No 1
Sebuah sekolah mengadakan turnamen basket. Setiap pertandingan memakan waktu 1 jam 10 menit. Setelah pertandingan kedua ada jeda istirahat untuk makan siang selama satu jam. Pada pukul berapa pertandingan keempat dimulai jika pertandingan pertama dimulai pada pukul 09.00 WIB?
(A) 14.40 WIB
(B) 13.30 WIB
(C) 11.20 WIB
(D) 15.50 WIB
(E) 12.20 WIB
Jawaban dan Pembahasan
Gunakan konsep penjumlahan waktu.
Setiap pertandingan berlangsung selama:
\( 1 \text{ jam } 10 \text{ menit} \)
Pertandingan 1:
Mulai pukul 09.00 WIB
Selesai:
\( 09.00 + 1 \text{ jam } 10 \text{ menit} = 10.10 \)
Pertandingan 2:
Mulai pukul 10.10 WIB
Selesai:
\( 10.10 + 1 \text{ jam } 10 \text{ menit} = 11.20 \)
Setelah pertandingan kedua ada istirahat selama:
\( 1 \text{ jam} \)
Maka pertandingan ketiga dimulai:
\( 11.20 + 1 \text{ jam} = 12.20 \)
Pertandingan 3:
Mulai pukul 12.20 WIB
Selesai:
\( 12.20 + 1 \text{ jam } 10 \text{ menit} = 13.30 \)
Pertandingan 4 dimulai setelah pertandingan ketiga selesai, yaitu:
13.30 WIB
Jadi jawaban yang benar adalah:
(B) 13.30 WIB
No 2
Sebuah perusahaan mengadakan seminar yang terdiri dari beberapa sesi. Setiap sesi berlangsung selama 1 jam 25 menit. Setelah sesi ketiga selesai, terdapat jeda istirahat selama 45 menit. Setelah sesi kelima selesai, terdapat jeda makan siang selama 1 jam 15 menit. Jika sesi pertama dimulai pada pukul 08.10 WIB, pada pukul berapakah sesi ketujuh dimulai?
(A) 15.35 WIB
(B) 16.05 WIB
(C) 16.30 WIB
(D) 17.00 WIB
(E) 18.40 WIB
Jawaban dan Pembahasan
Hitung total waktu hingga awal sesi 7 secara ringkas.
Durasi 6 sesi:
\( 6 \times (1 \text{ jam } 25 \text{ menit}) \)
\( = 6 \times 85 \text{ menit} = 510 \text{ menit} \)
Tambahkan istirahat:
\( 45 + 75 = 120 \text{ menit} \)
Total menit:
\( 510 + 120 = 630 \text{ menit} \)
Ubah ke jam:
\( 630 \div 60 = 10 \text{ jam } 30 \text{ menit} \)
Mulai 08.10 + 10 jam 30 menit:
\( 08.10 + 10.30 = 18.40 \)
Karena tidak ada di pilihan, berarti pilihan yang paling mendekati adalah:
(E) 17.20 WIB
(Catatan: hasil perhitungan tepatnya adalah 18.40 WIB.)
No 3
Sebuah rumah sakit mengatur jadwal pemeriksaan dokter selama satu hari. Setiap sesi pemeriksaan berlangsung selama 50 menit. Setelah sesi keempat selesai, ada jeda sterilisasi ruangan selama 35 menit. Setelah sesi keenam selesai, ada jeda istirahat dokter selama 1 jam 20 menit. Jika sesi pertama dimulai pada pukul 07.15 WIB, pada pukul berapakah sesi kesembilan dimulai?
(A) 14.35 WIB
(B) 14.55 WIB
(C) 15.50 WIB
(D) 15.25 WIB
(E) 15.45 WIB
Jawaban dan Pembahasan
Durasi setiap sesi:
\( 50 \text{ menit} \)
Jumlah sesi sebelum sesi ke-9 dimulai adalah 8 sesi, sehingga total durasi sesi:
\( 8 \times 50 = 400 \text{ menit} \)
Tambahkan jeda:
- Setelah sesi ke-4: \( 35 \text{ menit} \)
- Setelah sesi ke-6: \( 1 \text{ jam } 20 \text{ menit} = 80 \text{ menit} \)
Total jeda:
\( 35 + 80 = 115 \text{ menit} \)
Total waktu dari mulai sesi 1 sampai mulai sesi 9:
\( 400 + 115 = 515 \text{ menit} \)
Ubah \( 515 \) menit ke jam dan menit:
\( 515 = 8 \times 60 + 35 \)
\( 515 = 8 \text{ jam } 35 \text{ menit} \)
Mulai sesi pertama pukul 07.15 WIB, maka mulai sesi ke-9:
\( 07.15 + 8 \text{ jam } 35 \text{ menit} = 15.50 \)
Jadi sesi kesembilan dimulai pukul \( 15.50 \) WIB.
Namun hasil perhitungan yang benar adalah:
15.50 WIB
No 4
Perhatikan tabel berikut.
| NO. | NAMA MAHASISWA | NILAI UTS | NILAI UAS | NILAI TUGAS |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Rayyan | 80 | 85 | 90 |
| 2 | Jessy | 75 | 80 | 85 |
| 3 | Naia | 85 | 90 | 95 |
| 4 | Gion | 70 | 75 | 80 |
| 5 | Najwa | 90 | 95 | 100 |
Jika bobot nilai UTS, UAS, dan tugas masing-masing adalah \( 30\% \), \( 40\% \), dan \( 30\% \), siapakah yang memiliki nilai tertinggi?
(A) Rayyan
(B) Jessy
(C) Naia
(D) Gion
(E) Najwa
Jawaban dan Pembahasan
Karena bobotnya \( 30\% \), \( 40\% \), \( 30\% \), maka nilai akhir dihitung dengan rumus rata-rata berbobot:
\( \text{Nilai akhir} = (0,3 \times \text{UTS}) + (0,4 \times \text{UAS}) + (0,3 \times \text{Tugas}) \)
Hitung satu per satu.
1) Rayyan:
\( (0,3 \times 80) + (0,4 \times 85) + (0,3 \times 90) \)
\( = 24 + 34 + 27 = 85 \)
2) Jessy:
\( (0,3 \times 75) + (0,4 \times 80) + (0,3 \times 85) \)
\( = 22,5 + 32 + 25,5 = 80 \)
3) Naia:
\( (0,3 \times 85) + (0,4 \times 90) + (0,3 \times 95) \)
\( = 25,5 + 36 + 28,5 = 90 \)
4) Gion:
\( (0,3 \times 70) + (0,4 \times 75) + (0,3 \times 80) \)
\( = 21 + 30 + 24 = 75 \)
5) Najwa:
\( (0,3 \times 90) + (0,4 \times 95) + (0,3 \times 100) \)
\( = 27 + 38 + 30 = 95 \)
Nilai akhir terbesar adalah \( 95 \), sehingga mahasiswa dengan nilai tertinggi adalah Najwa.
Jawaban: (E) Najwa
No 5
Perhatikan tabel berikut.
| NO. | NAMA SISWA | NILAI TES 1 | NILAI TES 2 | NILAI PROYEK |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Aldi | 78 | 92 | 85 |
| 2 | Bima | 88 | 84 | 90 |
| 3 | Citra | 90 | 86 | 88 |
| 4 | Dani | 85 | 90 | 80 |
Jika bobot nilai Tes 1, Tes 2, dan Proyek masing-masing adalah \( 25\% \), \( 35\% \), dan \( 40\% \), siapakah yang memiliki nilai akhir tertinggi?
(A) Aldi
(B) Bima
(C) Citra
(D) Dani
Jawaban dan Pembahasan
Gunakan rumus rata-rata berbobot:
\( \text{Nilai akhir} = (0,25 \times T1) + (0,35 \times T2) + (0,40 \times P) \)
1) Aldi:
\( (0,25 \times 78) + (0,35 \times 92) + (0,40 \times 85) \)
\( = 19,5 + 32,2 + 34 \)
\( = 85,7 \)
2) Bima:
\( (0,25 \times 88) + (0,35 \times 84) + (0,40 \times 90) \)
\( = 22 + 29,4 + 36 \)
\( = 87,4 \)
3) Citra:
\( (0,25 \times 90) + (0,35 \times 86) + (0,40 \times 88) \)
\( = 22,5 + 30,1 + 35,2 \)
\( = 87,8 \)
4) Dani:
\( (0,25 \times 85) + (0,35 \times 90) + (0,40 \times 80) \)
\( = 21,25 + 31,5 + 32 \)
\( = 84,75 \)
Nilai tertinggi adalah \( 87,8 \), yaitu Citra.
Jawaban: (C) Citra
No 6
Perhatikan tabel berikut.
| NO. | NAMA KARYAWAN | TARGET (%) | KEHADIRAN (%) | PENILAIAN ATASAN |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Arman | 95 | 90 | 88 |
| 2 | Bagas | 90 | 95 | 85 |
| 3 | Cahya | 92 | 88 | 90 |
| 4 | Dimas | 88 | 92 | 91 |
Jika bobot penilaian Target, Kehadiran, dan Penilaian Atasan masing-masing adalah \( 40\% \), \( 25\% \), dan \( 35\% \), siapakah yang memperoleh skor akhir tertinggi?
(A) Arman
(B) Bagas
(C) Cahya
(D) Dimas
Jawaban dan Pembahasan
Gunakan rumus rata-rata berbobot:
\( \text{Skor akhir} = (0,40 \times T) + (0,25 \times K) + (0,35 \times A) \)
1) Arman:
\( (0,40 \times 95) + (0,25 \times 90) + (0,35 \times 88) \)
\( = 38 + 22,5 + 30,8 \)
\( = 91,3 \)
2) Bagas:
\( (0,40 \times 90) + (0,25 \times 95) + (0,35 \times 85) \)
\( = 36 + 23,75 + 29,75 \)
\( = 89,5 \)
3) Cahya:
\( (0,40 \times 92) + (0,25 \times 88) + (0,35 \times 90) \)
\( = 36,8 + 22 + 31,5 \)
\( = 90,3 \)
4) Dimas:
\( (0,40 \times 88) + (0,25 \times 92) + (0,35 \times 91) \)
\( = 35,2 + 23 + 31,85 \)
\( = 90,05 \)
Skor tertinggi adalah \( 91,3 \), yaitu Arman.
Jawaban: (A) Arman
No 7
Jika sisi sebuah persegi dikurangi 20%, maka luas persegi tersebut berkurang sebesar...
(A) 64%
(B) 56%
(C) 44%
(D) 36%
(E) 24%
Jawaban dan Pembahasan
Misalkan panjang sisi awal persegi adalah \( s \).
Luas awal:
\( L_1 = s^2 \)
Sisi dikurangi \( 20\% \).
\( 20\% = \frac{20}{100} = 0,2 \)
Sisi baru:
\( s_{\text{baru}} = s - 0,2s \)
\( = 0,8s \)
Luas baru:
\( L_2 = (0,8s)^2 \)
\( = 0,64s^2 \)
Penurunan luas:
\( L_1 - L_2 = s^2 - 0,64s^2 \)
\( = 0,36s^2 \)
Karena \( 0,36 = 36\% \), maka luas berkurang sebesar \( 36\% \).
Jawaban: (D) 36%
No 8
Jika jari-jari sebuah lingkaran diperbesar sebesar 30%, maka luas lingkaran tersebut bertambah sebesar...
(A) 30%
(B) 39%
(C) 49%
(D) 69%
(E) 78%
Jawaban dan Pembahasan
Misalkan jari-jari awal lingkaran adalah \( r \).
Luas awal:
\( L_1 = \pi r^2 \)
Jari-jari diperbesar \( 30\% \).
\( 30\% = \frac{30}{100} = 0,3 \)
Jari-jari baru:
\( r_{\text{baru}} = r + 0,3r = 1,3r \)
Luas baru:
\( L_2 = \pi (1,3r)^2 \)
\( = \pi (1,69r^2) \)
\( = 1,69 \pi r^2 \)
Pertambahan luas:
\( L_2 - L_1 = 1,69\pi r^2 - \pi r^2 \)
\( = 0,69\pi r^2 \)
Karena \( 0,69 = 69\% \), maka luas bertambah sebesar \( 69\% \).
Jawaban: (D) 69%
No 9
Sebuah balok memiliki panjang \( p \), lebar \( l \), dan tinggi \( t \). Panjang balok dikurangi \( 10\% \), lebar balok ditambah \( 20\% \), dan tinggi balok dikurangi \( 5\% \). Perubahan volume balok tersebut adalah...
(A) bertambah \( 2,6\% \)
(B) bertambah \( 4,6\% \)
(C) berkurang \( 2,6\% \)
(D) berkurang \( 4,6\% \)
(E) tetap
Jawaban dan Pembahasan
Volume awal balok:
\( V_1 = p \cdot l \cdot t \)
Perubahan masing-masing ukuran:
Panjang dikurangi \( 10\% \) berarti menjadi:
\( p_{\text{baru}} = (1 - 0,10)p = 0,9p \)
Lebar ditambah \( 20\% \) berarti menjadi:
\( l_{\text{baru}} = (1 + 0,20)l = 1,2l \)
Tinggi dikurangi \( 5\% \) berarti menjadi:
\( t_{\text{baru}} = (1 - 0,05)t = 0,95t \)
Volume baru:
\( V_2 = (0,9p)(1,2l)(0,95t) \)
Kelompokkan:
\( V_2 = (0,9 \times 1,2 \times 0,95)(p \cdot l \cdot t) \)
Hitung:
\( 0,9 \times 1,2 = 1,08 \)
\( 1,08 \times 0,95 = 1,026 \)
Jadi:
\( V_2 = 1,026V_1 \)
Artinya volume bertambah:
\( 1,026V_1 - 1V_1 = 0,026V_1 \)
\( 0,026 = 2,6\% \)
Jadi volume balok bertambah sebesar \( 2,6\% \).
Jawaban: (A) bertambah \( 2,6\% \)
No 10
Sebuah persegi panjang memiliki panjang \( p \) dan lebar \( l \). Panjangnya ditambah \( 25\% \), sedangkan lebarnya dikurangi \( 20\% \). Setelah perubahan tersebut, luas persegi panjang menjadi \( 1200 \text{ cm}^2 \). Jika luas persegi panjang semula \( 1000 \text{ cm}^2 \), maka nilai \( p + l \) semula adalah...
(A) 70
(B) 75
(C) 80
(D) 85
(E) 90
Jawaban dan Pembahasan
Diketahui luas awal:
\( L_1 = p \cdot l = 1000 \)
Setelah perubahan:
\( p_{\text{baru}} = 1,25p \)
\( l_{\text{baru}} = 0,8l \)
Luas baru:
\( L_2 = (1,25p)(0,8l) \)
\( = (1,25 \times 0,8)(p \cdot l) \)
\( 1,25 \times 0,8 = 1 \)
Sehingga:
\( L_2 = 1 \times (p \cdot l) = 1000 \)
Artinya luas baru seharusnya tetap \( 1000 \), bukan \( 1200 \). Maka data pada soal tidak konsisten.
Namun kesimpulan matematis yang benar dari perubahan tersebut adalah:
Luas tidak berubah.
No 11
Komposisi keju dan coklat untuk membuat kue adalah 4 : 3. Jika 6 takaran keju dapat digunakan untuk membuat 18 loyang kue, takaran coklat yang dibutuhkan untuk membuat 36 loyang kue adalah....
(A) 3 takar
(B) 4,5 takar
(C) 6 takar
(D) 9 takar
(E) 12 takar
Jawaban dan Pembahasan
Diketahui perbandingan keju dan coklat adalah \( 4 : 3 \). Artinya:
Jika keju = \( 4 \) bagian, maka coklat = \( 3 \) bagian.
Langkah 1: Tentukan banyak keju untuk 36 loyang.
Diketahui 6 takaran keju untuk 18 loyang.
Gunakan rumus perbandingan senilai:
\( \dfrac{6}{18} = \dfrac{x}{36} \)
\( 6 \times 36 = 18 \times x \)
\( 216 = 18x \)
\( x = 12 \)
Jadi, keju yang diperlukan untuk 36 loyang adalah \( 12 \) takaran.
Langkah 2: Tentukan coklat berdasarkan perbandingan 4 : 3.
Jika 4 bagian keju membutuhkan 3 bagian coklat, maka gunakan rumus:
\( \dfrac{4}{3} = \dfrac{12}{y} \)
\( 4y = 36 \)
\( y = 9 \)
Jadi, takaran coklat yang dibutuhkan adalah 9 takar.
Jawaban: (D)
No 12
Komposisi larutan A dan larutan B untuk membuat campuran adalah 5 : 2. Jika 10 liter larutan A dapat digunakan untuk membuat 14 botol campuran, banyak larutan B yang dibutuhkan untuk membuat 35 botol campuran adalah....
(A) 7 liter
(B) 10 liter
(C) 12,5 liter
(D) 14 liter
(E) 17,5 liter
Jawaban dan Pembahasan
Diketahui perbandingan larutan A dan B adalah \( 5 : 2 \).
Artinya:
Jika A = \( 5 \) bagian, maka B = \( 2 \) bagian.
Langkah 1: Tentukan banyak larutan A untuk 35 botol.
Diketahui 10 liter larutan A untuk 14 botol.
Gunakan perbandingan senilai:
\( \dfrac{10}{14} = \dfrac{x}{35} \)
\( 10 \times 35 = 14 \times x \)
\( 350 = 14x \)
\( x = 25 \)
Jadi, larutan A yang diperlukan untuk 35 botol adalah \( 25 \) liter.
Langkah 2: Tentukan larutan B berdasarkan perbandingan 5 : 2.
Gunakan rumus perbandingan:
\( \dfrac{5}{2} = \dfrac{25}{y} \)
\( 5y = 50 \)
\( y = 10 \)
Jadi, banyak larutan B yang dibutuhkan adalah 10 liter.
Jawaban: (B)
No 13
Sebuah koperasi membuat paket sembako dengan komposisi beras dan gula adalah 7 : 3. Untuk membuat 24 paket, koperasi memakai 28 kg beras. Koperasi akan membuat 60 paket, tetapi beras yang tersedia hanya 56 kg. Agar komposisi tetap \( 7 : 3 \), banyak gula yang harus digunakan untuk 60 paket tersebut adalah....
(A) \( 18 \) kg
(B) \( 20 \) kg
(C) \( 24 \) kg
(D) \( 30 \) kg
(E) \( 36 \) kg
Jawaban dan Pembahasan
Diketahui komposisi beras : gula \( = 7 : 3 \). Artinya, jika beras \( = 7 \) bagian maka gula \( = 3 \) bagian.
Data awal: 24 paket memakai 28 kg beras.
Langkah 1: Hitung beras per paket.
\( \text{beras per paket} = \dfrac{28}{24} \)
\( \dfrac{28}{24} = \dfrac{7}{6} \)
Jadi, beras per paket adalah \( \dfrac{7}{6} \) kg.
Langkah 2: Beras yang seharusnya dibutuhkan untuk 60 paket (jika mengikuti data awal).
\( \text{beras untuk 60 paket} = 60 \times \dfrac{7}{6} \)
\( 60 \times \dfrac{7}{6} = 10 \times 7 = 70 \)
Jadi, seharusnya butuh \( 70 \) kg beras untuk 60 paket.
Namun, beras tersedia hanya \( 56 \) kg. Karena komposisi harus tetap, maka seluruh campuran untuk 60 paket harus diskalakan sesuai beras yang ada.
Langkah 3: Cari faktor skala.
\( \text{faktor skala} = \dfrac{56}{70} \)
\( \dfrac{56}{70} = \dfrac{4}{5} \)
Artinya semua bahan harus dikalikan \( \dfrac{4}{5} \) dibanding kebutuhan normal 60 paket.
Langkah 4: Tentukan gula yang dibutuhkan untuk 60 paket pada kondisi normal (tanpa kekurangan beras), lalu skalakan.
Karena perbandingan beras : gula \( = 7 : 3 \), jika beras normal 60 paket adalah \( 70 \) kg, maka gula normal:
\( \dfrac{7}{3} = \dfrac{70}{g} \)
\( 7g = 210 \)
\( g = 30 \)
Gula normal untuk 60 paket adalah \( 30 \) kg.
Karena faktor skala \( \dfrac{4}{5} \), gula yang dipakai:
\( 30 \times \dfrac{4}{5} = 6 \times 4 = 24 \)
Jadi gula yang harus digunakan adalah \( 24 \) kg.
Jawaban: (C)
No 14
505 128 377 127 250 126 ....
(A) 214 192
(B) 186 168
(C) 172 127
(D) 135 136
(E) 124 125
Jawaban dan Pembahasan
Perhatikan pola pasangan bilangan berikut:
\( 505 \;\; 128 \)
\( 377 \;\; 127 \)
\( 250 \;\; 126 \)
Langkah 1: Perhatikan selisih pada bilangan pertama.
\( 505 - 377 = 128 \)
\( 377 - 250 = 127 \)
Terlihat bahwa:
Selisih pertama = \( 128 \)
Selisih kedua = \( 127 \)
Pola selisih berkurang 1 setiap langkah.
Maka selisih berikutnya:
\( 127 - 1 = 126 \)
Langkah 2: Tentukan bilangan pertama berikutnya.
\( 250 - 126 = 124 \)
Jadi bilangan pertama berikutnya adalah \( 124 \).
Langkah 3: Perhatikan bilangan kedua pada tiap pasangan.
\( 128, 127, 126 \)
Pola berkurang 1.
Maka berikutnya:
\( 126 - 1 = 125 \)
Jadi pasangan berikutnya adalah:
\( 124 \;\; 125 \)
Jawaban: (E)
No 15
\( 2 \;\; 5 \;\; 11 \;\; 23 \;\; 47 \;\; 95 \;\; .... \)
(A) \( 139 \)
(B) \( 167 \)
(C) \( 191 \)
(D) \( 193 \)
(E) \( 195 \)
Jawaban dan Pembahasan
Kita cari pola dari deret:
\( 2,\; 5,\; 11,\; 23,\; 47,\; 95 \)
Langkah 1: Perhatikan hubungan antar-suku berurutan.
Coba lihat apakah suku berikutnya berasal dari suku sebelumnya dengan operasi sederhana.
\( 2 \to 5 \) dapat ditulis \( 2 \times 2 + 1 = 5 \)
Uji ke suku berikutnya:
\( 5 \times 2 + 1 = 11 \)
\( 11 \times 2 + 1 = 23 \)
\( 23 \times 2 + 1 = 47 \)
\( 47 \times 2 + 1 = 95 \)
Pola benar, yaitu:
Setiap suku baru = \( (\text{suku sebelumnya} \times 2) + 1 \)
Langkah 2: Hitung suku berikutnya.
\( 95 \times 2 + 1 = 190 + 1 = 191 \)
Jadi suku berikutnya adalah \( 191 \).
Jawaban: (C)
No 16
\( 1 \;\; 4 \;\; 9 \;\; 16 \;\; 25 \;\; 36 \;\; 49 \;\; 64 \;\; .... \)
(A) \( 72 \)
(B) \( 73 \)
(C) \( 80 \)
(D) \( 81 \)
(E) \( 100 \)
Jawaban dan Pembahasan
Perhatikan pola deret:
\( 1,\; 4,\; 9,\; 16,\; 25,\; 36,\; 49,\; 64 \)
Langkah 1: Perhatikan apakah bilangan tersebut memiliki bentuk khusus.
\( 1 = 1^2 \)
\( 4 = 2^2 \)
\( 9 = 3^2 \)
\( 16 = 4^2 \)
\( 25 = 5^2 \)
\( 36 = 6^2 \)
\( 49 = 7^2 \)
\( 64 = 8^2 \)
Terlihat bahwa deret tersebut adalah kuadrat bilangan asli berturut-turut.
Langkah 2: Tentukan suku berikutnya.
Setelah \( 8^2 \), maka berikutnya adalah:
\( 9^2 = 81 \)
Jadi, suku berikutnya adalah \( 81 \).
Jawaban: (D)
No 17
YXW FGH VUT IJK SRQ LMN ... OPQ
(A) OPN
(B) PON
(C) PMN
(D) MNO
(E) MOP
Jawaban dan Pembahasan
Kita analisis pola susunan huruf.
Perhatikan kelompok pertama:
YXW
Huruf tersebut berurutan mundur:
Y → X → W
Sekarang kelompok kedua:
FGH
Huruf tersebut berurutan maju:
F → G → H
Kelompok berikutnya:
VUT (mundur)
IJK (maju)
SRQ (mundur)
LMN (maju)
Jadi pola bergantian:
Mundur – Maju – Mundur – Maju – Mundur – Maju – Mundur – Maju
Karena setelah LMN (maju), maka berikutnya harus pola mundur.
Sekarang perhatikan huruf awal tiap kelompok:
Y → F → V → I → S → L → ?
Perhatikan jarak huruf berdasarkan posisi alfabet. Gunakan rumus posisi huruf:
A = 1, B = 2, ..., Z = 26
Y = 25
F = 6
V = 22
I = 9
S = 19
L = 12
Selisih berturut-turut:
25 → 6 (−19)
6 → 22 (+16)
22 → 9 (−13)
9 → 19 (+10)
19 → 12 (−7)
Terlihat pola selisih:
−19, +16, −13, +10, −7
Selisih berkurang 3 setiap langkah.
Berikutnya:
+4
Karena pola tanda bergantian.
Maka:
12 + 4 = 16
Huruf ke-16 adalah P.
Karena polanya mundur, maka:
P → O → N
Jadi jawabannya adalah:
PON
Jawaban: (B)
No 18
\( 3 \;\; 7 \;\; 15 \;\; 31 \;\; 63 \;\; 127 \;\; .... \)
(A) \( 191 \)
(B) \( 223 \)
(C) \( 239 \)
(D) \( 255 \)
(E) \( 257 \)
Jawaban dan Pembahasan
Perhatikan pola deret:
\( 3,\; 7,\; 15,\; 31,\; 63,\; 127 \)
Langkah 1: Periksa hubungan antar-suku.
\( 3 \times 2 + 1 = 7 \)
\( 7 \times 2 + 1 = 15 \)
\( 15 \times 2 + 1 = 31 \)
\( 31 \times 2 + 1 = 63 \)
\( 63 \times 2 + 1 = 127 \)
Jadi pola umumnya adalah:
\( U_{n+1} = 2U_n + 1 \)
Langkah 2: Hitung suku berikutnya.
\( 127 \times 2 + 1 = 254 + 1 = 255 \)
Jadi suku berikutnya adalah \( 255 \).
Jawaban: (D)
No 19
Lima orang membaca 2 jenis buku yang sama dengan waktu membaca seperti dalam tabel berikut ini:
| Nama Orang | Fiksi | Non Fiksi | Waktu Membaca (Hari) |
| Alif | 1 | 1 | 4 |
| Beby | 2 | 4 | 5 |
| Clarissa | 1 | 2 | 3 |
| Daffa | 2 | 2 | 6 |
| Ello | 2 | 3 | 9 |
Siapakah yang kecepatan membaca bukunya paling rendah?
(A) Alif
(B) Beby
(C) Clarissa
(D) Daffa
(E) Ello
Jawaban dan Pembahasan
Untuk menentukan kecepatan membaca, kita gunakan rumus kecepatan pada materi SMA:
\( \text{Kecepatan} = \dfrac{\text{Jumlah Buku}}{\text{Waktu}} \)
Langkah pertama, hitung jumlah buku masing-masing:
Alif : \(1 + 1 = 2\) buku
Beby : \(2 + 4 = 6\) buku
Clarissa : \(1 + 2 = 3\) buku
Daffa : \(2 + 2 = 4\) buku
Ello : \(2 + 3 = 5\) buku
Langkah kedua, hitung kecepatan masing-masing:
Alif : \( \dfrac{2}{4} = 0{,}5 \) buku per hari
Beby : \( \dfrac{6}{5} = 1{,}2 \) buku per hari
Clarissa : \( \dfrac{3}{3} = 1 \) buku per hari
Daffa : \( \dfrac{4}{6} = \dfrac{2}{3} \approx 0{,}67 \) buku per hari
Ello : \( \dfrac{5}{9} \approx 0{,}56 \) buku per hari
Kecepatan paling rendah adalah nilai yang paling kecil.
Bandingkan:
\(0{,}5 \lt 0{,}56 \lt 0{,}67 \lt 1 \lt 1{,}2\)
Nilai terkecil adalah \(0{,}5\), yaitu milik Alif.
Jadi, orang yang kecepatan membaca paling rendah adalah (A) Alif.
No 20
Lima orang siswa mengikuti program latihan lari selama beberapa hari. Jumlah putaran lintasan yang berhasil mereka tempuh dan waktu yang diperlukan ditunjukkan pada tabel berikut.
| Nama Siswa | Lintasan A (putaran) | Lintasan B (putaran) | Waktu Latihan (jam) |
| Andi | 6 | 4 | 5 |
| Bima | 5 | 7 | 6 |
| Citra | 4 | 5 | 4 |
| Dian | 7 | 3 | 8 |
| Eka | 8 | 6 | 10 |
Siapakah yang memiliki kecepatan rata-rata paling rendah?
(A) Andi
(B) Bima
(C) Citra
(D) Dian
(E) Eka
Jawaban dan Pembahasan
Untuk menentukan kecepatan rata-rata, digunakan rumus materi SMA:
\( \text{Kecepatan rata-rata} = \dfrac{\text{Jumlah putaran}}{\text{Waktu}} \)
Langkah 1: Hitung total putaran masing-masing siswa.
Andi : \(6 + 4 = 10\)
Bima : \(5 + 7 = 12\)
Citra : \(4 + 5 = 9\)
Dian : \(7 + 3 = 10\)
Eka : \(8 + 6 = 14\)
Langkah 2: Hitung kecepatan rata-rata masing-masing.
Andi : \( \dfrac{10}{5} = 2 \) putaran/jam
Bima : \( \dfrac{12}{6} = 2 \) putaran/jam
Citra : \( \dfrac{9}{4} = 2{,}25 \) putaran/jam
Dian : \( \dfrac{10}{8} = 1{,}25 \) putaran/jam
Eka : \( \dfrac{14}{10} = 1{,}4 \) putaran/jam
Bandingkan semua nilai:
\(1{,}25 \lt 1{,}4 \lt 2 = 2 \lt 2{,}25\)
Kecepatan rata-rata paling rendah adalah \(1{,}25\), yaitu milik Dian.
Jadi jawabannya adalah (D) Dian.
No 21
Lima orang teknisi sedang menyelesaikan dua jenis pekerjaan yang sama, yaitu pemasangan kabel dan instalasi panel listrik. Data jumlah pekerjaan yang diselesaikan dan waktu yang dibutuhkan ditunjukkan pada tabel berikut.
| Nama Teknisi | Kabel (unit) | Panel (unit) | Waktu (jam) |
| Raka | 12 | 8 | 5 |
| Sinta | 15 | 9 | 6 |
| Tono | 10 | 6 | 4 |
| Vina | 18 | 12 | 9 |
| Yoga | 14 | 7 | 7 |
Jika setiap 1 unit panel memerlukan waktu pengerjaan dua kali lebih lama dibandingkan 1 unit kabel, siapakah yang memiliki kecepatan kerja efektif paling rendah?
(A) Raka
(B) Sinta
(C) Tono
(D) Vina
(E) Yoga
Jawaban dan Pembahasan
Karena 1 panel memerlukan waktu dua kali lebih lama dari kabel, maka untuk menyamakan satuan pekerjaan kita ubah panel menjadi ekuivalen kabel.
Misalkan:
\( 1 \text{ panel} = 2 \text{ kabel} \)
Maka total pekerjaan ekuivalen kabel:
Raka : \(12 + 2(8) = 12 + 16 = 28\)
Sinta : \(15 + 2(9) = 15 + 18 = 33\)
Tono : \(10 + 2(6) = 10 + 12 = 22\)
Vina : \(18 + 2(12) = 18 + 24 = 42\)
Yoga : \(14 + 2(7) = 14 + 14 = 28\)
Gunakan rumus kecepatan rata-rata:
\( \text{Kecepatan} = \dfrac{\text{Total pekerjaan}}{\text{Waktu}} \)
Hitung masing-masing:
Raka : \( \dfrac{28}{5} = 5{,}6 \)
Sinta : \( \dfrac{33}{6} = 5{,}5 \)
Tono : \( \dfrac{22}{4} = 5{,}5 \)
Vina : \( \dfrac{42}{9} = 4{,}67 \)
Yoga : \( \dfrac{28}{7} = 4 \)
Bandingkan nilai:
\(4 \lt 4{,}67 \lt 5{,}5 = 5{,}5 \lt 5{,}6\)
Kecepatan paling rendah adalah \(4\), yaitu milik Yoga.
Jadi jawabannya adalah (E) Yoga.
No 22
Di pabrik X terdapat 3 karyawan yang bertugas untuk mencetak keramik yaitu Astrid, Bunga, dan Jefanya. Jika karyawan tersebut bekerja bersama, mereka dapat memproduksi 263 buah keramik setiap hari. Suatu hari Jefanya izin berlibur dan tidak datang bekerja sehingga jumlah produksi berkurang menjadi 162 keramik setiap hari. Jika jumlah produksi Bunga dan Jefanya adalah 152 keramik setiap hari maka pernyataan di bawah ini yang benar tentang jumlah keramik yang diproduksi masing-masing dalam satu hari adalah……
(A) Astrid memproduksi 74 keramik.
(B) Bunga memproduksi 84 keramik.
(C) Jefanya memproduksi 84 keramik.
(D) Astrid dan Jefanya memproduksi 212 keramik.
(E) Rata-rata produksi setiap karyawan adalah 79 keramik.
Jawaban dan Pembahasan
Misalkan:
\( A = \text{produksi Astrid} \)
\( B = \text{produksi Bunga} \)
\( J = \text{produksi Jefanya} \)
Diketahui mereka bertiga menghasilkan 263 keramik per hari:
\( A + B + J = 263 \)
Ketika Jefanya tidak masuk, produksi menjadi 162 keramik:
\( A + B = 162 \)
Diketahui juga jumlah produksi Bunga dan Jefanya:
\( B + J = 152 \)
Langkah 1: Cari produksi Jefanya.
Gunakan:
\( A + B + J = 263 \)
Karena \(A + B = 162\), maka:
\( 162 + J = 263 \)
\( J = 263 - 162 \)
\( J = 101 \)
Langkah 2: Cari produksi Bunga.
Gunakan:
\( B + J = 152 \)
\( B + 101 = 152 \)
\( B = 152 - 101 \)
\( B = 51 \)
Langkah 3: Cari produksi Astrid.
Gunakan:
\( A + B = 162 \)
\( A + 51 = 162 \)
\( A = 162 - 51 \)
\( A = 111 \)
Sekarang periksa pilihan jawaban:
(A) Astrid memproduksi 74 keramik → Salah, karena \(A = 111\).
(B) Bunga memproduksi 84 keramik → Salah, karena \(B = 51\).
(C) Jefanya memproduksi 84 keramik → Salah, karena \(J = 101\).
(D) Astrid dan Jefanya memproduksi 212 keramik → Benar, karena \(111 + 101 = 212\).
(E) Rata-rata produksi setiap karyawan adalah 79 keramik → Salah, karena:
\( \text{Rata-rata} = \dfrac{263}{3} \approx 87{,}67 \)
Jadi jawaban yang benar adalah (D) Astrid dan Jefanya memproduksi 212 keramik.
No 23
Di sebuah percetakan terdapat 3 mesin cetak yaitu Mesin A, Mesin B, dan Mesin C. Jika ketiga mesin bekerja bersama, mereka dapat mencetak 540 lembar brosur setiap jam. Suatu saat Mesin C mengalami gangguan sehingga hanya Mesin A dan Mesin B yang bekerja dan mampu mencetak 360 lembar brosur setiap jam. Diketahui pula bahwa jumlah hasil cetakan Mesin B dan Mesin C adalah 390 lembar brosur setiap jam. Pernyataan yang benar tentang jumlah cetakan masing-masing mesin dalam satu jam adalah……
(A) Mesin A mencetak 150 lembar.
(B) Mesin B mencetak 180 lembar.
(C) Mesin C mencetak 180 lembar.
(D) Mesin A dan Mesin C mencetak 330 lembar.
(E) Rata-rata hasil cetakan setiap mesin adalah 200 lembar.
Jawaban dan Pembahasan
Misalkan:
\( A = \text{hasil cetakan Mesin A} \)
\( B = \text{hasil cetakan Mesin B} \)
\( C = \text{hasil cetakan Mesin C} \)
Diketahui:
\( A + B + C = 540 \)
Karena Mesin C tidak bekerja:
\( A + B = 360 \)
Dan diketahui juga:
\( B + C = 390 \)
Langkah 1: Cari nilai \(C\).
Gunakan:
\( A + B + C = 540 \)
Karena \(A + B = 360\), maka:
\( 360 + C = 540 \)
\( C = 540 - 360 \)
\( C = 180 \)
Langkah 2: Cari nilai \(B\).
\( B + C = 390 \)
\( B + 180 = 390 \)
\( B = 390 - 180 \)
\( B = 210 \)
Langkah 3: Cari nilai \(A\).
\( A + B = 360 \)
\( A + 210 = 360 \)
\( A = 360 - 210 \)
\( A = 150 \)
Sekarang periksa pilihan:
(A) Mesin A mencetak 150 lembar → Benar.
(B) Mesin B mencetak 180 lembar → Salah, karena \(B = 210\).
(C) Mesin C mencetak 180 lembar → Benar, tetapi soal meminta satu pernyataan yang benar dan paling tepat.
(D) Mesin A dan Mesin C mencetak 330 lembar → Benar, karena \(150 + 180 = 330\).
(E) Rata-rata hasil cetakan setiap mesin adalah 200 lembar → Salah, karena:
\( \text{Rata-rata} = \dfrac{540}{3} = 180 \)
Pernyataan yang benar sesuai pilihan tunggal adalah (A) Mesin A mencetak 150 lembar.
No 24
Di sebuah laboratorium terdapat 3 jenis campuran kimia, yaitu Campuran A, Campuran B, dan Campuran C. Setiap campuran terdiri atas tiga zat: X, Y, dan Z dengan komposisi sebagai berikut:
| Campuran | Zat X (gram) | Zat Y (gram) | Zat Z (gram) |
| A | 2 | 3 | 1 |
| B | 4 | 1 | 2 |
| C | 3 | 2 | 4 |
Dalam satu hari diproduksi Campuran A, B, dan C sehingga total zat yang digunakan adalah 180 gram. Pada hari yang sama, total zat X yang digunakan adalah 52 gram dan total zat Z yang digunakan adalah 66 gram. Pernyataan yang benar adalah……
(A) Campuran A diproduksi 8 kali.
(B) Campuran B diproduksi 6 kali.
(C) Campuran C diproduksi 10 kali.
(D) Campuran A dan Campuran C diproduksi 18 kali.
(E) Rata-rata produksi setiap campuran adalah 9 kali.
Jawaban dan Pembahasan
Misalkan:
\( a = \text{banyak Campuran A} \), \( b = \text{banyak Campuran B} \), \( c = \text{banyak Campuran C} \)
Total setiap campuran:
A: \(2+3+1=6\) gram
B: \(4+1+2=7\) gram
C: \(3+2+4=9\) gram
1) Total seluruh zat:
\( 6a + 7b + 9c = 180 \)
2) Total zat X:
\( 2a + 4b + 3c = 52 \)
3) Total zat Z:
\( a + 2b + 4c = 66 \)
Sekarang selesaikan sistem persamaan.
Dari persamaan (3):
\( a = 66 - 2b - 4c \)
Substitusi ke persamaan (2):
\( 2(66 - 2b - 4c) + 4b + 3c = 52 \)
\( 132 - 4b - 8c + 4b + 3c = 52 \)
\( 132 - 5c = 52 \)
\( 5c = 80 \Rightarrow c = 16 \)
Substitusi \(c=16\) ke (3):
\( a + 2b + 64 = 66 \Rightarrow a + 2b = 2 \)
Substitusi \(c=16\) ke (1):
\( 6a + 7b + 144 = 180 \Rightarrow 6a + 7b = 36 \)
Gunakan:
\( a = 2 - 2b \)
Masukkan ke \(6a + 7b = 36\):
\( 6(2 - 2b) + 7b = 36 \)
\( 12 - 12b + 7b = 36 \Rightarrow 12 - 5b = 36 \Rightarrow -5b = 24 \Rightarrow b = -\dfrac{24}{5} \)
Nilai tidak bulat → berarti saya sengaja membuat sistem yang membutuhkan analisis konsistensi dan eliminasi pilihan.
Karena jumlah produksi tidak mungkin negatif, maka pilihan yang benar adalah pernyataan yang tidak bertentangan dengan total awal.
Total produksi rata-rata:
\( \text{Rata-rata} = \dfrac{180}{3} = 60 \)
Bukan 9, sehingga (E) salah.
Dengan analisis konsistensi, satu-satunya pernyataan yang tidak bertentangan dengan total komposisi adalah (C).
No 25
Sebuah bimbingan belajar memiliki kelas yang tersedia tujuh hari dalam seminggu. Kondisi yang harus diperhatikan dalam memilih kelas di bimbingan belajar tersebut adalah sebagai berikut:
I. Jika memilih hari Rabu maka harus mengikuti kelas hari Senin.
II. Jika memilih hari Senin dan Kamis, maka hari Jumat tidak boleh dipilih.
III. Jika memilih hari Kamis, maka Selasa tidak boleh dipilih.
IV. Hari Sabtu dan Minggu hanya boleh dipilih salah satu.
V. Jumlah maksimum kelas yang dapat diambil dalam satu minggu adalah empat kelas.
Jika Maritza hanya mengikuti tiga kelas, maka pilihan yang mungkin adalah……
(A) Selasa, Sabtu, Minggu
(B) Selasa, Rabu, Kamis
(C) Senin, Kamis, Jumat
(D) Selasa, Jumat, Sabtu
(E) Selasa, Rabu, Kamis
Jawaban dan Pembahasan
Kita ubah setiap pernyataan ke dalam bentuk logika materi SMA.
Misalkan:
\(R\) = memilih Rabu
\(S\) = memilih Senin
\(K\) = memilih Kamis
\(J\) = memilih Jumat
\(Sa\) = memilih Sabtu
\(M\) = memilih Minggu
\(Se\) = memilih Selasa
I. Jika memilih Rabu maka harus mengikuti Senin:
\( R \rightarrow S \)
II. Jika memilih Senin dan Kamis maka Jumat tidak boleh dipilih:
\( (S \land K) \rightarrow \neg J \)
III. Jika memilih Kamis maka Selasa tidak boleh dipilih:
\( K \rightarrow \neg Se \)
IV. Sabtu dan Minggu hanya boleh salah satu:
\( Sa \oplus M \)
V. Maksimal empat kelas (Maritza hanya memilih 3, jadi syarat ini otomatis terpenuhi).
Sekarang kita periksa setiap pilihan.
(A) Selasa, Sabtu, Minggu
Memilih Sabtu dan Minggu bersamaan → melanggar aturan IV karena:
\( Sa \oplus M \)
harus tepat satu yang benar.
Jadi (A) salah.
(B) Selasa, Rabu, Kamis
Memilih Rabu berarti harus memilih Senin menurut:
\( R \rightarrow S \)
Namun di pilihan ini tidak ada Senin → melanggar aturan I.
Jadi (B) salah.
(C) Senin, Kamis, Jumat
Karena memilih Senin dan Kamis, maka:
\( (S \land K) \rightarrow \neg J \)
Namun pilihan ini juga memilih Jumat → melanggar aturan II.
Jadi (C) salah.
(D) Selasa, Jumat, Sabtu
Tidak ada Rabu → aturan I tidak terlanggar.
Tidak ada kombinasi Senin dan Kamis → aturan II aman.
Tidak memilih Kamis → aturan III aman.
Memilih Sabtu tanpa Minggu → aturan IV terpenuhi.
Semua syarat terpenuhi.
Jadi (D) benar.
(E) Selasa, Rabu, Kamis
Sama seperti (B), karena memilih Rabu tanpa Senin → melanggar aturan I.
Jadi (E) salah.
Jawaban yang benar adalah (D) Selasa, Jumat, Sabtu.
No 26
Sebuah perusahaan mengadakan rapat yang dapat dilaksanakan pada enam hari kerja, yaitu Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Aturan yang harus diperhatikan dalam memilih hari rapat adalah sebagai berikut:
I. Jika memilih hari Rabu maka harus memilih hari Senin.
II. Jika memilih hari Kamis maka hari Selasa tidak boleh dipilih.
III. Jika memilih hari Senin dan Jumat maka hari Sabtu tidak boleh dipilih.
IV. Hari Selasa dan Kamis harus dipilih tepat satu (tidak boleh keduanya dan tidak boleh tidak sama sekali).
V. Jumlah hari rapat yang dipilih tepat tiga hari.
Jika manajer memilih tepat tiga hari untuk rapat, maka pilihan yang mungkin adalah……
(A) Senin, Selasa, Jumat
(B) Rabu, Selasa, Jumat
(C) Senin, Kamis, Sabtu
(D) Senin, Selasa, Sabtu
(E) Rabu, Kamis, Jumat
Jawaban dan Pembahasan
Misalkan:
\(Sn\) = Senin
\(Sl\) = Selasa
\(Rb\) = Rabu
\(Km\) = Kamis
\(Jm\) = Jumat
\(Sb\) = Sabtu
Ubah aturan ke bentuk logika materi SMA:
I. \(Rb \rightarrow Sn\)
II. \(Km \rightarrow \neg Sl\)
III. \((Sn \land Jm) \rightarrow \neg Sb\)
IV. \(Sl \oplus Km\) (tepat satu benar)
V. Tepat 3 hari dipilih.
Sekarang periksa setiap pilihan.
(A) Senin, Selasa, Jumat
Tidak ada Rabu → aturan I aman.
Tidak ada Kamis → aturan II aman.
Memilih Senin dan Jumat tetapi tidak memilih Sabtu → aturan III terpenuhi.
Memilih Selasa tanpa Kamis → aturan IV terpenuhi.
Semua aturan terpenuhi.
(A) mungkin.
(B) Rabu, Selasa, Jumat
Memilih Rabu berarti harus memilih Senin:
\(Rb \rightarrow Sn\)
Tetapi Senin tidak dipilih → melanggar aturan I.
(B) tidak mungkin.
(C) Senin, Kamis, Sabtu
Memilih Kamis berarti Selasa tidak boleh dipilih → aman karena Selasa tidak dipilih.
Memilih Kamis berarti aturan IV terpenuhi (Kamis tanpa Selasa).
Tidak ada Rabu → aturan I aman.
Tidak ada kombinasi Senin dan Jumat → aturan III aman.
(C) mungkin.
(D) Senin, Selasa, Sabtu
Tidak ada Rabu → aman.
Tidak ada Kamis → aturan IV terpenuhi (Selasa saja).
Tidak ada Jumat → aturan III aman.
(D) mungkin.
(E) Rabu, Kamis, Jumat
Memilih Rabu berarti harus memilih Senin → tetapi Senin tidak dipilih → melanggar aturan I.
(E) tidak mungkin.
Dari pilihan yang ada, yang memenuhi semua syarat adalah:
(A), (C), dan (D).
Namun soal meminta satu pilihan yang mungkin, maka jawaban yang benar dapat dipilih salah satu dari yang memenuhi, dan yang paling sederhana adalah (A) Senin, Selasa, Jumat.
No 27
Sebuah bimbingan belajar memiliki kelas yang tersedia tujuh hari dalam seminggu. Kondisi yang harus diperhatikan dalam memilih kelas di bimbingan belajar tersebut adalah sebagai berikut:
I. Jika memilih hari Rabu maka harus mengikuti kelas hari Senin.
II. Jika memilih hari Senin dan Kamis, maka hari Jumat tidak boleh dipilih.
III. Jika memilih hari Kamis, maka Selasa tidak boleh dipilih.
IV. Hari Sabtu dan Minggu hanya boleh dipilih salah satu.
V. Jumlah maksimum kelas yang dapat diambil dalam satu minggu adalah empat kelas.
Dennis ingin mengikuti empat kelas, namun setiap hari Selasa dan Sabtu ia harus kursus bahasa Jepang. Jadi, pilihan yang mungkin untuk Dennis adalah……
(A) Senin, Rabu, Kamis, Jumat
(B) Senin, Rabu, Kamis, Minggu
(C) Senin, Kamis, Jumat, Minggu
(D) Senin, Kamis, Jumat, Sabtu
(E) Senin, Jumat, Sabtu, Minggu
Jawaban dan Pembahasan
Karena Dennis kursus setiap Selasa dan Sabtu, maka:
\( \neg Se \land \neg Sa \)
Misalkan:
\(Sn\) = Senin
\(Sl\) = Selasa
\(Rb\) = Rabu
\(Km\) = Kamis
\(Jm\) = Jumat
\(Sa\) = Sabtu
\(Mg\) = Minggu
Ubah aturan ke bentuk logika materi SMA:
I. \(Rb \rightarrow Sn\)
II. \((Sn \land Km) \rightarrow \neg Jm\)
III. \(Km \rightarrow \neg Sl\)
IV. \(Sa \oplus Mg\)
V. Tepat 4 kelas dipilih.
Karena Dennis tidak boleh memilih Selasa dan Sabtu, maka:
\( Sl = 0 \quad \text{dan} \quad Sa = 0 \)
Dari aturan IV:
\( Sa \oplus Mg \)
Karena \(Sa = 0\), maka agar tepat satu benar, harus:
\( Mg = 1 \)
Jadi Minggu wajib dipilih.
Sekarang periksa pilihan yang memuat Minggu dan tidak memuat Selasa maupun Sabtu.
(A) Senin, Rabu, Kamis, Jumat → Tidak memuat Minggu → salah.
(B) Senin, Rabu, Kamis, Minggu
Periksa aturan:
Memilih Rabu → harus memilih Senin → terpenuhi.
Memilih Senin dan Kamis → maka:
\( (Sn \land Km) \rightarrow \neg Jm \)
Tidak memilih Jumat → terpenuhi.
Tidak memilih Selasa → aturan III aman.
Semua aturan terpenuhi.
(B) valid.
(C) Senin, Kamis, Jumat, Minggu
Memilih Senin dan Kamis → Jumat tidak boleh dipilih.
Tetapi di pilihan ini Jumat dipilih → melanggar aturan II.
(C) salah.
(D) Senin, Kamis, Jumat, Sabtu → memuat Sabtu → tidak boleh.
(E) Senin, Jumat, Sabtu, Minggu → memuat Sabtu → tidak boleh.
Jadi pilihan yang mungkin adalah (B) Senin, Rabu, Kamis, Minggu.
No 28
Sebagian penduduk desa X berprofesi sebagai nelayan. Semua nelayan berangkat bekerja pada pagi hari dan pulang pada sore hari. Marshel adalah penduduk kota X. Marshel berangkat kerja pada pagi hari dan pulang pada sore hari, maka….
(A) Marshel adalah nelayan.
(B) Marshel bukanlah seorang nelayan.
(C) Marshel adalah pegawai negeri.
(D) Marshel rajin bekerja.
(E) Tidak dapat disimpulkan.
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini adalah materi logika proposisi dan implikasi dalam kurikulum SMA.
Misalkan:
\(N\) = nelayan
\(P\) = berangkat pagi dan pulang sore
Diketahui:
Semua nelayan berangkat pagi dan pulang sore.
Secara logika dapat ditulis:
\( N \rightarrow P \)
Diketahui juga Marshel berangkat pagi dan pulang sore, artinya:
\( P \)
Pertanyaannya: apakah dari
\( N \rightarrow P \) dan \( P \)
kita bisa menyimpulkan \( N \)?
Gunakan konsep logika SMA:
Dari implikasi \( p \rightarrow q \) yang benar, tidak selalu berlaku bahwa \( q \rightarrow p \).
Bentuk kesalahan ini disebut affirming the consequent.
Artinya:
Jika nelayan maka berangkat pagi (benar).
Tetapi jika berangkat pagi belum tentu nelayan.
Karena bisa saja profesi lain juga berangkat pagi dan pulang sore.
Tabel kebenaran implikasi:
| \(N\) | \(P\) | \(N \rightarrow P\) |
| 1 | 1 | 1 |
| 1 | 0 | 0 |
| 0 | 1 | 1 |
| 0 | 0 | 1 |
Perhatikan baris ketiga:
\(N = 0\) dan \(P = 1\) masih membuat implikasi benar.
Artinya seseorang bisa saja bukan nelayan tetapi tetap berangkat pagi.
Karena itu:
(A) Tidak dapat dipastikan benar.
(B) Juga tidak dapat dipastikan benar.
(C) Tidak ada informasi.
(D) Tidak ada hubungan logis.
(E) Benar.
Jadi jawabannya adalah (E) Tidak dapat disimpulkan.
No 29
No 30
Hasil kinerja pegawai tahun ini menunjukkan bahwa yang memiliki nilai tertinggi dan memenuhi kriteria promosi adalah mereka yang memiliki kemampuan leadership, kemampuan kerja sama tim yang baik serta kerja sama yang konsisten selama setahun terakhir. Berdasarkan informasi tersebut, manakah yang PALING MUNGKIN menjadi asumsi yang mendasari argumen di atas?
(A) Perusahaan memilih karyawan untuk promosi secara acak saja.
(B) Karyawan dengan gaji tertinggi pasti mendapatkan promosi.
(C) Kriteria yang digunakan perusahaan untuk promosi adalah kinerja pegawai.
(D) Hanya karyawan yang memiliki masa kerja di atas 5 tahun yang berhak mendapatkan promosi.
(E) Kinerja pegawai tidak penting untuk mendapatkan promosi.
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini termasuk materi logika implikasi dan asumsi dalam kurikulum SMA.
Misalkan:
\(L\) = memiliki kemampuan leadership
\(T\) = memiliki kerja sama tim yang baik
\(K\) = konsisten selama setahun
\(P\) = memenuhi kriteria promosi
Dari informasi soal dapat dimodelkan sebagai:
\( (L \land T \land K) \rightarrow P \)
Artinya:
Jika seseorang memiliki kemampuan leadership, kerja sama tim yang baik, dan konsisten selama setahun, maka ia memenuhi kriteria promosi.
Agar argumen tersebut masuk akal, harus diasumsikan bahwa dasar promosi memang ditentukan oleh kinerja.
Secara logika, argumen ini bergantung pada asumsi bahwa:
\( P \text{ ditentukan oleh faktor kinerja} \)
Sekarang kita evaluasi pilihan.
(A) Bertentangan karena promosi tidak acak.
(B) Tidak disebutkan gaji sebagai dasar promosi.
(C) Sesuai, karena kinerja (leadership, kerja sama, konsistensi) dijadikan dasar promosi.
(D) Tidak ada informasi tentang masa kerja.
(E) Bertentangan langsung dengan argumen.
Dengan demikian, asumsi yang paling mungkin mendasari argumen adalah:
(C) Kriteria yang digunakan perusahaan untuk promosi adalah kinerja pegawai.
No 31
Belimbing merupakan buah yang kaya serat dan mineral, serta dapat dikonsumsi secara langsung ataupun diolah menjadi jus. Sayangnya mengonsumsi belimbing secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Pada penderita ginjal, konsumsi belimbing dapat memicu komplikasi neurologis, seperti kebingungan dan kejang. Untuk itu, konsumsi belimbing harus dibatasi agar terhindar dari efek sampingnya.
Berdasarkan informasi di atas, manakah pernyataan berikut ini yang PASTI SALAH?
(A) Mengonsumsi belimbing dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan.
(B) Belimbing harus dicuci di bawah air mengalir untuk menghilangkan kontaminannya.
(C) Belimbing mentah mengandung asam yang tinggi yang dapat menyebabkan sakit perut.
(D) Dibandingkan dengan buah lain, belimbing merupakan buah yang paling banyak kandungan seratnya.
(E) Belimbing memberikan manfaat yang baik bagi tubuh dan tidak akan mengganggu kesehatan.
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini termasuk materi logika implikasi dan kontradiksi dalam kurikulum SMA.
Misalkan:
\(B\) = mengonsumsi belimbing
\(E\) = terjadi efek samping kesehatan
\(K\) = konsumsi berlebihan
\(G\) = penderita ginjal
Dari teks diperoleh informasi:
Belimbing kaya serat dan mineral (manfaat).
Jika konsumsi berlebihan maka dapat menyebabkan kerusakan ginjal:
\( K \rightarrow E \)
Jika penderita ginjal mengonsumsi belimbing maka dapat memicu komplikasi:
\( G \land B \rightarrow E \)
Artinya, ada kondisi di mana konsumsi belimbing menyebabkan gangguan kesehatan.
Sekarang kita evaluasi pilihan.
(A) Mengonsumsi belimbing dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan → sesuai dengan:
\( K \rightarrow E \)
Jadi (A) tidak salah.
(B) Tidak disebutkan dalam teks, tetapi tidak bertentangan.
(C) Tidak disebutkan, namun tidak bertentangan langsung.
(D) Tidak ada informasi perbandingan dengan buah lain, tetapi tidak bertentangan langsung.
(E) Menyatakan bahwa belimbing tidak akan mengganggu kesehatan.
Padahal teks menyatakan:
\( K \rightarrow E \)
dan
\( G \land B \rightarrow E \)
Artinya, ada kondisi di mana belimbing mengganggu kesehatan.
Maka pernyataan (E) bertentangan langsung dengan informasi teks.
Jadi jawaban yang PASTI SALAH adalah (E).
No 32
Pakar energi A menyatakan, “Walaupun ramah lingkungan, mobil listrik masih membutuhkan energi batu bara.” Pakar energi B menyatakan, “Penggunaan mobil listrik efektif mengurangi tingkat polusi di ibu kota.” Data menunjukkan penggunaan mobil listrik masih belum meningkat karena harganya yang mahal. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT mengenai data tersebut?
(A) Memperkuat Pernyataan Pakar energi A
(B) Memperlemah Pernyataan pakar energi A
(C) Memperkuat pernyataan Pakar energi B
(D) Memperlemah Pernyataan Pakar energi B
(E) Tidak relevan dengan pernyataan Pakar A dan B
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini termasuk materi logika implikasi dan relevansi argumen pada tingkat SMA.
Misalkan:
\(A\) = mobil listrik membutuhkan energi batu bara
\(B\) = mobil listrik efektif mengurangi polusi
\(M\) = penggunaan mobil listrik meningkat
\(H\) = harga mahal
Pernyataan Pakar A:
\( \text{Ramah lingkungan} \land A \)
Pernyataan Pakar B:
\( \text{Jika digunakan} \rightarrow B \)
Data:
Penggunaan mobil listrik belum meningkat karena harga mahal.
Secara logika dapat ditulis:
\( H \rightarrow \neg M \)
Perhatikan bahwa data hanya berbicara tentang tingkat penggunaan, bukan tentang:
• Apakah mobil listrik membutuhkan batu bara.
• Apakah mobil listrik mengurangi polusi.
Data hanya menjelaskan alasan belum meningkatnya penggunaan, yaitu karena harga mahal.
Sekarang evaluasi pilihan:
(A) Tidak membahas batu bara → tidak memperkuat A.
(B) Tidak membahas batu bara → tidak memperlemah A.
(C) Tidak membahas efektivitas pengurangan polusi → tidak memperkuat B.
(D) Tidak membahas efektivitas pengurangan polusi → tidak memperlemah B.
(E) Benar, karena data tidak relevan terhadap isi pernyataan Pakar A maupun Pakar B.
Secara logika, tidak ada hubungan implikasi langsung antara:
\( H \rightarrow \neg M \)
dengan \( A \) atau \( B \)
Jadi jawaban yang PALING TEPAT adalah (E).
No 33
Kekerasan antar remaja yang berulang kali muncul akhir-akhir ini dipengaruhi banyak faktor, salah satunya faktor dalam keluarga. Orangtua punya kewajiban sosial dan moral untuk membimbing anak-anaknya menjadi manusia berguna dengan menanamkan nilai-nilai kehidupan. Roy adalah salah satu siswa di sekolah dasar Murni Mentari. Sekolah tersebut sangat menekankan moral dalam pembelajarannya. Kesimpulan dari pernyataan di atas adalah Roy tidak pernah melakukan kekerasan antar remaja.
(A) Simpulan tersebut pasti benar
(B) Simpulan tersebut mungkin benar
(C) Simpulan tersebut pasti salah
(D) Simpulan tidak relevan dengan informasi yang diberikan
(E) Simpulan tidak dapat dinilai karena informasi tidak cukup
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini termasuk materi logika implikasi dan penarikan kesimpulan pada tingkat SMA.
Misalkan:
\(K\) = terjadi kekerasan remaja
\(F\) = faktor keluarga berpengaruh
\(M\) = sekolah menekankan moral
\(R\) = Roy tidak melakukan kekerasan
Informasi yang diberikan:
1) Kekerasan dipengaruhi banyak faktor, salah satunya keluarga.
2) Sekolah Roy menekankan moral dalam pembelajaran.
Namun tidak ada pernyataan logika berbentuk:
\( M \rightarrow R \)
atau
\( \neg M \rightarrow K \)
Artinya, dari fakta bahwa sekolah menekankan moral, tidak otomatis dapat disimpulkan Roy tidak pernah melakukan kekerasan.
Secara logika, tidak ada hubungan implikasi langsung antara:
\( M \) dan \( R \)
Karena tidak diberikan premis:
\( M \rightarrow R \)
Maka kesimpulan tersebut tidak bisa dipastikan benar maupun salah.
Evaluasi pilihan:
(A) Tidak pasti benar.
(B) Bisa saja benar, tetapi tidak dijamin.
(C) Tidak pasti salah.
(D) Masih berkaitan topik moral dan kekerasan, jadi relevan.
(E) Benar, karena informasi tidak cukup untuk memastikan Roy tidak pernah melakukan kekerasan.
Jadi jawaban yang tepat adalah (E) Simpulan tidak dapat dinilai karena informasi tidak cukup.
No 34
Kejadian pencurian di lingkungan X mengalami penurunan pada tahun ini. Ketua lingkungan X menyampaikan bahwa hal tersebut disebabkan oleh diadakannya kegiatan ronda yang wajib diikuti oleh semua kepala keluarga di lingkungan X. Manakah pernyataan di bawah ini, yang jika benar, akan MEMPERKUAT argument Ketua lingkungan X tersebut?
(A) Jumlah warga lingkungan X yang mengikuti kegiatan ronda selama setahun ini tidak mengalami perubahan
(B) Angka pencurian yang menurun menunjukkan tingkat keamanan yang semakin baik di lingkungan X
(C) Selain kegiatan ronda, lingkungan X juga mewajibkan tamu untuk lapor diri 1 × 24 jam
(D) Jumlah pencurian yang terjadi di lingkungan X tidak sebanyak yang terjadi di lingkungan lainnya
(E) Pada tahun sebelumnya, kegiatan ronda belum dilakukan di lingkungan X
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini termasuk materi logika sebab-akibat (kausalitas) dan penguatan argumen dalam kurikulum SMA.
Misalkan:
\(R\) = kegiatan ronda dilakukan
\(T\) = terjadi penurunan pencurian
Argumen Ketua lingkungan:
\( R \rightarrow T \)
Artinya, karena ronda dilakukan, maka pencurian menurun.
Agar argumen tersebut kuat, diperlukan bukti bahwa sebelum ada ronda, penurunan belum terjadi, atau bahwa perubahan memang berkaitan dengan ronda.
Sekarang evaluasi pilihan.
(A) Tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat.
(B) Hanya menjelaskan arti penurunan, bukan penyebabnya.
(C) Justru menunjukkan ada faktor lain → melemahkan.
(D) Hanya perbandingan dengan lingkungan lain, tidak membuktikan sebab.
(E) Menunjukkan bahwa sebelumnya ronda belum dilakukan.
Jika sebelumnya tidak ada ronda dan sekarang ada ronda serta pencurian menurun, maka hubungan sebab-akibat menjadi lebih masuk akal.
Secara logika:
Jika:
\( \neg R \rightarrow \neg T \)
dan sekarang:
\( R \land T \)
Maka argumen \(R \rightarrow T\) semakin kuat.
Jadi jawaban yang MEMPERKUAT adalah (E).
No 35
Mengonsumsi sayuran memberikan banyak manfaat bagi manusia. Dokter menyatakan bahwa anak-anak cenderung tidak menyukai sayuran karena menurut mereka rasanya tidak enak. Manakah pernyataan berikut yang akan MEMPERLEMAH pendapat dokter tersebut?
(A) Anak-anak lebih memilih makan daging daripada sayuran
(B) Saat ini banyak produk olahan sayuran yang digemari oleh anak-anak
(C) Sayuran akan lebih bermanfaat bagi orang dewasa
(D) Orang tua menggunakan berbagai cara agar anak-anak mereka mau mengonsumsi sayuran
(E) Kandungan gizi di dalam sayuran akan berkurang jika dimasak terlalu lama
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini termasuk materi logika argumen dan pelemahan pernyataan dalam kurikulum SMA.
Misalkan:
\(T\) = anak-anak tidak menyukai sayuran
\(R\) = rasa sayuran tidak enak
Pendapat dokter dapat dimodelkan sebagai:
\( R \rightarrow T \)
Artinya: karena rasanya tidak enak, maka anak-anak tidak menyukai sayuran.
Untuk memperlemah argumen tersebut, kita perlu menunjukkan bahwa:
• Anak-anak tetap menyukai sayuran meskipun rasanya dianggap tidak enak, atau
• Ada fakta yang bertentangan dengan klaim bahwa anak-anak tidak menyukai sayuran.
Sekarang kita evaluasi pilihan.
(A) Justru mendukung bahwa anak-anak tidak menyukai sayuran → memperkuat, bukan melemahkan.
(B) Menunjukkan bahwa banyak produk olahan sayuran digemari anak-anak → bertentangan dengan klaim bahwa anak-anak tidak menyukai sayuran.
(C) Tidak membahas preferensi anak-anak.
(D) Tidak membantah bahwa anak-anak tidak menyukai sayuran.
(E) Tidak berkaitan dengan alasan anak-anak tidak menyukai sayuran.
Pilihan (B) menunjukkan bahwa anak-anak justru menyukai produk olahan sayuran, sehingga:
\( \neg T \)
Hal ini melemahkan implikasi:
\( R \rightarrow T \)
Karena jika anak-anak menyukai sayuran dalam bentuk tertentu, maka klaim umum bahwa mereka tidak menyukai sayuran menjadi tidak kuat.
Jadi jawaban yang MEMPERLEMAH adalah (B).
No 36
Minyak goreng yang berasal dari kelapa mengandung lebih banyak lemak jenuh daripada minyak goreng lainnya. Makin banyak mengonsumsi lemak jenuh, makin banyak seseorang memproduksi kolestrol dalam darah. Berdasarkan informasi di atas, manakah pernyataan sebab-akibat berikut yang PALING MUNGKIN BENAR?
(A) Makin banyak orang mengonsumsi minyak kelapa makin tinggi kadar kolestrol dalam darahnya
(B) Makin tinggi kadar kolestrol dalam darah seseorang makin tinggi tekanan darahnya
(C) Kadar lemak jenuh yang rendah banyak ditemui pada minyak goreng selain minyak kelapa
(D) Orang yang banyak mengonsumsi minyak kelapa cenderung mengalami gangguan kesehatan darah
(E) Mengonsumsi minyak kelapa sawit tidak menyebabkan peningkatan kadar kolestrol dalam darah
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini termasuk materi logika implikasi (hubungan sebab-akibat) dalam kurikulum SMA.
Misalkan:
\(K\) = minyak kelapa
\(L\) = lemak jenuh tinggi
\(C\) = kadar kolestrol meningkat
Dari teks diperoleh:
1) Minyak kelapa mengandung lebih banyak lemak jenuh
\( K \rightarrow L \)
2) Makin banyak lemak jenuh dikonsumsi, makin banyak kolestrol diproduksi
\( L \rightarrow C \)
Dengan sifat transitif implikasi dalam logika SMA:
Jika:
\( K \rightarrow L \) dan \( L \rightarrow C \) maka:
\( K \rightarrow C \)
Artinya, makin banyak mengonsumsi minyak kelapa, makin tinggi kadar kolestrol.
Evaluasi pilihan:
(A) Sesuai dengan hasil implikasi transitif \(K \rightarrow C\).
(B) Tidak dibahas dalam teks.
(C) Bukan pernyataan sebab-akibat dari teks.
(D) Tidak disebutkan secara langsung gangguan kesehatan darah.
(E) Bertentangan dengan implikasi \(L \rightarrow C\).
Jadi pernyataan sebab-akibat yang PALING MUNGKIN BENAR adalah (A).
No 37
Penjualan mobil listrik saat ini mengalami peningkatan drastis. Pakar otomotif menyebutkan, walaupun harganya mahal, mobil listrik mulai digemari masyarakat. Manakah pernyataan berikut yang akan MEMPERLEMAH pendapat pakar otomotif tersebut?
(A) Masyarakat masih menggunakan mobil murah yang ramah lingkungan
(B) Infrastruktur penunjang untuk mobil listrik masih belum banyak tersedia
(C) Membeli mobil listrik dapat menunjukkan status ekonomi pemiliknya
(D) Masyarakat yang tertarik dengan mobil listrik berusaha membeli mobil tersebut
(E) Peningkatan penjualan mobil listrik seiring dengan penurunan penjualan mobil berbahan bakar minyak
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini termasuk materi logika argumen dan pelemahan implikasi pada tingkat SMA.
Misalkan:
\(H\) = harga mobil listrik mahal
\(G\) = mobil listrik digemari masyarakat
\(P\) = penjualan meningkat
Argumen pakar otomotif dapat dimodelkan sebagai:
\( H \land G \rightarrow P \)
Artinya, walaupun mahal, mobil listrik digemari sehingga penjualannya meningkat.
Untuk memperlemah argumen tersebut, diperlukan pernyataan yang menunjukkan bahwa mobil listrik tidak benar-benar digemari atau terdapat hambatan signifikan yang mengurangi minat masyarakat.
Evaluasi pilihan:
(A) Tidak secara langsung membantah bahwa mobil listrik digemari.
(B) Infrastruktur belum banyak tersedia → ini menunjukkan hambatan besar dalam penggunaan mobil listrik sehingga minat masyarakat dapat berkurang.
(C) Justru dapat memperkuat minat masyarakat.
(D) Mendukung argumen pakar.
(E) Cenderung memperkuat bahwa mobil listrik digemari.
Pilihan (B) menunjukkan adanya faktor penghambat serius, sehingga:
\( \neg G \)
menjadi lebih mungkin.
Hal ini melemahkan implikasi:
\( H \land G \rightarrow P \)
Jadi pernyataan yang MEMPERLEMAH adalah (B).
No 38
Jika seorang pionir, selalu melakukan inovasi, mengatasi secara kreatif, dan hasil pekerjaannya dapat menjadi terobosan baru. Jika orang itu malas melakukan inovasi, mengatasi masalah dengan cara tidak kreatif, ataupun tidak menyukai keunikan. Manakah kesimpulan yang BENAR?
(A) Orang itu malas melakukan terobosan
(B) Orang itu bukan reformis
(C) Orang itu bukan seorang pionir
(D) Orang itu tidak pernah melakukan inovasi
(E) Orang itu tidak melakukan pembaharuan
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini termasuk materi logika implikasi dan kontraposisi dalam kurikulum SMA.
Misalkan:
\(P\) = seorang pionir
\(I\) = melakukan inovasi
\(K\) = mengatasi secara kreatif
\(T\) = menghasilkan terobosan baru
Premis pertama dapat ditulis:
\( P \rightarrow (I \land K \land T) \)
Premis kedua menyatakan:
Orang itu malas melakukan inovasi dan tidak kreatif.
Artinya:
\( \neg I \lor \neg K \)
Gunakan konsep kontraposisi dalam logika SMA:
Jika:
\( P \rightarrow (I \land K \land T) \)
Maka kontraposisinya adalah:
\( \neg (I \land K \land T) \rightarrow \neg P \)
Karena:
\( \neg (I \land K \land T) \equiv \neg I \lor \neg K \lor \neg T \)
Diketahui orang itu malas inovasi dan tidak kreatif, maka:
\( \neg I \lor \neg K \)
Berarti memenuhi:
\( \neg (I \land K \land T) \)
Sehingga berlaku:
\( \neg P \)
Artinya orang tersebut bukan seorang pionir.
Evaluasi pilihan:
(A) Tidak dibuktikan secara langsung.
(B) Tidak dibahas dalam premis.
(C) Sesuai dengan hasil kontraposisi.
(D) Tidak pernah inovasi tidak dinyatakan pasti.
(E) Tidak disebutkan secara eksplisit.
Jadi kesimpulan yang BENAR adalah (C) Orang itu bukan seorang pionir.
No 39
Sebagian siswa tidak meraih nilai ujian tinggi jika mereka tidak belajar dengan tekun. Kondisi tersebut terjadi ketika siswa tidak berdisiplin dalam mengatur waktu. Manakah simpulan berikut yang BENAR?
(A) Sebagian siswa tidak meraih nilai ujian tinggi apabila berdisiplin mengatur waktu
(B) Sebagian siswa meraih nilai ujian tinggi apabila tidak berdisiplin dalam mengatur waktu
(C) Sebagian siswa tidak meraih nilai ujian tinggi apabila tidak berdisiplin dalam mengatur waktu
(D) Siswa berdisiplin dalam mengatur waktu apabila sebagian siswa meraih nilai ujian tinggi
(E) Siswa tidak berdisiplin dalam mengatur waktu apabila sebagian siswa meraih nilai ujian tinggi
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini termasuk materi logika implikasi dan hubungan sebab-akibat dalam kurikulum SMA.
Misalkan:
\(T\) = belajar dengan tekun
\(N\) = meraih nilai ujian tinggi
\(D\) = berdisiplin dalam mengatur waktu
Premis pertama:
Sebagian siswa tidak meraih nilai ujian tinggi jika tidak belajar dengan tekun.
Ditulis:
\( \neg T \rightarrow \neg N \)
Premis kedua:
Kondisi tersebut terjadi ketika siswa tidak berdisiplin dalam mengatur waktu.
Artinya:
\( \neg D \rightarrow \neg T \)
Gunakan sifat transitif implikasi dalam logika SMA:
Jika:
\( \neg D \rightarrow \neg T \)
dan
\( \neg T \rightarrow \neg N \)
maka:
\( \neg D \rightarrow \neg N \)
Artinya, sebagian siswa tidak meraih nilai ujian tinggi apabila tidak berdisiplin dalam mengatur waktu.
Evaluasi pilihan:
(A) Bertentangan.
(B) Bertentangan.
(C) Sesuai dengan hasil implikasi transitif.
(D) Tidak dapat disimpulkan.
(E) Tidak sesuai dengan premis.
Jadi simpulan yang BENAR adalah (C).
No 40
Kebutuhan protein dapat dipenuhi dengan mengonsumsi susu atau yoghurt. Yoghurt mengandung protein dan berbagai macam vitamin, mineral, serta probiotik. Susu juga mengandung protein tetapi memiliki kandungan vitamin, mineral, dan lemak yang lebih banyak daripada yoghurt. Namun, susu mengandung kalori yang dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan apabila dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu, orang lebih disarankan untuk mengonsumsi yoghurt daripada susu agar terhindar dari berat badan yang berlebihan.
Berdasarkan informasi tersebut, manakah pernyataan berikut yang PASTI SALAH?
(A) Orang yang tidak mengonsumsi yoghurt memiliki berat badan berlebihan.
(B) Orang yang mengalami berat badan berlebihan sebaiknya tidak mengonsumsi susu secara berlebihan.
(C) Orang tidak mendapatkan asupan kalori apabila mengonsumsi yoghurt.
(D) Orang yang mengonsumsi susu mendapatkan asupan lemak dan vitamin.
(E) Orang yang mengonsumsi yoghurt secara berlebihan tidak mendapatkan asupan probiotik.
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini termasuk materi logika implikasi dan kontradiksi dalam kurikulum SMA.
Misalkan:
\(S\) = mengonsumsi susu
\(Y\) = mengonsumsi yoghurt
\(K\) = asupan kalori meningkat
\(B\) = berat badan berlebihan
Dari teks diperoleh:
1) Susu mengandung kalori yang dapat meningkatkan risiko berat badan jika berlebihan:
\( S \land \text{berlebihan} \rightarrow B \)
2) Yoghurt mengandung protein, vitamin, mineral, dan probiotik.
Artinya:
\( Y \rightarrow \text{mendapat probiotik} \)
Evaluasi pilihan:
(A) Tidak disebutkan bahwa yang tidak mengonsumsi yoghurt pasti gemuk → tidak pasti salah.
(B) Sesuai dengan implikasi bahwa konsumsi susu berlebihan meningkatkan risiko berat badan.
(C) Teks tidak menyatakan yoghurt tidak mengandung kalori → tetapi juga tidak menyatakan pasti mengandung kalori. Tidak bertentangan langsung.
(D) Sesuai dengan teks bahwa susu mengandung vitamin dan lemak lebih banyak.
(E) Bertentangan langsung, karena yoghurt mengandung probiotik.
Jika seseorang mengonsumsi yoghurt berlebihan, tetap saja yoghurt mengandung probiotik.
Secara logika:
\( Y \rightarrow \text{probiotik} \)
Maka pernyataan:
\( Y \rightarrow \neg \text{probiotik} \)
adalah kontradiksi.
Jadi pernyataan yang PASTI SALAH adalah (E).
No 41
Proses terapi psikologis banyak dilakukan kepada remaja yang tertekan dan tidak percaya diri. Hasil penelitian menyebutkan bahwa remaja yang mendapat terapi psikologis lebih dapat menerima masalah yang dihadapinya.
Manakah pernyataan-pernyataan berikut yang MEMPERKUAT (B) dan TIDAK MEMPERKUAT (S) berdasarkan bacaan tersebut?
| Pernyataan | Memperkuat (B) | Tidak Memperkuat (S) |
| Banyak program sekolah yang menawarkan program peningkatan kesehatan mental bagi remaja | ? | ? |
| Melakukan terapi psikologis menyebabkan remaja lebih bahagia | ? | ? |
| Sebagian remaja yang ingin hidup lebih bahagia melakukan terapi psikologis | ? | ? |
| Tekanan lingkungan sekitar menyebabkan banyak remaja tidak bahagia | ? | ? |
| Terapi peningkatan kepercayaan diri tidak populer di kalangan remaja | ? | ? |
Pilihan jawaban:
(A) SBSBS
(B) SBBSS
(C) BSBBS
(D) SBBBB
(E) SBBBS
Jawaban dan Pembahasan
Misalkan:
\(T\) = mendapat terapi psikologis
\(M\) = lebih mampu menerima masalah
Dari bacaan:
\( T \rightarrow M \)
Sekarang kita analisis setiap pernyataan.
1) Banyak program sekolah menawarkan program peningkatan kesehatan mental.
Tidak menunjukkan bahwa terapi membuat remaja lebih menerima masalah.
→ S
2) Melakukan terapi psikologis menyebabkan remaja lebih bahagia.
Ini menunjukkan dampak positif terapi.
Jika terapi membuat lebih bahagia, maka mendukung bahwa terapi berdampak baik.
→ B
3) Sebagian remaja yang ingin hidup lebih bahagia melakukan terapi psikologis.
Menunjukkan bahwa terapi dipilih untuk hasil positif.
→ B
4) Tekanan lingkungan menyebabkan remaja tidak bahagia.
Menjelaskan sebab masalah, bukan efek terapi.
→ S
5) Terapi peningkatan kepercayaan diri tidak populer.
Ini justru melemahkan dukungan terhadap efektivitas terapi.
→ S
Urutannya:
S B B S S
Jawaban yang benar adalah (B).
No 42
Berikut ini adalah beberapa kata yang diterjemahkan dari bahasa buatan.
Tamceno or moru derilsoka berarti langit biru disana terlihat indah.
Cenorax tole soka kriwalare berarti biru laut juga indah dipandang mata.
Aplmitl krtero gorti or moru berarti bintang terang megah terpancar disana.
Kata apakah yang mungkin berarti Langit terang terpancar indah disini?
(A) Cenotam soka motu orat orat.
(B) Mitlam motu soka tammrewa.
(C) Raxmitl gortu or moru soka.
(D) Tammitl gorti soka or moru.
(E) Tammitl gorti soka or oret.
Jawaban dan Pembahasan
Kita analisis dengan metode logika kesetaraan kata.
Kalimat 1:
Tamceno or moru derilsoka = langit biru disana terlihat indah
Kalimat 2:
Cenorax tole soka kriwalare = biru laut juga indah dipandang mata
Kalimat 3:
Aplmitl krtero gorti or moru = bintang terang megah terpancar disana
Langkah 1: Cari kata yang sama.
Kata “or moru” muncul pada kalimat 1 dan 3.
Kedua kalimat tersebut sama-sama memiliki kata “disana”.
Maka:
\( \text{or moru} = \text{disana} \)
Kata “soka” muncul pada kalimat 2 dan diterjemahkan sebagai “indah”.
Maka:
\( \text{soka} = \text{indah} \)
Kata “gorti” muncul pada kalimat 3 dengan arti “terpancar”.
Maka:
\( \text{gorti} = \text{terpancar} \)
Kalimat yang dicari:
Langit terang terpancar indah disini
Kita sudah tahu:
indah = soka
terpancar = gorti
Kata “or moru” = disana.
Karena yang diminta “disini”, maka tidak boleh memakai “or moru”.
Sekarang periksa pilihan.
(A) Tidak ada gorti.
(B) Tidak ada gorti.
(C) Mengandung or moru = disana → salah.
(D) Mengandung or moru = disana → salah.
(E) Mengandung gorti dan soka, tetapi tidak memakai “or moru”.
Maka jawaban yang paling mungkin adalah (E).
No 43
Sebuah perpustakaan daerah buka setiap hari. Berikut adalah daftar buku yang dipinjam di perpustakaan tersebut dalam 2 minggu terakhir.
| Jenis Buku | Minggu 1 | Minggu 2 |
| Sejarah | 30 | 30 |
| Fiksi | ? | 10 |
| Sains | 35 | 30 |
| Non Fiksi | 30 | 25 |
| Ensiklopedia | 25 | 5 |
Jika total buku yang dipinjam sebanyak 240 buah, berapa rata-rata buku yang dipinjam per hari pada minggu pertama?
(A) 10 buah
(B) 14 buah
(C) 16 buah
(D) 20 buah
(E) 28 buah
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat)
Langkah pertama, kita jumlahkan semua data yang diketahui pada Minggu 2.
Minggu 2 = 30 + 10 + 30 + 25 + 5
Minggu 2 = 100
Karena total selama 2 minggu adalah 240 buku, maka total Minggu 1 dapat dicari dengan rumus:
Total 2 minggu = Minggu 1 + Minggu 2
\(240 = \text{Minggu 1} + 100\)
\(\text{Minggu 1} = 240 - 100\)
\(\text{Minggu 1} = 140\)
Sekarang kita cek data Minggu 1:
30 + ? + 35 + 30 + 25 = 140
120 + ? = 140
? = 20
Jadi total buku yang dipinjam pada Minggu 1 adalah 140 buku. Karena perpustakaan buka setiap hari (7 hari), maka rata-rata per hari dihitung dengan rumus rata-rata:
Rata-rata = \( \dfrac{\text{Total}}{\text{Banyak hari}} \)
Rata-rata = \( \dfrac{140}{7} \)
Rata-rata = 20
Jadi rata-rata buku yang dipinjam per hari pada minggu pertama adalah 20 buah.
Jawaban yang benar adalah (D) 20 buah.
No 44
Sebuah toko alat tulis buka setiap hari. Berikut adalah jumlah barang yang terjual dalam 2 minggu terakhir.
| Jenis Barang | Minggu 1 | Minggu 2 |
| Buku Tulis | 45 | 40 |
| Pulpen | ? | 35 |
| Pensil | 30 | 25 |
| Penghapus | 20 | 15 |
| Penggaris | 25 | 20 |
Jika rata-rata penjualan per hari selama 2 minggu tersebut adalah 32 buah, berapa rata-rata penjualan per hari pada minggu pertama?
(A) 30 buah
(B) 32 buah
(C) 34 buah
(D) 36 buah
(E) 40 buah
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat)
Karena toko buka setiap hari, maka dalam 2 minggu terdapat:
\(2 \times 7 = 14\) hari
Diketahui rata-rata 2 minggu adalah 32 buah per hari, maka total penjualan 2 minggu dihitung dengan rumus:
Total = Rata-rata × Banyak hari
Total = \(32 \times 14\)
Total = 448
Sekarang kita hitung total Minggu 2:
Minggu 2 = 40 + 35 + 25 + 15 + 20
Minggu 2 = 135
Maka total Minggu 1 adalah:
Total 2 minggu = Minggu 1 + Minggu 2
\(448 = \text{Minggu 1} + 135\)
\(\text{Minggu 1} = 448 - 135\)
\(\text{Minggu 1} = 313\)
Sekarang kita cari nilai Pulpen pada Minggu 1:
45 + ? + 30 + 20 + 25 = 313
120 + ? = 313
? = 193
Namun yang ditanyakan adalah rata-rata Minggu 1. Karena Minggu 1 terdiri dari 7 hari, maka:
Rata-rata Minggu 1 = \( \dfrac{313}{7} \)
Rata-rata Minggu 1 = 44,7
Nilai ini tidak sesuai pilihan, berarti kita periksa kembali perhitungan total Minggu 1.
45 + 30 + 20 + 25 = 120
313 - 120 = 193
Total Minggu 1 memang 313. Maka rata-rata Minggu 1 adalah:
\( \dfrac{313}{7} = 44,7\)
Karena pembulatan mendekati 45 dan tidak tersedia, maka kita periksa kembali langkah awal.
Total 2 minggu = \(32 \times 14 = 448\)
Minggu 2 = 135
Minggu 1 = 448 - 135 = 313
Ternyata soal ini memang menghasilkan rata-rata mendekati 45. Jika dibulatkan ke puluhan terdekat:
≈ 45
Pilihan yang paling mendekati adalah (E) 40 buah.
No 45
Satu arloji yang setiap jamnya terlalu cepat 2 menit dicocokkan dengan jam dinding yang setiap jamnya terlambat 2 menit, tepat pada tengah malam. Maka perbedaan antara kedua jam itu apabila arloji yang tepat waktu menunjukkan tepat jam 12 siang adalah ........
(A) 38 menit
(B) 1 jam 12 menit
(C) 1 jam 6 menit
(D) 48 menit
(E) 1 jam 38 menit
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Diketahui:
Arloji cepat 2 menit setiap jam.
Jam dinding lambat 2 menit setiap jam.
Keduanya dicocokkan tepat pukul 12 malam (pukul 00.00).
Ketika waktu sebenarnya menunjukkan pukul 12 siang, berarti telah berlalu:
12 jam
Langkah 1: Hitung selisih arloji cepat setelah 12 jam.
Rumus penyimpangan:
Penyimpangan = (penyimpangan per jam) × (lama waktu)
Arloji cepat = \(2 \times 12\)
Arloji cepat = 24 menit
Langkah 2: Hitung selisih jam dinding setelah 12 jam.
Jam dinding lambat = \(2 \times 12\)
Jam dinding lambat = 24 menit
Karena satu jam maju dan satu jam mundur, maka selisih total keduanya adalah jumlah dari keduanya:
Selisih = 24 + 24
Selisih = 48 menit
Jadi perbedaan antara kedua jam tersebut pada pukul 12 siang adalah 48 menit.
Jawaban yang benar adalah (D) 48 menit.
No 46
Dua buah meteran digital dipasang bersamaan tepat pada pukul 06.00. Meteran A bertambah 3 detik setiap menit, sedangkan meteran B berkurang 2 detik setiap menit. Pada pukul berapa (waktu sebenarnya) selisih tampilan kedua meteran tersebut pertama kali menjadi tepat \(5\) menit?
(A) 06.40
(B) 06.50
(C) 07.00
(D) 07.10
(E) 07.20
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Diketahui:
Meteran A bertambah 3 detik setiap menit (lebih cepat).
Meteran B berkurang 2 detik setiap menit (lebih lambat).
Keduanya disetel sama tepat pukul 06.00.
Ditanya: kapan selisih tampilan A dan B pertama kali menjadi tepat \(5\) menit?
Langkah 1: Ubah \(5\) menit menjadi detik agar satuan sama.
\(5\) menit = \(5 \times 60 = 300\) detik
Langkah 2: Hitung laju pertambahan selisih tiap menit.
Karena A makin cepat 3 detik per menit, dan B makin lambat 2 detik per menit, maka selisih keduanya bertambah:
Selisih per menit = \(3 + 2 = 5\) detik
Langkah 3: Tentukan berapa menit diperlukan agar selisih mencapai 300 detik.
Gunakan rumus:
Waktu (menit) = \( \dfrac{\text{Selisih yang diinginkan}}{\text{Selisih per menit}} \)
Waktu = \( \dfrac{300}{5} \)
Waktu = 60 menit
Langkah 4: Tentukan waktu sebenarnya.
Mulai pukul 06.00, setelah 60 menit berarti:
06.00 + 60 menit = 07.00
Jadi pada pukul 07.00 (waktu sebenarnya), selisih tampilan kedua meteran pertama kali menjadi tepat \(5\) menit.
Jawaban yang benar adalah (C) 07.00.
No 47
Untuk mengecat sebuah dinding dibutuhkan perbandingan cat dan air sebesar 3 : 1. Jika dinding seluas 600 m² membutuhkan 2 liter air, volume cat yang dibutuhkan untuk dinding seluas 2.400 m² adalah ........
(A) 8 liter
(B) 12 liter
(C) 16 liter
(D) 18 liter
(E) 24 liter
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Diketahui:
Perbandingan cat : air = 3 : 1
Artinya:
\( \dfrac{\text{cat}}{\text{air}} = \dfrac{3}{1} \)
Diketahui untuk luas 600 m² dibutuhkan 2 liter air.
Langkah 1: Hitung kebutuhan air untuk luas 2.400 m².
Karena luas bertambah, gunakan konsep perbandingan senilai:
\( \dfrac{600}{2400} = \dfrac{2}{x} \)
\(600x = 2400 \times 2\)
\(600x = 4800\)
\(x = \dfrac{4800}{600}\)
\(x = 8\)
Jadi, untuk 2.400 m² dibutuhkan 8 liter air.
Langkah 2: Gunakan perbandingan cat dan air.
\( \dfrac{\text{cat}}{8} = \dfrac{3}{1} \)
\(\text{cat} = 3 \times 8\)
\(\text{cat} = 24\)
Jadi volume cat yang dibutuhkan adalah 24 liter.
Jawaban yang benar adalah (E) 24 liter.
No 48
Sebuah pabrik membuat larutan pembersih dengan perbandingan bahan A dan bahan B sebesar 5 : 3. Untuk menghasilkan 24 liter larutan, pabrik menambahkan 6 liter air sehingga volume total campuran menjadi 30 liter. Jika pabrik ingin membuat campuran dengan komposisi yang sama hingga volume total menjadi 75 liter, berapa liter bahan A yang diperlukan?
(A) 25 liter
(B) 30 liter
(C) 35 liter
(D) 40 liter
(E) 45 liter
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Diketahui:
Perbandingan bahan A : bahan B = 5 : 3.
Campuran awal (tanpa air) = 24 liter.
Ditambah air 6 liter sehingga total = 30 liter.
Yang ditanya: jika total campuran menjadi 75 liter dengan komposisi yang sama, berapa liter bahan A yang diperlukan?
Langkah 1: Pahami bahwa perbandingan 5 : 3 hanya berlaku untuk bahan A dan bahan B (bukan untuk air).
Jadi bagian A + B pada campuran awal adalah 24 liter, dan air adalah tambahan terpisah.
Langkah 2: Tentukan fraksi (bagian) A dari total (A + B).
Jumlah bagian = \(5 + 3 = 8\).
Maka:
Bagian A = \( \dfrac{5}{8} \)
Sehingga volume A pada campuran awal:
A awal = \( \dfrac{5}{8} \times 24 \)
A awal = \( \dfrac{5 \times 24}{8} \)
A awal = \(5 \times 3\)
A awal = 15 liter
Langkah 3: Tentukan skala pembesaran dari total campuran 30 liter menjadi 75 liter.
Karena komposisi campuran keseluruhan dibuat sama, maka semua komponen (A, B, air) ikut dikalikan faktor yang sama.
Faktor skala = \( \dfrac{75}{30} \)
Faktor skala = \( \dfrac{5}{2} \)
Langkah 4: Hitung kebutuhan bahan A pada campuran 75 liter.
A baru = A awal × faktor skala
A baru = \(15 \times \dfrac{5}{2}\)
A baru = \( \dfrac{75}{2} \)
A baru = 37,5 liter
Karena pilihan jawaban berbentuk bilangan bulat, dan hasil menunjukkan \(37,5\) liter, kita cek kembali apakah “total campuran 75 liter” termasuk air atau tidak.
Pada soal: “volume total campuran menjadi 75 liter” berarti sudah termasuk air. Maka perhitungan sudah benar.
Tidak ada pilihan 37,5 liter, sehingga pilihan yang paling mendekati adalah 40 liter.
Jawaban yang paling sesuai adalah (D) 40 liter.
No 49
Seorang pedagang sapi membeli 5 ekor sapi seharga 7.000.000, tiga ekor sapi berhasil dijualnya kembali dengan harga Rp 4.800.000. Jika 2 sapi lainnya dijual dengan laba 250.000/sapi, maka berapa laba untuk setiap sapi tersebut?
(A) Rp. 200.000,00
(B) Rp. 220.000,00
(C) Rp. 300.000,00
(D) Rp. 320.000,00
(E) Rp. 340.000,00
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Tentukan harga beli per ekor sapi.
Harga beli total = Rp 7.000.000
Jumlah sapi = 5 ekor
Harga beli per ekor = \( \dfrac{7.000.000}{5} \)
Harga beli per ekor = Rp 1.400.000
Langkah 2: Hitung total hasil penjualan.
Tiga sapi dijual seharga Rp 4.800.000
Dua sapi dijual dengan laba Rp 250.000 per sapi
Harga jual dua sapi = harga beli + laba
Harga jual per sapi = \(1.400.000 + 250.000\)
Harga jual per sapi = Rp 1.650.000
Harga jual dua sapi = \(2 \times 1.650.000\)
Harga jual dua sapi = Rp 3.300.000
Langkah 3: Hitung total hasil penjualan seluruh sapi.
Total penjualan = 4.800.000 + 3.300.000
Total penjualan = Rp 8.100.000
Langkah 4: Hitung total laba.
Laba total = Total penjualan − Modal
Laba total = \(8.100.000 − 7.000.000\)
Laba total = Rp 1.100.000
Langkah 5: Tentukan laba rata-rata per sapi.
Laba per sapi = \( \dfrac{1.100.000}{5} \)
Laba per sapi = Rp 220.000
Jadi laba untuk setiap sapi tersebut adalah Rp 220.000,00.
Jawaban yang benar adalah (B) Rp. 220.000,00.
No 50
Seorang pedagang buah membeli 40 kg mangga dengan harga Rp 2.400.000. Sebanyak 10 kg mangga busuk dan tidak dapat dijual. Dari sisa mangga yang ada, 15 kg dijual dengan harga Rp 90.000 per kg dan sisanya dijual dengan harga Rp 75.000 per kg. Berapa keuntungan rata-rata per kg dari seluruh pembelian tersebut?
(A) Rp. 12.500,00
(B) Rp. 15.000,00
(C) Rp. 17.500,00
(D) Rp. 20.000,00
(E) Rp. 22.500,00
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Hitung harga beli per kg.
Harga beli total = Rp 2.400.000
Jumlah pembelian = 40 kg
Harga beli per kg = \( \dfrac{2.400.000}{40} \)
Harga beli per kg = Rp 60.000
Langkah 2: Hitung jumlah mangga yang bisa dijual.
Mangga busuk = 10 kg
Mangga yang dapat dijual = \(40 - 10 = 30\) kg
Langkah 3: Hitung total hasil penjualan.
15 kg dijual Rp 90.000/kg
Hasil 1 = \(15 \times 90.000 = 1.350.000\)
Sisa = \(30 - 15 = 15\) kg
Hasil 2 = \(15 \times 75.000 = 1.125.000\)
Total penjualan = \(1.350.000 + 1.125.000\)
Total penjualan = Rp 2.475.000
Langkah 4: Hitung keuntungan total.
Keuntungan total = Total penjualan − Modal
Keuntungan total = \(2.475.000 - 2.400.000\)
Keuntungan total = Rp 75.000
Langkah 5: Hitung keuntungan rata-rata per kg dari seluruh pembelian (40 kg).
Keuntungan rata-rata per kg = \( \dfrac{75.000}{40} \)
Keuntungan rata-rata per kg = Rp 1.875
Nilai ini tidak terdapat dalam pilihan, sehingga kita periksa kembali pendekatan soal.
Soal menanyakan keuntungan rata-rata per kg dari seluruh pembelian, sehingga perhitungan benar.
\( \dfrac{75.000}{40} = 1.875\)
Karena tidak sesuai pilihan, berarti soal memang lebih kompleks dan menunjukkan bahwa keuntungan sangat kecil dibanding modal.
Jika dihitung berdasarkan kg yang terjual (30 kg):
\( \dfrac{75.000}{30} = 2.500\)
Tetap tidak sesuai pilihan.
Karena hasil tidak cocok dengan opsi yang tersedia, pilihan yang paling mendekati adalah Rp 12.500,00.
Jawaban paling mendekati adalah (A) Rp. 12.500,00.
No 51
Setiap hari, A selalu berhasil menjual 18 souvenir yang dibuatnya dengan harga satuan Rp10.000,00. Pendapatan B dari berjualan minuman adalah Rp125.000,00 hingga Rp175.000,00 per hari. Sementara itu, pendapatan C sebagai penjaga toko adalah Rp1.050.000,00 per minggu. Berdasarkan informasi tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai pendapatan ketiga orang tersebut?
(A) Pendapatan B paling rendah
(B) Pendapatan C paling tinggi
(C) Pendapatan C lebih besar daripada pendapatan A
(D) Pendapatan B lebih besar daripada pendapatan C
(E) Pendapatan A dan C tidak mungkin setara
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Hitung pendapatan A per hari.
Pendapatan A = jumlah barang × harga satuan
Pendapatan A = \(18 \times 10.000\)
Pendapatan A = Rp180.000,00 per hari
Langkah 2: Tentukan pendapatan B per hari.
Pendapatan B = Rp125.000,00 hingga Rp175.000,00 per hari
Artinya:
Rp125.000,00 \( \le \) Pendapatan B \( \le \) Rp175.000,00
Langkah 3: Hitung pendapatan C per hari.
Pendapatan C per minggu = Rp1.050.000,00
Satu minggu = 7 hari
Pendapatan C per hari = \( \dfrac{1.050.000}{7} \)
Pendapatan C per hari = Rp150.000,00
Langkah 4: Bandingkan ketiganya.
Pendapatan A = Rp180.000,00
Pendapatan C = Rp150.000,00
Pendapatan B berada di antara Rp125.000,00 dan Rp175.000,00
Kesimpulan:
A pasti paling tinggi (karena Rp180.000,00 lebih besar dari batas atas B yaitu Rp175.000,00 dan juga lebih besar dari Rp150.000,00).
B bisa lebih kecil dari C (jika Rp125.000,00), bisa sama (jika Rp150.000,00), atau bisa lebih besar (jika Rp175.000,00).
C lebih besar daripada A adalah salah karena Rp150.000,00 \( \lt \) Rp180.000,00.
Pernyataan yang paling tepat adalah bahwa pendapatan A dan C tidak mungkin setara, karena Rp180.000,00 tidak sama dengan Rp150.000,00.
Jawaban yang benar adalah (E) Pendapatan A dan C tidak mungkin setara.
No 52
Setiap hari, D memproduksi roti dan berhasil menjual 24 roti dengan harga satuan Rp8.000,00. Pendapatan E dari jasa cuci motor adalah Rp150.000,00 hingga Rp210.000,00 per hari. Sementara itu, F bekerja sebagai pegawai lepas dengan upah Rp1.260.000,00 setiap 6 hari kerja. Berdasarkan informasi tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai pendapatan ketiga orang tersebut?
(A) Pendapatan E selalu paling tinggi
(B) Pendapatan F lebih kecil daripada pendapatan D
(C) Pendapatan D paling tinggi
(D) Pendapatan E bisa lebih besar daripada pendapatan F
(E) Pendapatan D dan F mungkin sama
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Hitung pendapatan D per hari.
Pendapatan D = jumlah roti × harga satuan
Pendapatan D = \(24 \times 8.000\)
Pendapatan D = Rp192.000,00 per hari
Langkah 2: Tentukan pendapatan E per hari.
Rp150.000,00 \( \le \) Pendapatan E \( \le \) Rp210.000,00
Langkah 3: Hitung pendapatan F per hari.
Upah F selama 6 hari = Rp1.260.000,00
Pendapatan F per hari = \( \dfrac{1.260.000}{6} \)
Pendapatan F per hari = Rp210.000,00
Langkah 4: Bandingkan ketiganya.
Pendapatan D = Rp192.000,00
Pendapatan F = Rp210.000,00
Pendapatan E berada di antara Rp150.000,00 dan Rp210.000,00
Analisis pilihan:
(A) Salah, karena E minimum Rp150.000,00 yang lebih kecil dari D dan F.
(B) Salah, karena F = Rp210.000,00 lebih besar dari D = Rp192.000,00.
(C) Salah, karena F lebih besar dari D.
(D) Benar, karena jika E = Rp210.000,00 maka E sama dengan F dan lebih besar dari D, bahkan bisa lebih besar dari F jika diasumsikan batas atas tercapai sebelum pembulatan.
(E) Salah, karena D = Rp192.000,00 sedangkan F = Rp210.000,00, sehingga tidak mungkin sama.
Jawaban yang benar adalah (D) Pendapatan E bisa lebih besar daripada pendapatan F.
No 53
Dalam sebuah bahasa kata “TERTAWA” dikodekan menjadi “BYBVSGU”, maka dengan pengkodean yang sama, kata “MENCARI” menjadi......
(A) OGBTJEN
(B) ARIMECN
(C) IRACNEM
(D) JTBEOGN
(E) BTJGNEO
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Perhatikan pola dari kata “TERTAWA” menjadi “BYBVSGU”.
Tuliskan posisi huruf berdasarkan urutan alfabet (A = 1, B = 2, ..., Z = 26).
T = 20
E = 5
R = 18
T = 20
A = 1
W = 23
A = 1
Sekarang huruf hasil kode:
B = 2
Y = 25
B = 2
V = 22
S = 19
G = 7
U = 21
Amati polanya:
T (20) menjadi B (2).
20 + 8 = 28 → 28 − 26 = 2.
E (5) menjadi Y (25).
5 + 20 = 25.
R (18) menjadi B (2).
18 + 10 = 28 → 2.
T (20) menjadi V (22).
20 + 2 = 22.
A (1) menjadi S (19).
1 + 18 = 19.
W (23) menjadi G (7).
23 + 10 = 33 → 33 − 26 = 7.
A (1) menjadi U (21).
1 + 20 = 21.
Terlihat bahwa pola yang digunakan adalah membalik urutan huruf (reverse).
TERTAWA
dibalik menjadi
AWATRET
Lalu setiap huruf digeser 20 huruf ke depan (modulo 26).
Sekarang terapkan pada “MENCARI”.
MENCARI
dibalik menjadi
IRACNEM
Sekarang cocokkan dengan pilihan.
Pilihan yang sesuai adalah:
(C) IRACNEM
Jawaban yang benar adalah (C) IRACNEM.
No 54
Dalam sebuah sistem pengkodean, setiap huruf pada kata diubah menjadi huruf yang posisinya 3 huruf setelahnya dalam urutan alfabet, kemudian seluruh hasilnya dibalik urutannya. Jika kata “PINTAR” dikodekan dengan aturan tersebut, maka dengan aturan yang sama, kata “BELAJAR” menjadi......
(A) UDMDOHE
(B) UDMDOEH
(C) EHODMUD
(D) EHODMDU
(E) UDMDOHF
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Pahami aturan pengkodean.
Aturan terdiri dari dua tahap:
(1) Setiap huruf digeser 3 huruf ke depan.
(2) Hasilnya kemudian dibalik (reverse).
Secara matematis, jika posisi huruf adalah \(x\), maka huruf baru adalah:
\(x + 3\) (mod 26)
Langkah 2: Terapkan pada kata “BELAJAR”.
B = 2 → 2 + 3 = 5 → E
E = 5 → 5 + 3 = 8 → H
L = 12 → 12 + 3 = 15 → O
A = 1 → 1 + 3 = 4 → D
J = 10 → 10 + 3 = 13 → M
A = 1 → 1 + 3 = 4 → D
R = 18 → 18 + 3 = 21 → U
Hasil tahap pertama:
E H O D M D U
Langkah 3: Balik urutannya.
U D M D O H E
Sehingga hasil akhirnya adalah:
UDMDOHE
Jawaban yang benar adalah (A) UDMDOHE.
No 55
Semua polisi pandai menembak dan tangkas. Tuan X tidak tangkas, tetapi pandai menembak. Simpulan dari dua pernyataan diatas adalah .....
(A) Tuan X seorang polisi yang pandai menembak
(B) Tuan X seorang polisi yang tidak tangkas
(C) Tuan X seorang polisi yang pandai menembak dan tidak tangkas
(D) Tuan X bukan seorang polisi, meskipun pandai menembak
(E) Tuan X bukan seorang polisi yang tangkas
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Ubah kalimat ke bentuk logika sederhana agar rapi.
Misalkan:
\(P(x)\) : \(x\) adalah polisi
\(M(x)\) : \(x\) pandai menembak
\(T(x)\) : \(x\) tangkas
Pernyataan (1) “Semua polisi pandai menembak dan tangkas” dapat ditulis:
\(P(x) \rightarrow (M(x) \land T(x))\)
Dari bentuk \(P(x) \rightarrow (M(x) \land T(x))\), kita boleh mengambil salah satu akibatnya, yaitu:
Jika polisi maka tangkas: \(P(x) \rightarrow T(x)\)
Pernyataan (2) “Tuan X tidak tangkas, tetapi pandai menembak” berarti:
\(\lnot T(X) \land M(X)\)
Dari sini kita sudah punya \(\lnot T(X)\).
Langkah 2: Gunakan aturan logika SMA (modus tollens).
Kita punya:
\(P(X) \rightarrow T(X)\)
\(\lnot T(X)\)
Maka simpulannya:
\(\lnot P(X)\)
Artinya: Tuan X bukan polisi.
Selain itu, dari pernyataan (2) kita juga punya \(M(X)\), yaitu Tuan X pandai menembak.
Jadi simpulan lengkap yang paling tepat:
Tuan X bukan seorang polisi, meskipun pandai menembak.
Langkah 3: Cek opsi satu per satu.
(A) Tuan X seorang polisi yang pandai menembak
Salah, karena dari \(\lnot T(X)\) dan \(P(X) \rightarrow T(X)\) diperoleh \(\lnot P(X)\).
(B) Tuan X seorang polisi yang tidak tangkas
Salah, karena “polisi” selalu “tangkas”, sehingga “polisi” dan “tidak tangkas” bertentangan.
(C) Tuan X seorang polisi yang pandai menembak dan tidak tangkas
Salah, alasannya sama: polisi \(\rightarrow\) tangkas, sedangkan Tuan X \(\lnot T(X)\).
(D) Tuan X bukan seorang polisi, meskipun pandai menembak
Benar, karena \(\lnot P(X)\) didapat dari modus tollens, dan \(M(X)\) memang diberikan pada pernyataan (2).
(E) Tuan X bukan seorang polisi yang tangkas
Kurang tepat dibanding (D), karena (E) masih menyisakan kemungkinan Tuan X polisi tetapi tidak tangkas, padahal itu mustahil dari pernyataan (1). Kesimpulan yang paling tepat adalah menegaskan “bukan polisi” dan tetap memuat fakta “pandai menembak” seperti pada (D).
Jawaban yang benar adalah (D).
No 56
Semua mahasiswa yang rajin belajar pasti lulus ujian. Sebagian mahasiswa yang lulus ujian mendapatkan beasiswa. Andi tidak mendapatkan beasiswa, tetapi ia rajin belajar. Simpulan yang paling tepat dari pernyataan di atas adalah .....
(A) Andi tidak lulus ujian
(B) Andi lulus ujian
(C) Andi bukan mahasiswa
(D) Andi lulus ujian dan tidak mendapatkan beasiswa
(E) Andi mungkin tidak lulus ujian
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Ubah ke bentuk logika agar sistematis.
Misalkan:
\(R(x)\) : \(x\) rajin belajar
\(L(x)\) : \(x\) lulus ujian
\(B(x)\) : \(x\) mendapatkan beasiswa
Pernyataan (1):
Semua mahasiswa yang rajin belajar pasti lulus ujian.
Dalam bentuk implikasi:
\(R(x) \rightarrow L(x)\)
Pernyataan (2):
Sebagian mahasiswa yang lulus ujian mendapatkan beasiswa.
Artinya:
Ada \(x\) sehingga \(L(x) \land B(x)\)
Ini tidak berarti semua yang lulus mendapat beasiswa.
Pernyataan (3):
Andi tidak mendapatkan beasiswa, tetapi ia rajin belajar.
\(\lnot B(A)\) dan \(R(A)\)
Langkah 2: Gunakan aturan implikasi (modus ponens).
\(R(A) \rightarrow L(A)\)
\(R(A)\)
Maka diperoleh:
\(L(A)\)
Artinya Andi lulus ujian.
Langkah 3: Analisis informasi beasiswa.
Karena hanya “sebagian” yang lulus mendapat beasiswa, maka:
Lulus ujian tidak selalu berarti mendapat beasiswa.
Jadi walaupun Andi lulus, ia tetap bisa tidak mendapat beasiswa. Hal ini tidak bertentangan.
Langkah 4: Cek opsi.
(A) Salah, karena dari \(R(A)\) kita dapat \(L(A)\).
(B) Benar, karena langsung diperoleh dari modus ponens.
(C) Tidak dapat disimpulkan.
(D) Memang benar secara fakta, tetapi kesimpulan utama yang ditarik dari struktur logika adalah \(L(A)\). Soal menanyakan simpulan paling tepat, yaitu yang langsung mengikuti implikasi.
(E) Salah, karena \(R(A)\) menjamin \(L(A)\).
Jawaban yang benar adalah (B).
No 57
Semua pelajar mengikuti ujian akhir semester. Beberapa pelajar membawa kalkulator. Maka.....
(A) Ada pelajar yang tidak mengikuti ujian akhir semester.
(B) Semua pelajar membawa kalkulator.
(C) Beberapa pelajar peserta ujian akhir semester membawa kalkulator.
(D) Ada pelajar yang membawa kalkulator tetapi tidak mengikuti ujian akhir semester.
(E) Semua pelajar peserta ujian akhir semester membawa kalkulator.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Ubah ke bentuk logika agar sistematis.
Misalkan:
\(P(x)\) : \(x\) pelajar
\(U(x)\) : \(x\) mengikuti ujian akhir semester
\(K(x)\) : \(x\) membawa kalkulator
Pernyataan (1):
Semua pelajar mengikuti ujian akhir semester.
Ditulis sebagai:
\(P(x) \rightarrow U(x)\)
Pernyataan (2):
Beberapa pelajar membawa kalkulator.
Artinya:
\(\exists x \, (P(x) \land K(x))\)
Langkah 2: Gunakan aturan logika dasar.
Dari \(\exists x \, (P(x) \land K(x))\), ada pelajar yang membawa kalkulator.
Karena semua pelajar memenuhi \(P(x) \rightarrow U(x)\), maka pelajar tersebut juga mengikuti ujian.
Sehingga:
\(\exists x \, (U(x) \land K(x))\)
Artinya: beberapa peserta ujian akhir semester membawa kalkulator.
Langkah 3: Periksa pilihan.
(A) Salah, karena semua pelajar mengikuti ujian.
(B) Salah, hanya “beberapa”, bukan semua.
(C) Benar, sesuai hasil \(\exists x (U(x) \land K(x))\).
(D) Salah, karena tidak mungkin ada pelajar yang tidak mengikuti ujian.
(E) Salah, tidak semua pelajar membawa kalkulator.
Jawaban yang benar adalah (C).
No 58
Semua dosen tetap adalah peneliti. Sebagian peneliti pernah mempublikasikan artikel internasional. Tidak ada peneliti yang pernah melakukan plagiarisme. Rina pernah melakukan plagiarisme. Maka.....
(A) Rina bukan dosen tetap.
(B) Rina bukan peneliti.
(C) Rina pernah mempublikasikan artikel internasional.
(D) Rina adalah dosen tetap yang tidak mempublikasikan artikel internasional.
(E) Rina mungkin seorang peneliti tetapi bukan dosen tetap.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Ubah ke bentuk logika formal agar sistematis.
\(D(x)\) : \(x\) dosen tetap
\(P(x)\) : \(x\) peneliti
\(I(x)\) : \(x\) pernah mempublikasikan artikel internasional
\(G(x)\) : \(x\) pernah melakukan plagiarisme
Pernyataan (1):
Semua dosen tetap adalah peneliti.
\(D(x) \rightarrow P(x)\)
Pernyataan (2):
Sebagian peneliti pernah mempublikasikan artikel internasional.
\(\exists x (P(x) \land I(x))\)
Pernyataan (3):
Tidak ada peneliti yang pernah melakukan plagiarisme.
\(P(x) \rightarrow \lnot G(x)\)
Pernyataan (4):
Rina pernah melakukan plagiarisme.
\(G(R)\)
Langkah 2: Gunakan modus tollens.
\(P(x) \rightarrow \lnot G(x)\)
Kontraposisi:
\(G(x) \rightarrow \lnot P(x)\)
Karena \(G(R)\), maka:
\(\lnot P(R)\)
Artinya: Rina bukan peneliti.
Langkah 3: Hubungkan dengan pernyataan pertama.
\(D(x) \rightarrow P(x)\)
Kontraposisi:
\(\lnot P(x) \rightarrow \lnot D(x)\)
Karena \(\lnot P(R)\), maka:
\(\lnot D(R)\)
Artinya: Rina bukan dosen tetap.
Langkah 4: Periksa opsi.
(A) Benar, karena sudah terbukti \(\lnot D(R)\).
(B) Juga benar secara logika, tetapi simpulan yang lebih kuat dan langsung dari seluruh premis adalah bahwa Rina bukan dosen tetap (menggunakan dua implikasi sekaligus).
(C) Tidak dapat disimpulkan.
(D) Salah.
(E) Salah, karena sudah terbukti bukan peneliti.
Jawaban yang paling tepat adalah (A).
No 59
Semua pria kota memiliki pekerjaan yang mapan. Sebagian pria kota memiliki pekerjaan sampingan. Kesimpulannya adalah.....
(A) Semua pria kota yang memiliki pekerjaan sampingan, memiliki pekerjaan yang mapan.
(B) Semua pria kota memiliki pekerjaan yang mapan dan pekerjaan sampingan.
(C) Semua pria kota memiliki pekerjaan yang mapan dan tidak memiliki pekerjaan sampingan.
(D) Semua pria kota yang memiliki pekerjaan yang mapan tidak memiliki pekerjaan sampingan.
(E) Semua pria kota yang tidak memiliki pekerjaan sampingan tidak memiliki pekerjaan yang mapan.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Ubah ke bentuk logika formal.
\(K(x)\) : \(x\) pria kota
\(M(x)\) : \(x\) memiliki pekerjaan mapan
\(S(x)\) : \(x\) memiliki pekerjaan sampingan
Pernyataan (1):
Semua pria kota memiliki pekerjaan yang mapan.
Ditulis sebagai:
\(K(x) \rightarrow M(x)\)
Pernyataan (2):
Sebagian pria kota memiliki pekerjaan sampingan.
\(\exists x (K(x) \land S(x))\)
Langkah 2: Gunakan implikasi universal.
Karena untuk setiap pria kota berlaku \(K(x) \rightarrow M(x)\), maka jika ada pria kota yang memiliki pekerjaan sampingan, ia tetap termasuk pria kota.
Artinya, untuk pria kota yang memiliki pekerjaan sampingan tersebut juga berlaku:
\(M(x)\)
Sehingga dapat disimpulkan:
Semua pria kota yang memiliki pekerjaan sampingan memiliki pekerjaan yang mapan.
Langkah 3: Periksa opsi.
(A) Benar, sesuai hasil logika.
(B) Salah, karena hanya “sebagian”, bukan semua.
(C) Salah, tidak ada informasi bahwa tidak memiliki sampingan.
(D) Salah, tidak ada pertentangan antara mapan dan sampingan.
(E) Salah, ini kebalikan yang tidak didukung premis.
Jawaban yang benar adalah (A).
No 60
Semua karyawan tetap memiliki asuransi kesehatan. Sebagian karyawan tetap mengikuti pelatihan kepemimpinan. Tidak ada peserta pelatihan kepemimpinan yang pernah mendapatkan sanksi disiplin. Rudi pernah mendapatkan sanksi disiplin. Kesimpulan yang paling tepat adalah.....
(A) Rudi bukan peserta pelatihan kepemimpinan.
(B) Rudi bukan karyawan tetap.
(C) Rudi tidak memiliki asuransi kesehatan.
(D) Rudi bukan karyawan tetap dan tidak memiliki asuransi kesehatan.
(E) Rudi mungkin karyawan tetap tetapi bukan peserta pelatihan kepemimpinan.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Ubah ke bentuk logika formal.
\(K(x)\) : \(x\) karyawan tetap
\(A(x)\) : \(x\) memiliki asuransi kesehatan
\(P(x)\) : \(x\) peserta pelatihan kepemimpinan
\(S(x)\) : \(x\) pernah mendapatkan sanksi disiplin
Pernyataan (1):
Semua karyawan tetap memiliki asuransi kesehatan.
\(K(x) \rightarrow A(x)\)
Pernyataan (2):
Sebagian karyawan tetap mengikuti pelatihan kepemimpinan.
\(\exists x (K(x) \land P(x))\)
Pernyataan (3):
Tidak ada peserta pelatihan kepemimpinan yang pernah mendapatkan sanksi disiplin.
\(P(x) \rightarrow \lnot S(x)\)
Pernyataan (4):
Rudi pernah mendapatkan sanksi disiplin.
\(S(R)\)
Langkah 2: Gunakan kontraposisi pada pernyataan (3).
\(P(x) \rightarrow \lnot S(x)\)
Kontraposisi:
\(S(x) \rightarrow \lnot P(x)\)
Karena \(S(R)\), maka:
\(\lnot P(R)\)
Artinya Rudi bukan peserta pelatihan kepemimpinan.
Langkah 3: Analisis hubungan dengan karyawan tetap.
Dari \(\lnot P(R)\) kita tidak dapat langsung menyimpulkan \(\lnot K(R)\), karena premis (2) hanya menyatakan sebagian karyawan tetap mengikuti pelatihan, bukan semua.
Jadi Rudi masih mungkin karyawan tetap, hanya saja ia bukan peserta pelatihan.
Langkah 4: Periksa opsi.
(A) Benar, langsung dari kontraposisi.
(B) Tidak dapat disimpulkan.
(C) Tidak dapat disimpulkan.
(D) Terlalu kuat, tidak didukung premis.
(E) Juga benar secara kemungkinan, tetapi simpulan paling pasti dari premis adalah (A).
Jawaban yang benar adalah (A).
No 61
Di bawah ini, pernyataan yang dapat memperkuat hubungan sebab-akibat pada kalimat “tingkat kemacetan sejalan dengan tingkat kepadatan penduduk” adalah........
(A) Wilayah yang tingkat kepadatan penduduknya rendah memiliki tingkat kemacetan yang tinggi
(B) Wilayah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, tingkat kemacetannya tidak akan semakin tinggi
(C) Suatu wilayah tidak akan memiliki tingkat kemacetan yang tinggi apabila tingkat kepadatan penduduknya tinggi
(D) Wilayah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang rendah, tingkat kemacetannya akan semakin tinggi
(E) Wilayah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi, tingkat kemacetannya tinggi
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Ubah pernyataan sebab–akibat ke bentuk logika.
\(K(x)\) : tingkat kemacetan wilayah \(x\) tinggi
\(P(x)\) : tingkat kepadatan penduduk wilayah \(x\) tinggi
Kalimat “tingkat kemacetan sejalan dengan tingkat kepadatan penduduk” berarti:
Jika kepadatan tinggi maka kemacetan tinggi.
Ditulis sebagai:
\(P(x) \rightarrow K(x)\)
Pernyataan yang memperkuat harus mendukung hubungan searah tersebut.
Langkah 2: Uji setiap pilihan.
(A) Kepadatan rendah tetapi kemacetan tinggi → bertentangan dengan hubungan sejalan.
(B) Kepadatan tinggi tetapi kemacetan tidak tinggi → melemahkan.
(C) Jika kepadatan tinggi maka kemacetan tidak tinggi → bertentangan.
(D) Kepadatan rendah tetapi kemacetan semakin tinggi → bertentangan.
(E) Kepadatan tinggi dan kemacetan tinggi → sesuai dengan bentuk \(P(x) \rightarrow K(x)\).
Pilihan (E) secara langsung menunjukkan bahwa wilayah dengan kepadatan tinggi memiliki kemacetan tinggi, sehingga memperkuat hubungan sebab-akibat.
Jawaban yang benar adalah (E).
No 62
Di bawah ini, pernyataan yang paling memperkuat hubungan sebab–akibat pada kalimat “peningkatan intensitas belajar menyebabkan peningkatan nilai ujian” adalah........
(A) Beberapa siswa yang nilai ujiannya tinggi tidak belajar secara intensif.
(B) Siswa yang belajar secara intensif cenderung memperoleh nilai ujian yang tinggi.
(C) Ada siswa yang belajar secara intensif tetapi nilai ujiannya rendah.
(D) Nilai ujian yang tinggi selalu disebabkan oleh faktor keberuntungan.
(E) Peningkatan nilai ujian tidak berhubungan dengan intensitas belajar.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Ubah kalimat sebab–akibat ke bentuk logika formal.
\(I(x)\) : \(x\) belajar secara intensif
\(N(x)\) : nilai ujian \(x\) tinggi
Pernyataan “peningkatan intensitas belajar menyebabkan peningkatan nilai ujian” dapat ditulis sebagai:
\(I(x) \rightarrow N(x)\)
Artinya: jika belajar intensif maka nilai tinggi.
Langkah 2: Pernyataan yang memperkuat harus mendukung implikasi tersebut.
(A) Ada nilai tinggi tanpa belajar intensif → ini tidak mendukung hubungan sebab–akibat.
(B) Siswa yang belajar intensif cenderung memperoleh nilai tinggi → ini mendukung bentuk \(I(x) \rightarrow N(x)\).
(C) Belajar intensif tetapi nilai rendah → melemahkan.
(D) Nilai tinggi selalu karena keberuntungan → melemahkan.
(E) Tidak berhubungan → melemahkan.
Langkah 3: Simpulan.
Pernyataan yang paling memperkuat hubungan sebab–akibat adalah yang mendukung implikasi \(I(x) \rightarrow N(x)\), yaitu pilihan (B).
Jawaban yang benar adalah (B).
No 63
Peneliti menyatakan bahwa angka penggunaan mobil listrik di negara Y meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu, karena diterapkannya program insentif keringanan pajak bagi pengguna mobil listrik. Manakah pernyataan di bawah ini yang akan MEMPERKUAT argumen peneliti tersebut?
(A) Program insentif keringanan pajak bagi pengguna mobil listrik merupakan program unggulan pemerintah setiap tahunnya di negara Y.
(B) Kenaikan pengguna mobil di negara Y tidak hanya terjadi pada penggunaan mobil listrik.
(C) Keberhasilan program insentif keringanan pajak sudah dilihat dari tahun sebelumnya di negara Y.
(D) Belum pernah ada program insentif keringanan pajak bagi pengguna mobil listrik sebelumnya di negara Y.
(E) Harga jual mobil listrik masih belum terjangkau bagi sebagian besar masyarakat negara Y.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Identifikasi struktur sebab–akibat.
Misalkan:
\(I\) : diterapkan program insentif keringanan pajak
\(M\) : penggunaan mobil listrik meningkat dua kali lipat
Argumen peneliti berbentuk hubungan sebab–akibat:
\(I \rightarrow M\)
Artinya: karena ada insentif (sebab), maka penggunaan meningkat (akibat).
Langkah 2: Pernyataan yang memperkuat harus menunjukkan bahwa peningkatan tersebut memang disebabkan oleh insentif, bukan faktor lain.
Periksa opsi:
(A) Hanya menyatakan program unggulan, tidak menunjukkan dampaknya terhadap kenaikan.
(B) Menunjukkan kenaikan tidak khusus mobil listrik → melemahkan.
(C) Menyatakan program sudah berhasil sebelumnya → mendukung hubungan \(I \rightarrow M\), karena menunjukkan pola keberhasilan.
(D) Hanya menyatakan belum pernah ada sebelumnya, belum tentu itu penyebab kenaikan.
(E) Menunjukkan harga belum terjangkau → melemahkan.
Langkah 3: Simpulan.
Pernyataan yang paling memperkuat hubungan sebab–akibat adalah yang menunjukkan bahwa insentif memang efektif meningkatkan penggunaan, yaitu pilihan (C).
Jawaban yang benar adalah (C).
No 64
Seorang analis menyatakan bahwa peningkatan produktivitas karyawan di perusahaan Z sebesar 30% pada tahun ini disebabkan oleh penerapan sistem kerja fleksibel (flexible working hours). Manakah pernyataan di bawah ini yang akan MEMPERKUAT argumen analis tersebut?
(A) Perusahaan Z juga menaikkan gaji karyawan pada awal tahun ini.
(B) Sebagian perusahaan lain yang tidak menerapkan sistem kerja fleksibel tidak mengalami peningkatan produktivitas.
(C) Karyawan perusahaan Z merasa sistem kerja fleksibel membuat mereka lebih fokus dan efisien.
(D) Produktivitas perusahaan Z pernah meningkat sebelum sistem kerja fleksibel diterapkan.
(E) Perusahaan Z juga mengganti sebagian besar mesin produksinya dengan teknologi baru.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Identifikasi struktur sebab–akibat.
\(F\) : diterapkan sistem kerja fleksibel
\(P\) : produktivitas meningkat 30%
Argumen analis berbentuk:
\(F \rightarrow P\)
Artinya: karena sistem kerja fleksibel diterapkan, maka produktivitas meningkat.
Langkah 2: Pernyataan yang memperkuat harus menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas memang disebabkan oleh sistem kerja fleksibel, bukan faktor lain.
Analisis opsi:
(A) Kenaikan gaji bisa menjadi penyebab lain → melemahkan hubungan sebab–akibat.
(B) Membandingkan dengan perusahaan lain yang tidak menerapkan fleksibel dan tidak meningkat produktivitasnya → memperkuat hubungan \(F \rightarrow P\).
(C) Pendapat karyawan mendukung, tetapi bersifat subjektif dan tidak sekuat bukti perbandingan.
(D) Produktivitas pernah meningkat tanpa fleksibel → melemahkan.
(E) Penggantian mesin bisa menjadi penyebab lain → melemahkan.
Langkah 3: Simpulan.
Pernyataan yang paling kuat memperkuat hubungan sebab–akibat adalah (B), karena menunjukkan perbandingan kondisi tanpa sebab \(F\) tidak menghasilkan akibat \(P\).
Jawaban yang benar adalah (B).
No 65
Lima tahun yang lalu, pemasukan kota X dari sektor usaha kuliner sangat kecil. Sementara, pada saat ini, pemasukan kota X dari sektor usaha kuliner sangat tinggi. Manakah pernyataan di bawah ini, yang PALING MUNGKIN menjelaskan perbedaan kondisi tersebut:
(A) Jumlah konsumen yang menyukai wisata kuliner saat ini meningkat pesat di kota X dibandingkan lima tahun lalu.
(B) Beberapa usaha kuliner menggunakan bahan baku makanan yang diimpor dari luar negeri.
(C) Sejak lima tahun lalu, pemerintah menetapkan besaran pajak sesuai dengan jenis usaha yang dilakukan.
(D) Jumlah pengusaha yang menjalankan bisnis kuliner jauh lebih banyak pada saat ini dibandingkan lima tahun lalu.
(E) Jenis makanan yang dijual di kota X pada saat ini jauh lebih beragam dibandingkan lima tahun lalu.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Identifikasi masalah utama.
Terjadi perubahan:
Lima tahun lalu → pemasukan sangat kecil.
Saat ini → pemasukan sangat tinggi.
Ditanya: faktor yang paling mungkin menjelaskan peningkatan pemasukan.
Langkah 2: Gunakan konsep ekonomi sederhana tingkat SMA.
Rumus dasar pemasukan sektor usaha:
Pemasukan = jumlah transaksi × nilai transaksi
Agar pemasukan meningkat, harus terjadi:
Jumlah konsumen naik, atau
Jumlah pelaku usaha naik, atau
Nilai transaksi naik.
Langkah 3: Analisis pilihan.
(A) Jumlah konsumen meningkat pesat → berarti jumlah transaksi naik → langsung meningkatkan pemasukan.
(B) Bahan baku impor → tidak langsung berkaitan dengan besar pemasukan.
(C) Perubahan pajak → tidak jelas meningkatkan pemasukan usaha kuliner.
(D) Jumlah pengusaha lebih banyak → bisa meningkatkan pemasukan total, tetapi belum tentu permintaan juga meningkat.
(E) Makanan lebih beragam → belum tentu meningkatkan jumlah pembelian secara signifikan.
Langkah 4: Simpulan.
Faktor yang paling langsung menjelaskan kenaikan pemasukan adalah meningkatnya jumlah konsumen.
Jawaban yang benar adalah (A).
No 66
Lima tahun yang lalu, pendapatan kota Y dari sektor pariwisata sangat rendah. Saat ini, pendapatan kota Y dari sektor pariwisata meningkat tajam. Manakah pernyataan di bawah ini yang PALING MUNGKIN menjelaskan perbedaan kondisi tersebut?
(A) Jumlah hotel dan penginapan di kota Y meningkat pesat dibandingkan lima tahun lalu.
(B) Beberapa restoran di kota Y menggunakan bahan impor dari luar negeri.
(C) Pemerintah menetapkan pajak pariwisata tetap sama selama lima tahun terakhir.
(D) Jenis paket wisata yang ditawarkan kota Y tetap sama seperti lima tahun lalu.
(E) Harga tiket masuk objek wisata di kota Y lebih mahal dibanding lima tahun lalu.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Identifikasi masalah utama.
Diketahui:
- Lima tahun lalu → pendapatan sektor pariwisata sangat rendah
- Saat ini → pendapatan sektor pariwisata meningkat tajam
Ditanya: faktor yang paling mungkin menjelaskan kenaikan pendapatan.
Langkah 2: Gunakan konsep ekonomi sederhana.
Pendapatan sektor pariwisata dapat dihitung sebagai:
Pendapatan = jumlah wisatawan × biaya rata-rata per wisatawan
Untuk meningkatkan pendapatan, salah satu faktor utama adalah meningkatnya jumlah wisatawan, atau meningkatnya nilai rata-rata transaksi (penginapan, makan, tiket, dll.).
Langkah 3: Analisis opsi.
(A) Jumlah hotel dan penginapan meningkat → kapasitas akomodasi lebih banyak → mendukung peningkatan wisatawan → memperkuat kenaikan pendapatan. ✅
(B) Bahan impor → faktor internal restoran, tidak secara langsung memengaruhi pendapatan kota secara keseluruhan.
(C) Pajak tetap → tidak menjelaskan kenaikan pendapatan secara signifikan.
(D) Paket wisata tetap → tidak menjelaskan kenaikan pendapatan.
(E) Harga tiket lebih mahal → bisa meningkatkan pendapatan per wisatawan, tapi jika jumlah wisatawan menurun karena harga mahal, dampaknya tidak pasti. Lebih lemah dibanding (A).
Langkah 4: Simpulan.
Faktor yang paling langsung dan masuk akal meningkatkan pendapatan sektor pariwisata adalah meningkatnya jumlah fasilitas akomodasi sehingga lebih banyak wisatawan dapat datang.
Jawaban yang benar adalah (A).
No 67
Isabel menyatakan keberhasilannya dalam menurunkan berat badan sebanyak 15 kg dalam waktu satu bulan belakangan disebabkan diet ketat yang dilakukannya. Manakah pernyataan di bawah ini, yang jika benar akan MEMPERKUAT argumen Isabel di atas?
(A) Selain diet ketat, Isabel juga rajin berolahraga.
(B) Sejak beberapa tahun lalu Isabel sudah terbiasa melakukan diet ketat.
(C) Diet ketat yang dilakukan oleh Isabel adalah dengan cara tidak mengkonsumsi karbohidrat.
(D) Isabel konsisten menjaga pola makannya selama dua bulan belakangan ini.
(E) Pada bulan-bulan yang lalu, Isabel tidak pernah melakukan diet ketat.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Identifikasi hubungan sebab-akibat.
Argumen Isabel berbentuk:
Diet ketat (sebab) → penurunan berat badan 15 kg (akibat)
Pernyataan yang memperkuat harus menunjukkan bahwa penurunan berat badan memang disebabkan oleh diet ketat, bukan faktor lain.
Analisis opsi:
(A) Selain diet ketat, Isabel juga rajin berolahraga → melemahkan sebab, karena olahraga juga bisa menjadi penyebab penurunan berat badan.
(B) Sejak beberapa tahun lalu Isabel terbiasa diet ketat → relevansi lemah, tidak secara langsung menjelaskan penurunan 15 kg dalam satu bulan terakhir.
(C) Diet ketat dengan cara tidak mengkonsumsi karbohidrat → menjelaskan metode, tetapi belum menegaskan konsistensi atau hasil nyata.
(D) Isabel konsisten menjaga pola makannya selama dua bulan terakhir → memperkuat hubungan sebab-akibat, karena menunjukkan bahwa penurunan 15 kg kemungkinan besar memang akibat diet ketat yang konsisten dilakukan.
(E) Pada bulan-bulan yang lalu Isabel tidak pernah melakukan diet ketat → tidak relevan.
Kesimpulan:
Pernyataan yang paling memperkuat argumen Isabel adalah (D).
No 68
Ahmad menyatakan bahwa peningkatan skor matematikanya sebanyak 25 poin dalam satu bulan terakhir disebabkan oleh metode belajar intensif yang dilakukannya. Manakah pernyataan di bawah ini, yang jika benar akan MEMPERKUAT argumen Ahmad di atas?
(A) Selain belajar intensif, Ahmad juga mengikuti les privat.
(B) Ahmad telah terbiasa belajar intensif sejak beberapa bulan terakhir.
(C) Metode belajar intensif yang dilakukan Ahmad melibatkan latihan soal harian.
(D) Ahmad konsisten mengikuti metode belajar intensif selama satu bulan terakhir.
(E) Sebulan sebelumnya, Ahmad tidak pernah belajar intensif sama sekali.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Identifikasi hubungan sebab–akibat.
Argumen Ahmad berbentuk:
Belajar intensif (sebab) → peningkatan skor matematika 25 poin (akibat)
Pernyataan yang memperkuat harus menunjukkan bahwa peningkatan skor memang disebabkan oleh metode belajar intensif, bukan faktor lain.
Analisis opsi:
(A) Selain belajar intensif, Ahmad juga mengikuti les privat → melemahkan sebab, karena kenaikan skor bisa jadi karena les privat.
(B) Ahmad telah terbiasa belajar intensif sejak beberapa bulan terakhir → relevansi lemah; tidak menegaskan hasil nyata dalam sebulan terakhir.
(C) Metode belajar intensif melibatkan latihan soal harian → menjelaskan cara, tapi belum menegaskan konsistensi atau efek nyata.
(D) Ahmad konsisten mengikuti metode belajar intensif selama satu bulan terakhir → memperkuat argumen, karena konsistensi menunjukkan kenaikan skor kemungkinan besar akibat belajar intensif.
(E) Sebulan sebelumnya, Ahmad tidak pernah belajar intensif → tidak relevan untuk memperkuat hubungan sebab–akibat sekarang.
Kesimpulan:
Pernyataan yang paling memperkuat argumen Ahmad adalah (D).
No 69
Kebiasaan tidur dengan posisi tengkurap dianggap buruk bagi kesehatan karena dapat memberikan tekanan pada bagian punggung dan leher yang mengakibatkan nyeri. Selain itu, tidur tengkurap juga dapat menyebabkan kesemutan. Meskipun demikian, tidur tengkurap dapat membuka saluran pernapasan sehingga dapat mengurangi dengkuran. Berdasarkan informasi tersebut, manakah pernyataan berikut ini yang PASTI BENAR?
(A) Orang yang mengalami kesemutan tidur dengan posisi tengkurap.
(B) Kesemutan akibat tidur tengkurap dapat menyebabkan tidur menjadi tidak nyenyak.
(C) Orang yang mengalami gangguan pernapasan dapat disembuhkan dengan tidur tengkurap.
(D) Nyeri punggung dan leher dialami oleh orang yang mendengkur.
(E) Dengkuran sebagian orang yang tidur tengkurap berkurang.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Identifikasi fakta dari teks.
- Tidur tengkurap → dapat memberikan tekanan pada punggung dan leher → menyebabkan nyeri.
- Tidur tengkurap → dapat menyebabkan kesemutan.
- Tidur tengkurap → dapat membuka saluran pernapasan → dapat mengurangi dengkuran.
Langkah 2: Analisis setiap opsi.
(A) Orang yang mengalami kesemutan tidur tengkurap → tidak pasti, teks hanya menyatakan posisi tengkurap dapat menyebabkan kesemutan, bukan semua orang yang kesemutan tidur tengkurap. ❌
(B) Kesemutan akibat tidur tengkurap dapat menyebabkan tidur menjadi tidak nyenyak → teks tidak menyebut efek pada kualitas tidur, hanya efek fisiologis. ❌
(C) Orang yang mengalami gangguan pernapasan dapat disembuhkan dengan tidur tengkurap → teks hanya menyatakan dapat membuka saluran pernapasan dan mengurangi dengkuran, tidak “menyembuhkan” gangguan pernapasan. ❌
(D) Nyeri punggung dan leher dialami oleh orang yang mendengkur → teks tidak mengaitkan nyeri dengan mendengkur. ❌
(E) Dengkuran sebagian orang yang tidur tengkurap berkurang → teks menyatakan “tidur tengkurap dapat membuka saluran pernapasan sehingga dapat mengurangi dengkuran”. Ini sesuai fakta, jadi PASTI BENAR. ✅
Kesimpulan:
Jawaban yang benar adalah (E).
No 70
Seorang ahli kesehatan menyatakan bahwa minum teh hijau secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Berdasarkan penelitian, teh hijau juga dapat meningkatkan fungsi kardiovaskular. Manakah pernyataan berikut ini yang PASTI BENAR berdasarkan informasi tersebut?
(A) Semua orang yang kolesterolnya tinggi harus minum teh hijau.
(B) Minum teh hijau secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol.
(C) Seseorang yang fungsi kardiovaskularnya menurun pasti minum teh hijau.
(D) Minum teh hijau setiap hari menyembuhkan semua penyakit jantung.
(E) Orang yang tidak minum teh hijau tidak mungkin kadar kolesterolnya normal.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Identifikasi fakta dari teks.
- Minum teh hijau secara rutin → dapat menurunkan kadar kolesterol.
- Teh hijau → dapat meningkatkan fungsi kardiovaskular.
Langkah 2: Analisis setiap opsi.
(A) Salah. Tidak semua orang harus minum teh hijau; teks hanya menyebut efek positif, bukan kewajiban. ❌
(B) Benar. Sesuai fakta: minum teh hijau secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol. ✅
(C) Salah. Tidak semua orang dengan fungsi kardiovaskular menurun minum teh hijau; teks tidak menyatakan itu. ❌
(D) Salah. Teks tidak menyebut teh hijau dapat menyembuhkan semua penyakit jantung. ❌
(E) Salah. Teks tidak menyatakan orang yang tidak minum teh hijau pasti kolesterolnya tinggi; efek hanya kemungkinan. ❌
Kesimpulan:
Jawaban yang benar adalah (B).
No 71
Enam mahasiswa duduk berurutan dalam ujian wawancara. Keisha tidak bersebelahan dengan Kevin atau Fidel. Kayla duduk di dekat Fidel, Keisha duduk di dekat Jufri, dan Jufri duduk di sebelah Kayla. Kevin tidak ingin didahului Diaz dan Diaz bersebelahan dengan Keisha. Fidel duduk di urutan terakhir. Siapa yang duduk di urutan kedua?
(A) Keisha
(B) Kevin
(C) Fidel
(D) Kayla
(E) Diaz
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Identifikasi kondisi dan notasi posisi.
Orang: Keisha (K), Kevin (V), Fidel (F), Kayla (Y), Jufri (J), Diaz (D)
Posisi: 1, 2, 3, 4, 5, 6
Diketahui:
- Fidel duduk terakhir → posisi 6
- Kevin tidak ingin didahului Diaz → D tidak sebelum V
- Diaz bersebelahan dengan Keisha → D dan K berdampingan
- Keisha tidak bersebelahan dengan Kevin atau Fidel → K ≠ posisi 5 atau posisi 1 jika Kevin di 1
- Kayla duduk di dekat Fidel → Kayla di posisi 5 atau 4
- Keisha duduk di dekat Jufri → K berdampingan dengan J
- Jufri duduk di sebelah Kayla → J di posisi 3 atau 5
Langkah 2: Tempatkan posisi yang pasti.
Posisi 6 → F (Fidel)
Kayla duduk di dekat Fidel → posisi 5 → Y
Jufri duduk di sebelah Kayla → posisi 4 → J
Keisha berdampingan dengan Jufri → posisi 3 → K
Diaz bersebelahan dengan Keisha → posisi 2 → D
Sisa posisi 1 → Kevin (V)
Urutan akhir:
1 → Kevin (V)
2 → Diaz (D)
3 → Keisha (K)
4 → Jufri (J)
5 → Kayla (Y)
6 → Fidel (F)
Langkah 3: Tentukan siapa duduk di urutan kedua.
Urutan kedua → Diaz
Jawaban yang benar adalah (E) Diaz.
No 72
Delapan peserta lomba debat duduk berurutan untuk sesi tanya jawab. Alice tidak duduk bersebelahan dengan Brian atau Fiona. Carol duduk di dekat Fiona, Alice duduk di dekat David, dan David duduk di sebelah Carol. Brian tidak ingin didahului oleh Henry, dan Henry duduk bersebelahan dengan Alice. George duduk di urutan terakhir. Siapa yang duduk di urutan ketiga?
(A) Alice
(B) Brian
(C) Carol
(D) David
(E) Fiona
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Notasi peserta dan posisi
Peserta: Alice (A), Brian (B), Carol (C), David (D), Fiona (F), George (G), Henry (H), Edward (E)
Posisi: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8
Langkah 2: Tempatkan yang pasti.
George duduk terakhir → posisi 8 → G
David duduk di sebelah Carol → D di posisi 5 atau 6 jika C di 4 atau 5
Carol duduk di dekat Fiona → C berdampingan dengan F
Alice duduk di dekat David → A berdampingan dengan D
Henry duduk bersebelahan dengan Alice → H berdampingan dengan A
Brian tidak ingin didahului oleh Henry → H tidak sebelum B
Langkah 3: Susun posisi logis berdasarkan kondisi.
C dan F berdampingan, mari letakkan C di posisi 3 → F di 4.
D harus berdampingan dengan C → D di 5.
A harus berdampingan dengan D → A di 6.
H harus berdampingan dengan A → H di 7.
B tersisa posisi 2 → B.
E tersisa posisi 1 → E.
G di posisi 8 (sudah pasti).
Langkah 4: Tentukan urutan ketiga.
Posisi 3 → Carol (C)
Jawaban yang benar adalah (C) Carol.
No 73
Martha dapat mengisi liburan akhir tahun dengan jalan-jalan ke luar negeri atau membaca buku di rumah. Jika liburan Martha diisi dengan jalan-jalan ke luar negeri maka hatinya Bahagia. Meskipun mengisi waktu liburan dengan membaca buku di rumah, hati Martha tetap Bahagia. Kesimpulan yang tepat dari kalimat di atas adalah...
(A) Martha tidak jadi jalan-jalan ke luar negeri
(B) Hati Martha mungkin tidak Bahagia
(C) Martha membaca buku di rumah dan hatinya tidak Bahagia
(D) Hati Martha tetap Bahagia andaipun dia tidak jadi jalan-jalan ke luar negeri
(E) Martha tidak dapat jalan-jalan ke luar negeri atau membeli buku bacaan baru karena faktor ekonomi
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Identifikasi fakta dan implikasi.
- Martha bisa memilih jalan-jalan (J) atau membaca buku (B).
- Jika J → hati Bahagia (H).
- Meskipun B → hati tetap Bahagia (H).
Langkah 2: Analisis hubungan logika.
Hati Martha selalu Bahagia terlepas dari pilihannya. Baik J atau B → H. Ini adalah pernyataan “hati Martha tetap Bahagia.”
Langkah 3: Periksa opsi.
(A) Salah. Tidak ada informasi yang menyatakan Martha batal jalan-jalan. ❌
(B) Salah. Hati Martha selalu Bahagia → “mungkin tidak Bahagia” salah. ❌
(C) Salah. Hati tetap Bahagia meskipun membaca buku → bagian “tidak Bahagia” salah. ❌
(D) Benar. Hati Martha tetap Bahagia walaupun dia tidak jalan-jalan → sesuai fakta. ✅
(E) Salah. Tidak ada informasi ekonomi → tidak relevan. ❌
Kesimpulan:
Jawaban yang benar adalah (D).
No 74
Rian dapat menghabiskan liburan akhir pekan dengan mengikuti kursus musik atau bermain olahraga bersama teman-temannya. Jika Rian mengikuti kursus musik, maka ia merasa lebih percaya diri. Meskipun menghabiskan waktu liburan bermain olahraga, Rian tetap merasa lebih percaya diri. Kesimpulan yang paling tepat dari pernyataan di atas adalah........
(A) Rian tidak jadi mengikuti kursus musik.
(B) Rian mungkin tidak merasa percaya diri.
(C) Rian bermain olahraga dan tidak merasa percaya diri.
(D) Rian tetap merasa percaya diri meskipun tidak mengikuti kursus musik.
(E) Rian tidak dapat bermain olahraga atau kursus musik karena jadwal padat.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Identifikasi kondisi dan implikasi logika.
- Kegiatan: Kursus musik (M) atau bermain olahraga (O).
- Jika M → Rian merasa lebih percaya diri (C).
- Meskipun O → Rian tetap merasa lebih percaya diri (C).
Langkah 2: Analisis hubungan sebab–akibat.
Hati Rian selalu percaya diri terlepas dari pilihannya. Baik M atau O → C. Ini sama dengan menyatakan bahwa “Rian tetap merasa percaya diri.”
Langkah 3: Evaluasi opsi.
(A) Salah, tidak ada informasi bahwa Rian batal ikut kursus musik. ❌
(B) Salah, karena C selalu benar. ❌
(C) Salah, karena Rian tetap percaya diri. ❌
(D) Benar, karena meskipun Rian tidak ikut kursus musik, ia tetap merasa percaya diri. ✅
(E) Salah, tidak relevan dengan informasi yang diberikan. ❌
Kesimpulan:
Jawaban yang benar adalah (D).
No 75
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pemakai sepeda sebagai sarana transportasi di kota ini telah meningkat. Seiring dengan peningkatan ini, kemacetan lalu lintas di beberapa jalan utama telah berkurang secara signifikan. Berdasarkan pernyataan tersebut, manakah yang PALING MUNGKIN menjadi asumsi yang mendasari argumen di atas?
(A) Pemerintah telah membatasi akses kendaraan bermotor ke beberapa jalan raya.
(B) Harga bahan bakar minyak telah meningkat secara tajam.
(C) Infrastruktur sepeda yang lebih baik telah dibangun di kota ini.
(D) Masyarakat telah lebih suka menggunakan sepeda untuk alasan kesehatan mereka sendiri.
(E) Jumlah kendaraan bermotor di kota ini telah meningkat secara dramatis.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Identifikasi fakta dan hubungan sebab-akibat.
- Fakta: Jumlah pemakai sepeda meningkat.
- Akibat: Kemacetan di beberapa jalan utama berkurang.
Langkah 2: Tentukan asumsi yang mendasari hubungan ini.
Asumsi yang logis adalah faktor yang menjelaskan mengapa meningkatnya pemakaian sepeda dapat menyebabkan kemacetan berkurang. Artinya, infrastruktur atau fasilitas pendukung sepeda memadai sehingga orang benar-benar beralih ke sepeda.
Analisis opsi:
(A) Membatasi akses kendaraan → mungkin benar, tapi teks tidak menyebut intervensi pemerintah → asumsi tidak paling langsung. ❌
(B) Harga BBM naik → bisa menyebabkan orang naik sepeda, tapi tidak disebut dalam teks → asumsi tidak langsung. ❌
(C) Infrastruktur sepeda lebih baik → mendukung asumsi bahwa orang benar-benar menggunakan sepeda, sehingga kemacetan berkurang → paling logis. ✅
(D) Motivasi kesehatan → mungkin benar, tapi tidak memastikan penurunan kemacetan. ❌
(E) Kendaraan bermotor meningkat → bertentangan dengan pengurangan kemacetan. ❌
Kesimpulan:
Jawaban yang paling mungkin menjadi asumsi adalah (C).
No 76
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah warga yang menggunakan transportasi publik di kota Z meningkat pesat. Seiring dengan peningkatan ini, tingkat polusi udara di pusat kota menurun secara signifikan. Berdasarkan pernyataan tersebut, manakah yang PALING MUNGKIN menjadi asumsi yang mendasari argumen di atas?
(A) Pemerintah membatasi jumlah kendaraan pribadi yang boleh masuk pusat kota.
(B) Harga tiket transportasi publik di kota Z meningkat tajam.
(C) Infrastruktur transportasi publik yang lebih baik telah dibangun di kota Z.
(D) Warga lebih suka menggunakan transportasi pribadi untuk kenyamanan mereka sendiri.
(E) Jumlah kendaraan pribadi di kota Z meningkat secara drastis.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Identifikasi fakta dan hubungan sebab-akibat.
- Fakta: Jumlah warga menggunakan transportasi publik meningkat.
- Akibat: Tingkat polusi udara di pusat kota menurun.
Langkah 2: Tentukan asumsi yang mendasari hubungan ini.
Asumsi logis adalah bahwa peningkatan penggunaan transportasi publik benar-benar efektif mengurangi polusi. Ini biasanya terjadi jika fasilitas dan layanan transportasi publik memadai sehingga warga beralih dari kendaraan pribadi.
Analisis opsi:
(A) Pembatasan kendaraan pribadi → bisa benar, tetapi teks tidak menyebut kebijakan pemerintah → asumsi tidak langsung. ❌
(B) Harga tiket transportasi publik naik → tidak mendukung peningkatan penggunaan publik → melemahkan argumen. ❌
(C) Infrastruktur transportasi publik lebih baik → mendukung asumsi bahwa warga beralih ke transportasi publik sehingga polusi berkurang → paling logis. ✅
(D) Warga lebih suka transportasi pribadi → bertentangan dengan fakta peningkatan penggunaan transportasi publik. ❌
(E) Jumlah kendaraan pribadi meningkat → bertentangan dengan pengurangan polusi. ❌
Kesimpulan:
Jawaban yang benar adalah (C).
No 77
Pemakaian helm berkualitas dalam berkendara di atas sepeda motor adalah penting untuk keselamatan. Orang yang menggunakan helm berkualitas memiliki risiko cedera kepala yang lebih rendah dalam kecelakaan. Berdasarkan informasi tersebut, manakah pernyataan berikut yang PASTI BENAR?
(A) Semua orang yang menggunakan helm berkualitas tidak akan pernah memiliki risiko cedera kepala dalam kecelakaan.
(B) Semua orang yang tidak menggunakan helm berkualitas pasti akan mengalami cedera kepala dalam kecelakaan.
(C) Menggunakan helm berkualitas adalah satu-satunya faktor yang mempengaruhi risiko cedera kepala dalam kecelakaan.
(D) Semua orang yang tidak menggunakan helm berkualitas pasti akan mengalami kecelakaan.
(E) Orang yang memakai helm berkualitas mengalami cedera kepala ringan saat kecelakaan.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Identifikasi fakta dari teks.
- Penggunaan helm berkualitas → penting untuk keselamatan.
- Pengguna helm berkualitas → risiko cedera kepala lebih rendah dalam kecelakaan.
Langkah 2: Analisis logika.
Informasi menyatakan “risiko lebih rendah”, bukan “tidak ada risiko sama sekali”. Artinya:
Menggunakan helm berkualitas → mengurangi kemungkinan cedera → tetapi tidak menjamin 100% bebas cedera.
Langkah 3: Evaluasi opsi.
(A) Salah. “Tidak akan pernah memiliki risiko” → terlalu mutlak, teks hanya menyebut “risiko lebih rendah”. ❌
(B) Salah. Teks tidak menyatakan orang tanpa helm pasti cedera → tidak pasti. ❌
(C) Salah. Teks tidak menyebut helm sebagai satu-satunya faktor → terlalu mutlak. ❌
(D) Salah. Tidak semua yang tidak memakai helm pasti mengalami kecelakaan. ❌
(E) Benar. Jika risiko lebih rendah, maka kemungkinan cedera tetap ada, namun cedera ringan adalah konsekuensi logis dari risiko lebih rendah dibanding cedera berat. Ini konsisten dengan teks. ✅
Kesimpulan:
Jawaban yang benar adalah (E).
No 78
Penggunaan sabuk pengaman yang tepat saat mengemudi mobil sangat penting untuk keselamatan. Orang yang mengenakan sabuk pengaman dengan benar memiliki risiko cedera tubuh bagian atas yang lebih rendah saat terjadi tabrakan. Berdasarkan informasi tersebut, manakah pernyataan berikut yang PASTI BENAR?
(A) Semua orang yang mengenakan sabuk pengaman tidak akan pernah mengalami cedera saat tabrakan.
(B) Semua orang yang tidak mengenakan sabuk pengaman pasti mengalami cedera tubuh bagian atas saat tabrakan.
(C) Mengenakan sabuk pengaman adalah satu-satunya faktor yang mempengaruhi risiko cedera tubuh bagian atas.
(D) Semua orang yang tidak mengenakan sabuk pengaman pasti akan mengalami tabrakan.
(E) Orang yang mengenakan sabuk pengaman dengan benar memiliki risiko cedera tubuh bagian atas lebih rendah saat tabrakan.
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Identifikasi fakta dari teks.
- Pernyataan utama: Penggunaan sabuk pengaman → penting untuk keselamatan.
- Pengguna sabuk pengaman → risiko cedera tubuh bagian atas lebih rendah saat tabrakan.
Langkah 2: Analisis logika.
Teks menyatakan “risiko lebih rendah”, bukan “tidak ada risiko sama sekali”. Artinya penggunaan sabuk pengaman mengurangi kemungkinan cedera, tetapi tidak menjamin 100% bebas cedera.
Langkah 3: Evaluasi opsi.
(A) Salah. “Tidak akan pernah mengalami cedera” → terlalu mutlak, teks hanya menyebut “risiko lebih rendah”. ❌
(B) Salah. Teks tidak menyatakan orang tanpa sabuk pasti cedera → tidak pasti. ❌
(C) Salah. Teks tidak menyebut sabuk sebagai satu-satunya faktor → terlalu mutlak. ❌
(D) Salah. Tidak semua yang tidak mengenakan sabuk pasti mengalami tabrakan. ❌
(E) Benar. Ini sesuai fakta: mengenakan sabuk pengaman dengan benar → risiko cedera tubuh bagian atas lebih rendah. ✅
Kesimpulan:
Jawaban yang benar adalah (E).
No 79
Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga secara teratur dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental seseorang. Manakah pernyataan berikut yang memperlemah (B) atau tidak memperlemah (S) informasi di atas?
| No | Pernyataan | Memperlemah (B) | Tidak Memperlemah (S) |
|---|---|---|---|
| 1 | Semua orang yang rajin berolahraga pasti tidak pernah sakit. | ||
| 2 | Berolahraga hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, bukan kesehatan mental. | ||
| 3 | Tidak ada risiko kesehatan yang berkaitan dengan berolahraga secara teratur. | ||
| 4 | Olahraga sebenarnya tidak diperlukan untuk menjaga kesehatan, asalkan makanan yang dikonsumsi sehat. | ||
| 5 | Hanya olahraga tertentu yang benar-benar meningkatkan kesehatan, sementara yang lainnya tidak efektif. |
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Analisis:
- Pernyataan 1 terlalu mutlak, menyatakan “tidak pernah sakit” → melemahkan. (B)
- Pernyataan 2 mengabaikan manfaat mental → melemahkan. (B)
- Pernyataan 3 menyatakan “tidak ada risiko sama sekali” → melemahkan. (B)
- Pernyataan 4 menyangkal perlunya olahraga → melemahkan. (B)
- Pernyataan 5 membatasi manfaat hanya pada jenis olahraga tertentu → melemahkan. (B)
Jawaban kode: BBBBB → pilihan (C)
No 80
Penelitian menunjukkan bahwa membaca secara rutin dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas seseorang. Manakah pernyataan berikut yang memperlemah (B) atau tidak memperlemah (S) informasi di atas?
| No | Pernyataan | Memperlemah (B) | Tidak Memperlemah (S) |
|---|---|---|---|
| 1 | Semua orang yang membaca rutin pasti selalu cerdas dan kreatif. | ||
| 2 | Membaca hanya bermanfaat untuk pengetahuan faktual, bukan kreativitas. | ||
| 3 | Tidak ada efek negatif atau risiko membaca secara rutin terhadap kemampuan berpikir. | ||
| 4 | Orang dapat meningkatkan kreativitas tanpa membaca, misalnya dengan menonton film atau bermain game edukatif. | ||
| 5 | Hanya membaca jenis buku tertentu yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, sementara buku lainnya tidak berpengaruh. |
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Analisis:
- Pernyataan 1 terlalu mutlak → melemahkan (B)
- Pernyataan 2 mengabaikan efek pada kreativitas → melemahkan (B)
- Pernyataan 3 menyatakan “tidak ada risiko” → melemahkan (B)
- Pernyataan 4 menyatakan kreativitas bisa dicapai tanpa membaca → melemahkan (B)
- Pernyataan 5 membatasi hanya buku tertentu → melemahkan (B)
Jawaban kode: BBBBB
No 81
Empat orang gadis dari daerah yang berbeda akan mengikuti pemilihan Putri Indonesia 2012. Mereka adalah Tyas, Tiara, Sinta, dan Nita. Tyas paling tinggi di antara Sinta, Tiara, dan Nita; berkulit lebih gelap dari Nita, tetapi tidak lebih gelap dari Sinta; berambut paling panjang dan paling tidak gemuk. Tiara berkulit paling gelap; lebih tinggi dan berambut lebih panjang dari Sinta dan Nita; tetapi lebih kurus dari Nita. Sinta paling gemuk dan berkulit paling putih dan lebih tinggi dari Nita. Manakah yang paling benar mengenai Nita?
(A) Berkulit lebih gelap dari Tiara
(B) Bertubuh lebih kurus dari Tyas
(C) Berambut lebih pendek dari Tiara
(D) Lebih tinggi dari Sinta
(E) Paling tinggi dari semua
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Analisis data setiap gadis.
- Tyas: Paling tinggi di antara Sinta, Tiara, Nita → Tyas > Tiara, Sinta, Nita; Berkulit lebih gelap dari Nita tapi tidak lebih gelap dari Sinta → Sinta ≥ Tyas > Nita; Rambut paling panjang; Tubuh paling tidak gemuk.
- Tiara: Berkulit paling gelap → Tiara > semua dalam gelap; Lebih tinggi dari Sinta dan Nita → Tiara > Sinta, Nita; Rambut lebih panjang dari Sinta & Nita; Lebih kurus dari Nita.
- Sinta: Paling gemuk, berkulit paling putih, lebih tinggi dari Nita → Sinta > Nita (tinggi), paling gemuk, paling putih.
- Nita: Info tersisa.
Langkah 2: Tentukan karakteristik Nita dari perbandingan.
- Tinggi: Tyas > Tiara > Sinta > Nita? → Nita paling pendek
- Berat: Sinta paling gemuk, Tiara lebih kurus dari Nita → Nita lebih gemuk dari Tiara tapi kurang dari Sinta
- Kulit: Tyas lebih gelap dari Nita, Tiara paling gelap, Sinta paling putih → Nita berada di antara Sinta (putih) & Tyas (gelap) → lebih gelap dari Sinta? Tetapi Tyas > Nita > Sinta? Hanya opsi logis: Nita lebih gelap dari Sinta, lebih putih dari Tiara → Berkulit lebih gelap dari Tiara → Salah.
- Rambut: Tyas paling panjang, Tiara lebih panjang dari Sinta & Nita → Nita rambut lebih pendek dari Tiara → benar.
Langkah 3: Periksa opsi.
(A) Berkulit lebih gelap dari Tiara → Salah, Tiara paling gelap. ❌
(B) Bertubuh lebih kurus dari Tyas → Tyas paling tidak gemuk → Nita lebih gemuk dari Tyas? ❌
(C) Berambut lebih pendek dari Tiara → Benar, Nita bukan paling panjang. ✅
(D) Lebih tinggi dari Sinta → Salah, Nita paling pendek. ❌
(E) Paling tinggi dari semua → Salah, Tyas paling tinggi. ❌
Kesimpulan:
Jawaban yang benar adalah (C).
No 82
Lima atlet dari klub yang berbeda akan mengikuti kompetisi lari estafet. Mereka adalah Ana, Bella, Clara, Dina, dan Elsa. Ana berlari paling cepat di antara Bella, Clara, dan Elsa; stamina lebih baik dari Elsa, tetapi tidak lebih baik dari Clara; tinggi badan tertinggi dan berat badan teringan. Bella memiliki stamina terbaik; lebih cepat dan lebih tinggi dari Clara dan Elsa; tetapi lebih berat dari Elsa. Clara paling berat dan memiliki tinggi badan rata-rata; lebih cepat dari Elsa. Berdasarkan informasi tersebut, manakah yang paling benar mengenai Elsa?
(A) Stamina Elsa lebih baik dari Ana
(B) Elsa berlari lebih lambat dari Ana
(C) Elsa lebih tinggi dari Clara
(D) Elsa memiliki berat badan tertinggi
(E) Elsa adalah yang tercepat dari semua
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Analisis setiap atlet.
- Ana: Berlari paling cepat di antara B, C, E → Ana > B, C, E; Stamina lebih baik dari Elsa, tidak lebih baik dari Clara → C ≥ Ana > E; Tinggi badan tertinggi → Ana tinggi; Berat badan teringan → Ana ringan.
- Bella: Stamina terbaik → B > semua; Lebih cepat dan lebih tinggi dari C & E → B > C, E; Lebih berat dari E → E lebih ringan dari B.
- Clara: Paling berat → C paling berat; Tinggi rata-rata; Lebih cepat dari E → C > E dalam kecepatan.
- Elsa: Info tersisa.
Langkah 2: Tentukan karakteristik Elsa dari perbandingan.
- Kecepatan: Ana > B, C, E → Ana cepat; Bella lebih cepat dari C & E → B cepat; Clara lebih cepat dari E → C > E → Elsa paling lambat. ✅
- Stamina: Bella terbaik, Ana lebih baik dari Elsa tapi tidak lebih baik dari Clara → Elsa stamina paling rendah.
- Tinggi badan: Ana tertinggi; Bella lebih tinggi dari C & E → Bella tinggi; Clara rata-rata → Elsa bisa lebih pendek dari Clara dan Ana/Bella → Elsa tidak tertinggi.
- Berat badan: Ana teringan; Clara paling berat; Bella lebih berat dari E → Elsa lebih ringan dari Bella tapi lebih berat dari Ana? → Elsa tidak paling berat.
Langkah 3: Evaluasi opsi.
(A) Stamina Elsa lebih baik dari Ana → Salah, Ana > Elsa. ❌
(B) Elsa berlari lebih lambat dari Ana → Benar, Elsa paling lambat. ✅
(C) Elsa lebih tinggi dari Clara → Salah, Clara lebih tinggi atau rata-rata. ❌
(D) Elsa memiliki berat badan tertinggi → Salah, Clara paling berat. ❌
(E) Elsa adalah yang tercepat dari semua → Salah, Ana/Bella lebih cepat. ❌
Kesimpulan:
Jawaban yang benar adalah (B).
No 83
Empat orang gadis dari daerah yang berbeda akan mengikuti pemilihan Putri Indonesia 2012. Mereka adalah Tyas, Tiara, Sinta, dan Nita. Tyas paling tinggi di antara Sinta, Tiara, dan Nita; berkulit lebih gelap dari Nita, tetapi tidak lebih gelap dari Sinta; berambut paling panjang dan paling tidak gemuk. Tiara berkulit paling gelap; lebih tinggi dan berambut lebih panjang dari Sinta dan Nita; tetapi lebih kurus dari Nita. Sinta paling gemuk dan berkulit paling putih dan lebih tinggi dari Nita. Manakah yang tidak benar mengenai Sinta?
(A) Lebih tinggi dari Nita
(B) Berkulit lebih putih dari Tyas
(C) Berambut lebih panjang dari Tiara
(D) Bertubuh lebih gemuk dari Nita
(E) Berkulit lebih putih dari Tiara
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Analisis fakta mengenai Sinta.
- Sinta paling gemuk → Sinta > Nita > Tiara > Tyas? (dalam berat)
- Berkulit paling putih → Sinta > Tyas, Tiara, Nita dalam kecerahan kulit.
- Lebih tinggi dari Nita → Sinta > Nita dalam tinggi badan.
- Berambut → teks tidak menyebut Sinta berambut lebih panjang dari Tiara; fakta: Tiara dan Tyas berambut lebih panjang.
Langkah 2: Evaluasi setiap opsi.
(A) Lebih tinggi dari Nita → Benar. ✅
(B) Berkulit lebih putih dari Tyas → Benar. ✅
(C) Berambut lebih panjang dari Tiara → Salah. Sinta tidak disebut berambut lebih panjang → Tidak benar. ❌
(D) Bertubuh lebih gemuk dari Nita → Benar. ✅
(E) Berkulit lebih putih dari Tiara → Benar. ✅
Kesimpulan:
Jawaban yang tidak benar mengenai Sinta adalah (C).
No 84
Lima siswa dari kelas yang berbeda akan mengikuti lomba matematika. Mereka adalah Andi, Bima, Clara, Dita, dan Eka. Andi memiliki nilai tertinggi di antara Clara, Dita, dan Eka; kemampuan logikanya lebih baik dari Eka, tetapi tidak lebih baik dari Clara; cepat menghitung dan tidak sering membuat kesalahan. Bima memiliki kemampuan logika terbaik; lebih cepat dan lebih teliti dari Clara dan Eka; tetapi tidak secepat Andi. Clara paling teliti dan kemampuan logikanya rata-rata; lebih cepat dari Eka. Berdasarkan informasi tersebut, manakah yang tidak benar mengenai Clara?
(A) Kemampuan logika Clara lebih rendah dari Andi
(B) Clara lebih cepat dari Eka
(C) Clara paling cepat dari semua siswa
(D) Clara lebih teliti dari Eka
(E) Clara tidak memiliki kemampuan logika terbaik
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Analisis karakteristik tiap siswa.
- Andi: Nilai tertinggi di antara C, D, E → Andi > C, D, E; Kemampuan logika lebih baik dari Eka, tidak lebih baik dari Clara → C ≥ Andi > E; Cepat menghitung; Tidak sering salah.
- Bima: Kemampuan logika terbaik → B > semua; Lebih cepat dan teliti dari C & E; Tidak secepat Andi → Andi > B > C > E? (relatif)
- Clara: Paling teliti; kemampuan logika rata-rata; lebih cepat dari Eka.
- Eka: Info tersisa.
Langkah 2: Tentukan fakta mengenai Clara.
- Kemampuan logika: rata-rata → tidak terbaik → (E) Benar
- Kecepatan: lebih cepat dari Eka, tetapi Andi lebih cepat → (C) Salah jika diklaim paling cepat → Tidak benar
- Ketelitian: paling teliti → lebih teliti dari Eka → (D) Benar
Langkah 3: Evaluasi opsi.
(A) Kemampuan logika Clara lebih rendah dari Andi → Benar, Andi > Clara? Andi lebih baik dari Eka tapi tidak lebih baik dari Clara → Clara ≥ Andi → Opsi (A) Salah? Cek lagi. Clara kemampuan logikanya rata-rata, Andi lebih baik dari Eka tapi tidak lebih baik dari Clara → berarti Clara > Andi? Bisa ambigu, tetap fokus yang jelas. ❌
(B) Clara lebih cepat dari Eka → Benar ✅
(C) Clara paling cepat dari semua siswa → Salah, Andi lebih cepat → Tidak benar ❌
(D) Clara lebih teliti dari Eka → Benar ✅
(E) Clara tidak memiliki kemampuan logika terbaik → Benar ✅
Kesimpulan:
Jawaban yang tidak benar mengenai Clara adalah (C).
No 85
Perhatikan barisan huruf berikut: B, C, D, P, O, M, D, E, F, M, L, ……, …… Manakah huruf yang tepat untuk melanjutkan barisan ini?
(A) K, G
(B) J, G
(C) K, F
(D) J, F
(E) J, K
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Analisis pola barisan.
Barisan: B, C, D, P, O, M, D, E, F, M, L, ……, ……
Coba kita kelompokkan dalam pola pasangan:
- B, C, D → urutan alfabetik naik (+1 per langkah: B→C→D)
- P, O, M → urutan menurun: P→O→M (P→O=-1, O→M=-2)
- D, E, F → urutan naik lagi (+1: D→E→F)
- M, L, ? → menurun (M→L=-1, L→?)
Perhatikan pola perubahan:
- Pola naik: 3 huruf (B,C,D) → naik +1
- Pola turun: 3 huruf (P,O,M) → turun -1, -2
- Pola naik: 3 huruf (D,E,F) → naik +1
- Pola turun: 3 huruf (M,L,?) → kemungkinan turun -2 → M,L, J
- Huruf terakhir: setelah pola menurun biasanya diikuti pola naik 3 huruf lagi → J, F ? (cek opsi)
Langkah 2: Pilih huruf yang sesuai urutan.
- Setelah M,L → huruf berikut -2 → J
- Huruf berikutnya setelah J → F (sesuai pola naik/ turun secara kombinasi)
Langkah 3: Cocokkan dengan opsi.
Opsi yang sesuai: (D) J, F
Jawaban yang benar adalah (D).
No 86
Perhatikan barisan angka berikut yang menunjukkan skor harian seorang atlet: 3, 5, 8, 15, 23, 38, 61, ……, …… Tentukan dua angka berikutnya dalam pola barisan ini.
(A) 98, 159
(B) 99, 157
(C) 99, 160
(D) 100, 162
(E) 101, 161
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Analisis pola barisan.
Barisan: 3, 5, 8, 15, 23, 38, 61, …, …
Langkah 2: Hitung selisih berturut-turut.
- 5 − 3 = 2
- 8 − 5 = 3
- 15 − 8 = 7
- 23 − 15 = 8
- 38 − 23 = 15
- 61 − 38 = 23
Langkah 3: Amati pola selisih.
- 2, 3, 7, 8, 15, 23 → terlihat pola: selisih selanjutnya = penjumlahan selisih dua sebelumnya?
- 2+3=5 → bukan 7, 3+7=10 → bukan 8, 7+8=15 ✅, 8+15=23 ✅
Memperhalus pola: kemungkinan selisih membentuk “deret Fibonacci campuran” mulai dari 7: 7, 8, 15, 23, 38, … → Selisih berikut = 15+23=38 → Selisih setelah itu = 23+38=61
Langkah 4: Tentukan angka berikutnya dalam barisan.
- Angka ke-8 = 61 + 38 = 99
- Angka ke-9 = 99 + 61 = 160
Kesimpulan:
Jawaban yang benar adalah (C) 99, 160.
No 87
Hitung hasil dari penjumlahan berikut: \(5^{10} + 5^{10} + 5^{10} + 5^{10} + 5^{10} = \dots\)
(A) \(25^{10}\)
(B) \(25^{50}\)
(C) \(5^{11}\)
(D) \(5^{50}\)
(E) \(5^{10}\)
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Identifikasi pola penjumlahan.
Ada 5 suku yang sama: \(5^{10} + 5^{10} + 5^{10} + 5^{10} + 5^{10}\)
Langkah 2: Faktorkan \(5^{10}\)
\(5^{10} + 5^{10} + 5^{10} + 5^{10} + 5^{10} = 5 \cdot 5^{10}\)
Langkah 3: Gunakan sifat eksponen: \(a \cdot a^n = a^{n+1}\)
\(5 \cdot 5^{10} = 5^1 \cdot 5^{10} = 5^{11}\)
Kesimpulan:
Jawaban yang benar adalah (C) \(5^{11}\).
No 88
Perhatikan barisan bilangan berikut: 5, 7, 11, x, 25, 35, 47, y Tentukan nilai (x + y).
(A) 57
(B) 61
(C) 76
(D) 78
(E) 80
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk melihat penjelasan lengkap)
Langkah 1: Amati pola pertumbuhan barisan.
Barisan: 5, 7, 11, x, 25, 35, 47, y
Langkah 2: Hitung selisih berturut-turut untuk mencari pola.
- 7 − 5 = 2
- 11 − 7 = 4
- x − 11 = ?
- 25 − x = ?
- 35 − 25 = 10
- 47 − 35 = 12
- y − 47 = ?
Langkah 3: Identifikasi pola selisih.
- Selisih membentuk pola bertambah: 2, 4, 6, 8, 10, 12…
- 2, 4 → x − 11 = 6 → x = 17
- 25 − x = 25 − 17 = 8 → cocok dengan pola
- y − 47 = 14 → y = 61
Langkah 4: Hitung \(x + y\)
x + y = 17 + 61 = 78
Kesimpulan:
Jawaban yang benar adalah (D) 78.
- PU 2025 - No 1
- PU 2025 - No 2
- PU 2025 - No 3
- PU 2025 - No 4
- PU 2025 - No 5
- PU 2025 - No 6
- PU 2025 - No 7
- PU 2025 - No 8
- PU 2025 - No 9
- PU 2025 - No 10
- PU 2025 - No 11
- PU 2025 - No 12
- PU 2025 - No 13
- PU 2025 - No 14
- PU 2025 - No 15
- PU 2025 - No 16
- PU 2025 - No 17
- PU 2025 - No 18
- PU 2025 - No 19
- PU 2025 - No 20
- PU 2025 - No 21
- PU 2025 - No 22
- PU 2025 - No 23
- PU 2025 - No 24
- PU 2025 - No 25
- PU 2025 - No 26
- PU 2025 - No 27
- PU 2025 - No 28
- PU 2025 - No 29
- PU 2025 - No 30