Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 31. Bacalah paragraf berikut!

Pukul 04.30 Dini bangun dari tidurnya. Sesudah itu dia berjalan menuju kamar mandi. Sesudah mandi, segera dia mengambil baju seragam. Sewaktu sedang berpakaian, dia teringat kalau dia harus berangkat lebih awal. Selanjutnya dia berbenah diri. Lalu dia sudah berada di atas sepeda motor siap menuju sekolah.

Konjungsi (kata penghubung) yang tepat untuk mengganti kata bercetak miring adalah ....

A. setelah itu, setelah, ketika, selanjutnya, beberapa lama kemudian

B. kemudian, setelah, ketika, kemudian, tak lama kemudian

C. kemudian, setelah sewaktu, kemudian, setelah itu

D. setelah itu, setelah, sewaktu, selanjutnya, tak lama kemudian

E. kemudian, setelah, sewaktu, kemudian, beberapa lama kemudian

Jawaban dan Analisis

Jawaban: B

Analisis: Kata bercetak miring pada paragraf berfungsi sebagai penghubung urutan waktu (kronologis). Penghubung urutan waktu yang tepat harus menunjukkan hubungan waktu yang runtut: dari peristiwa awal menuju peristiwa berikutnya. Secara logika, penghubung yang maknanya terlalu “lama” akan membuat alur waktu menjadi tidak sesuai, karena perpindahan dari berbenah diri ke naik motor terjadi segera. Jadi pemilihan konjungsi harus \( \gt \) sekadar “mirip arti”, tetapi juga harus \( \lt \) konteks urutan waktu dalam kalimat.

Pemetaan penggantian yang paling tepat:

1) “Sesudah itu” \(\rightarrow\) “kemudian” (urutan peristiwa setelah bangun tidur).

2) “Sesudah mandi” \(\rightarrow\) “setelah” (sesudah melakukan mandi).

3) “Sewaktu” \(\rightarrow\) “ketika” (menunjukkan waktu kejadian bersamaan).

4) “Selanjutnya” \(\rightarrow\) “kemudian” (melanjutkan rangkaian aktivitas).

5) “Lalu” \(\rightarrow\) “tak lama kemudian” (peristiwa terjadi segera setelahnya, bukan lama setelahnya).

Alasan opsi lain salah:

A dan E salah karena memakai “beberapa lama kemudian” untuk bagian akhir, padahal konteksnya cepat (langsung siap berangkat).

C salah karena susunan konjungsinya tidak jelas dan ada bagian “setelah sewaktu” yang tidak tepat sebagai satuan konjungsi.

D kurang tepat karena masih mempertahankan “selanjutnya” (yang seharusnya diganti) dan membuat pola penggantian tidak konsisten.


Soal 32. Bacalah kalimat berikut!

Sebenarnya, kondisi ekonomi kita sudah tampak membaik.

Kalimat argumentasi yang tepat untuk mendukung pendapat tersebut adalah ....

A. Daya beli masyarakat akan kebutuhan sandang pangan masih sangat stabil.

B. Taraf hidup masyarakat mulai tidak bergantung kepada pekerjaan saja.

C. Mobilitas kendaraan yang melintas cukup ramai dibicarakan saat ini.

D. Indikatornya adalah banyaknya kendaraan mewah yang melintas di jalan raya.

E. Tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri semakin meningkat.

Jawaban dan Analisis

Jawaban: D

Analisis: Kalimat “kondisi ekonomi membaik” membutuhkan dukungan berupa indikator yang relevan dan langsung mengarah pada daya ekonomi masyarakat. Argumen yang baik harus memiliki hubungan sebab-akibat yang jelas: jika ekonomi membaik, maka kemampuan membeli barang bernilai tinggi cenderung meningkat. Dengan demikian, bukti berupa “banyaknya kendaraan mewah” merupakan indikator konsumsi dan daya beli yang lebih konkret.

Penilaian opsi:

A kurang kuat karena “stabil” tidak otomatis menunjukkan “membaik”; stabil bisa berarti tetap, bukan meningkat.

B tidak jelas indikatornya dan terlalu umum, sehingga dukungannya lemah.

C tidak relevan karena hanya menyebut “dibicarakan”, bukan bukti ekonomi.

D paling tepat karena memberi indikator konkret yang mengarah pada peningkatan kemampuan ekonomi.

E tidak langsung membuktikan ekonomi membaik; peningkatan pekerja luar negeri bisa bermakna ganda (bisa karena ekonomi membaik atau karena sulit kerja di dalam negeri).


Soal 33.Bacalah paragraf berikut!

Tidak semua makanan dihalalkan untuk umat Islam. Untuk itu, umat Islam harus berhati-hati ... makanan kaleng. Di samping etiket, perhatikan pula label halal yang ditempelkan pada kemasannya karena di Indonesia ada pabrik makanan yang ... makanan kaleng yang tidak halal bagi umat Islam. Walaupun beberapa toko besar sudah ... pemisahan produk halal dengan yang tidak halal, dengan membedakan tempat pemajangannya, masih ada saja yang tidak memerhatikan label tersebut.

Kata baku yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....

A. mengkonsumsi, memproduksi, menyiasati

B. mengonsumsi, memproduksi, menyiasati

C. pengonsumsian, pemproduksian, siasati

D. pengonsumsian, pemproduksian, penyiasatan

E. pengonsumen, pemproduksi, penyiasatan

Jawaban dan Analisis

Jawaban: B

Analisis: Yang diminta adalah kata baku untuk mengisi tiga bagian rumpang sesuai konteks kalimat.

(1) Setelah frasa “harus berhati-hati ... makanan kaleng” diperlukan kata kerja yang tepat: “mengonsumsi”. Bentuk baku adalah “mengonsumsi” (tanpa huruf k), sehingga “mengkonsumsi” termasuk tidak baku dalam kaidah baku.

(2) Pada bagian “pabrik makanan yang ... makanan kaleng” diperlukan kata kerja “memproduksi” (baku).

(3) Pada bagian “toko besar sudah ... pemisahan produk halal” diperlukan kata kerja yang menunjukkan tindakan mengatur/menangani: “menyiasati” (baku).

Opsi lain salah karena:

A memakai “mengkonsumsi” yang tidak baku.

C dan D mengubah bentuk menjadi nomina proses (“pengonsumsian”, “pemproduksian”) yang tidak sesuai konteks karena kalimat membutuhkan verba.

E memakai bentuk yang tidak sesuai fungsi kalimat (misalnya “pengonsumen” adalah nomina pelaku, bukan verba).


Soal 34.Cermati paragraf berikut!

Sebagai seorang ..., Pak Rahman harus dapat bersikap bijaksana kepada seluruh karyawan. Ia harus dapat ... dengan baik, segala keputusan. Semuanya harus dipikirkan secara baik agar dapat menguntungkan semua pihak. Hal ini dapat memengaruhi ... perusahaan.

Kata serapan untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....

A. manajer, memanajemi, produktivitas

B. manajer, manajemen, produksi

C. manager, memanagemen, produsen

D. manager, managemen, produk

E. manajer, memenejemen, produktif

Jawaban dan Analisis

Jawaban: A

Analisis: Soal meminta kata serapan yang tepat (bentuk ejaan Indonesia yang benar) sekaligus harus cocok dengan fungsi kalimat.

(1) “Sebagai seorang ...” membutuhkan nomina jabatan: “manajer” (ejaan Indonesia baku), bukan “manager”.

(2) “Ia harus dapat ... dengan baik, segala keputusan” membutuhkan verba (kata kerja): “memanajemi” (mengelola/menangani) paling sesuai fungsi kalimat. Pilihan “manajemen” adalah nomina, sehingga tidak cocok untuk posisi verba.

(3) “memengaruhi ... perusahaan” paling logis diisi oleh “produktivitas”, karena keputusan manajer yang baik dapat meningkatkan atau menurunkan hasil kerja. Jadi “produktivitas” menjadi dampak yang tepat.

Opsi lain salah karena:

B salah di bagian kedua: “manajemen” adalah nomina, bukan verba yang melakukan tindakan.

C dan D salah karena memakai ejaan asing “manager/managemen” dan bentuk “memanagemen” tidak baku.

E salah karena “memenejemen” tidak baku dan “produktif” tidak sejelas “produktivitas” sebagai objek yang dipengaruhi.


Soal 35.Cermati paragraf berikut!

Sepanjang tahun 2011, bank-bank nasional mampu menikmati kenaikan laba cukup besar. Jika, bank-bank asing yang beroperasi di Indonesia malah bernasib beda. Sejumlah bank harus rela memperoleh laba pada tahun 2011 lebih kecil dibandingkan tahun 2010.

Mengutip laporan keuangan publikasi bank di situs Bank Indonesia (BI), tiga perusahaan mencatat penurunan laba. Laba Cathy Bank menurun sehingga melambatnya bisnis perusahaan pascasanksi BI di divisi konsumen. Pendapatan pun turun, setidaknya beban usaha meningkat.

Kata penghubung untuk mengganti kata yang bercetak miring pada paragraf tersebut adalah ....

A. namun, bahwa, karena

B. bahkan, agar, sementara

C. namun, karena, walaupun

D. karena, walaupun, padahal

E. namun, karena, sementara

Jawaban dan Analisis

Jawaban: E

Analisis: Terdapat tiga kata bercetak miring yang harus diganti dengan konjungsi yang tepat sesuai hubungan antarkalimat.

(1) Pada kalimat “... menikmati kenaikan laba ... Jika, bank-bank asing ... bernasib beda.” Kata “Jika” (syarat) tidak sesuai, karena hubungan yang diinginkan adalah pertentangan/kontras antara bank nasional dan bank asing. Konjungsi yang tepat adalah “namun”.

(2) Pada kalimat “Laba Cathy Bank menurun sehingga melambatnya bisnis ...” Struktur sebab-akibatnya lebih tepat jika penurunan laba terjadi karena bisnis melambat. Jadi “sehingga” (akibat) diganti “karena” (sebab) agar hubungan logisnya tepat.

(3) Pada kalimat “Pendapatan pun turun, setidaknya beban usaha meningkat.” Kata “setidaknya” tidak menunjukkan hubungan yang jelas untuk membandingkan dua kondisi. Hubungan yang paling sesuai adalah perlawanan/kontras ringan, yakni “sementara” (pendapatan turun, sementara beban meningkat).

Mengapa opsi lain salah:

A salah karena “bahwa” tidak berfungsi mengganti konjungsi urutan/relasi yang dibutuhkan dalam paragraf ini.

B salah karena “bahkan” dan “agar” tidak cocok dengan relasi kontras dan sebab yang diperlukan.

C salah karena bagian ketiga butuh konjungsi kontras “sementara”, bukan “walaupun”.

D salah karena bagian pertama butuh “namun” (kontras), bukan “karena” (sebab).

Kesimpulan: “namun, karena, sementara” paling tepat karena relasinya sesuai konteks, sehingga pemilihan konjungsi ini \( \gt \) sekadar pengganti kata, dan tetap \( \lt \) kebutuhan makna hubungan antarkalimat.