | \( 2 \) | \( 3 \) | \( 1 \) | \( 2 \) | \( 3 \) | |
| \( 2 \) | \( 1,5 \) | \( 2 \) | \( 1 \) | \( 1 \) | \( 2,3 \) | \( 2 \) | \( 1,5 \) | \( 1,5 \) | \( 1 \) |
| \( 4 \) | \( 2 \) | \( 2 \) | \( 1,5 \) | \( 1,2 \) | \( 2,5 \) | \( 2 \) | \( 3 \) | \( 2,5 \) | \( 2 \) |
| \( 6 \) | \( 3,5 \) | \( 2 \) | \( 2 \) | \( 2,5 \) | \( 3 \) | \( 2 \) | \( 4,5 \) | \( 4 \) | \( 4,5 \) |
Kesimpulan yang dapat ditarik dari data tersebut adalah ....
A. pertumbuhan tidak dipengaruhi oleh cahaya
B. cahaya berpengaruh positif pada tumbuhan
C. cahaya sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan
D. pertumbuhan paling cepat pada keadaan gelap
E. cahaya merupakan faktor penting dalam pertumbuhan
Jawaban & Analisis
Kunci: D
Analisis: Dari tabel, tinggi tanaman pada Pot C (gelap) cenderung paling besar pada hari ke-\( 4 \) dan ke-\( 6 \), misalnya mencapai \( 4,5 \) cm, sedangkan Pot A (terang) lebih kecil pada beberapa ulangan, dan Pot B (remang) berada di tengah.
Artinya laju pertambahan tinggi (pemanjangan batang) paling cepat terjadi pada kondisi gelap. Ini sesuai gejala etiolasi: pada gelap, batang memanjang lebih cepat untuk “mencari” cahaya.
Pilihan A salah karena jelas ada perbedaan. Pilihan B tidak didukung karena data tinggi tidak menunjukkan terang selalu lebih tinggi. Pilihan C terlalu mutlak. Pilihan E benar secara umum, tetapi kesimpulan yang paling langsung dari data tinggi adalah bahwa pemanjangan paling cepat terjadi pada gelap.
Kesimpulan: Jawaban paling sesuai data adalah D, dengan \( 4,5 \gt 3,5 \) sebagai contoh perbandingan tinggi pada hari ke-\( 6 \).
Soal 20
Larutan amilum yang diberi pewarna metilen biru akan berwarna biru. Jika diberi cairan saliva (ludah), warna biru tersebut akan memudar. Namun, jika larutan amilum tersebut ditambah \( HCl \), larutannya akan tetap berwarna biru. Hal ini menunjukkan bahwa kerja enzim dipengaruhi oleh ....
A. substrat
B. inhibitor
C. suhu
D. \( pH \)
E. zat pewarna
Jawaban & Analisis
Kunci: D
Analisis: Saliva mengandung enzim amilase yang menguraikan amilum. Ketika amilum diuraikan, indikator warna (metilen biru pada konteks soal) menunjukkan perubahan sehingga warna memudar.
Saat ditambah \( HCl \), larutan menjadi asam. Enzim amilase bekerja optimal pada \( pH \) mendekati netral; kondisi terlalu asam dapat menurunkan aktivitas enzim (bahkan merusak struktur enzim), sehingga amilum tidak terurai dan warna tetap biru.
Karena yang berubah adalah tingkat keasaman, faktor yang memengaruhi kerja enzim pada kejadian ini adalah \( pH \), sehingga D benar.
Kesimpulan: Kerja enzim dipengaruhi oleh \( pH \) dan enzim dapat tidak aktif jika \( pH \) terlalu asam (\( pH \lt 7 \)).