Soal 36. Bacalah paragraf berikut!
Penerapan ... bebas di Indonesia masih perlu kita ... agar lebih berhati-hati. Selama dampak negatif belum terukur, Indonesia tidak dapat diharapkan memperoleh untung dari perdagangan bebas. Kerugian negara akan sangat besar ketika kita salah langkah ... perdagangan bebas.
Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....
A. dagang, permakluman, penerapan
B. berdagang, permakluman, diterapkan
C. perdagangan, pertimbangkan, menerapkan
D. didagangkan, pertimbangkan, menerapkan
E. mendagangkan, penimbangan, penerapan
Jawaban dan Analisis
Jawaban: C
Analisis: Tiga bagian rumpang membutuhkan bentuk kata yang sesuai fungsi kalimat.
(1) Setelah kata “Penerapan” dibutuhkan nomina yang menerangkan apa yang diterapkan, sehingga bentuk yang tepat adalah perdagangan (nomina) untuk membentuk frasa “Penerapan perdagangan bebas”.
(2) Pola “masih perlu kita ...” membutuhkan verba tindakan yang dilakukan oleh “kita”, sehingga paling tepat pertimbangkan (verba).
(3) Frasa “salah langkah ... perdagangan bebas” membutuhkan verba yang menyatakan tindakan yang dilakukan, sehingga paling tepat menerapkan.
Evaluasi opsi:
A salah: “dagang bebas” tidak sepadan dengan “perdagangan bebas”, dan “permakluman” tidak sesuai konteks kehati-hatian kebijakan.
B salah: “berdagang bebas” tidak tepat sebagai objek “penerapan”, serta “diterapkan” membuat struktur “salah langkah diterapkan” tidak padu.
C benar: semua bentuk kata cocok (nomina–verba–verba) dan kalimat menjadi utuh serta logis.
D salah: “didagangkan bebas” tidak logis sebagai objek “penerapan”.
E salah: “penimbangan” tidak lazim untuk konteks kebijakan pada kalimat tersebut, dan struktur kalimat menjadi janggal.
Soal 37.Perhatikan paragraf berikut!
Jam meja yang biasanya berdenging pukul \(04.30\) membangunkanku kali ini membisu karena lupa diputar. Akibatnya, aku terlambat bangun ... aku pergi ke kamar mandi. Setelah mandi, dengan ... aku membuka lemari pakaian. Ternyata bajuku kotor sehingga terpaksa memakai baju bekas kemarin. Sesampai di kantor teman-teman menyapaku, sambil tertawa ..., karena aku memakai baju terbalik.
Kata ulang yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....
A. cepat-cepat, tergesa-gesa, terpingkal-pingkal
B. cepat-cepatan, tergesa-gesaan, terpingkal-pingkalan
C. cepat-cepatan, tergesa-gesa, terpingkal-pingkal
D. cepat-cepat, tergesa-gesaan, berpingkal-pingkal
E. cepat-cepat, tergesa-tergesa, berpingkal-pingkal
Jawaban dan Analisis
Jawaban: A
Analisis: Setiap rumpang menuntut kata ulang yang paling tepat secara makna dan kebakuan bentuk.
(1) “aku terlambat bangun ... aku pergi ke kamar mandi” membutuhkan keterangan cara yang bermakna segera/lekas. Bentuk yang paling wajar dan lazim adalah cepat-cepat.
(2) “Setelah mandi, dengan ... aku membuka lemari pakaian” memerlukan keterangan cara yang menunjukkan terburu-buru. Bentuk yang tepat dan baku adalah tergesa-gesa.
(3) “sambil tertawa ...” kolokasi yang paling lazim adalah tertawa terpingkal-pingkal.
Evaluasi opsi:
A benar: ketiganya lazim, tepat konteks, dan bentuknya sesuai.
B salah: bentuk “tergesa-gesaan” dan “terpingkal-pingkalan” tidak lazim untuk konteks ini.
C kurang tepat: “cepat-cepatan” tidak sekuat “cepat-cepat” untuk reaksi spontan karena kesiangan.
D salah: “tergesa-gesaan” kurang lazim; “berpingkal-pingkal” tidak seumum “terpingkal-pingkal” untuk frasa “tertawa ...”.
E salah: “tergesa-tergesa” tidak baku; “berpingkal-pingkal” kurang tepat dibanding “terpingkal-pingkal”.
Soal 38. Bacalah teks berikut!
Saudara-saudara yang berbahagia,
Telah diungkapkan sebelumnya bahwa memanjakan anak dengan memberikan ponsel pintar atau tercanggih untuk anak yang masih di usia sekolah dasar, bukanlah sebuah tindakan yang bijaksana. Anak-anak ini belum memerlukan benda tersebut. Diperlukan suatu tindakan yang bijaksana untuk mengatasi fenomena ini yang kerap terjadi di masyarakat maju/perkotaan.
Isi teks tersebut bermakna sama dengan peribahasa ...
A. Seperti kera diberi bunga.
B. Seperti anak ayam kehilangan induk.
C. Bagai cacing kepanasan.
D. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
E. Seperti aur dengan tebing.
Jawaban dan Analisis
Jawaban: A
Analisis: Teks menekankan bahwa memberi ponsel pintar kepada anak SD adalah tindakan tidak bijaksana karena anak “belum memerlukan benda tersebut”. Maknanya: memberikan sesuatu yang bagus/berharga kepada pihak yang belum membutuhkan atau belum dapat memanfaatkannya secara tepat.
Peribahasa yang sepadan adalah “Seperti kera diberi bunga”, yaitu menerima sesuatu yang indah/bernilai tetapi tidak dipahami kegunaannya sehingga menjadi tidak tepat sasaran.
Evaluasi opsi:
A benar: tepat menggambarkan pemberian yang tidak sesuai kebutuhan/kesiapan penerima.
B salah: bermakna kebingungan karena kehilangan pemimpin/pedoman, tidak sesuai konteks pemberian barang.
C salah: bermakna gelisah/tidak tenang, tidak sesuai.
D salah: bermakna kesalahan kecil merusak keseluruhan, tidak sesuai.
E salah: bermakna saling membutuhkan/kerja sama, tidak sesuai.
Soal 39.Bacalah paragraf berikut!
Lalu lintas sangat padat pagi itu. Di atas sepeda motorku, aku melaju dengan tenang. Tiba-tiba seorang anak muda lewat di depanku dengan motornya yang melaju kencang. Aku terkejut. Hampir saja aku hilang keseimbangan. Aku pun .... Kumaki dia. Tapi percuma, anak muda itu sudah melesat jauh di depanku.
Ungkapan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....
A. naik marak
B. naik daun
C. gelap mata
D. naik darah
E. turun tangan
Jawaban dan Analisis
Jawaban: D
Analisis: Konteksnya: tokoh “aku” hampir jatuh karena pengendara lain ugal-ugalan, lalu ia memaki. Reaksi emosional yang cocok adalah marah mendadak. Ungkapan yang tepat untuk kemarahan spontan adalah naik darah.
Evaluasi opsi:
A salah: tidak dikenal sebagai idiom baku dalam konteks marah.
B salah: berarti sedang populer/terkenal.
C kurang tepat: berarti hilang kendali/nekad, biasanya terkait tindakan ekstrem, bukan sekadar marah spontan lalu memaki.
D benar: berarti sangat marah.
E salah: berarti ikut campur/ambil tindakan membantu, tidak sesuai konteks.
Soal 40.Cermati kalimat-kalimat berikut!
| 1) Bagi siswa-siswi peserta lomba debat diminta berkumpul di aula. |
| 2) Bagi siswa-siswi peserta pelatihan perpustakaan diharap segera daftar ulang. |
Alasan kedua kalimat tersebut salah karena menggunakan ....
A. kata pelatihan dan perpustakaan
B. kata depan bagi pada awal kalimat
C. kata siswa-siswi untuk menunjukkan jamak
D. kalimat pasif untuk mengumumkan
E. kata peserta setelah subjek
Jawaban dan Analisis
Jawaban: B
Analisis: Kedua kalimat menggunakan “Bagi ...” di awal kalimat, padahal struktur pengumuman/perintah yang benar seharusnya langsung menempatkan subjek (siswa-siswi/peserta) sebagai pelaku yang dikenai perintah, bukan diawali preposisi “bagi”.
Perbaikan yang lebih tepat, misalnya:
(1) “Siswa-siswi peserta lomba debat diminta berkumpul di aula.”
(2) “Siswa-siswi peserta pelatihan perpustakaan diharapkan segera daftar ulang.”
Evaluasi opsi:
A salah: pilihan kata itu tidak menyebabkan kesalahan struktur.
B benar: “bagi” sebagai kata depan di awal membuat struktur kalimat pengumuman menjadi tidak tepat.
C salah: “siswa-siswi” memang bentuk jamak, tetapi bukan sumber kesalahan utama pada kalimat.
D salah: penggunaan pasif untuk pengumuman masih dapat diterima; yang keliru adalah pembuka “Bagi ...”.
E salah: “peserta” setelah subjek masih wajar sebagai pewatas, bukan penyebab kesalahan inti.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10