soal 41
Bulu pada populasi marmut dipengaruhi oleh gen alela ganda dengan urutan dominasi sebagai berikut:
\(W \gt w^{ch} \gt w^{h} \gt w\)
\(W\) = normal
\(w^{ch}\) = abu-abu
\(w^{h}\) = himalaya
\(w\) = albino
Perkawinan kelinci normal heterozigot \((Ww)\) dengan bulu abu-abu \((w^{ch}w^{h})\) heterozigot akan menghasilkan keturunan ....
| A. | normal : abu-abu : himalaya = \(2 : 1 : 1\) |
| B. | normal : abu-abu : albino = \(2 : 1 : 1\) |
| C. | normal : abu-abu : himalaya : albino = \(1 : 1 : 1 : 1\) |
| D. | normal : abu-abu : albino = \(1 : 2 : 1\) |
| E. | normal : abu-abu : albino = \(1 : 1 : 2\) |
Jawaban & Analisa
Jawaban: A
Analisa: Induk \(1\) adalah normal heterozigot \((Ww)\), sehingga gametnya: \(W\) dan \(w\). Induk \(2\) adalah \((w^{ch}w^{h})\), sehingga gametnya: \(w^{ch}\) dan \(w^{h}\).
Kombinasi keturunan yang mungkin:
\(W \times w^{ch} \rightarrow Ww^{ch}\) (normal, karena \(W\) paling dominan)
\(W \times w^{h} \rightarrow Ww^{h}\) (normal, karena \(W\) paling dominan)
\(w \times w^{ch} \rightarrow ww^{ch}\) (abu-abu, karena \(w^{ch} \gt w\))
\(w \times w^{h} \rightarrow ww^{h}\) (himalaya, karena \(w^{h} \gt w\))
Jadi perbandingan fenotipe: normal \(2\) bagian, abu-abu \(1\) bagian, himalaya \(1\) bagian, yaitu \(2 : 1 : 1\).
A. Tepat, sesuai hasil kombinasi gamet.
B. Salah, albino \((ww)\) tidak mungkin muncul karena induk \(2\) tidak membawa \(w\).
C. Salah, albino tidak muncul dan normal tidak mungkin hanya \(1\) bagian.
D. Salah, albino tidak muncul dan rasio tidak sesuai.
E. Salah, albino tidak muncul dan rasio tidak sesuai.
soal 42
Tabel berikut adalah daftar kodon dengan asam aminonya.
| Kodon | Asam amino |
| SAU | Serin |
| SSA | Prolin |
| GGA | Glutamin |
| GUG | Valin |
| GSS | Alanin |
Apabila urutan basa nitrogen DNA yang akan melakukan transkripsi adalah SAS SST SGG GGT GTA, urutan asam amino yang akan disintesis adalah ....
| A. | serin – valin – glutamin – alanin – prolin |
| B. | valin – alanin – valin – serin – prolin |
| C. | glutamin – alanin – valin – serin – prolin |
| D. | valin – glutamin – alanin – serin – prolin |
| E. | valin – glutamin – alanin – prolin – serin |
Jawaban & Analisa
Jawaban: E
Analisa: Pada soal tipe ini, huruf \(S\) biasanya menyatakan sitosin \((C)\). Jadi DNA: SAS SST SGG GGT GTA setara dengan: \(CAC\) \(CCT\) \(CGG\) \(GGT\) \(GTA\).
DNA yang ditranskripsi (sebagai cetakan) akan membentuk kodon mRNA komplementer:
\(CAC \rightarrow GUG\) (Valin)
\(CCT \rightarrow GGA\) (Glutamin)
\(CGG \rightarrow GSS\) (Alanin)
\(GGT \rightarrow SSA\) (Prolin)
\(GTA \rightarrow SAU\) (Serin)
Urutan asam amino: valin – glutamin – alanin – prolin – serin.
A. Salah, urutan awalnya bukan serin.
B. Salah, tidak ada pola valin–alanin–valin sesuai kodon yang terbentuk.
C. Salah, asam amino pertama seharusnya valin.
D. Salah, urutan dua terakhir tertukar.
E. Tepat, sesuai hasil pembacaan kodon mRNA dari tabel.
soal 43
Dari persilangan ayam mawar \((RrPp)\) dengan ayam berjengger pea biji \((rrPp)\), kemungkinan akan diperoleh keturunan walnut, rose (mawar), pea, dan single (bilah) dengan perbandingan ....
| A. | \(1 : 1 : 3 : 3\) |
| B. | \(1 : 3 : 3 : 1\) |
| C. | \(3 : 1 : 1 : 3\) |
| D. | \(3 : 1 : 3 : 1\) |
| E. | \(3 : 3 : 1 : 1\) |
Jawaban & Analisa
Jawaban: D
Analisa: Kombinasi bentuk jengger (dua gen) yang umum dipakai:
\(R\_P\_\) \(\rightarrow\) walnut
\(R\_pp\) \(\rightarrow\) rose (mawar)
\(rrP\_\) \(\rightarrow\) pea
\(rrpp\) \(\rightarrow\) single (bilah)
Persilangan: \((RrPp) \times (rrPp)\).
Gamet \((RrPp)\): \(RP, Rp, rP, rp\) (masing-masing \(\frac{1}{4}\)).
Gamet \((rrPp)\): \(rP, rp\) (masing-masing \(\frac{1}{2}\)).
Delapan kombinasi setara peluang \(\frac{1}{8}\) menghasilkan:
walnut \(=\frac{3}{8}\), rose \(=\frac{1}{8}\), pea \(=\frac{3}{8}\), single \(=\frac{1}{8}\).
Jadi rasionya: \(3 : 1 : 3 : 1\).
A. Salah, tidak sesuai peluang hasil kombinasi gen.
B. Salah, posisi “\(3\)” untuk rose dan single tidak sesuai.
C. Salah, jumlah kategori tidak cocok dengan hasil \(\frac{3}{8}, \frac{1}{8}, \frac{3}{8}, \frac{1}{8}\).
D. Tepat, sesuai hasil perhitungan persilangan.
E. Salah, rose dan single tidak mungkin sama besar dengan walnut/pea pada persilangan ini.
soal 44
Perhatikan gambar kromosom yang mengalami meiosis berikut ini!
Kromosom ini mengalami peristiwa ....
| A. | pindah silang |
| B. | pindah silang dan pautan |
| C. | gagal berpisah |
| D. | pautan |
| E. | gen letal |
Jawaban & Analisa
Jawaban: A
Analisa: Pada gambar, sebelum meiosis tampak susunan alel pada kromosom homolog, lalu setelah meiosis tampak adanya kombinasi alel baru (misalnya bagian tengah bertukar sehingga urutan tidak lagi sama seperti semula). Perubahan susunan alel pada satu kromosom akibat pertukaran segmen antar kromatid homolog adalah ciri peristiwa pindah silang.
A. Tepat, karena ada pertukaran segmen yang menghasilkan kombinasi alel baru.
B. Tidak dipilih, karena yang ditunjukkan secara langsung adalah pertukaran segmen; “pautan” hanya konsep bahwa gen berada pada kromosom yang sama.
C. Salah, gagal berpisah ditandai ketidakpisahan kromosom/ kromatid, bukan pertukaran segmen.
D. Salah sebagai peristiwa pada gambar, karena gambar menunjukkan perubahan susunan akibat pertukaran.
E. Salah, gen letal tidak dapat disimpulkan dari diagram pindah silang.
soal 45
Lalat buah jantan berbadan abu-abu sayap panjang \((GgLl)\) disilangkan dengan yang betina berbadan hitam sayap pendek \((ggll)\). Pada gen \(G\) dan \(L\) maupun gen \(g\) dan \(l\) terjadi pautan. Dari hasil perkawinan tersebut diperoleh fenotipe keturunan sebagai berikut: abu-abu sayap panjang : abu-abu sayap pendek : hitam sayap panjang : hitam sayap pendek = \(820 : 185 : 195 : 800\). Berdasarkan kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa selama pembentukan gamet terjadi pindah silang dengan nilai pindah silang sebesar ....
| A. | \(0,19\%\) |
| B. | \(1,90\%\) |
| C. | \(19,00\%\) |
| D. | \(23,00\%\) |
| E. | \(24,00\%\) |
Jawaban & Analisa
Jawaban: C
Analisa: Karena terjadi pautan, fenotipe dengan jumlah terbesar adalah tipe parental (non-rekombinan), yaitu:
abu-abu sayap panjang \(= 820\) dan hitam sayap pendek \(= 800\).
Fenotipe dengan jumlah lebih kecil adalah tipe rekombinan akibat pindah silang, yaitu:
abu-abu sayap pendek \(= 185\) dan hitam sayap panjang \(= 195\).
Jumlah rekombinan \(= 185 + 195 = 380\).
Jumlah total keturunan \(= 820 + 185 + 195 + 800 = 2000\).
Nilai pindah silang \(= \frac{380}{2000} \times 100\% = 19,00\%\).
A. Salah, terlalu kecil (harus sekitar puluhan persen karena rekombinan cukup banyak).
B. Salah, terlalu kecil dibanding \(\frac{380}{2000}\).
C. Tepat, hasil perhitungan \(19,00\%\).
D. Salah, melebihi hasil hitungan yang tepat.
E. Salah, melebihi hasil hitungan yang tepat.
- Latihan Soal Biologi SMA 1
- Latihan Soal Biologi SMA 2
- Latihan Soal Biologi SMA 3
- Latihan Soal Biologi SMA 4
- Latihan Soal Biologi SMA 5
- Latihan Soal Biologi SMA 6
- Latihan Soal Biologi SMA 7
- Latihan Soal Biologi SMA 8
- Latihan Soal Biologi SMA 9
- Latihan Soal Biologi SMA 10
- Latihan Soal Biologi SMA 11
- Latihan Soal Biologi SMA 12