Soal 46
Hasil adisi HCl terhadap 2-metil-2-butena adalah ....
- 2-kloro-3-metilbutana
- 2-kloro-2-metilbutana
- 1-kloro-2-metilbutana
- 1-kloro-3-metilbutana
- 3-kloro-2-metilbutana
Jawaban dan Analisa
Jawaban: B
Adisi HCl pada alkena mengikuti kaidah Markovnikov: atom H masuk ke atom C ikatan rangkap yang sudah punya H lebih banyak, sehingga terbentuk karbokation paling stabil (lebih tersubstitusi), lalu Cl⁻ menyerang karbokation tersebut.
Untuk 2-metil-2-butena, struktur rangkanya dapat dibayangkan sebagai \( \mathrm{(CH_3)_2C=CH-CH_3} \). Atom C kiri pada ikatan rangkap adalah C tersier (tidak punya H), sedangkan C kanan punya 1 H. Maka \( \mathrm{H^+} \) akan masuk ke C kanan sehingga karbokation terbentuk di C kiri (tersier, paling stabil), lalu Cl⁻ masuk ke C kiri. Hasilnya adalah \( \mathrm{2\text{-}kloro\text{-}2\text{-}metilbutana} \).
Analisis opsi:
A salah, posisi Cl menjadi tidak sesuai dengan pembentukan karbokation tersier pada C-2.
B benar, Cl masuk ke C-2 (karbokation tersier), sehingga terbentuk 2-kloro-2-metilbutana.
C salah, ini menunjukkan Cl di C-1 (bukan hasil Markovnikov dari alkena ini).
D salah, Cl di C-1 dan metil di C-3 tidak sesuai kerangka asal 2-metil-2-butena.
E salah, Cl di C-3 akan sesuai bila karbokation terbentuk di C-3, padahal yang paling stabil terbentuk di C-2.
Soal 47
Senyawa yang digunakan untuk pendingin AC adalah ....
- Freon
- Formalin
- Alkohol
- \( \mathrm{CO_2} \)
- Aseton
Jawaban dan Analisa
Jawaban: A
Pendingin AC memerlukan zat yang mudah mengalami perubahan fase (menguap-mengembun) pada kondisi kerja sistem, stabil, dan efektif menyerap kalor saat menguap. Zat yang dikenal luas sebagai refrigeran AC (terutama pada soal sekolah) adalah Freon (kelompok CFC/HCFC/HFC).
Analisis opsi:
A benar, Freon digunakan sebagai zat pendingin (refrigeran) pada sistem AC/kulkas.
B salah, formalin adalah larutan formaldehida untuk pengawet/disinfektan.
C salah, alkohol bukan refrigeran standar AC pada konteks ini.
D kurang tepat untuk jawaban tunggal pada level ini; \( \mathrm{CO_2} \) bisa menjadi refrigeran pada sistem tertentu, tetapi yang dimaksud umum di soal sekolah adalah Freon.
E salah, aseton adalah pelarut, bukan refrigeran AC yang umum diajarkan.
Soal 48
Rumus senyawa anilina adalah ....
- \( \mathrm{C_6H_5{-}CH_3} \)
- \( \mathrm{C_6H_5{-}NO_2} \)
- \( \mathrm{C_6H_5{-}OH} \)
- \( \mathrm{C_6H_5{-}NH_2} \)
- \( \mathrm{C_6H_5{-}COOH} \)
Jawaban dan Analisa
Jawaban: D
Anilina adalah amina aromatik: cincin benzena yang terikat gugus amino \((\mathrm{-NH_2})\). Karena itu rumusnya adalah \( \mathrm{C_6H_5NH_2} \) atau \( \mathrm{C_6H_5{-}NH_2} \).
Analisis opsi:
A salah, \( \mathrm{C_6H_5{-}CH_3} \) adalah toluena (metilbenzena).
B salah, \( \mathrm{C_6H_5{-}NO_2} \) adalah nitrobenzena.
C salah, \( \mathrm{C_6H_5{-}OH} \) adalah fenol.
D benar, \( \mathrm{C_6H_5{-}NH_2} \) adalah anilina.
E salah, \( \mathrm{C_6H_5{-}COOH} \) adalah asam benzoat.
Soal 49
Hasil hidrolisis dari laktosa adalah ....
- glukosa + glukosa
- glukosa + fruktosa
- galaktosa + fruktosa
- fruktosa + fruktosa
- glukosa + galaktosa
Jawaban dan Analisa
Jawaban: E
Laktosa adalah disakarida yang tersusun dari 2 monosakarida: glukosa dan galaktosa. Jika dihidrolisis (diputus ikatan glikosidiknya oleh air, biasanya dibantu asam/enzim), hasilnya kembali menjadi kedua monosakarida penyusunnya.
Analisis opsi:
A salah, glukosa + glukosa adalah hasil hidrolisis maltosa.
B salah, glukosa + fruktosa adalah hasil hidrolisis sukrosa.
C salah, laktosa tidak tersusun dari fruktosa.
D salah, tidak sesuai dengan komposisi laktosa.
E benar, laktosa \(\rightarrow\) glukosa + galaktosa.
Soal 50
Dari rumus umum protein berikut
Maka sifat protein adalah ....
- asam
- basa
- amfoter
- asam lemah
- basa lemah
Jawaban dan Analisa
Jawaban: C
Struktur \( \mathrm{R{-}CH(NH_2){-}COOH} \) menunjukkan adanya dua gugus penting: gugus karboksilat \( \mathrm{-COOH} \) (bersifat asam) dan gugus amino \( \mathrm{-NH_2} \) (bersifat basa). Zat yang dapat bertindak sebagai asam dan juga basa disebut amfoter (atau amfiprotik).
Analisis opsi:
A salah, karena protein/asam amino tidak hanya bersifat asam; ada juga gugus basa \( \mathrm{-NH_2} \).
B salah, karena tidak hanya bersifat basa; ada gugus asam \( \mathrm{-COOH} \).
C benar, karena memiliki gugus asam dan basa sekaligus sehingga bersifat amfoter.
D kurang tepat sebagai klasifikasi utama; memang ada sifat keasaman/kelemahan, tetapi ciri yang paling tepat dari adanya \( \mathrm{-NH_2} \) dan \( \mathrm{-COOH} \) adalah amfoter.
E kurang tepat sebagai klasifikasi utama; alasan sama seperti opsi D.