Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

17.

Aulia memiliki adik, mereka tidak pernah bertengkar, bahkan dalam beberapa hal mereka memiliki banyak persamaan. Mereka berdua sangat cocok.

Pertanyaan: Peribahasa yang sesuai untuk menggambarkan Aulia dan adiknya adalah ....

  1. Seperti pinang dibelah dua.
  2. Seperti pungguk merindukan bulan.
  3. Seperti tikus dengan kucing.
  4. Seperti cincin dan permata.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis Opsi A

  • “Seperti pinang dibelah dua” berarti sangat mirip (sifat, kebiasaan, atau penampilan) dan cocok.
  • Teks menegaskan: “banyak persamaan” dan “sangat cocok”.
  • Ketepatan A \gt opsi lain karena paling tepat menggambarkan kemiripan dan kecocokan.

Analisis Opsi B

  • “Seperti pungguk merindukan bulan” bermakna mengharapkan sesuatu yang sulit/nyaris mustahil tercapai.
  • Teks tidak membahas harapan yang tidak mungkin, jadi B \lt A.

Analisis Opsi C

  • “Seperti tikus dengan kucing” menggambarkan tidak akur/selalu bermusuhan.
  • Padahal Aulia dan adiknya “tidak pernah bertengkar”. Jadi C berlawanan dengan isi.

Analisis Opsi D

  • “Seperti cincin dan permata” menggambarkan pasangan yang serasi/saling melengkapi.
  • Masih mungkin cocok, tetapi inti teks menonjolkan “banyak persamaan” (kemiripan), sehingga D \lt A.

18.

Ketika Pak Guru masuk ke dalam kelas, beliau langsung marah karena melihat salah satu meja di kelas itu penuh dengan coretan. Yang berbuat hanya Ucok tetapi seluruh siswa dimarahi.

Pertanyaan: Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....

  1. Seekor kerbau menanduk sekelompok anak.
  2. Kerbau punya susu, sapi punya nama.
  3. Seekor kerbau berkubang, semua kena lumpurnya.
  4. Induk kerbau menanduk anak sendiri.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis inti

  • Situasinya: yang bersalah satu orang (Ucok), tetapi yang terkena marah semua siswa.
  • Ini sama maknanya dengan “satu berbuat, banyak yang kena dampaknya”.

Analisis Opsi C

  • “Seekor kerbau berkubang, semua kena lumpurnya” berarti perbuatan satu orang membuat banyak orang ikut terkena akibat.
  • Paling pas dengan kejadian: Ucok mencoret, seluruh kelas dimarahi.
  • Ketepatan C \gt A, B, dan D.

Analisis Opsi A

  • Maknanya cenderung harfiah/keras (kerbau menanduk) dan tidak tepat sebagai peribahasa untuk “satu salah semua kena”.
  • A \lt C.

Analisis Opsi B

  • “Kerbau punya susu, sapi punya nama” berarti orang lain yang berbuat, orang lain yang mendapat nama/pujian/hasil (atau sebaliknya).
  • Ilustrasi ini bukan soal “yang lain mendapat nama”, melainkan soal banyak orang ikut kena akibat. Maka B \lt C.

Analisis Opsi D

  • “Induk kerbau menanduk anak sendiri” biasanya menggambarkan orang dekat menyakiti/mencelakakan pihak sendiri.
  • Tidak sesuai dengan konteks siswa dan perbuatan satu orang. D \lt C.

19.

Karena terjadi perbedaan pendapat, dua kelompok pemuda itu berbantah-bantahan tidak ada ujung pangkalnya.

Pertanyaan: Ungkapan yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....

  1. rapuh mulut
  2. terang mulut
  3. cepat mulut
  4. riang mulut
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis Opsi C

  • “cepat mulut” menggambarkan orang yang cepat menyahut/cepat membantah, sehingga mudah terjadi adu mulut.
  • Ilustrasi menyebut “berbantah-bantahan” dan “tidak ada ujung pangkalnya”, cocok dengan sifat cepat membalas omongan.
  • Ketepatan C \gt A, B, dan D.

Analisis Opsi A

  • “rapuh mulut” tidak lazim digunakan untuk menggambarkan orang yang suka membantah; maknanya tidak jelas mengarah ke debat.
  • A \lt C.

Analisis Opsi B

  • “terang mulut” lebih dekat ke makna suka bicara terang-terangan/ceplas-ceplos, bukan khusus “berdebat tanpa ujung”.
  • B \lt C untuk konteks ini.

Analisis Opsi D

  • “riang mulut” bermakna suka bercanda/berbicara gembira, bukan bertengkar debat.
  • Jelas tidak sesuai, jadi D \lt C.

20.

Pantun:
Petani bekerja di sawah luas
Sawah dibajak tanahpun subur
Jangan cepat merasa puas
Tetap belajar agar negeri makmur

Pertanyaan: Pesan yang terkandung dalam pantun tersebut adalah ....

  1. bekerja keras di sawah luas
  2. membajak sawah agar subur
  3. belajar terus untuk membangun negeri
  4. sawah subur negeri makmur
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis inti

  • Dua baris pertama lebih sebagai sampiran (tentang petani dan sawah).
  • Isi/pesan utama ada pada dua baris terakhir: “Jangan cepat merasa puas” dan “Tetap belajar agar negeri makmur”.
  • Jadi pesan yang ditarik: terus belajar demi kemajuan/kemakmuran negeri.

Analisis Opsi C

  • Opsi C merangkum langsung isi pantun: tetap belajar dengan tujuan negeri makmur.
  • Ketepatan C \gt A, B, dan D.

Analisis Opsi A

  • Itu hanya mengambil baris sampiran, bukan amanat/pesan.
  • A \lt C.

Analisis Opsi B

  • Juga hanya mengambil bagian sampiran, bukan inti nasihatnya.
  • B \lt C.

Analisis Opsi D

  • Masih berkaitan, tetapi tidak memuat pesan “jangan cepat puas” dan “tetap belajar”.
  • D terlalu umum dan lebih mengulang kata akhir, sehingga D \lt C.