Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 44

Pertanyaan: Kerangka bagian inti atau isi karya tulis yang benar adalah ....

  1. 1) Bab Pendahuluan
    2) Prakata
    3) Bab Penutup

  2. 1) Bab Pendahuluan
    2) Bab Pembahasan
    3) Bab Penutup

  3. 1) Prakata
    2) Bab Pendahuluan
    3) Bab Pembahasan

  4. 1) Bab Pendahuluan
    2) Bab Pembahasan
    3) Daftar Pustaka

Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis:

  • “Bagian inti/isi” karya tulis biasanya mencakup urutan pokok bab: Pendahuluan → Pembahasan → Penutup.
  • B tepat karena memuat tiga bab inti tersebut secara urut.
  • A salah karena “Prakata” bukan bagian inti (umumnya bagian awal), dan urutannya juga tidak baku.
  • C salah karena “Prakata” bukan inti, dan “Penutup” tidak ada.
  • D kurang tepat untuk “inti/isi” karena “Daftar Pustaka” adalah bagian akhir pelengkap, bukan inti bab isi.
  • Jadi B \( \gt \) A/C/D.

Soal 45

Pertanyaan: Kalimat di bawah ini yang berkonotasi negatif adalah ....

  1. Tiga mahasiswa telah meninggal dalam demonstrasi itu.
  2. Tiga pahlawan reformasi telah gugur dalam peristiwa itu.
  3. Tiga mahasiswa telah mati dalam menegakkan reformasi.
  4. Tiga pahlawan reformasi telah mangkat dalam insiden itu.
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis:

  • Konotasi negatif terkait rasa kata yang kurang halus/kurang menghormati dalam konteks tertentu.
  • Kata “mati” pada konteks manusia (apalagi “dalam menegakkan reformasi”) terasa lebih kasar dibanding “meninggal”, “gugur”, atau “mangkat”.
  • C menggunakan kata “mati” sehingga berkonotasi lebih negatif/kurang santun.
  • A “meninggal” bersifat netral dan lebih halus.
  • B “gugur” berkonotasi hormat (umumnya untuk pejuang/pahlawan).
  • D “mangkat” juga lebih halus (sering dipakai untuk raja/yang dihormati), bukan negatif.
  • Skala rasa: “gugur/mangkat/meninggal” \( \gt \) “mati” (lebih kasar), sehingga C \( \gt \) sebagai jawaban.

Soal 46

Pertanyaan: Kalimat yang tidak logis terdapat pada kalimat ....

  1. Presiden meninggalkan lokasi peresmian gedung baru itu.
  2. Warga menyerbu dan membanjiri jembatan yang terbuat dari bambu.
  3. Para pejabat akan datang ke tempat kecelakaan itu.
  4. Warga datang dari penjuru kota untuk mengadu nasib.
Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis:

  • Tidak logis berarti hubungan makna tidak masuk akal atau pilihan kata tidak sesuai konteks.
  • “Mengadu nasib” lazimnya berarti mencari peruntungan/menetap untuk mencari kehidupan (misal merantau ke kota), bukan tujuan “datang dari penjuru kota” dalam satu kota.
  • Kalimat D janggal karena “dari penjuru kota” menunjukkan mereka masih dalam wilayah kota itu, sedangkan “mengadu nasib” biasanya konteksnya pindah/merantau ke tempat lain untuk mencari penghidupan.
  • A logis: seseorang meninggalkan lokasi acara.
  • B masih logis secara makna kias: “membanjiri jembatan” = memadati, walau hiperbola.
  • C logis: pejabat datang ke lokasi kecelakaan.
  • Karena ketidakselarasan konteks paling jelas pada D, D \( \gt \) A/B/C sebagai kalimat tidak logis.

Soal 47

Pertanyaan: Penjedaan yang tepat dalam kalimat di bawah ini adalah ....

  1. Ke manakah/larinya/pencuri itu kalau/bukan ke sini jalannya//
  2. Ke manakah larinya pencuri/itu/kalau bukan/ke sini jalannya//
  3. Ke manakah larinya pencuri itu/kalau/bukan ke sini jalannya//
  4. Ke manakah/larinya pencuri itu/kalau/bukan ke sini jalannya//
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis:

  • Kalimatnya: “Ke manakah larinya pencuri itu kalau bukan ke sini jalannya.”
  • Penjedaan yang wajar mengikuti satuan makna:
    • “Ke manakah larinya pencuri itu” (bagian tanya utama)
    • “kalau bukan” (penghubung pengandaian/pengecualian)
    • “ke sini jalannya” (keterangan arah/tujuan)
  • C sesuai: “Ke manakah larinya pencuri itu/kalau/bukan ke sini jalannya//”.
  • A terlalu banyak jeda yang memecah frasa wajar (“Ke manakah/larinya/…”).
  • B memisahkan “pencuri/itu” dan memecah “kalau bukan” sehingga kurang tepat.
  • D memisahkan “Ke manakah/” dan memecah frasa tanya; jedanya kurang alami.
  • Karena jeda C paling selaras dengan struktur, C \( \gt \) A/B/D.

Soal 48

Bait:

Dari Ambon menuju Demak,
Singgah sebentar di Semarang,
Si Jalil mencuri kerak,
......

Pertanyaan: Bait puisi lama di atas akan sempurna jika dilengkapi dengan kalimat ....

  1. membawa kayu dan parang
  2. makan bersama di atas karang
  3. hitam hidungnya kena arang
  4. burung walet di dalam sarang
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis:

  • Ini pantun: baris 1-2 sampiran, baris 3-4 isi; rima umumnya a-b-a-b.
  • Akhir baris:
    • Demak (a)
    • Semarang (b)
    • kerak (a)
    • harus berakhir bunyi “-ang” (b)
  • Pilihan yang berakhir “-ang”: A parang, B karang, C arang, D sarang (semua cocok rima).
  • Namun isi pantun harus nyambung dengan “Si Jalil mencuri kerak,” biasanya diikuti akibat/ganjaran yang lucu: “hitam hidungnya kena arang” paling logis sebagai konsekuensi (ketahuan/kena arang).
  • A/B/D tidak memberi hubungan sebab-akibat yang kuat dengan “mencuri kerak”.
  • Jadi C \( \gt \) A/B/D karena rima cocok dan isi paling padu.

Soal 49

Screenshot_13-1-2026_141915__20260113_141935.jpeg

Pertanyaan: Hiponim yang tepat untuk melengkapi diagram di atas adalah ....

  1. mujair, lele dumbo
  2. lele goreng, lele lokal
  3. gurame, lele dumbo
  4. lele lokal, lele dumbo
Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis:

  • Hiponim adalah kata yang maknanya lebih khusus dari kata di atasnya. Karena kotak kosong berada di bawah “LEELE” (lele), maka isinya harus jenis-jenis lele.
  • D berisi “lele lokal” dan “lele dumbo”, keduanya jenis lele, sehingga tepat sebagai hiponim dari “lele”.
  • A salah karena “mujair” bukan lele.
  • B salah karena “lele goreng” adalah olahan, bukan jenis lele (bukan hiponim taksonomis yang sejenis dengan “lele dumbo”).
  • C salah karena “gurame” bukan lele.
  • Karena kesesuaian taksonomi paling tepat, D \( \gt \) A/B/C.